HIJRAH

HIJRAH
KEPULANGAN LEA


Alangkah terkejut, ketika aku melihat Lea berdiri setelah membersihkan tempat tidur nya. Bukan, bukan karna aku terkejut akan kesadaran nya. melainkan paras nya kembali seperti semula. wajah yang semalam Bak tengkorak. sudah berubah. dan bahkan kini wajah nya terlihat lebih Cantik.


Aku sendiri tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi? wanita yang ku kira sebelumnya adalah Sindi. rupanya dia istriku?


Bahkan, Cerita yang tidak bisa masuk ke dalam logika Ku adalah. ketika Lea menceritakan bahwa dia hanya di rawat selama sehari di rumah sakit? dan bahkan dia di rawat oleh ku dan juga yang lain.


***************


Hari itu.................


Danu menggandeng tubuh Lea istrinya keluar dari rumah sakit. Kesadaran Lea bukan hanya mengejutkan Danu suaminya. Melainkan beberapa dokter dan juga tenaga medis di rumah sakit itu. tidak sedikit dokter dan perawat yang berasumsi jika Lea tidak akan bertahan. atau mungkin akan meninggal dunia.


mengingat bahwa luka yang cukup parah di bagian jantung nya. dan tubuh yang tidak pernah merespon pengobatan yang di berikan beberapa dokter di rumah sakit tersebut.


Bahkan, ada beberapa Dokter yang meminta Danu untuk mengikhlaskan Lea. dan mencabut semua alat yang terpasang di beberapa tubuh Lea.


Lea menjadi pusat perhatian beberapa orang. Bukan karna penampilan nya. yang kini mengenakan Gamis berwarna Mocca dengan Hijab yang senada. dan Cadar yang kini menutupi wajah Cantik nya.


Walau kini wajah Lea telah tertutup sebuah Cadar, Namun, Aura kecantikan wajah nya tetap lah sama. bahkan Entah bagaimana? Lea terlihat semakin Cantik dan berwibawa.


Danu menggandeng lengan istrinya dengan penuh cinta dan bangga. Bukan hanya bahagia akan kuasa Allah. yang telah menyadarkan kembali istrinya. Namun, Danu juga bisa membuktikan pada beberapa rekan dokter nya. Bahwa keyakinan nya akan kesadaran istrinya tidak lah salah.


Danu menatap wajah istrinya. yang menatap lurus ke depan. wajah nya terlihat begitu anggun dan menenangkan.


Beberapa dokter memberi hormat kepada Lea dan Danu. bahkan ada yang menyalami Danu karna kesadaran istri tercinta nya.


Danu membawa istrinya memasuki mobil mewah nya. Mobil yang akan di berikan kepada istrinya sebagai mahar pernikahan. Lea memasuki mobil dengan begitu anggun nya.


"Kita langsung pulang ke rumah mu atau, mampir ke mana dulu?" Tanya Danu pada istrinya.


"Kita langsung pulang saja ya, Aku sudah tidak sabar ingin segera bertemu dengan Yuda" Jawab Lea begitu lembut.


"Baiklah," Ucap Danu .


Saat ini, Sindi maupun yang lain tidak ada yang tahu. jika Lea telah sadar dan bahkan sedang dalam perjalanan pulang ke rumah. Danu hanya mengabari jika dia akan pulang. dan meminta Angga untuk bertemu di rumah Lea.


Bukan hanya anggota keluarga yang tidak tahu kabar tentang Lea. untuk saat ini pun, Lea juga tidak tahu? bahwa sebenarnya dia telah koma selama 4 bulan. dan bukan sehari.


"Eemm sayang, kenapa kamu mengemudikan mobil nya begitu pelan? kau hampir membuat kemacetan di jalan sayang" Ucap Lea seraya mengelus lengan suami nya.


"Biarkan saja lah, kau itu baru saja sembuh. tidak baik jika kau banyak bergerak" Jawab Danu.


"Ya ampun, Sayang percayalah bahwa aku tidak apa apa. kamu tidak perlu terlalu khawatir. dan lagi pun dengan kau mengemudikan mobil selambat ini. justru akan membuat kemacetan dan mungkin memperlambat orang yang tengah terburu buru?" Ucap Lea.


"Baiklah, aku akan menambah kecepatan mobilnya."Jawab Danu.


Mobil pun melaju membelah jalanan kota besar tersebut. Beberapa kali Danu melihat ke arah istrinya. yang tidak henti henti nya berdzikir dan memainkan Tasbih kecil di lengan nya. Danu melihat ke arah Wanita yang benar benar bisa membuat nya merasa teduh setiap saat. Lea terpejam. jari lentik nya masih memainkan Tasbih, walau suara Dzikir nya tidak terdengar. Namun Danu sangat tahu. Jika istrinya tengah khusuk Berdzikir kepada Sang Kuasa.


Kepada sang pemilik alam semesta. kepada sang pemegang Takdir dan pemberi Ampunan sepanjang Hayat.


Danu sangat merasa bersyukur. bisa di pertemukan dengan wanita sebaik Lea. walau Lea istrinya memiliki masa lalu yang terbilang cukup kelam.


Namun, dia begitu Istiqomah dalam menjalankan Hijrah nya. tidak sedikit orang yang mampu. meneruskan jalan Hijrah yang telah ia pilih. Namun, istrinya mampu menjalankan semua itu. bahkan kini, dia memilih mengenakan Cadar. Yang notabene nya sungguh tidak mudah.


Cadar bukan hanya Hiasan di wajah, dia menjadi simbol bahwa pemakainya. bukan lah wanita biasa. Yang rela mengorbankan segala nya. kebebasan, rela tidak nampak oleh dunia luar. bahkan, sekedar makan pun harus dengan cara yang benar.


"Ya Allah, jadikan lah istriku menjadi wanita yang Sholehah. berikan kah dirinya semua kebaikan yang hendak kau limpahkan padaku. berikan dia perlindungan dunia maupun akhirat. Tetap kan lah Niat baiknya dalam menjalankan kewajiban nya sebagai hamba mu. dan, jadikan lah dia salah satu pengikut langkah Sayidah Fatimah Az-Zahra di jembatan Siratul Mustaqim Nanti. Sungguh, aku sangat meridhoi istriku ini Ya Allah. Jadikan lah kasih sayang yang ku miliki untuk nya. menjadi bekal dan jalan dirinya menuju Surga mu Ya Rabb"


*****************


"Mbak Asih, Danu akan pulang. tolong siapkan makanan untuk Danu. mungkin Danu akan membawa beberapa Baju Lea." Ucap Sindi pada mbak Asih.


Semenjak para dokter mengatakan jika Lea tidak akan terselamatkan. bahkan dia tidak sengaja mendengar. bahwa Lea bagaikan mayat hidup. membuat hati wanita, yang sama sekali tidak memiliki hubungan darah dengan Lea. berubah drastis. hari hari yang dia jalani hanya duduk termenung sendiri.


Bahkan sesekali dia pergi dan tidur di kamar Adik angkat nya. yang jauh lebih dia sayangi dari hidup nya sendiri.


Sindi berusaha menguatkan diri di hadapan Zani dan Zian. yang dia minta untuk tinggal di rumah Lea. selain untuk membuat suasana rumah semakin ramai. mungkin, dengan adanya Zani dan Zian. serta ketiga adik Lea.


keajaiban bisa berpihak padanya.


"Bu, Apa Bu Lea sudah sembuh?" Jawab mbak Asih.


"Mbak, mbak Asih doakan saja. semoga Lea bisa cepat pulih. dan kembali tinggal bersama kita disini" Ucap Sindi seraya menyembunyikan air mata yang memaksa keluar.


Sindi benar benar telah berubah. cara berpakaian nya layaknya wanita yang di rundung depresi yang besar. rambut nya sudah tidak karuan, dia hanya mengenakan daster yang entah berapa hari menempel di badan nya.


Beberapa penghuni rumah yang melihat perubahan dalam diri Sindi. merasa khawatir akan sikap Sindi. Indah berulang kali meminta Sindi untuk makan. Namun, Sindi hanya mau makan sesuka dirinya. dan ini, sudah tiga hari Sindi tidak makan. pikiran nya selalu terbayang Adik kecilnya.


Sindi mungkin tidak aneh, disaat Indah dan Putri. lambat laun mulai terbiasa akan keadaan Lea. karna bagaimana pun, mereka tidak lah tinggal sedari kecil bersama Lea. bahkan, mereka baru beberapa bulan tinggal disini. dan hanya beberapa hari bersama Lea.


Wajar, jika mereka tidak sehancur Sindi. yang telah tinggal dan berbagi duka maupun suka bersama Lea.


Bahkan telah melewati Bahaya yang hampir merenggut nyawa keduanya.


TIIIIDD...............


Suara klakson mobil terdengar di depan gerbang. Mang Amin yang berada di halaman depan. segera berlari hendak membukakan gerbang tersebut.


Terlihat jelas, mobil Angga memasuki kawasan garasi rumah Lea.


Angga beserta Istri dan anak nya datang. atas perintah dari Danu, dalam pikiran Angga. apakah Danu akan membawakan kabar buruk untuk nya?


Karna ini sangat tidak biasanya. tanpa banyak bicara, Danu hanya menyuruh Angga datang ke rumah Lea.


"Angga?" Ucap Sindi yang terkejut akan kedatangan Angga.


"Sin, Danu memintaku untuk datang ke sini. sebenarnya ada apa?" Jawab Angga.


"Apa, Aku sama sekali tidak tahu perihal itu? Danu hanya mengabari ku. bahwa dia akan pulang. ku pikir dia akan membawa beberapa pakaian Lea." Ucap Sindi.


Angga maupun Sindi mulai gelisah dengan Danu, sebenarnya apa yang terjadi?


"Angga, apa jangan jangan Danu setuju untuk melepaskan alat alat rumah sakit? Jika sampai itu terjadi, Lea ku?" Ucap Sindi dengan wajah yang mulai kacau.


"Hey Hey Sin, kau jangan berpikiran buruk dulu. aku tahu Danu tidak akan melakukan Hal bodoh seperti itu? Jika sampai dia melakukan nya. maka aku sendiri Yang akan menembak Danu dengan pistol ku!" Jawab Angga.


Sindi mulai panik, tangis nya mulai tumpah. bahkan beberapa penghuni rumah mulai berkumpul. karna tangisan Sindi yang begitu memilukan.


mereka semua panik, melihat Sindi yang menangis tersedu. dan Angga yang memperlihatkan wajah Cemas nya.


...........