
Saat kaki ku telah menginjakan rumah kak Sindi. ku dapati kak Sindi tengah duduk di ruang tamu rumah nya.
"Kak" ucapku kala memasuki rumah nya.
"Lea, kamu tidak apa apa kan? kakak khawatir sekali sama kamu. tadi pas kakak ke Club malam lagi. kamu sudah tidak ada" jawabnya nampak sangat cemas.
"Aku baik baik saja kak, tadi ada seorang lelaki menyewa ku" ucapku.
"Lea kamu?" jawabnya.
"Iya kak, dan Kakak tahu tidak? berapa uang yang dia kasih ke aku" ucapku mengalihkan pembicaraan.
"Berapa?" jawabnya sambil menautkan alisnya.
"70 juta kak, aku benar benar tidak percaya. bisa memegang uang sebanyak ini. dengan ini aku bisa membuat mbak Siti membusuk di penjara" ucapku menjelaskan.
"Wow, sepertinya lelaki yang mengencani kamu bukan orang sembarangan Lea" jawabnya.
"Sepertinya begitu kak, soalnya tadi aku di bawa ke hotel mewah. dan di sana banyak sekali orang yang memberi hormat padanya" ucapku
"Sepertinya dia memang orang kaya Lea" jawabnya.
"Eemm, kak. tadi pas lelaki itu mau membayar. dia menanyakan Rekening ku? karna aku tak paham maksud nya apa. aku jawab saja belum sempat membuatnya. apa aku salah?" ucapku yang sedikit cemas.
"Nanti kita buat, Rekening itu semacam tabungan Lea. jadi kamu bisa transaksi tanpa harus pergi ke bank. contohnya jika lelaki tadi mau membayar jasa mu. dia tinggal transfer saja nominal nya ke rekening mu. dan jika kamu mau membeli sesuatu, atau mengirim uang. kamu bisa lewat rekening mu" jawabnya menjelaskan.
"Kalau begitu antar aku untuk membuatnya ya kak" ucapku.
"Baik," jawabnya.
"Eemm, Lea. apa kamu benar benar yakin dengan pekerjaan barumu ini? bukan apa? mumpung kamu belum terlalu lama masuk ke dunia malam. dan Mommy juga belum tahu jati dirimu serta identitas mu. kamu bisa berhenti jika mau" Ucap kak Sindi kembali.
"Kenapa kak," jawabku
"Tidak apa apa Lea, hanya kakak kasihan padamu. jika kamu benar benar menjadi wanita penghibur" ucapnya.
"Semua sudah terlanjur kak, aku sudah memasuki dunia malam. dan terlanjur kotor. maka aku harus meneruskan semua nya. sampai semua dendam ku terbalas. mungkin ini jalan satu satu nya untuk ku. Aku akan menuntut balas pada warga kampung ku, pada lelaki yang melecehkan ku di malam kematian ibuku. pada wanita jahat bernama Siti. pada keluarga mas Rehan. dan orang tuaku!" jawabku panjang lebar.
"Jika kamu memang sudah yakin dengan pilihan mu, kakak tidak bisa berkata apapun lagi. kakak akan mendukung setiap keputusan yang kamu ambil." ucapnya seraya memegang pundak ku.
"Iya kak terima kasih, aku lelah di pandang sebelah mata oleh banyak orang, lelah di hina dan di caci maki. lelah hidup susah. lelah di fitnah dan semacamnya. aku sangat lelah. bahkan saat pertama aku merasakan jatuh cinta. Bukan kebahagiaan yang ku dapatkan. melainkan hinaan yang sangat menyayat hati. bahkan lelaki yang ku cintai pun meragukan ku. dan membiarkan aku di seret layak nya hewan. di depan mata nya!" jawabku mengingat setiap penderitaan yang pernah ku alami.
Penderitaan kala aku bersama kedua orang tuaku. penderitaan kala aku menjadi pemungut botol bekas. penderitaan kala sering di fitnah oleh rekan kerjaku. Hingga puncak nya. aku di usir paksa dan kekasih ku meragukan ku.
"Kakak tahu apa yang kamu rasakan Lea, kakak juga paham. menjadi orang susah memang tidak lah mudah. kakak pun pernah ada di situasi itu. sebelum akhirnya mengambil jalan seperti ini" ucapnya.
"Manusia hanya memandang kita dari uang kak, jika kita tidak memiliki apapun. kita akan di injak injak. kita akan di buang. tapi jika kita memiliki banyak uang. orang yang sangat benci pada kita pun akan dekat dengan kita" jawabku.
"Baik lah Lea, kakak tahu apa maksud ucapan mu. kakak tidak akan mempertanyakan lagi keputusan mu ini. kapan kita jebloskan Siti ke penjara?" ucapnya.
"Tunggu beberapa saat lagi kak, biarkan dia bersenang senang dulu. biarkan dia tertawa dan menikmati hari harinya. sebelum aku mengirimnya ke dalam penjara" jawabku.
"Sebelum itu, apa yang akan kamu lakukan?" ucapnya.
"Aku ingin membuat rekening terlebih dahulu. dan mempelajari cara gunanya. aku ingin membeli ponsel. untuk memudahkan ku berkomunikasi dengan kakak. dan membeli beberapa pakaian serta keperluan ku kak" jawabku.
"Iya kak" jawabku.
"Kamu sudah makan?" tanya nya.
"Aku tidak lapar kak, aku mau langsung istirahat saja" jawabku.
"Baik lah, kita istirahat sekarang ya" ucapnya.
Kami pun masuk ke kamar masing masing. walau pertama aku memasuki dunia malam ada keraguan di sana. dan kala aku harus melayani nafsu lelaki hidung belang tadi. ada rasa canggung dan tidak nyaman. tapi setelah aku mendapat hasil dari pekerjaan ku sebagai kupu kupu malam. aku merasa puas.
Dengan uang ini, aku bisa menuntut balas dengan mudah.
Hingga aku pun tidur lelap karna rasa lelah tubuh yang ku rasakan.
*************
Pagi itu, setelah kami sarapan. aku bersiap untuk pergi ke bank. untuk membuat rekening untuk menyimpan uang ku. dan setelah itu akan pergi ke Mall. untuk membeli keperluan ku.
Mobil kak Sindi melaju membelah kemacetan jalanan kota. sekitar 30 menit kami pun sampai di salah satu bank besar di Indonesia.
Aku dan kak Sindi masuk dan mengantri sesuai urutan nomor yang kami dapat. hingga tiba giliran ku. aku di bantu oleh kak Sindi dan karyawan bank tersebut memberi penjelasan padaku. hingga sekitar satu jam berada di bank. aku pun berhasil memiliki rekening pribadi.
Kami pun melanjutkan perjalanan kami. kami berdua pergi ke mall yang ada di kota tempat kami tinggal. Ini kali kedua aku menginjakan kaki di pusat perbelanjaan yang banyak di datangi kalangan orang berduit tebal.
Kenangan ku dulu kala bersama mas Rehan. di mana dia menggandeng tanganku lembut. membawa ku berkeliling Mall. tiba tiba melintas begitu saja.
Setelah tiga kali naik eskalator akhirnya aku dan kak Sindi pun sampai di salah satu Stand ponsel ternama.
Kak Sindi mencarikan ku ponsel keluaran terbaru.
Dia mengejek ku. gaji ku sangat besar. jadi harus terlihat glamor. dan ponsel ku pun jangan ponsel yang Abal Abal katanya. entahlah begitu lah dia?
sekilas sangat mirip dengan sikap mbak Nurma. yang bisa saja membuatku tertawa karna candaan nya.
Harga ponsel yang ku beli sangat sangat fantastis. aku sampai tidak membayangkan bisa menghabiskan uang sebanyak itu? hanya demi sebuah ponsel. padahal jumlah nya bisa buat makan ku selama bertahun tahun dulu, bahkan gubuk yang pernah ku tinggali bersama Ayah dan Ibu. bisa menjadi rumah yang bagus. Dengan uang sebanyak itu.
Padahal, ponsel itu sudah mendapat diskon dari penjualnya. jika harganya normal. entah berapa nominalnya.
Setelah selesai dengan ponsel Mahal ku.
aku dan kak Sindi naik lagi ke lantas atas. untuk membeli pakaian ku dan keperluan ku yang lain nya. kak Sindi membawaku ke tempat dia sering berbelanja. katanya harganya murah tapi kualitas seperti butik berkelas.
Hingga kami masuk ke sebuah Stand pakaian wanita. memang sangat bagus. ruangan yang besar dan berderet berbagai macam pakaian.
aku dan kak Sindi memilih beberapa pakaian. aku membeli beberapa celana jeans ketat dengan berbagai model. membeli berbagai kaos ketat.
membeli beberapa Dress bagus. yang tidak pernah ku beli dan pakai sebelumnya. tak hanya itu. aku juga membeli beberapa sepatu, sendal dan flatshoes. serata beberapa Tas dari yang berukuran kecil hingga sedikit besar.
Kak Sindi juga mengajak ku membeli beberapa perlengkapan kosmetik. dari lipstik. bedak foundation. bulu mata palsu. parpum. dan alat tempur wanita pada umumnya.
Setelah selesai dengan rutinitas belanja kami. kami pun mencari makan. karna kami sampai menghabiskan waktu berjam jam untuk berbelanja...