
Dalam perjalanan pulang, Danu merasa bisa bernafas dengan sedikit lega. walau dia masih belum bisa menemukan keberadaan Sindi. dan di mana Sindi tinggal. Namun, setidak nya ada kabar baik. untuk dia bawa pulang dan membuat Lea sedikit tersenyum.
"Ya Allah, terima kasih" ucap Danu dalam doa nya.
Sekitar 30 menit, Danu pun akhirnya tiba di rumah nya. sebelum turun, dia memastikan tidak ada satu orang pun yang mengikutinya.
"Assalamualaikum" ucap Danu kala memasuki rumah nya.
"Wa'alaikumsallam" jawab Bibi, yang tidak lain adalah pembantunya.
"BI, dimana Lea?" ucap Danu.
"Neng Lea sedang berada di kamar Den" jawab Bibi.
Danu pun berjalan menaiki anak tangga rumah nya.
Tok Tok Tok.....
"Siapa?" ucap seseorang dari dalam.
"Aku Danu" jawab Danu.
Pintu kamar pun terbuka.
"Lea, aku tahu kabar Sindi" ucap Danu.
"Apa?" jawab Lea.
Danu pun mengajak Lea untuk turun, dan mengajak Lea duduk di ruang keluarga rumah nya.
"Apa kamu yakin, tahu kabar tentang kak Sindi?" tanya Lea. dengan mata tak berpaling sedikitpun.
"Ya, aku tahu," jawab Danu.
"Dari mana kamu tahu?" ucap Lea.
"Dari Sintia" jawab Danu.
"Sintia?" ucap Lea.
"Ya, kamu mengenalnya?" jawab Danu.
"Ya, dia juga bekerja di tempat yang sama dengan ku, bagaimana kamu bisa bertemu dengan Sintia?" ucap Lea.
"Tadi aku ke Club, di mana kamu bekerja dulu, dan aku bertemu dengan Sintia" jawab Danu. yang sontak membuat Lea terkejut.
"Apa, jadi kamu pergi kesana? mengapa kamu sampai nekat pergi kesana? kamu tahu, tempat itu sangat berbahaya. jika ada orang yang mengetahui kamu sedang mencari kak Sindi bagaimana? kamu bisa terluka oleh mereka" ucap Lea.
"Aku sudah tidak ada pilihan Lea, yang terpenting aku baik baik saja. dan kamu bisa tenang. karna kakak mu setidak nya masih hidup dan berada di tempat yang aman" jawab Danu.
"Mengapa kamu melakukan ini semua? Ku mohon, jangan lakukan perbuatan ini lagi. aku memang sangat mengkhawatirkan kakak ku, Namun, aku tidak bisa jika kamu sampai terluka. karna hendak membantu ku" ucap Lea.
"Lea, sudah lah. yang terpenting kita bisa bernafas dengan lega. setidak nya kakak mu tidak berada di tangan mereka" jawab Danu.
"Lalu, apa kita akan melaporkan mereka ke polisi?" ucap Lea.
"Ya, kita akan melaporkan mereka semua ke polisi" jawab Danu.
18,00 petang...........
Suara adzan magrib berkumandang, terdengar begitu menggema di ruang keluarga rumah Danu, Ya, rumah Danu memang terbilang dekat dengan masjid di perumahan nya.
karna penghuni kompleks tersebut, mayoritas muslim. jadi suara adzan tidak mengganggu warga sekitar.
"Sudah adzan magrib, ayo kita sholat Lea" ajak Danu pada Lea.
"Apa, sholat?" jawab Lea.
pasalnya dia tidak pernah sholat setelah kedua orang tuanya meninggal.
"Ya, sebaiknya kita meminta pada Allah, sang pemilik segalanya. bukan kah dia yang telah menciptakan alam semesta ini, kita pasrahkan permasalahan ini kepadanya" ucap Danu.
"Tapi, aku Lupa beberapa bacaan nya Danu" jawab Lea tertunduk.
"Tidak apa, aku akan membacanya sedikit keras. agar kamu bisa mengikutinya" ucap Danu.
"Baik lah" jawab Lea.
Danu mengajak Lea untuk beribadah, karna Danu tahu, Lea pasti tidak pernah melaksanakan ibadah Sholat,
Danu telah menggelar sajadah nya di ruang keluarga rumah nya. Danu telah mengenakan pakaian Koko dan sarung. sedangkan Lea tengah mengambil air wudhu di kamar mandi.
"Kenakan lah mukena itu Lea, dan ayo kita segera melaksanakan sholat, karna sholat magrib. waktunya tidak banyak" ucap Danu.
"Baik" jawab Lea.
Lea berjalan ke belakang Danu, Lea mengenakan Mukena untuk pertama kalinya.
Ada rasa yang aneh dalam diri Lea.
entah kenapa? Lea merasa sesuatu tengah terjadi pada dirinya.
Setelah Lea selesai mengenakan Mukena nya. Danu pun mengimami Lea. Danu membimbing Lea untuk beribadah sholat.
"Allahu Akbar........
Danu membaca beberapa bacaan sholat, dan bacaan dalam surat suci Alquran. bahkan di mana kala Danu membacakan salah satu surah dalam Alquran, dengan suara yang yang sangat merdu. membuat Lea tertegun, Lea merasa tentram dan tenang kala mendengar bacaan yang di lontarkan Danu.
"Assalaikum Warohmatuallah.........
Hingga di mana tahiyat akhir. Danu memimpin Lea untuk terus mengikutinya dalam berdzikir, Danu berharap, bahwa Lea tidak akan goyah akan Niat nya untuk bertaubat.
Danu tidak ingin, Lea sampai luluh karna masalah yang menimpanya. Apa lagi jika Lea sampai kembali ke dunia malam.
Saat Danu telah menyelesaikan sholat serta dzikir nya, Danu melihat ke belakang. Alangkah terkejutnya dia. kala melihat wanita yang sedari tadi dia imamim tengah menangis terisak sembari menutup mulut serta wajah nya.
Danu tidak menghentikan Lea untuk berhenti menangis, karna Danu tahu. saat ini Lea harus menenangkan jiwanya. karna permasalahan yang menimpanya. tentulah bisa membuat sebagian orang akan hilang akal. dan bahkan bisa saja sampai mencoba bunuh diri.
Karna tidak mudah melalui apa yang di lalului oleh Lea. hidup dalam ancaman kematian, teror dan kematian selalu menghantuinya di setiap waktu.
Danu terus melihat ke arah Lea, yang masih terisak dengan wajah tertutup telapak tangannya.
Hingga di mana, di saat Lea telah selesai dengan tangisan nya. Danu sangat tertegun, kala melihat wanita yang selama dua bulan lebih tinggal bersama dengan nya. sangat jauh berbeda.
Lea yang selama ini dia kenal, sangat jauh terlihat berbeda kala mengenakan mukena.Lea terlihat sangat cantik dan Ayu, kala sebuah mukena berhasil menutup aurat nya. wajah Lea terlihat semakin cantik.
"Ada apa?" tanya Lea, karna sedari tadi Danu memperhatikan nya tanpa berkedip.
"Oh, tidak, tidak apa apa" jawab Danu canggung.
"Oh iya" ucap Lea.
"Lea, bagaimana perasaan mu setelah sholat?" jawab Danu. .
"Entah kenapa, Aku merasa jauh lebih tenang, dan sejujurnya bacaan kamu, seperti membuat ku bergetar, hingga aku menangis" ucap Lea.
"Masa sih? padahal suaraku sangat fals" jawab Danu
"Tidak, Suara kamu sangat merdu. aku tidak berbohong" ucap Lea.
"Hehe, aku jadi malu" jawab Danu.
Lea dan Danu pun tertawa bersama, Danu terus menggoda Lea hingga membuat Lea kini bisa tertawa. Tidak seperti hari hari belakang. Lea terlihat murung, bahkan jarang sekali Lea makan.
"Lea" ucap Danu.
"Ya" jawab Lea.
"Kamu terlihat lebih cantik jika berjilbab" ucap Danu, yang sontak membuat Lea terkejut.
"Masa sih?" jawab Lea malu.
"Apa kamu mau, jika aku meminta mu untuk berjilbab?" ucap Danu.
"Eemm, entahlah. aku malu" jawab Lea tertunduk.
"Kenapa mesti malu? Wanita akan semakin terlihat mulia dan terhormat, jika dia bisa menutup aurat nya" ucap Danu.
"Tapi, aku masih sangat kotor Danu. apakah aku pantas mengenakan jilbab?" jawab Lea.
"Lea, yang menilai kita baik dan buruk bukan lah diri kita, atau orang lain? tapi, Allah." ucap Danu.
"Eemm, apa kamu Yakin? jika aku berjilbab. Allah akan mengampuni dosa dosa yang telah ku perbuat?" jawab Lea.
"Allah itu maha pengampun, dia akan mengampuni hamba nya yang sungguh sungguh bertaubat padanya." ucap Danu.
"Baik lah, aku akan memikirkan itu semua" jawab Lea.
"Dan satu lagi, jangan pernah tinggalkan sholat mu. kirimi kedua orang tua angkat mu alfatihah. karna mereka saat ini hanya membutuhkan doa dari kamu Lea" ucap Danu.
"Iya" jawab Lea.