
Aku harus memberi tahu Danu yang sebenarnya? Namun, aku harus mencari waktu yang tepat. untuk memberi tahu dia yang sebenarnya.
Saat ini, dia pasti tengah terkejut, karna dia mengetahui ibu dari mantan ku ada di rumah ku. walau dia tidak mengatakan nya. aku sangat Yakin, jika dia juga tertekan.
"Oh iya, Lea tadi kamu mengatakan kita akan makan di rumah? kita akan makan apa? aku sudah lapar" ucap Danu memecahkan keheningan di antara kami bertiga.
"Oh iya, aku sampai lupa. kita pesan online saja ya?" jawabku.
"Eemm, kamu bisa masak gak?" tanya Danu ragu ragu.
"Aku, aku cuma bisa masak sedikit. itu pun enak menurutku. dan tidak tahu menurut orang lain?" jawabku malu.
"Kita masak saja ya, aku juga ingin makan masakan kamu" ucapnya.
"Apa, kamu Yakin ingin makan masakan ku?" jawabku
."Ya, memang nya kenapa?" ucapnya.
"Eemm, tidak. tidak apa apa kok" jawabku.
Danu duduk di ruang keluarga bersama kak Sindi. sedangkan aku memasuki dapur. dan langsung membuka kulkas. aku mencari bahan masakan yang akan ku masak.
aku sendiri tidak tahu? di mana mbak Asih meletakan bumbu bumbu. karna aku benar benar mempercayakan area dapur kepadanya.
Ku buka kulkas yang memiliki tinggi lebih dari tubuhku. di dalam freezer ku lihat ada beberapa potong daging sapi, dan ada juga udang yang telah di bersihkan.
ku lihat di bagian bawah. ada ayam yang telah di ungkep. karna warnanya telah kuning oleh bumbu.
Ku buka pintu yang satunya. ada beberapa bungkus sosis dan Nugget. juga.
Mau masak apa ya???
aku bahkan tidak menguasai teknik memasak daging. kalau cuma menggoreng ayam sih aku bisa. karna mbak Asih Sudah membumbui nya terlebih dahulu.
"Loh, kok malah diam? ku kira masakan nya sudah jadi?" tanya Danu yang sontak membuatku terkejut bukan main.
"Kok kamu ada disini sih, nanti aku masakin. kamu tunggu saja di ruang tamu bersama kak Sindi" jawabku
"Biar ku bantu ya?" ucapnya seraya berjalan ke arah ku
"Apa, tidak usah Danu. biar aku saja" jawabku.
"Sudah, biar aku bantu saja. kamu tidak bisa masak ya? tidak apa apa, aku bisa mengajari kamu" ucapnya seraya mengelus pucuk kepala ku.
"Memang nya kamu bisa masak?" jawabku canggung.
"Hey, kamu tidak tahu ya. kalau tunangan mu. yang akan menjadi suamimu ini jago masak? kamu mau aku masakin apa? ayo katakan" ucapnya seraya menaikan kaos lengan nya.
"Masa sih? eemm. bebas kamu mau masak apa?" jawabku
"Di kulkas ada nya apa?" ucap Danu.
Aku berjalan ke arah kulkas. dan memperlihatkan isi dalam kulkas Ku Danu melihat dengan seksama. dan mengeluarkan daging, udang, ayam. dan kangkung yang sudah di bersihkan sebelumnya oleh mbak Asih.
Danu merendam daging dan udang terlebih dahulu, karna gading dan udang telah beku karna berada di freezer.
" Kita akan masak apa?" tanyaku pada Danu yang sibuk mengupas beberapa bumbu.
"Kita akan masak oseng mercon, udang tepung, ayam goreng, dan tumis kangkung" jawabnya.
"Wow, kamu bisa masak semua itu?" ucapku.
"Bisa dong," jawabnya seraya tersenyum padaku.
Uuhh, rasanya aku benar benar meleleh. melihat senyum nya itu, seperti dunia akan menjadi milik ku saja.
"Sayang, kamu bantu aku untuk memblender semua bumbu ini ya?" titah nya seraya memasukan bumbu yang tadi dia kupas. ke dalam blender kecil..
"Baik bos" jawab ku yang langsung menghaluskan semua bumbu itu.
Trut, trut trut....
Loh, kenapa blender ku tidak mau berputar ya? apa karna sudah rusak? kok mbak Asih tidak bilang. apa dia lupa mengatakan nya?
"Haha, ternyata calon istriku ini memang tidak bisa masak ya. sayang kalau kamu mau menghaluskan bumbu pakai blender. kamu harus kasih dia air atau minyak. agar bumbunya bisa halus. dan blender nya bisa berputar. kecuali kalau kamu menghaluskan bumbu dengan Chopper. itu tidak perlu pakai minyak atau air" Ucapnya seraya tertawa. dan menaruh air dalam blender yang ku pegang.
Ya ampun Lea, mengapa kamu tidak belajar masak saja sih pada mbak Asih, setidaknya belajar lah menggunakan alat dapur dengan benar. kan kalau begini, aku jadi malu tingkat dewa.
"Silahkan di coba?" ucapnya seraya mempersilahkan aku memencet tombol blender.
Dan benar saja. blender nya berputar dengan normal. semua bumbu yang tadi Danu masukan seketika berubah menjadi halus.
"Eemm, ini sudah?" tanya ku pada Danu.
"Iya sudah. tolong Carikan aku tepung terigu bisa sayang? kita buat tepung untuk udang crispy " jawab Danu. seraya sibuk memotong daging sapi. menjadi ukuran kecil.
"Ketemu gak sayang?" tanya Danu padaku.
"Sebentar, aku sedang mencarinya" jawabku yang masih menatap dapur ku.
"Haha, kamu aneh deh. kamu yang punya rumah, tapi kamu tidak tahu di mana letak bumbu dapur berada? Tuh, coba kamu berbalik dan lihat kulkas mu, di sana ada Rak bukan? itu di sana ada banyak toples yang bertuliskan berbagai macam tepung haha" ucap Danu.
Seketika aku berbalik dan melihat rak yang di maksud kan oleh Danu, dan benar saja. di sana terdapat toples transparan yang terdapat berbagai nama tepung.
Aku pun langsung mengambil tepung terigu yang di minta Danu,
"Sayang, sekalian ambil tempur panir nya ya?" ucap Danu ketika aku hendak menghampiri nya.
Aku mencari nama panir. tapi, memang tidak ada?
"Tidak ada tepung panir Danu?" jawabku
"Masa sih? itu yang berwarna kuning apa sayang?" ucap Danu.
"Ini tepung roti Danu, bukan tepung panir" jawabku menjelaskan.
"Haha, dasar istriku ini benar benar polos. ya sudah tidak apa apa, bawa saja tepung roti nya kesini" Ucap Danu.
Danu mengatakan aku Polos, memang tidak ada tepung panir kok,
Tangan Danu begitu lihai. ketika mengolah beberapa hidangan. dia membalut udang dengan tepung terigu yang sudah dia kasih air. dan membalutnya dengan tepung roti. .
Dan, setelah dia selesai dengan perundangan, dia berjalan ke arah kompor. yang sudah terdapat daging sapi yang tengah dia presto sebelumnya.
"Sayang, coba kesini deh? itu ada apa di wajah kamu?" Ucap Danu dengan wajah yang nampak tegang, aku sendiri jadi parno. takut ada binatang ulat di wajah ku, karna aku sangat takut kepada ulat. walau pun sangat kecil.
"Ada apa Danu, bisa tolong ambilkan?" jawabku dengan nafas yang memburu. karna menahan rasa takut.
Danu berjalan mendekat ke arah ku. wajah nya tidak lepas memandang ku.
Dan.........
Hal tak terduga sebelumnya terjadi.
Danu mengoleskan tepung kering di wajah ku. yang sontak membuatku kaget bukan main.
"Ih, Danu apa an sih." ucapku seraya membersihkan wajah ku dari tepung .
"Haha, wajah mu jadi mirip adonan udang sayang haha." jawabnya seraya terus tertawa.
"Kamu jahat deh," ucapku.
"Iya iya maaf, habis kamu belajar masak nya serius banget" jawabnya
Tidak mau kalah, aku pun mengambil tepung dan mengusapkan nya di wajah Danu, hingga kini. wajah nya penuh dengan tepung.
"Haha. sekarang kita impas ya" ucapku seraya tertawa. merasa telah menang.
"Oh, jadi mau main tepung ya?" jawabnya seraya mendekat.
aku yang merasa sudah tidak aman. berusaha menghindar. Namun Danu menarik baju ku hingga aku tidak bisa berlari. kini Danu berada tepat di belakang ku. dia mengoleskan tepung di tangan nya.
Jantung ku terasa berdebar begitu hebat, tatapan kami saling beradu. mungkin, kini kami hanya berjarak satu jengkal saja.
mata kami saling memandang satu sama lain. walau wajah kami sudah tidak berbentuk. karna tepung sudah memenuhi wajah kami. Namun, aku masih bisa melihat dengan jelas. ketampanan dan keteduhan yang di miliki Danu.
Aku tidak tahu, seberapa lama kami saling bertatapan. dan seberapa kencang deru jantung ku.
"Baru di lihatin saja sudah begini, apalagi jika sudah menikah? haha" ucapnya seraya mencubit hidung ku
"Apaan sih," jawabku yang malu, dan mulai sadar .
"Memang iya, sabar ya sayang. sebentar lagi kita akan Sah kok jadi suami istri" ucapnya seraya menumis bumbu untuk daging.
"Sok tahu kamu" jawabku.
"Memang tahu, kita hanya perlu mencari kedua orang tua kandung mu, baru setelah itu kita menikah dan hidup bahagia selama nya" ucapnya seraya mengelus pucuk kepala ku.
.
Seketika jantung ku terasa di sambar petir. Bukan, bukan karna situasi romantis seperti tadi, melainkan ucapan Danu barusan.
ku tatap wajah lelaki yang sibuk melihat masakan nya.
"Apa kamu akan menerimaku Danu? setelah kamu mengetahui semua nya? dan, apa aku akan sanggup, jika suatu saat nanti. di saat kamu mengetahui kebenaran nya. dan memutuskan untuk pergi menjauh dariku?
apa aku akan kuat menerima semua nya?
Apa aku akan sanggup, kehilangan kehangatan dan perlindungan dari sosok lelaki sepertimu Danu?