HIJRAH

HIJRAH
"HARI PERNIKAHAN"


Hari ini, adalah hari yang paling bersejarah dalam hidup Lea. Hari ini akan menjadi sejarah panjang, dan akan menjadi cerita di masa depan untuk anak cucu nya.


Karna di hari ini, dia akan melangsungkan pernikahan dengan lelaki idaman nya.


Acara pernikahan di langsungkan di sebuah hotel ternama di kota itu. Sudah sejak jam 04 dini hari. Sesudah melaksanakan sholat subuh. Lea mulai di hiasi.


Wajah cantik dan putih nya, memancarkan aura kecantikan yang sangat paripurna.


Dengan balutan kebaya putih modern


Dengan adat Sunda Lea terlihat sangat cantik . Dia seperti bidadari yang di turun kan ke bumi, untuk memperlihatkan betapa indah dan agung ciptaan tuhan.


Di kamar yang lain, Danu juga tengah bersiap dengan kemeja dan jas putih nan mewah. Dia di bantu Angga sahabat nya. Dan tentunya ibu panti.


Beberapa anak anak panti bersorak gembira. Bahkan berlarian ke sana kemari.


Tepat pukul 07,00 pagi.......


Tamu mulai berdatangan, karna acara ijab qobul akan di langsung kan pukul 08,00 pagi ini. Beberapa teman serta para pegawai Lea juga sudah mulai berdatangan, dengan pakaian terbaik mereka. Mereka juga memancarkan wajah ke bahagian.


***************


Danu sudah duduk bersama dengan para wali dan saksi. Tak lama setelah itu. Penghulu datang.


Lea masih berada di dalam kamar nya. Bersama Sindi dan kedua adik nya. Dan juga Sintia yang ikut serta menemani Lea di hari bahagia nya.


Sindi tak henti hentinya meneteskan air mata. Adik kecil yang sudah dia anggap sebagai adik nya. Yang jauh lebih berarti dari pada hidup nya. Akhirnya akan menikah. Bahkan, adik kecil nya itu terlihat sangat Cantik sekali. ..


"Baik, apa bisa kita mulai sekarang?" Tanya penghulu kepada para saksi dan juga mempelai lelaki.


Danu hanya menganggukkan kepala, pertanda bahwa dirinya sudah siap untuk membuka lembaran baru dalam hidup nya.


"Muhammad Danu, saya Nikahkan dan kawin kan engkau. Dengan Saudari Lea Patmawati Binti Lukman. Yang di wali kan kepada saya. Dengan mas kawin seperangkat alat sholat. Dan sebuah mobil serta emas seberat 50 gram. Di bayar tunai!" Ucap penghulu menggema di setiap penjuru hotel ini.


"Saya terima Nikah dan kawin nya Lea Patmawati, binti bapak Lukman dengan mas kawin tersebut di bayar tunai!" Jawab Danu yang begitu lancar membaca kan ijab qobul.


"Bagaimana para saksi, Sah?" Ucap penghulu.


SAH...............


Semua tamu undangan yang hadir dalam acara tersebut bersorak gembira. Tidak tertinggal Danu yang meneteskan air mata. Dan di peluk oleh ibu panti.


Akhirnya dia bisa meng halal kan wanita pujaan nya. Wanita yang mampu menggetarkan seluruh sanubari. Wanita yang selalu menjadi penyejuk di kala mereka saling bertemu.


Di ruangan lain. Di mana Lea berada. Di sana juga semua orang menangis. Mereka memeluk serta memberi selamat kepada Lea.


Ya, Lea kini sudah sah menjadi istri seseorang, dia bukan Lea yang dulu. Kini dia sudah memiliki seorang imam. Yang akan membimbingnya menuju surga nya ilahi.


Suara pembawa acara menggema. Memanggil mempelai wanita untuk segera mendatangi tempat acara .


Dengan di gandeng Indah serta Putri di sisi kanan dan kiri Lea. Serta Sindi dan Sintia yang mengekor di belakang Lea.


Lea pun berjalan bak bidadari yang baru turun dari surga.


Saat sebuah tirai di buka. Semua mata begitu terpana serta terpesona akan kecantikan mempelai wanita nya. Lea berjalan menghampiri meja ijab qobul. Danu melihat Lea tanpa berkedip sedikitpun. Kecantikan yang di miliki istrinya itu, memang tiada duanya.


Lea memang terlihat seperti bidadari. Bahkan Danu sering berucap. Bahwa Lea adalah jelmaan bidadari. Karna kecantikan serta kulit putih bersih yang di miliki Lea. Tak heran jika Rehan sangat sulit melepaskan Lea yang sekarang.


Semua mata masih memperhatikan Lea.


Kini, Lea dan Danu sudah duduk berdampingan. Danu masih memperhatikan Lea dengan mata tak berkedip sedikitpun.


"Hey, udah jangan dilihatin terus" bisik Angga.


Danu langsung salah tingkah. Dan tersenyum bahagia.


"Terima kasih Angga" jawab Lea.


Acara adat demi adat pun di langsungkan dengan lancar. Kini mereka hanya tinggal melayani para tamu undangan dengan bersalaman dan bersua foto.


*****************


Di tempat yang lain, Rehan yang sedari tadi menyaksikan acara pernikahan Lea begitu murka. dengan wajah dan mata yang merah. Tidak ada yang tahu, jika Rehan telah kabur dari penjara. Dan karna akhir akhir ini Lea di sibukkan dengan acara pernikahan nya. Lea melewatkan sebuah pesan yang di kirim kepolisian untuk nya.


"Siapa kamu?" Tanya seseorang kepada Rehan


"Bukan urusan mu," jawab Rehan.


"Sepertinya kau sedang ada masalah dengan pengantin itu ya?" Ucap orang tersebut


"Ya, tapi itu bukan urusan mu!" Jawab Rehan.


"Aku tahu, pasti karna masalah cinta bukan? Aku punya solusi nya" ucap orang tersebut.


"Apa!" Jawab Rehan.


"Bunuh pengantin wanita itu, sebenarnya aku juga memiliki masalah dengan wanita itu, dia membawa kabur kedua putri ku." Ucap seorang lelaki. Yang tidak lain adalah Lukman


"Apa, kau gila! Mana mungkin aku bisa membunuh Lea? Aku sangat mencintai dia" jawab Rehan.


"Kau benar benar bodoh, jika wanita itu mencintai kamu. Dia tidak mungkin menikahi lelaki lain, dan membiarkan kamu duduk di sini. Menyaksikan pernikahan nya, haha" ucap Lukman.


"Pikirkan lah, apa kamu akan menerima. Di malam hari nanti, wanita itu bercumbu dan memadu kasih dengan lelaki itu? Setidaknya. Jika kau tidak bisa memiliki wanita itu. Maka lelaki lain pun tidak!" Bisik Siti kepada Rehan.


Rehan masih diam terpaku, saat ini pikiran serta perasaan nya bercampur menjadi satu. Namun, saat bisikan Siti dan Lukman terus menembus pikiran Rehan, tiba tiba Rehan teringat dengan tangisan ibunya. Yang di seret oleh polisi karna ke egoisan Lea. Yang sengaja menjerumuskan ibunya ke dalam penjara.


"Kalian benar, jika aku tidak bisa mendapatkan Lea. Maka Danu juga tidak!" Ucap Rehan dengan mata merah menyala nya.


"Pintar, sekarang ambil pistol ini. Kita bunuh wanita itu" Jawab Lukman


Lukman dan Siti merasa bahagia. Karna mereka telah mendapatkan bantuan untuk membunuh Lea.


Mungkin, jika Lukman dan Siti tiba saat di mana ijab qobul itu di bacakan, mungkin mereka akan ingat dengan anak mereka yang sengaja mereka buang.


Indah Serta Putri mulai merasa curiga. Bagaimana mungkin, Ayah mereka bisa sama. Walau mungkin nama seseorang bisa mirip. Seperti nama Ayah Lea dan ayah mereka berdua.


Rehan sudah berjalan memasuki barisan meja tamu,


"Tembak dia!" Teriak Lukman yang menyuruh Rehan untuk segera menembak Lea.


Yang tengah berdiri sambil bersua foto dengan beberapa tamu undangan.


Beberapa tamu juga nampak terkejut dengan suara teriakan yang di ciptakan oleh Lukman.


Hingga.........


Dor. Dor. Dor..........


Tiga timah panas berhasil menembus perut serta dada Lea. Yang tanpa berisap atau tahu akan di tembak. Semua tamu undangan histeris dengan apa yang mereka lihat. Mereka berlari ke sembarang arah, dan berteriak histeris. Danu yang melihat istrinya berdiri mematung Dangan darah segar yang mulai mengubah warna pakaian nya.


Begitu terkejut. Berbeda dengan Angga. Dia segera memerintahkan beberapa teman nya untuk mengeluarkan senjata. Namun sial, mereka semua tidak ada yang membawa senjata.


Anak buah Lea. Yang berperan sebagai bodyguard berlari menghampiri majikan nya. Dan Sindi segera memerintahkan mereka untuk menangkap Rehan.


Dengan mudah, Rehan serta Lukman dan Siti tertangkap.


Lea menatap sekeliling, dia bisa melihat orang orang terlihat sangat panik. Bahkan Sindi serta Danu menangisi dirinya. namun, entah kenapa? Lea tidak bisa mendengar suara apapun.


Akan kah ini akhir dari perjalanan Lea?