HIJRAH

HIJRAH
"SIKAP REHAN"


PERSI REHAN.........


Hari ini, setelah sekian lama aku dan Mommy menetap di Makasar. kami kembali ke kota kelahiran ku. Saat kami kembali, kami mampir di salah satu resto. yang tengah Booming di media sosial.


Karna penasaran akan sajian apa saja yang mereka hidangkan. aku dan Mommy akhirnya mendatangi resto tersebut,


Saat kami menyantap makanan yang kami pesan sebelumnya. Tidak sengaja aku melihat Lea.


Dia merubah penampilan nya. Ya, walau kini dia mengenakan gamis dan hijab untuk menutup rambutnya. Lea masih terlihat Cantik, bahkan berkali lipat lebih cantik dari sebelumnya.


Aku memberhentikan Langkah wanita itu, dia menoleh dengan tatapan yang masih sama. tatapan tidak suka. apa dia masih marah?


Saat kami tengah berbicara, Lea memanggil seorang Manager, yang tidak lain adalah kerabat ku sendiri.


Aku dan Mommy tentu saja Syok, bagaimana tidak?


Lea bukan hanya memiliki resto Jepang, yang di datangi kalangan muda mudi.


dia juga pemilik resto ternama.


Bahkan, baru saja aku hendak melamar kerja disini?


Aku mengejar tubuh wanita itu, dan mengajak nya kembali, untuk melanjutkan hubungan kami yang sempat tertunda. Namun, hal mengejutkan ku alami, dia menolak ku. bahkan mengutuk hubungan kami dulu,


Padahal Mommy juga sudah merestui hubungan kita? mengapa dia masih egois.


Namun, aku tidak akan menyerah begitu saja. aku akan terus mengejar dia sampai dia mau kembali kepada ku,


Bukan kah dia sangat mencintaiku? dia tidak akan mendapatkan lelaki lain, karna aku adalah cinta pertama nya?


.Aku terus mengirim pesan di Akun Instagram milik nya. Namun, tidak pernah sekalipun dia membalas nya. .aku juga meminta Nomor Lea kepada kerabat ku, yang kebetulan Manager di resto nya. Namun, dia malah menolaknya. dengan ucapan,


"Maaf Rehan, Om tidak bisa. om tidak bisa memberi nomor telpon Bu Lea. ke sembarang orang........


Tidak tahu saja dia, bahwa Lea pernah menjadi kekasihku, dan akan segera menikah dengan ku. Nanti, setelah aku menikah dengan Lea. aku akan memecat kerabat ku itu, bisa bisa nya dia mempersulit ku, untuk kembali ke pada Lea.


Aku mengikuti setiap kegiatan yang di lakukan Lea. bahkan aku sempat membuntuti dirinya. hingga memasuki sebuah rumah, yang sangat besar dan megah,


Bahkan, rumah nya dua kali lipat lebih besar dari rumah ku yang dulu.


Jadi, ini rumah nya Lea?


Sepertinya, Lea memang sudah menjadi pengusaha yang sukses. dia sampai bisa memiliki rumah yang sangat besar.


Aku tidak pernah menyesal, atau menyerah. aku terus mengirim pesan kepada Lea. walau dia sama sekali tidak pernah membalas atau melihatnya.


Hingga di suatu saat, kala aku sedang makan bersama dengan beberapa teman ku, aku melihat Lea tengah duduk di resto Jepang, yang ku tahu. ini adalah miliknya.


Lekas ku hampiri Lea. yang tengah duduk bersama dengan lelaki yang terbilang cupu.


Sungguh di luar dugaan ku, rupanya Lea sudah bertunangan dengan lelaki yang sedari tadi duduk di hadapan nya. bahkan Lea juga menunjukan cincin yang mereka kenakan.


Tidak, ini tidak bisa di biarkan.


Aku, Rehan. yang memiliki rupa yang sangat tampan, dan tubuh yang sangat bagus, masa aku di kalahkan oleh lelaki. yang bahkan wajah nya sangat cupu. dengan kaca mata besar yang menempel di wajah nya.


Setelah Lea pergi meninggalakn ku, yang masih terpaku dengan keputusan nya itu, aku kembali ke meja di mana aku dan rekan ku duduk.


"Kenapa sih bro? dan tadi itu siapa? wajah nya seperti mantan kau yang dulu di bawa ke reuni? tapi, dia berhijab?" tanya seorang teman ku.


"Ya, dia adalah Lea. dan dia bukan mantan ku, aku akan menikah dengan nya" jawabku.


"Menikah? kau tidak dengar? dia tadi mengatakan sudah bertunangan dengan lelaki yang tadi duduk bersama nya?"


"Ya benar, kami juga mendengar itu Rehan"


"Aku tidak peduli, Karna Lea hanya akan menikah dengan ku" jawab ku.


"Wow, seperti nya kau sudah cinta berat kepada wanita itu?"


"Rehan, sebaiknya kamu Move-on saja. karna masih banyak wanita di luar sana. jangan menggangu hubungan orang lain"


."Siapa yang menggangu? justru lelaki tadi yang merebut Lea dariku!" jawab ku.


"Hem, terserah kamu saja lah. aku tidak mau ikut campur"


Setelah kami sedikit berdebat karna Lea. kami pun kembali melanjutkan acara makan kami. makanan yang kami pesan cukup banyak.Tapi tak apa? Bukan kah ini resto milik Lea?


semua karyawan disini nantinya juga akan menjadi karyawan ku, jadi, aku tidak harus cemas untuk membayar. semua makanan yang di pesan teman teman ku.


30 menit kemudian....


"Bro, terima kasih ya traktiran nya. makanan nya sangat enak"


"Bener, sudah lama sekali kamu tidak mentraktir kita. apalagi setelah kamu pindah ke Makasar, sampai hilang kontak"


"Benar, sering sering lah begini, kumpul dan mentraktir kita"


"Kalian tenang saja, nanti setiap hari aku bisa mentraktir kalian makanan enak seperti ini" jawab ku yang bangga pada diriku sendiri.


"Wow, bagaimana caranya? oh iya, apa kamu memiliki uang untuk membayar ini semua?"


.


"Hebat, kamu"


"Yasudah, kalau begitu. kami harus pergi. kami harus kembali bekerja"


"Oke, hati hati" jawab ku.


Setelah teman teman ku pergi, aku meminta pelayan untuk membersihkan makanan yang tadi kami makan,


Setelah pelayan membersihkan semua makanan bekas kami,


"Permisi pak? ini Bil nya" ucapnya yang menyerahkan Bil kepada ku,


"Bil? Tapi saya belum mau beranjak dari sini loh, kok kamu lancang sekali mau mengusir saya?" jawab ku yang tidak senang dengan perlakuan pelayan ini.


"Oh maaf pak, saya kira tadi bapak minta Bil. karna minta kami membereskan meja makan nya?" ucap pelayan ini.


"Kamu tidak tahu sedang bicara dengan siapa? berani sekali kamu memberi kan saya Bil? untuk makanan yang tadi saya makan!" jawab ku.


"Maaf pak, saya hanya bekerja disini. saya bekerja sesuai peraturan disini pak" ucap pelayan ini.


"Kamu tahu, saya bisa saja memecat mu."jawabku.


Tiba Tiba, seorang wanita dengan penampilan cukup Elegan, menghampiri ku dan pelayan bodoh ini.


"Permisi, ada apa ya pak?" tanya nya.


"Pelayan ini kurang hajar, masa dia mengusir saya!" jawabku.


"Maaf pak, saya Manager disini. saya akan menindak pelayan saya. jika mereka terbukti bersalah." ucapnya.


"Oh, jadi kamu Manager disini? saya mau kamu pecat dia" jawabku.


"Tunggu, sebelum saya memecatnya. bisa jelaskan bagaimana permasalah. nya?" ucap nya.


"Dia memberi saya Bil, padahal saya belum mau beranjak dari sini" jawabku.


Wanita itu nampak bertanya pada pelayan yang dari tadi menunduk, pelayan tersebut menjelaskan semua kejadian nya.


"Maaf Pak, menurut penjelasan karyawan saya. dia tidak bersalah, bapak yang meminta pelayan saya untuk membersihkan meja bapak. yang dalam arti, bahwa Customer meminta membersihkan meja. maka dia meminta Bil" ucap wanita itu.


"Oke, tak apa. tapi dia berani meminta bayaran atas makanan yang saya makan, itu keterlaluan" jawabku.


"Itu memang tugas nya pak," ucap wanita itu.


"Tugas, kamu tidak tahu siapa saya! mau saya pecat kamu hah!" jawabku yang mulai naik pitam.


"Memecat? memang nya anda siapa? mengapa anda tidak mau membayar makanan yang anda makan, dan malah mau memecat saya?" ucap wanita ini.


"Saya Rehan, saya calon suami dari majikan kalian, Lea" jawabku yang membuat mereka terkejut.


"Tunggu, saya akan menghubungi Bu Lea. jika benar yang bapak katakan, kami akan meminta maaf" ucap wanita ini, dia mengeluarkan ponsel di dalam saku blazer nya.


Wanita itu berjalan beberapa langkah, dan terlihat dia sedang berbincang dengan orang dari sebrang telpon nya.


mereka pasti akan menyesal, karna sudah memperlakukan ku seperti ini. tidak tahu saja, jika aku adalah calon bos mereka!


"Maaf pak, saya barusan menghubungi Bu Lea, dia mengatakan tidak memiliki hubungan apapun dengan anda," ucap wanita tadi.


"Apa, tidak mungkin dia mengatakan itu? hubungi dia kembali" jawabku.


"Maaf pak, anda harus membayar semua biaya makanan yang tadi anda pesan. silahkan dan mohon jangan membuat keributan disini" ucapnya


"Apa, ini semua benar benar keterlaluan, saya adalah calon pemilik resto ini? berani kalian bersikap begini?" jawabku.


"Maaf pak, silahkan bayar, atau saya panggil kepolisian, karna anda telah membuat keributan disini" ucap nya.


Aku pun melangkahkan kaki menuju kasir, tidak tanggung tanggung, biaya makanan yang harus ku bayar, jumlah nya sangat fantastis.


Akhirnya aku meminta Mommy untuk mengirim uang padaku, karna rekening ku jumlah nya tidak cukup.


Flashback.....


Saat kami pindah ke Makasar, kondisi perekonomian kami memang sedang sulit. aku bahkan menjual usaha ku yang ada di luar negri, untuk biaya hidup kami di sana.


di makasar, kami tinggal bersama saudara Mommy,


Lebih jelasnya kami menumpang disana, karna rumah itu telah di beli oleh kakak mommy, selama tinggal disana, semua kebutuhan Mommy aku yang tanggung, apalagi setelah berpisah dari Dady.


Bahkan uang hasil penjualan cafe ku, hampir saja tandas, karna selama setahun itu, aku benar benar menganggur. dan tidak memiliki penghasilan. .


Hingga suatu ketika, Mommy bertengkar dengan istri dari kakak nya, bahkan Mommy juga menjambak dia. karna merasa kesal. dia mengadukan perbuatan Mommy kepada Om,


dan Om meminta kami untuk pergi dari rumah nya.


Kami pun akhirnya memutuskan untuk kembali ke kota kelahiran ku, disini kami bisa meminta uang kepada Daddy.


Namun, pucuk di cinta Ulam pun tiba. Lea sudah sangat sukses. setelah kembali dan menikah dengan nya. aku tidak akan kesusahan lagi, bahkan tidak akan mengalami kesusahan ekonomi.