HIJRAH

HIJRAH
"SARAN DARI USTADZAH"


"Lalu,?" tanya nya.


"Setelah kematian nya itu, aku selalu terbayang akan malam di mana dia begitu kesakitan. malam dimana dia menghembuskan nafas terakhirnya. padahal dia seorang yang ta'at beribadah. namun, kematian nya selalu menghantui ku.


Hingga, dimana di satu malam. setelah aku pulang bekerja. atau lebih tepatnya selesai melayani nafsu bejad lelaki hidung belang. aku kembali pulang ke rumah ku. Aku terbaring di kasur ku. aku tertidur selayaknya tidur ku di malam malam sebelumnya.


Namun, kejadian aneh terjadi?


"Apa itu?" tanya nya.


"Aku bermimpi, bahwa aku tengah berada di tempat yang tidak ku kenal. aku bermimpi di hadapan ku berada banyak sekali orang. ada lelaki dan perempuan. Namun aneh nya, kaki ku seperti berjalan sendiri menghampiri kerumunan manusia itu. Hingga saat aku telah tiba. dan berada tepat di tengah tengah kerumunan itu.


Aku merasa begitu malu, sangat malu. aku merasa bahwa aku tengah bertelanjang bulat. berulang kali aku melihat tubuhku. dan aku masih mengenakan pakaian yang sebelumnya ku kenakan. Namun, aku merasa kala itu aku tengah bertelanjang bulat.


Aku menjadi pusat perhatian di antara banyak nya Manusia itu. hingga aku benar benar merasa malu. dan memaksa kaki ku untuk bergerak. namun sangat berat ku gerakan. hingga beberapa saat. kaki ku bisa bergerak kembali. aku berlari meninggalkan kerumunan manusia yang masih melihat ku. aku berlari ke sembarang arah. dan berlari sejauh mungkin. hingga aku tiba di sebuah Padang rumput. yang di penuhi rumput berwarna oranye.


Namun, di kala kaki ku menginjak rerumputan itu. rumput rumput itu seolah enggan ku sentuh. hingga aku merasa takut sekali. dan terduduk sembari menangis. hingga sebuah bunga yang tidak ku tahu dari mana asalnya. terjatuh tepat di pangkuan ku.


bunga dengan berwarna putih. bahkan putih nya melebihi kapas. dan bercorak hitam berbintik. saat aku tengah memandang lekat bunga tersebut.


aku di kejutkan dengan suara ketukan pintu kamar yang begitu keras. saat aku tersadar, aku tengah berada di dalam kamarku. saat ku buka pintu. pembantuku mengatakan bahwa telah tertidur selama tiga hari tiga malam.


sontak itu membuatku begitu terkejut. bagaimana tidak? aku sendiri tidak menyadari bahwa aku tertidur selama itu. aku hanya merasa bahwa aku hanya tertidur sebentar.


Dan, saat aku bercerita pada kak Sindi. akan kejadian yang menimpa ku. dia juga ikut terkejut. dan membawaku berobat pada seorang dukun.


"Astaghfirullah" ucapnya dengan menutup mulutnya yang terhalang sebuah cadar.


"Ya, aku di bawa ke seorang dukun. dan dukun tersebut mengatakan bahwa aku terkena santet atau apalah itu?


"Kamu tahu, itu dosa musyrik. menyekutukan Allah itu termasuk dosa besar. apa kamu tahu itu?" tanya nya.


"Ya, aku juga tidak percaya pada dukun dan yang lain nya. hanya saja kala itu aku tidak bisa menolak ajakan kak Sindi. karna selama ini. dia sudah lama menemaniku. dan menjaga serta banyak sekali membantuku.


walau, sejujurnya aku sendiri tidak percaya dangan apa yang di katakan dukun tersebut.


Tiga hari kemudian. aku kembali bermimpi. hanya dalam mimpi ku. ada seseorang yang terus memanggil namaku. aku tidak tahu ada di mana? hanya saja tempat itu seperti jalanan yang sangat sepi. hingga aku terus berjalan mencari sumber suara tersebut. dan tiba di sebuah pemukiman. di mana semua rumah menghadap ke arah yang sama. dan di atas rumah tersebut. seperti terdapat papan nisan kuburan. Namun, aku tidak tahu tulisan di dalam nisan tersebut.


Lalu, aku terus berjalan karna suara panggilan tersebut kembali muncul. dan kala aku terus mencarinya. aku tiba di sebuah gang yang sangat gelap di depan sana. suara orang itu kembali terdengar. namun saat beberapa kali dia memanggil. muncul seseorang dari dalam gang tersebut. dia mengenakan jaket Hoodie hitam. dan aku tidak tahu? dia wanita atau lelaki?


yang aku lihat, dia berdiri sembari memegang sebuah pisau di tangan nya. karna takut. aku pun hendak berlari. namun, aku terkena sabetan pisau nya. dia terus mengejar ku. hingga aku terjatuh masuk ke sebuah lubang. yang ternyata liang lahat.


Suara itu kembali muncul untuk beberapa kali, hingga aku menutup mata dan mulut. untuk beberapa saat. dan tak lama terdengar suara banyak orang berjalan mendekat. dengan itu. suara orang yang memanggilku lenyap. berganti dengan suara langkah kaki yang mendekat.


Tak lama, banyak sekali lelaki paruh baya berdiri mengitari liang lahat. yang berisikan aku di dalam nya. aku berulang kali meminta untuk di keluarkan. namun, tidak ada satu manusia pun yang mendengar.


Mereka semua mulai menimbun tubuhku dengan tanah. hingga tiba tiba. sebuah tangan putih mulus terulur ke depan ku. saat aku mengangkat kepala ku. ku lihat seorang wanita dengan pakaian serba hitam. dan hijab serta cadar berwana hitam mengulurkan tangan nya.


tanpa pikir panjang. aku menyambut uluran tangan wanita itu. hingga tubuhku terangkat ke atas.dan setelah itu. dia pergi di antara pohon besar. lalu, saat aku hendak berbalik arah. sebuah asap berwarna hitam tiba tiba datang. membuat ku kehilangan penglihatan.


Dan, saat aku membuka mataku aku tengah berada di dalam kamar ku


aku mendapati bahwa wajah ku nampak pucat di mata semua orang. Namun aneh nya, aku dan kak Sindi tidak melihat itu?


semakin hari wajah ku terlihat semakin pucat. hingga kala aku memasuki kamar ku. harum menyeruak di sana. saat ku cari. ternyata harum tersebut berasal dari bunga yang pernah ada dalam mimpiku. pembantuku menemukan nya di bawah ranjang ku. dan dia meletakan nya di dalam mangkuk.


harum bunga tersebut sangat wangi. Hingga di kala aku tertidur. aku di bangunkan oleh kedua orang tuaku.


dalam mimpi kami saling melepas rindu. hingga mereka mengatakan. bahwa aku harus berhenti membuat dosa.


dan di kala mereka pergi. aku kembali bertemu dengan wanita yang bercadar hitam itu. dia juga mengatakan aku hendak nya bertaubat. karna Allah pasti akan menerima taubat ku. setelah itu. banyak sekali kejadian aneh yang menimpaku. hingga saat ini. aku berada disini.


""Masya Allah sekali, Lea kamu tahu tidak makna dari mimpimu itu?" ucapnya.


"Tidak, bukan nya mimpi itu hanya bunga tidur?" jawabku.


"Benar, mimpi adalah bunga tidur. tapi tidak semua mimpi bunga tidur. ada sebagian mimpi yang di kirim Allah sebagai petunjuk, dan hidayah" ucapnya.


"Aku tidak paham?" jawabku.


"Singkat cerita, kamu menjual tubuhmu untuk membantu orang lain, atau kehidupan orang lain. dan salah nya dengan uang itu juga. kamu melakukan sebuah dosa yang besar. kamu membunuh orang lain? itu adalah kesalahan." ucapnya.


"Lalu,?" jawabku.


"Di dalam mimpi itu kamu mendapat banyak sekali petunjuk. betapa Allah sangat menyayangimu Lea. dia membuatmu hilang jalan. lalu, dia mengirim seseorang sebagai penolong mu. Kedua orang tuamu juga pasti sangat menginginkan kamu kembali ke jalan yang benar Lea" ucapnya.


"Bagaiman caranya?" jawabku.


"Kembalilah kepada Allah, maka Allah sendiri yang akan menolong mu" ucapnya.


"Apa mungkin?" jawabku


"Tidak ada yang tidak mungkin Lea, jika kita sebagai hamba nya sangat mencintainya. maka Allah, akan jauh lebih mencintai kita." ucapnya.


"Lalu, apa arti dari mimpiku adalah. aku harus berhenti dan bertaubat?" jawabku.


"Ya, Allah sangat mencintai hamba nya yang bertaubat" ucapnya.


Satu jam kemudian.


Setelah aku banyak berbicara dan mengobrol dengan ustadzah itu, aku merasa hati ku kembali tenang. aku tidak lagi merasa kegelisahan dalam diriku.


aku merasa, bahwa aku benar benar tenang.


setelah mendapat saran serta jawaban yang selama ini ku cari. aku memutuskan untuk menemui kak Sindi.


Bukan, bukan untuk memintanya mengantarku menemui dukun nya. aku hanya akan mengatakan bahwa aku akan berhenti dari pekerjaan ku.


Dan, entah bagaimana? aku merasa bahwa niat ku benar benar telah bulat untuk berhenti dari pekerjaan zina itu. aku terbayang akan wajah Ayah dan Ibu. di mana mereka menginginkan ku untuk bertaubat.