HIJRAH

HIJRAH
"RESTO LEA"


"Eemm, Lea. sebenarnya siapa lelaki tadi?" tanya Danu, kala mereka telah berada di dalam mobil.


"Dia bernama mas Rehan, dia pernah menjadi kekasihku, sebelum aku bekerja menjual tubuh. dan.. sebenarnya dirinya lah yang membuatku membulatkan Niat, kala mengambil keputusan itu, kedua orang tuanya menghinaku. karna aku hanya seorang pembantu, bukan hanya tidak merestui hubungan ku dengan dia. mereka juga menyiksa raga ku, dan memfitnahku di hadapan banyak orang, hingga aku di hakimi dan di cemooh oleh banyak orang kala itu" jawab Lea.


"Ya Allah, aku tidak tahu itu. maaf kan aku Lea?" ucap Danu.


"Tidak apa, kau tidak lah bersalah. dulu aku sangat mencintai dia. karna dia adalah cinta pertama ku. Namun, sikap nya yang ternyata tidak memiliki sebuah pendirian. membuatku enggan kembali padanya" jawab kea.


"Pendirian bagaimana?" ucap Danu.


"Dia membiarkan ku di siksa kedua orang tuanya, dan hanya diam bahkan membenarkan ucapan kedua orang tuanya, dia mudah sekali di hasut oleh orang lain, dan mudah percaya dengan ucapan orang yang belum tentu benar, " jawab Lea.


"Ya Allah, tadi ku kira dia sangat mencintai kamu. sampai tidak terima kau putuskan" ucap Danu.


"Ibunya merestui kami. karna dia tahu bahwa aku sudah kaya. dan tidak menjadi pembantu seperti dulu" jawab Lea.


Sepajang perjalanan mereka hanya mengobrol kan bagaimana Lea bertemu dengan Rehan, dan bagaimana sampai Lea memiliki perasaan terhadap lelaki itu, bahkan Lea juga menceritakan kejadian. di mana kala dia di hakimi, dan di hina berulang kali, bagaimana rekan kerja nya memfitnah dirinya hingga membuat dirinya harus kehilangan Nurma. .


Bahkan, tak tanggung tanggung, bagaimana Lea membalaskan dendam nya kepada keluarga Rehan.


"Apa kau tidak ingin kembali kepada dia Lea?" ucap Danu yang merasa takut, jika Lea kembali pada cinta pertama nya.


"Tidak akan pernah, jika aku sampai kembali padanya. aku sudah tahu apa yang akan ku alami" jawab Lea.


"Maksudnya bagaimana?" ucap Danu


"Jika dulu saja mereka menghinaku. karna aku bergelar pembantu, apalagi jika mereka tahu, bahwa aku pernah menjadi pelacur?


apa mereka tidak akan menghinaku lebih parah dari dulu?" jawab Lea. yang di mengerti Danu.


"Maaf kan aku Lea, aku tidak bermaksud untuk mengingatkan mu pada kejadian buruk hari itu" ucap Danu.


"Tidak apa Danu, kamu tidak bersalah. memang seharusnya kau tahu semua tentang ku bukan?" jawab Lea.


Sepanjang perjalanan Lea dan Danu bercengkrama banyak hal, dan Danu mengajak Lea untuk mencari keberadaan kedua orang tua kandung Lea. sebelum mereka melangsungkan pernikahan.


Walau dalam hati, Lea enggan menerima ajakan Danu, karna dia sendiri tidak tahu rupa kedua orang tuanya. bagaimana mau mencari?


dan mengingat, jika mereka membuang Lea. tentulah sudah jelas. jika Lea memang lah tidak di harapkan oleh mereka berdua.


Lea hanya mengiyakan setiap ajakan Danu, berharap lelaki di samping nya akan lupa dengan sendirinya.


"Baiklah Danu terimakasih, karna sudah mengaturku kesini. apa kamu mau mampir sejenak?" ucap Lea. kala dia telah tiba di resto andalan nya.


"Jadi, ini usaha yang kau katakan itu?" jawab Danu tidak percaya.


"Eemm, iya memang nya kenapa?" ucap Lea. yang bingung dengan tingkah lelaki di hadapan nya.


"Jadi, kau pemilik resto ternama ini Lea?jawab Danu menatap Lea.


"Iya, ada apa sih?" ucap Lea yang semakin bingung.


"Ku kira kau hanya memiliki usaha rumah makan biasa, dan bukan restoran sebesar ini?" jawab Danu merasa malu, karna Lea jauh lebih hebat darinya. bahkan tidak tanggung tanggung, Lea adalah pemilik resto ternama di kota ini.


"Ini juga rumah makan Danu, semua orang yang datang kesini datang untuk makan" ucap Lea. yang masih tidak mengerti dengan perubahan Danu.


"Oh iya, kalau begitu aku pamit ya aku harus kembali ke Rumah sakit" jawab Danu. dia memilih pergi.


"Apa kau tidak mau mampir? rawon disini enak lho. resep langsung dari ibunya mbak Nurma" ucap Lea.


"Baiklah, hati hati di jalan ya" ucap Lea. yang di balas anggukan dari Danu.


Danu kembali melajukan mobilnya, Namun, bukan menuju rumah sakit. yang tadi dia katakan kepada Lea. melainkan menuju kediaman Angga dan juga Sari.


Sepanjang perjalanan Danu merutuki dirinya sendiri. bahkan dia benar benar merasa malu pada Lea. yang ternyata bukan orang biasa. usaha yang di miliki Lea. bukan lah usaha yang kecil. seperti yang dia bayangkan dulu.


Sesampai nya Danu di kediaman Angga, dia bergegas masuk ke dalam rumah tersebut.


dia sangat tahu, jika hari ini sahabatnya tengah berada di rumah. itu sebab nya dia tidak menghubungi sahabatnya itu lebih dulu.


"Angga" ucap Danu seraya berjalan sedikit berlari.


"Eh calon pengantin, ada apa?" jawab Angga seraya merayu Danu.


"Angga, apa kau tahu Lea memiliki usaha apa?" ucap Danu tanpa basa basi.


Sari yang mendengar sahabat nya bertanya hal tersebut, mengkhawatirkan jika Danu dan Lea tengah ada masalah.


"Rumah makan bukan?" jawab Angga.


"Bukan, Lea bukan memiliki usaha rumah makan, tapi, resto ternama? kau tahu resto Dapur bunda?" ucap Danu.


"Ya, resto itu sangat bagus dan berkelas. aku juga pernah datang dan makan disana, waktu sedang ada acara makan bersama semua anggota kepolisian" jawab Angga.


"Itu adalah milik Lea" ucap Danu.


"Apa,?" jawab Angga.


"Ya, tadi aku bertemu dengan Lea. kami makan bersama, dan aku mengantarkan nya ke tempat usaha nya itu, dan dia berhenti tepat di resto itu Angga" ucap Danu.


"Wow, hebat juga ya Lea, aku gak nyangka rupanya dia pemilik resto ternama itu?" jawab Angga.


"Tunggu, kalau Lea pemilik resto ternama itu. lalu, mengapa kau datang kesini, seolah habis melihat hantu Danu?" tanya Sari.


"Iya, sari benar. kenapa kau seperti habis melihat hantu?" ucap Angga.


"Ya jelas saja, kau pikir. Lea jauh lebih hebat dariku. dia pemilik resto yang bahkan penghasilan nya jauh lebih besar dari gaji ku di rumah sakit, lalu, bagaimana aku menafkahinya? apa dia akan menerima gaji ku yang tidak seberapa? aku malu" jawab Danu.


Mendengar penuturan sahabatnya itu, Angga dan Sari saling bertatap. hingga kemudian mereka berdua tertawa terbahak bahak.


Sahabat nya memang memiliki pola pikir yang langka di dunia.


Dia sendiri tahu? bahwa gaji Danu tidak lah sedikit. lalu, dia masih bisa berpikir. apakah Lea akan menerima gajinya atau tidak?


"Kenapa kalian tertawa?" tanya Danu.


"Ya sudah, lalu kau mau bagaimana? mau membatalkan pernikahan kau dengan Lea?" jawab Angga.


"Tidak lah, aku sangat mencintai wanita itu." ucap Danu.


"Lalu, mengapa kau ketakutan seperti ini? seolah olah habis melihat hantu, tadi ku kira. Lea berubah jadi kuntilanak. itu sebab nya wajah mu pucat macam mayat" jawab Angga.


"Gila, mana ada orang bisa berubah jadi kuntilanak!" ucap Danu.


"Angga benar, kau baru tahu usaha yang di geluti calon istrimu saja. sudah hampir jadi mayat, apalagi jika kau sudah menikah dengan nya? aku tidak bisa membayangkan semua itu haha" ucap Sari


"Terserah kalian saja, aku mau pergi" jawab Danu yang berlalu pergi meninggalkan dua sahabat nya. yang masih terdengar mentertawakan dirinya.