HIJRAH

HIJRAH
"MENCARI SINDI"


Danu terus mengemudikan mobilnya dengan kecepatan normal, dia terus mengkhawatirkan keselamatan Lea. terlebih mengingat kala rumah Lea kini telah di kuasai oleh para penjahat tersebut,


Danu hanya bisa menjaga Lea. untuk tetap bersama dan tinggal dengan nya. dia tidak bisa membiarkan Lea untuk tinggal sendiri di hotel atau tempat tinggal yang lain.


karna bisa saja, para penjahat tersebut menemukan dimana Lea tinggal.


Mobil terus melaju membelah jalanan kota, sesekali Danu melirik ke arah Lea. Gadis yang tidak sengaja ia tabrak dua bulan yang lalu. kini hanya diam membisu. Danu sangat tahu, pasti wanita di samping nya tengah memikirkan kakak angkat nya.


Yang masih tidak di ketahui keberadaan nya.


yang mereka ketahui hanya lah, kemungkinan kakak angkat nya itu selamat. karna telah menjual sebagian aset milik nya.


Lea terus menatap lurus ke depan, tidak ada obrolan di antara mereka berdua. Hingga mobil yang di kendarai Danu. telah memasuki halaman rumah nya.


Danu turun dari dalam mobil, di susul oleh Lea yang mengekor Danu dari belakang.


Danu menyuruh Lea untuk duduk dan menenangkan diri sejenak. setelah seharian ini mereka melakukan perjalanan yang tidak membuahkan hasil.


Danu pergi ke dapur, dia membawa segelas air putih di tangan nya.


"Minum lah dulu Lea, kamu baru saja pulih. jangan sampai kesehatan mu terganggu" ucap Danu seraya menyodorkan segelas air putih pada Lea.


"Terima kasih, dan maaf aku sudah banyak sekali merepotkan mu" jawab Lea. dengan sungkan.


"Iya, sama sama" ucap Danu, seraya duduk di sebelah Lea.


"Aku janji, jika semua nya sudah beres. dan para orang jahat itu telah tertangkap, aku akan membayar semua jasa mu padaku" jawab Lea.


"Tidak usah memikirkan itu, aku senang bisa membantumu" ucap Danu.


"Kamu sangat baik," jawab Lea.


"Semoga saja begitu" ucap Danu.


Danu pun meninggalkan Lea duduk sendiri di ruang tamu rumah nya, dia berjalan menaiki lantai dua rumah nya dan memasuki kamar nya.


Lea hanya memperhatikan Danu dari belakang, dalam pikiran Lea. Danu adalah lelaki yang sangat baik. entah bagaimana caranya membalas semua kebaikan yang Danu berikan padanya.


Lea masih memikirkan nasib kakak nya Sindi. yang entah dimana keberadaan nya itu. hingga di kala dia tengah duduk bersandar di kursi tamu, Danu terlihat menuruni anak tangga dengan beberapa pakaian di tangan nya.


Lea hanya melihat Danu tanpa berani bertanya, baginya dia adalah tamu, dan harus tahu batasan antara tamu dan tuan rumah. .


Danu membawa beberapa pakaian miliknya ke dalam kamar tamu, yang memang berada di lantai bawah.


"Lea, kamu tidur di kamar ku saja. biar aku yang tidur di kamar tamu" ucap Danu. setelah kembali dan duduk di ruang tamu bersama Lea.


"Mengapa begitu, biar aku yang tidur di kamar tamu" jawab Lea.


"Tidak, biar aku saja. kamu tidur lah di kamar ku" ucap Danu.


"Mengapa begitu, aku jadi semakin merasa tidak enak hati" jawab Lea.


"Dengar Lea, jangan sungkan. anggap lah rumah ini seperti rumah mu." ucap Danu.


"Mengapa begitu? aku sudah sangat banyak merepotkan mu" jawab Lea.


"Sudah ku bilang, kamu sama sekali tidak merepotkan ku Lea. aku senang bisa menolong mu" ucap Danu.


"Terima kasih banyak" jawab lea.


"Sama sama" ucap Danu.


***********************


Kini Lea tinggal di rumah Danu, perlakuan baik selalu dia dapatkan. perhatian dari BiBi. yang tidak lain adalah pembantu di rumah ini. bahkan perlakuan yang baik, juga di tunjukan oleh Danu terhadap Lea.


Setiap hari, Danu mencari cara dan informasi mengenai Sindi, dia bertanya pada beberapa orang yang pernah tinggal di area perumahan Sindi. bahkan Danu pun sesekali pergi ke rumah Lea. sekedar untuk mencari cara agar bisa menemui wanita yang bekerja di rumah Lea tersebut,


Namun, keberuntungan belum juga berpihak pada dirinya. Selama sepuluh hari ini, Danu belum juga menemukan hasil yang bisa membuat nya bernafas dengan lega.


Hingga, dimana saat Danu tengah duduk di sisi jalan, saat dirinya tengah meminum kopi yang dia pesan di sebuah warung di tepi jalan,


seorang yang pernah dia lihat dulu melintas di hadapan nya dengan sepeda motor,


Ya, lelaki tersebut adalah lelaki yang dulu dia tahu, mengejar dan hendak melenyapkan Lea.


Tanpa pikir panjang, Danu memasuki mobilnya. dan mengikuti lelaki tersebut, sepanjang perjalanan, Danu tidak henti henti nya berdoa. memohon kali ini Allah bisa menunjukan sesuatu yang bisa membuat nya mendapat kan kabar baik,


Tentunya kabar yang akan membuat Lea bernafas dengan lega.


Sekitar beberapa belas menit Danu mengikuti lelaki tersebut, lelaki tersebut terlihat berhenti dan memasuki sebuah Club',


"Apa itu tempat di mana Lea dulu bekerja?"


hingga dia memutuskan untuk memasuki club' tersebut.


dengan mengenakan kaca mata dan berganti pakaian. serta mengenakan sebuah kumis palsu. Danu bisa merubah dirinya.


Danu melangkahkan kaki memasuki club' tersebut,


saat dirinya memasuki club' tersebut, banyak sekali wanita yang memamerkan lekuk tubuh nya. bahkan mereka tidak sungkan dan tidak malu, walau di lihat banyak nya lelaki di sekitar mereka.


"Ya Allah, seperti inikah Lea dulu bekerja?"


Lagi lagi, Danu membatin dalam dirinya.


"Om ganteng, sedang cari apa? mau saya temani?" tiba tiba sebuah tangan memegang pundak Danu.


kejadian tersebut sontak membuat Danu terkejut.


"Saya mencari Sindi, dulu dia yang selalu menemani saya. dimana dia?" jawab Danu setenang mungkin.


"Sindi, dia sudah tidak ada disini om, kalau mau. biar saya saja yang temani. saya jamin service san saya jauh lebih baik dari pada Sindi" ucap wanita di hadapan nya.


"Tidak ada, maksud nya tidak ada. apa dia sedang ada tamu? baik lah saya akan tetap menunggu dia" jawab Danu.


"Bukan ada tamu, tapi, dia sudah mati om" ucap wanita itu dengan sedikit berbisik.


"Apa, Apa kamu yakin?" jawab Danu.


"Iya, kalau tidak percaya tunggu saja disini sampai kiamat. karna Sindi tidak akan datang. orang dia sudah mati di bunuh oleh anak buah Mommy" ucap wanita itu dengan sedikit tertawa


Danu pun meninggalkan dan keluar dari dalam club' tersebut, dia tidak percaya dengan apa yang baru dia dengar, apa benar yang di katakan wanita tadi?


apa benar jika Sindi telah meninggal?


Lalu, jika Sindi meninggal, mengapa dia bisa menjual rumah nya? apa dia menjual rumah tersebut, sebelum dia berhasil di temukan di di bunuh?


Danu memegang pelipis kening nya, dia merasa pusing dengan semua masalah ini. hingga sebuah tangan mengejutkan nya.


"Siapa kamu, maaf saya sedang tidak tertarik untuk berkencan" ucap Danu yang hendak memasuki mobilnya.


"Kenapa kamu mencari Sindi?" jawab wanita itu dengan sedikit berbisik.


"Karna saya adalah langganan Sindi" ucap Danu berbohong, dia tidak mau ada satu orang pun yang tahu jika dirinya tengah mencari keberadaan Sindi.


"Kamu jangan berbohong, saya tahu siapa saja pelanggan Sindi, dan kamu bukan salah satu dari mereka" jawab wanita itu.


Sontak saja, jawaban wanita ini membuat Danu sedikit kebingungan.


"Saya tahu di mana Sindi berada, " ucap wanita itu yang sontak membuat Danu terkejut.


"Ayo, masuk ke dalam mobil saya" jawab Danu


Mereka pun memasuki mobil Danu,


"Katakan, di mana Sindi. apa kamu benar mengetahui keberadaan Sindi?" ucap Danu memulai pembicaraan.


"Sebelum itu, siapa kamu? dan mengapa kamu mencari Sindi?" jawab wanita itu.


"Aku Danu, aku Teman nya Lea" ucap Danu.


"Apa, Lea? jadi Lea masih hidup?" jawab wanita itu dengan terkejut.


"Ya, dan aku sedang membantu dia untuk mencari sindi" ucap Danu.


"Perkenalkan, Namaku Sintia. aku juga bekerja disini dan aku tahu keberadaan Sindi" jawab wanita itu.


"Bisa memberi tahuku, dimana Sindi sekarang tinggal?" ucap Danu.


"Bisa, hanya tidak semudah itu. kamu tahu? semenjak kasus Lea dan Sindi. club' disini menjadi sangat ketat. setiap pekerja yang hendak meninggalkan club' walau sekedar berkencan. dia akan di pasangkan GPS.


untuk melacak keberadaan mereka. bahkan ponsel kami pun semua nya di sadap" jawab wanita itu


"Lalu, bagaimana?" ucap Danu.


"Nanti kita pikirkan. tolong sampai kan pesan ku pada Lea. aku sangat senang dia bisa selamat, dan tolong katakan. jangan khawatirkan Sindi. karna dia sedang berada di tempat yang aman" jawab wanita tersebut.


Wanita itupun menggunakan lipstik untuk mewarnai lehernya. dan membuat lipstik di bibirnya sedikit berantakan. serta membuat rambut nya acak acakan.


"Sekarang pergilah" ucap wanita itu seraya keluar.


Danu pun segera pergi meninggalkan club' tersebut.


Danu sedikit lega, karna dia tahu bahwa Sindi selamat. dan mendapat seorang yang tahu di mana keberadaan Sindi.