HIJRAH

HIJRAH
"RENCANA PENJEMPUTAN SINDI"


PERSI DANU..........


Aku benar benar tidak menyangka. bahwa Lea memiliki wajah yang sangat cantik dan Ayu, sebenarnya Lea terbilang wanita yang cantik. dengan kulit berwarna putih bersih, alis yang tersusun rapih. mata yang sedikit sipit. dan gigi yang putih bersih dan tersusun rapih.


Rambut yang lurus dan hitam pekat, menggambarkan wanita ini seperti aktris Korea. yang tengah Hits di kalangan remaja. sedunia. Lea memang sangat cantik, Namun, untuk Pertama kali nya. aku tidak bisa berpaling dari makhluk ciptaan Allah, Lea terlihat sangat sangat cantik. kala Mukena membalut seluruh Aurat nya.


Apakah ini yang di Namakan bidadari?


Tidak ada kekurangan dalam pisik wanita di hadapan ku ini. Semua nya nampak sangat sempurna.


********************


Tiga Hari Kemudian...............


Setelah berkonsultasi dengan teman ku yang seorang polisi, aku telah mendapat kan jalan untuk melaporkan perbuatan orang orang jahat itu, Setelah menyelesaikan beberapa pekerjaan ku di salah satu rumah sakit besar di kota ku. aku bergegas pulang menemui Lea. dan memberi kan kabar baik ini kepadanya.


Entah bagaimana aku menjelaskan nya?


Aku mulai merasa nyaman kala berada di dekat wanita itu, bahkan aku selalu ingin segera kembali ke rumah dan menemui nya.


Setiap aku dekat dengan nya, Dada ku terasa bergetar hebat seperti hendak keluar dari tempat nya.


Apa aku jatuh cinta padanya?


Bayangan Lea selalu menghantui ku, Wanita itu selalu saja melintasi pikiran ku. rasanya aku benar benar tidak bisa melupakan wanita itu walau dalam sedetik.


Akhirnya yang ku tunggu tunggu telah tiba, jam kerja ku akhirnya telah usai. aku segera bergegas keluar ruangan ku, dan menuju parkiran dimana mobilku terparkir.


Sepanjang perjalanan aku tidak henti hentinya tersenyum sendiri, membayangkan aku akan segera bertemu dengan Lea. dan aku akan mendapatkan senyuman wanita itu, yang sangat jarang sekali ku lihat.


[Danu, sebaiknya kita cari dan temukan dulu Sindi. agar para orang jahat itu mendapat hukuman yang jauh lebih berat"].


Sebuah notifikasi dari ponsel ku membuyarkan angan ku yang sebentar lagi sampai ke rumah.


Rupanya itu Angga, teman ku yang menjabat menjadi anggota kepolisian. Ya, aku memang tadi berkonsultasi dengan nya.


[Lalu, kapan sebaiknya kita Cari Sindi? Lalu, bagaimana dengan keselamatan Lea? aku takut, semakin lama kasus ini di diamkan. keselamatan Lea dalam bahaya] Balasku.


[Lebih cepat lebih bagus, Untuk keselamatan Lea. aku akan mengerahkan beberapa anggota kepolisian untuk mengawal serta berjaga di rumah mu] jawabnya.


[Apa itu bisa? Lalu, apa semua itu tidak akan mengundang perhatian orang luar?] balasku.


[Begini saja, Kau ikut lah bersama ku dan beberapa rekan ku. kita cari Sindi dan jemput dia.] jawabnya.


[Lalu, bagaimana dengan Lea? Aku tidak bisa membiarkan dia sendiri di rumah ku. walau kau sudah mengerahkan beberapa anggota untuk menjaga nya. Namun, aku masih tidak tenang. jika aku tidak memastikan bahwa dia benar benar selamat dan aman] balasku.


[Sepertinya dokter Danu sedang jatuh cinta] jawabnya.


[Ah kau ini, aku sedang serius] Balasku.


[Aku pun serius Danu,] jawabnya.


[ Begini saja, Jika aku harus ikut. maka Lea pun juga harus ikut dengan ku] Balasku.


[Kau tidak bisa mangkir dariku Danu, rupanya sahabat ku sedang jatuh cinta hehe..] Jawabnya.


[ Ayolah Angga, aku sedang serius ini. bagaimana menurutmu?] Balasku.


[Jika kau memang mencintainya, apa bisa ku kata?] jawabnya.


[Angga!] balasku.


[Hehe, baiklah baiklah. jadi kau ingin kita pergi menjemput Sindi dengan membawa Lea ikut serta?] jawabnya.


[Ya, bagaimana menurut mu?] balasku.


[Jika kau sudah berkata sedemikian, apa aku bisa menyangkalnya?] jawabnya.


[Sudahlah, bicara dengan mu hanya membuang waktuku!] balasku.


[Hehe, iya iya tahu, yang sekarang semua waktu hanya ingin di habiskan dengan wanita pujaan nya. mana ada waktu untuk sahabat nya? awas kalian belum sah, jadi jangan kelewatan hehe] jawabnya.


[Gelap!] balasku.


[ Cinta memang buta, langit segini terangnya kau kata ini gelap, sungguh terlalu] jawabnya.


[ Haha] jawabnya.


Tidak ku balas lagi chat dari Angga, karna jika aku terus meladeni chat darinya. sampai malam pun tidak akan pernah selesai.


Ya, Angga adalah sahabatku. kami berteman dan bersama sejak kecil. kedekatan kami bukan hanya selayaknya seorang sahabat. melainkan seperti saudara.


Angga berperan menjadi anggota kepolisian. dia sudah menikah satu tahun yang lalu, dan sudah di karuniai seorang anak laki laki.


Aku pun melajukan mobilku kembali,


jalanan kota tidak begitu ramai untuk hari ini, jadi aku dengan leluasa bisa melajukan mobilku tanpa ada nya hambatan.


Hingga aku pun telah tiba di pekarangan rumah ku,


"Assalamualaikum" ucapku kala memasuki rumah ku.


"Wa'alaikumsallam" Jawab bibi yang sedang membersihkan ruang tamu.


"BI, dimana Lea?" tanyaku


"Neng Lea ada di kamar nya Den" jawab bibi.


Aku pun segera melangkahkan Kaki ku menaiki anak tangga rumah ku, tak sabar rasanya ingin segera memberi tahu Lea bahwa kita akan menjemput Sindi. dan tak sabar rasanya aku memberi kejutan kepada nya.


Aku yakin, dia pasti akan sangat terkejut.


Tok Tok Tok......


"Siapa?" ucap suara dari balik pintu.


"Aku Danu" jawabku.


Pintu kamar pun terbuka. Namun, alangkah terkejutnya aku. kala melihat wanita yang membuka pintu. mataku rasanya hendak keluar. dan ku rasa mulut ku juga tengah terbuka sempurna.


"Lea?" ucapku dengan tak percaya.


Ya, bagaimana aku tidak terkejut. Lea berdiri dengan mengenakan sebuah gamis berwarna hitam dan jilbab berwarna Milo. sebuah perpaduan yang sangat sempurna dan cocok dengan nya.


Wajah nya nampak semakin cantik, bahkan ku rasa, dia seperti bidadari.


"Ya, aku Lea" jawabnya dengan tertunduk.


"Kau, berjilbab?" ucapku.


"Ya, bukan kah kamu pernah mengatakan. bahwa aku harus berjilbab. dan aku hendak memikirkan nya. Namun, hari ini. keputusan ku telah bulat. bagaimana? apa aku pantas mengenakan ini?" jawabnya.


"Subhanallah. Lea kamu sangat cantik" ucapku.


"Apa?" jawabnya yang sontak membuatku gelagapan.


"Ah, maksud ku kamu sangat cocok mengenakan pakaian yang menutup aurat mu," ucapku salah tingkah.


"Terima kasih, aku ingin lebih mendekatkan diri kepada sang pencipta, aku ingin merubah seluruh hidupku Danu,. dan terima kasih. kamu sudah dengan sabar nya mengajariku beribadah" jawabnya.


"Sama sama, aku senang bisa membantumu Lea" ucapku.


"Iya, semoga kebaikan mu berbalik lagi kepadamu Danu" jawabnya.


"Aamiin, Oh iya, aku sampai lupa. aku mau memberi tahu kan. jika kita akan menjemput kakak mu, dan melaporkan para penjahat itu ke polisi" ucapku.


"Sungguh? apa kamu telah tahu di mana keberadaan kak Sindi?" jawabnya.


"Ya, alamat Sindi telah ku kantongi, aku tahu dari Sintia. dia menuliskan alamat Sindi tinggal. besok atau lusa kita akan pergi kesana" ucapku.


"Alhamdulilah, Danu, aku tidak tahu harus bagaimana mengucapakan terima kasih? kamu sangat baik, dan sudah banyak sekali membantuku. kamu menyelamatkan nyawaku. membimbingku untuk bertaubat. dan sekarang, kamu membantuku menemukan kak Sindi? aku Sangat yakin, bahwa aku tidak akan menjadi seperti sekarang. dan bisa menemukan kakak ku. tanpa bantuan darimu, terima kasih." jawabnya dengan genangan air mata di sudut matanya.


Ingin sekali rasanya aku menghapus air mata itu, Namun, aku juga tidak boleh gegabah. Lea sekarang sudah berubah. aku sangat senang melihat Lea yang sekarang berdiri di hadapan ku.


Terima kasih Ya Allah, kau telah memberikan hidayah mu pada wanita ini, jaga lah dia. untuk terus beribadah padamu.


kasihi dia sepanjang masa. dan jika boleh aku meminta, tolong selalu buat dia bahagia. jangan berikan dia kesedihan. seperti yang dia alami saat ini. jangan beri dia penderitaan.