HIJRAH

HIJRAH
8. Ingatan


setelah Jiran pulang,Dina kembali ke kamarnya...ia merasa ada sesuatu yang hilang dari dirinya,


Dina beraktifitas seperti biasanya, setiap hari Senin,Rabu dan Jumat Dina kerumah sakit untuk kembali menjalankan terapi...kakinya pun berangsur angsur sudah mulai pulih..kini Dina dapat berjalan dengan menggunakan tongkat.


hanya perlu melatih otot otot kakinya dengan olah raga ringan,,yaitu berjalan jalan disekitaran komplek rumahnya...lebih tepat rumah barunya,,karena belum lama ini orang tua Dina mengajak pindah di kota yang udaranya sejuk dan dingin...Dina memang sangat menyukai suasana yang sejuk seperti ini,


seperti pagi ini,seusai shalat subuh Dina langsung bergegas jalan pagi ditemani oleh Bi Ijah,Bi Ijah sudah seperti baby sitternya yang selalu mengasuhnya dan mengajak jalan jalan Dina setiap pagi di hari Minggu.


banyak orang yang juga ber olah raga di sana. "Bi, aku capek nih.." ujar dina sambil menyapu keringat dengan punggung tangannya,,


" ya udah non, kita istirahat dulu yuk disana non..Bi Ijah menunjuk kursi panjang di tengah bundaran taman.


" bibi mau beli minum dulu ya non,disana.." bibi menunjuk mini market dekat jalan.


" ok Bi,,aku tunggu disini aja ya bi..."ucap Dina.


Bi Ijah pun bergegas membeli minum,,tak menunggu waktu lama Bi Ijah sudah kembali dengan minuman dan beberapa roti.


" ini non,minum dulu..sekalian makan dulu rotinya..bibi mau telfon mang iman dulu ya non ..mang iman supir baru yang ditugaskan oleh ayah dina untuk mengantar dan menjemput Dina kemanapun.


ayah Dina saat ini sedang berada di luar negri untuk bekerja sama dengan perusahaan keluarga Jiran,di bidang pariwisata dan resort.


Dina pun dijemput oleh mang iman untuk pulang kerumah,ia pun langsung mandi dan istirahat dikamar...rasanya sangat segar sekali mandi sehabis ber olahraga,


Dina merasakan kesepian saat berada dirumah,meskipun ada ibunya dan Bi Ijah tapi ia ingin sekali ada teman untuk diajak ngobrol. sedangkan keadaannya blm memungkinkan untuknya terlalu lama berada diluar rumah.


Dina ingat saat dulu dirinya sangat sering berada diluar rumah, bahkan dia jarang sekali bisa bicara pada ke dua orang tuanya.


kini Dina dapat menghabiskan banyak waktu dirumah dengan ibunya,,Dina meminta ibunya memanggilkan seorang guru mengaji untuk belajar lebih banyak tentang agamanya. ustadzah mini sa'adah, hari ini hari pertama ustadzah mini datang kerumahnya.


Dina bersiap siap dengan pakaiannya yang tertutup hijab syar'i,ia merasa nyaman memakainya...hari ini pula pertama kali ia memakai gamis dan hijab syar'i. gamis coklat muda polos,agak besar di tubuhnya yang ramping dan hijab syar'i warna senada membuat wajah cantiknya terlihat semakin cantik dan menawan...ditambah Kaos kaki hitam.


Bi Ijah menyiapkan ruangan khusus untuk tempat belajar mengaji dirumah itu, bersebelahan dengan ruang mushola dirumah itu..ruangan berdinding kaca berhadapan dengan teman belakang rumahnya.


tok..tok..tok...


Bu Ijah mengetuk pintu kamar Dina,,memberitahukan bahwa ustadzah sudah datang dan menunggu di ruang mengaji..." Bi, ustadzah mini sudah sampai dari tadi?"tanya Dina menuju ruang mengaji.


" baru saja sampai non..tapi langsung bibi antar kesan saja non ..soalnya dia minta langsung diantar kesana..."


Dina pun langsung masuk keruangan mengaji, terlihat seseorang dari belakang berparas sangat cantik dan masih muda seperti hampir seumurnya...Dina melihat dari samping wajahnya.


*


*


*


*


*