
Pukul 08,00 Malam ..........
Mobil yang mereka kendarai akhirnya sampai di depan sebuah gerbang rumah milik Lea.
"Ini rumah saya" Ucap Lea
"Ini Rumah kakak?" Jawab Putri dengan mata melotot.
"Rumah kakak besar sekali, jauh lebih besar dari rumah juragan Karso" Jawab Indah lirih.
"Kalian suka?" Ucap Lea
"Suka sekali kak, apa kami juga akan tinggal disini?" Jawab Putri
"Tentu saja, kalian akan ikut tinggal bersama ku disini" Ucap Lea
Tidak lama. Mang Amin membuka pintu gerbang, dan mobil yang mereka tumpangi. Akhirnya telah terparkir di dalam garasi rumah Lea.
Mereka bertiga turun dari dalam mobil, Indah dan Putri menenteng tas ransel mereka yang sudah lusuh. Melihat kedua adik perempuan nya. Lea teringat masa lalunya.
"Ayo masuk" Ajak Lea kepada kedua adiknya.
Indah dan Putri hanya mengekor di belakang Lea. Saat Lea membuka pintu rumah nya. Mereka berdua sangat takjub dengan apa yang mereka lihat. Sebuah rumah yang sangat mirip dengan istana. Lantai granit yang terlihat mewah. Dan juga beberapa aksesoris rumah yang menambah kesan mewah pada rumah ini.
Lea membiarkan kedua adik nya menikmati apa yang mereka lihat.
"Lea, dari mana saja kamu? Bukan kah kakak sudah bilang jika kamu tidak boleh bepergian dulu, kamu itu sedang dalam masa pingit Lea!" Ucap Sindi yang menghampiri Lea.
Dan tentu saja, ucapan Sindi mengejutkan Indah serta Putri. Mereka langsung tertunduk dan berdiri di belakang Lea.
"Iya kak maaf, setelah ini aku tidak akan pergi pergi lagi" Jawab Lea sembari tersenyum.
Berbeda dengan Sindi. Mata nya menangkap kehadiran dua wanita dengan penampilan yang sedikit lusuh.
"Siapa mereka?" Tanya Sindi pada Lea.
"Ini Indah, dan ini Putri. Mereka akan ikut tinggal bersama kita" Jawab Lea
Mendengar pernyataan Lea. Sindi lekas menatap kepada Lea. Dia benar benar tidak percaya dengan apa yang dia dengar.
Sindi sebelumnya tahu, bahwa Lea memiliki dua adik perempuan. Dan berencana akan membawa mereka tinggal di kota.
Namun, bukan itu yang membuat Sindi terkejut, yang membuat Sindi terkejut adalah. Jadi, Lea pergi ke kampung itu. Dengan segala kemungkinan yang bisa saja terjadi padanya.
"O-oh Baik lah, selamat datang" Ucap Sindi pada Indah dan Putri
"Ayo ikut saya, saya akan antarkan kalian ke kamar kalian" Ucap Lea yang mengajak keduanya mengikutinya.
Indah Dan Putri mengikuti langkah Lea. Mereka tersenyum dan berlaku sopan kepada Sindi,
Mereka berdua melihat ke sekeliling. Bangunan rumah yang mereka lihat. Bagaikan istana.
"Ini kamar mu Indah, dan Ini kamar mu Putri. Semoga kalian suka dengan kamar nya ya? Jika kalian butuh apa apa? Katakan saja padaku." Ucap Lea. Seraya menunjukan dua kamar yang saling bersebelahan.
"Ini kamar kami?" Jawab Indah yang merasa sangat Bingung.
Bagaimana tidak bingung? Kamar yang di tunjukan Lea. Bukan lah kamar yang kecil. Yang ada di dalam pikiran nya selama ini. Kamar yang sama seperti kamar yang ia tempati di rumah juragan Karso. Atau kamar yang pernah ia tempati, semasa bersama kedua orang tuanya.
"Eemm, kak Lea? Apa kamar ini tidak terlalu besar untuk kami? Maksud kami, biarkan saja kami tinggal satu kamar berdua." Jawab Putri seraya bersikap sangat canggung.
"Mengapa harus tinggal berdua? Kalian bisa bertukar kamar jika tidak suka dengan konsep kamar nya. Atau ada yang harus di renovasi? Bilang saja padaku?" Ucap Lea.
"Ah tidak tidak kak, kamar ini sudah sangat bagus untuk kami. Malah kamar ini jauh lebih besar dan bagus dari kamar kami waktu masih kecil" Jawab Indah.
"Iya, kamar ini sangat besar sekali kak" Jawab Putri.
"Baiklah, kalau begitu kalian bisa beristirahat di kamar kalian masing masing." Ucap Lea. Seraya meninggalkan mereka berdua.
Indah dan Putri memasuki kamar mereka. Putri memegang kasur yang besar dan sangat empuk. Dia berloncat loncat. Layaknya anak kecil. Dia membuka lemari besar, dan meja hias yang begitu bagus. Sedangkan Indah. Dia menangis begitu tersedu. Dia tidak menyangka akan bertemu dengan wanita baik seperti Lea.
Indah bersyukur kepada Allah, dia bersujud dan mengucap syukur berulang kali. Rasa bahagia saat dia sudah terbebas dari ikatan dengan juragan Karso saja sudah membuatnya bahagia. Namun, rupanya kebahagiaan itu belum berakhir. Dia bisa merasakan di perlakuan layaknya manusia oleh Lea.
Di sisi yang lain........
"Jadi kamu pergi ke kampung itu Lea!" Ucap Sindi
"Iya kak" jawab Lea
"Apa kamu tidak bisa menunggu setelah menikah? Atau kamu menyuruh bodyguard mu saja yang menjemput mereka? Mengapa kamu harus membahayakan diri kamu sendiri?" Ucap Sindi.
"Aku tidak bisa kak, mendengar saat mereka mau ikut dengan ku. Membuatku hilang akal karna rasa bahagia. Apalagi, aku juga tidak bisa terus diam. Sedangkan aku tahu bagaimana kehidupan mereka. Dan lagi pun bodyguard ku. Sudah ku liburkan sampai hari pernikahan ku" jawab Lea
"Lea, kakak tahu apa yang kamu rasakan. Kamu pasti sangat rindu kepada mereka? Namun, kamu juga tidak bisa gegabah seperti ini? Terlebih kamu sebentar lagi akan menikah. Dulu kakak sangat di larang untuk bepergian. Apalagi bepergian jauh, kata orang tua kakak. Itu sangat pamali Lea" Ucap Sindi.
"Memang nya apa yang akan terjadi kak? Pernikahan ku sebentar lagi, dan kedua adik perempuan ku. Sudah tinggal bersama dengan ku. Apalagi yang aku harapkan?" Jawab Lea.
"Bicara dengan kamu memang tidak akan menang, ya sudah. Terserah kamu saja lah" Ucap Sindi.
"Loh kok kak Sindi marah? Ya udah maaf kan aku ya kak. Aku janji tidak akan mengulangi nya lagi, dan aku janji tidak akan pergi meninggalkan kak Sindi lagi. Oke" Jawab Lea. Seraya memeluk tubuh Sindi.
"Kamu janji?" Ucap Sindi
"Ya, aku janji" Jawab Lea.
"Baik lah, sekarang istirahat lah. Dan tidur lah di kamar mu. Nanti kakak akan memanggilkan pegawai salon ke rumah. Untuk memberimu perawatan. Agar kamu terlihat bak bidadari di hari pernikahan mu nanti" Ucap Sindi seraya memegang dagu Lea.
"Terima kasih banyak kak" Jawab Lea.
Lea berjalan menaiki anak tangga menuju kamar nya. Sindi melihat punggung wanita yang sudah sangat dia sayangi. Bahkan melebihi nyawa nya sendiri.
Sebentar lagi, Lea akan berbahagia dengan lelaki idaman nya. Lelaki baik seperti Danu, adalah pilihan yang tepat untuk adik kecilnya itu.
Sindi merasa sangat khawatir. Mengingat di tradisi kampung nya. Bahwa calon pengantin sangat lah sengit.
Sindi menepis pikiran buruk yang melintas di pikiran nya. Dia berharap semua akan baik baik saja.
Rumah saat ini nampak ramai sekali, bagaimana tidak? Sekarang dalam rumah ini ada 4 wanita cantik yang mengisi rumah tersebut.
"Indah, Putri?" Ucap Lea mengetuk pintu kamar kedua adiknya.
"Iya kak?" Jawab Indah yang membuka pintu. Dan di susul putri juga
"Ini baju baju kakak dulu, dan masih ada banyak sekali di kamar kakak. Kalian pakai ya? Dan buang saja pakaian lama kalian." Ucap Lea seraya menyerahkan beberapa helai pakaian miliknya.
"Tapi kak, ini sangat bagus sekali?" Jawab Indah.
"Tidak apa. Kakak sekarang kan sudah berhijab. Dan tidak mungkin mengenakan celana jeans lagi kan? Jadi kalian ikut kakak ke kamar. Dan pilihlah pakaian yang akan kalian ambil" Ucap Lea.
Indah dan Putri mengikuti langkah Lea. Mereka memilih banyak sekali pakaian milik Lea. Bahkan ada banyak sekali dress dan jeans yang masih baru dan berlebel.
Mereka sangat bahagia, karna bisa merasakan memakai pakaian bagus dan mewah seperti yang ada di hadapan mereka berdua.
Bahkan mereka seperti tidak percaya. Dengan barang barang yang di berikan Lea. Ada banyak sekali flatshoes yang sangat bagus. Ada tas yang kini menjadi milik mereka.
Di sore hari.......
Seorang kurir sebuah butik langganan milik Lea tiba. Dia membawa dress kebaya yang dia pesan untuk kedua adiknya. Tidak hanya itu. Lea juga memesan tas cantik dari brand ternama untuk kedua adiknya. Dia membeli sepatu cantik. Dan beberapa peralatan kosmetik untuk kedua adiknya.
Melihat apa yang di berikan Lea kepada mereka. Membuat keduanya menangis tersedu. Bagaimana tidak? Mereka belum pernah merasakan di manusia kan. Bahkan oleh kedua orang tua mereka sendiri.
Namun, baru beberapa hari tinggal bersama Lea. Mereka bisa merasakan menjadi manusia normal lain nya.
"Pakai dres dan tas ini di hari pernikahan kakak nanti ya?" Ucap Lea
"Apa tidak apa apa jika kami datang kak?" Jawab Indah.
"Tentu tidak, kakak akan sangat bahagia jika kalian datang dan menemani kakak di hari pernikahan kakak nanti" ucap Lea.
Mereka bertiga berpelukan. Namun,Indah dan Putri masih belum mengetahui yang sebenarnya. Bahwa Lea adalah kakak kandung mereka sendiri.