
Aku pun mendongak kan kepala ku, mencari sumber suara tersebut. siapa yang mengenalku? bukan kah aku sudah pergi selama 2 tahun lebih? kenapa masih ada orang yang bisa mengenaliku.
"Yusuf?" jawabku kala ku tahu bahwa Yusuf lah yang berdiri di samping ku.
"Kamu Lea kan?" ucapnya mengulang kembali pertanyaan nya.
"Iya aku Lea" jawabku.
"Ya ampun, kamu beda banget sekarang Lea." ucapnya
"Ah tidak kok, aku masih sama" jawabku.
"Aku mendengar cerita pengusiran mu, maaf aku baru tahu bebebrapa waktu setelah kamu pergi dari sini. lalu? apa yang kamu lakukan setelah pergi dari sini" ucapnya.
"Tidak apa kok, aku bekerja jadi model" jawabku asal.
"Wah, hebat sekali kamu Lea" ucapnya.
"Biasa saja. oh ya kamu sendiri sedang apa disini?" jawabku.
"Aku bekerja disini sekarang, oh iya. aku sampai lupa. kamu mau pesan apa?" ucapnya seraya menyerahkan selembaran kertas menu padaku.
"Aku mau SOP iga, sate dan minum nya teh manis saja" jawabku.
"Baik, tunggu ya" ucapnya seraya berjalan ke arah belakang.
Kacau, Yusuf mengenaliku. aku harap dia tidak banyak bicara pada siapapun.
beberapa saat menunggu. makanan ku telah tiba. aroma dari sate daging sapi yang berbalut dengan bumbu kacang. menusuk hidung ku. di tambah aroma dari sop iga. dengan kuah yang sepertinya sangat segar sekali. membuatku tak sabar ingin segera memakan nya.
Beberapa saat, makanan di hadapanku telah tandas. aku segera membayar nya. dan berniat untuk segera pergi. takutnya ada yang mengenaliku lagi.
Saat aku hendak pergi, tiba tiba...
"Lea" ucap Yusuf yang berdiri di belakangku.
"Iya ada apa?" jawabku.
"Kamu mau pergi lagi?" ucapnya.
"Iya, oh iya. tolong kamu rahasiakan kedatangan ku kesini ya. aku tidak mau ada masalah lagi" jawabku.
"Eemm, baik lah" ucapnya.
"Aku permisi ya" jawabku seraya masuk ke mobil dan pergi meninggalkan Yusuf.
************
Satu Minggu Kemudian.......
Aku kembali ke kampung tempat tinggal ku dulu, di temani kak Sindi dan beberapa orang sewaan ku. yang sengaja ku bayar untuk mengurus si Jalu.
"Jauh juga ya tempat tinggal mu dulu?" tanya kak Sindi padaku.
"Iya kak lumayan" jawabku.
Hingga mobil yang ku kendarai sampai. dan mobil yang di kendarai oleh orang suruhan ku pun berada tepat di belakang mobilku.
"Dengar, lakukan pekerjaan kalian dengan rapi dan saya tidak mau mendengar kata gagal!" ucapku pada orang suruhan ku.
"Baik Bu, kami pastikan anda akan mendengar kabar baik" jawabnya.
"Bagus, lakukan sekarang" suruh ku.
mobil mereka pun pergi, aku dan kak Sindi menyempatkan diri untuk makan sejenak di warung bakso yang ada di pinggir jalan.
Sekitar 30 menit. aku mendapat sebuah pesan bahwa mereka berhasil dengan tugas yang ku perintahkan. dengan senyum yang mengembang. aku lekas pergi bersama kak Sindi. ke tempat yang sudah kami janjikan.
Beberapa puluh menit, mobil yang ku tumpangi pun tiba di sebuah gudang tak terpakai di pinggir hutan kota.
aku dan kak Sindi pun turun dari mobil. dan lekas masuk ke dalam gudang tersebut.
ku lihat seorang lelaki yang begitu di takuti banyak orang. tengah duduk terikat di sebuah kursi besi. dia tertunduk lemas dengan beberapa luka di wajah nya.
Aku begitu senang melihat orang yang telah membunuh Ayah ku dengan begitu keji. dan hampir membunuhku kini terkulai lemas di hadapan ku.
"Sadarkan dia" titah ku pada orang suruhan ku.
Seketika orang itu menyiramkan air pada wajah si Jalu dengan keras. hingga lelaki itu sadar dari pingsan nya.
"Apa kabar Jalu!" ucapku berdiri di depan nya.
dia menelisik wajah Ku. entah dia kenal atau tidak dengan ku? aku tidak perduli.
"Siapa lu?" jawabnya lemas.
"Kamu lupa dengan ku? " ucapku.
"Gw gak kenal dengan lu, mau apa lu lakuin ini semua ke gw" jawabnya.
"Baik lah, aku akan berbaik hati dengan mengingatkan mu. Apa kamu ingat dengan lelaki tua yang kau bunuh secara keji di depan minimarket? lelaki tua yang berperan sebagai tukang parkir. yang kau rampas semua uang nya. dan kau bunuh secara membabi buta!?" ucapku
"Bagaimana? kau sudah ingat, atau mau aku ingat kan dengan cara yang lain" ucapku.
"Ya, gw ingat. lalu apa urusan lu? jawabnya.
"Itu adalah urusan ku, kau ingat dengan seorang gadis belia yang hendak kau bunuh di tepi jalan? dan di gagal kan oleh seorang polisi?" ucapku lagi.
"Ya, jangan bilang kalau...?" jawabnya seraya melebarkan matanya.
"Ya, benar sekali. aku lah gadis itu. dan lelaki tua yang kau bunuh adalah Ayah ku!" ucapku
Jalu nampak terkejut bukan main. wajah nya nampak pucat pasi. dimana lelaki yang di segani banyak orang. hingga selalu bisa terbebas dari hukum.
"Mau apa lu?" jawabnya.
"Tidak mau apa apa kok, hanya mau bermain sedikit" ucapku.
"Lepasin gw" jawabnya.
"Tentu saja, aku akan melepaskan mu. tapi setelah merasa puas dengan permainan kita" ucapku.
"Mau apa lu?" jawabnya
"Hush, jangan berisik. masa lelaki seperti mu takut dengan pisau kecil ini?" ucapku yang tengah memainkan pisau kecil di tangan ku.
"Lepasin gw, tolong....." jawabnya dengan berteriak.
"Haha, percuma kamu berteriak. disini tidak akan ada yang mendengar teriakan mu itu." ucapku
"lepasin gw, gw mohon lepasin gw, tolong....." jawabnya
"Aku tak tahu, kalau orang sepertimu takut juga dengan mati?" ucapku.
"Lepasin gw, gw mohon maaf. tolong.... gw mohon lepasin gw" jawabnya.
"Maaf, sayang sekali. maaf mu sudah tidak berguna buat ku!" ucapku yang terus berjalan mendekati dirinya.
"Tolong, tolong..." teriak nya terus. yang membuatku menikmati adegan ini.
"Haha, teriak lah sekuat mu Jalu. karna sebentar lagi. aku akan mengirim mu ke tempat yang tidak pernah kau datangi sebelumnya" ucapku
Sret....
Satu luka sayatan di bagian tangan lelaki di depan ku berhasil membuatnya meringis kesakitan.
"Bagaimana? sakit tidak?" ucapku pada lelaki yang tengah menahan sakit di tangan nya.
"gw mohon, lepasin gw." jawabnya
"Permainan baru di mulai Jalu, belum ada pemenang di antara kita. jadi permainan akan terus berlanjut!" ucapku
"Sret.....
Satu luka sayatan di bagian dada lelaki ini kembali membuatnya meringis kesakitan.
"Sakit, gw mohon lepasin gw. gw mohon ampun" ucapnya di sela rasa sakitnya.
"Baik, aku akan melepaskan mu. jika kamu ingin lepas. aku akan mengabulkan nya" jawabku.
Ku tatap wajah si Jalu, dia begitu lemas dan pasrah.
Lekas ku berikan pisau yang sebelumnya berada di tangan ku kepada orang orang suruhan ku.
"Kalian, lakukan pekerjaan kalian. dan pastikan tidak ada satu orang pun yang tahu, dan menemukan jasad nya!" titah ku pada 4 orang bayaran ku.
"Baik Bu" jawab mereka
"Tidak, gw mohon jangan bunuh gw. tolong....."
aku pun keluar dan menemui kak Sindi yang berada di dalam mobil. dia tidak ingin menyaksikan kekejaman yang ku lakukan di dalam sana.
"Tolong....Tolong..
Tolong....
Beberapa saat, suara jalu sudah tidak terdengar lagi. ku yakin mereka telah menyelesaikan pekerjaan nya.
Kemudian seorang lelaki keluar, dan menghampiri ku di dalam mobil.
"Bu, kami sudah menyelesaikan nya"ucapnya padaku.
"Bagus, urus jasad nya. dan jangan pernah ada satu orang yang mencium perbuatan kalian" jawabku.
"Baik" ucapnya seraya berjalan kembali masuk.
Mendengar bahwa mereka telah menyelesaikan tugasnya. aku melajukan mobilku meninggalkan gudang ini.
.................