HIJRAH

HIJRAH
"PIKIRAN REHAN"


PERSI REHAN........


Hari itu aku begitu terkejut kala Mommy dan Daddy tahu akan hubungan ku dengan Lea, aku berulang kali menjelaskan bahwa aku sangat mencintai Lea. Dan berjanji akan merubah Lea menjadi menantu idaman di keluarga ini.


Namun melihat ekspresi wajah mereka berdua aku merasa semua nya hanya sia sia. Semua nya terbukti kala Mommy memanggil lea dengan teriakan yang sangat kencang


Bahkan aku belum pernah mendengar Mommy berteriak sekencang itu.


Lea datang dengan wajah penuh kebingungan. Dia menatap kami semua secara bergantian. Daddy dan Mommy memarahi lea begitu bengis nya. Aku bahkan belum pernah melihat kemarahan kedua orang tua ku sebelumnya.


Mereka berdua sangat menakutkan. Apalagi kala Daddy berulang kali menampar Lea. Sejujurnya aku sedikit ragu bahwa mereka berdua akan merestui hubungan kami.


Aku terus berusaha meyakinkan mereka bahwa aku mencintai Lea. Namun satu hal yang mengejutkan kala Siti membawa tas milik Lea.


Dalam tas tersebut terdapat banyak sekali perhiasan milik orang tuaku bahkan aku juga mendapatkan sebuah kalung turun temurun yang memang Mommy simpan.


Kemarahan Mommy memuncak hingga dia pun ikut berulang kali menampar Lea dengan ganas nya. Aku yang menyaksikan hal tersebut hanya bingung, mengapa Lea sampai mencuri di rumah ku?


Apa selama ini gaji yang kami berikan itu kurang?


Bahkan ada satu hal yang membuatku benar benar tidak percaya. Siti juga mengeluarkan selembar foto ku yang memiliki tulisan berbahasa Jawa. Yang tidak ku mengerti namun. Siti mengatakan bahwa itu adalah sebuah mantra pemikat.


Itu membuat ku benar benar tidak habis pikir, apa Lea benar benar berbuat sedemikian? Mengapa dia sampai tega memikat ku, ku pikir, Lea adalah gadis baik baik. Namun rupanya dia....?


Seketika, rasa empati dan sayang ku pada gadis itu seperti terkikis, aku sangat kecewa kala semua bukti telah di dapatkan.


Daddy menyeret tubuh lea yang ramping itu dengan kasar nya. Bahkan aku melihat siku nya terluka karna luka yang di buat oleh Daddy.


Lea menjadi pusat perhatian di antara banyak manusia yang kebetulan tengah lewat di depan rumah ku, tas nya di lempar ke sembarang arah oleh Siti. Dan Mommy berteriak mengatakan bahwa lea adalah pencuri.


Aku melihat beberapa orang melihat lea dengan tatapan merendahkan, namun aku sangat kecewa pada gadis itu, rupanya dia tidak sebaik yang terlihat. Aku memalingkan wajah kala melihat Lea tengah melihat ke arah ku.


Setelah itu, aku tidak tahu apa yang terjadi dengan wanita itu, namun hal mengejutkan kembali terjadi, 10 hari kemudian kala aku hendak mengurus kepergian ku kembali ke luar negri.


Dua orang polisi datang ke rumah dengan membawa surat penangkapan Siti. Aku tidak tahu apa yang di perbuat pembantu Mommy ini. Namun dalam surat tersebut bahwa Siti telah menganiaya mbak Nurma yang tidak lain saudara dari Lea. Yang kebetulan bekerja di rumah BiBi ku.


Bahkan tidak tanggung tanggung, mbak Nurma di kabarkan telah meninggal dunia.


Aku dan Mommy berulang kali menanyakan pada mbak Siti apa yang sebenarnya terjadi?


Dia mengatakan bahwa mereka sempat berdebat, namun kala Nurma hendak meninggalkan lokasi kejadian. Dia terjatuh hingga tertabrak sebuah truk yang kebetulan lewat lokasi kejadian.


Mbak Siti sampai menangis terisak dan meminta bantuan kami berdua. Mommy yang merasa iba pada mbak Siti akhirnya mengambil sebuah keputusan dengan meminta keringanan pada mbak siti.


Hingga akhirnya mbak Siti hanya menjadi tahanan kota dan tidak di perbolehkan untuk berpergian keluar kota hingga kasus ini selesai.


Aku pun memutuskan untuk pergi ke luar negri. Aku butuh suasana baru. Rasanya beberapa akhir ini. Aku mendapat banyak sekali kejutan tak terduga.


Salah satunya adalah Lea, aku benar benar kecewa dengan perbuatan nya! Serendah itu dia sampai membuat ku tergila gila padanya dengan jalan yang sangat memalukan.


Aku kembali ke rutinitas ku setelah tiba dan tinggal di Amerika. Kebiasaan kumpul dengan rekan rekan ku, kembali bertemu dengan puja. Dan menjalan kan bisnis ku dengan serius kembali.


Semua berjalan lancar dalam beberapa bulan ini, namun rasa kecewa ku pada Lea benar benar membuat ku sulit melupakan gadis itu, hingga sebuah kabar mengejutkan kembali terjadi.


Bahwa mbak Siti di tangkap polisi karna terbukti telah membunuh mbak Nurma, aku yang tak percaya dengan apa yang di katakan Mommy akhirnya hanya diam membisu.


Jika mbak Siti terbukti bersalah, itu artinya?


Apa yang selama ini di tuduhkan pada lea itu tidak lah benar?


Setelah kejadian itu, aku benar benar tidak bisa beristirahat dengan tenang, pikiran ku selalu terbayang bayang pada gadis itu.


Entah bagaimana? Wajah nya selalu melintas di pelupuk mataku. Hingga aku kehilangan konsentrasi ku dan akhirnya harus di larikan ke rumah sakit karna kecelakaan.


Selama dalam perawatan, berulang kali pikiran ku terganggu. Wajah lea semakin menghantui ku. Bahkan aku berulang kali melihat perawat dalam wajah Lea.


Apa aku sangat bersalah pada Lea?


Hingga Tuhan menghukum ku sedemikian rupa?


***************


Beberapa Tahun Kemudian........


Aku pun memutuskan untuk kembali ke Indonesia, setelah tinggal dan menetap di Amerika sekian lama. Saat aku hampir tiba di rumah ku. Tak sengaja aku melihat bibi yang baru pulang dari bekerja.


Aku pun menghampiri bibi untuk menanyakan kejadian yang sebenarnya?


Sungguh di luar dugaan ku. Rupanya bibi selama ini tahu bahwa mbak nurma memang di bunuh oleh mbak Siti. Dan bibi berulang kali mengingatkan Mommy untuk bersikap tegas pada mbak siti.


Namun sikap keras kepala yang di miliki Mommy. Akhirnya membuat bibi menyerah dan memasrahkan semua nya pada yang di atas.


Rupanya benar, bahwa Siti memang jahat.


Aku pun kembali tinggal di rumah, kenangan akan hubungan ku dengan Lea dulu benar benar menghantui ku, bayangan Lea yang selalu berjalan dan tersenyum selalu mengganggu pikiran ku.


"Mom" ucapku pada Mommy yang tengah menyesap teh hangat nya


"Iya Nak?" Jawab Mommy


"Rehan mau bicara sebentar" ucapku


"Silahkan nak" jawabnya.


"Mom, jika mbak Siti terbukti bersalah. Apa itu artinya Lea?" Ucapku.


"Ya, Lea tidak bersalah. Dan tidak mencuri di rumah kita" jawab Mommy dengan santai nya.


"Itu artinya lea juga tidak melakukan perbuatan nista padaku Mom, itu artinya Lea tidak memikat ku dengan dukun kan?" Ucapku


"Dengar Nak, mau dia memikat mu atau tidak, Mommy tetap tidak merestui hubungan kalian. Dengar Nak, mengertilah Lea itu hanya gadis desa yang sangat miskin. Mau di taruh di mana muka Mommy jika kalian sampai menikah? Pokonya Mommy tetap tidak merestui" jawabnya panjang lebar.


"Tapi Mom, apa perbuatan kita hari itu tidak lah berlebihan?" Ucapku.


"Dia itu gadis miskin. Memang pantas di perlakukan begitu. Terlepas dia bersalah atau tidak? Mommy tidak peduli" jawabnya.


"Rehan merasa bersalah pada Lea Mom, Rehan rasa kita semua salah dan harus meminta maaf pada Lea" ucapku.


"Dengar, jangan besarkan kepala gadis seperti itu Rehan. Kamu tahu orang miskin seperti mereka Memang selalu mengincar orang kaya. Untuk mereka peras hartanya. Sadar Rehan, siapa kamu" jawab Mommy.


"Rehan tahu Mom, tapi apa sebaiknya kita tidak mencari dan meminta maaf pada Lea? Rehan janji tidak akan mengulangi hubungan Rehan dengan Lea Mom" ucapku.


"Cukup Rehan! Mommy bilang cukup berarti cukup, mommy tidak mau nama gadis itu di sebutkan lagi di rumah ini. Sampai kapan pun Mommy tidak akan merestui apa lagi sampai mengijinkan kamu bertemu dengan dia. Kecuali dia sudah berubah kaya raya dan sepadan dengan kita. Baru Mommy akan merestui kalian. Selama itu tidak terjadi. Jangan harap ada restu dari Mommy!" Jawabnya seraya meninggalkan ku sendiri.


Sikap keras kepala Mommy memang sulit di luluh kan, dari dulu. Jika Mommy bilang begitu. Maka harus begitu.......