
Satu Bulan Kemudian....
Aku mengetahui bahwa Ibu dan Ayah mas Rehan telah bercerai. Pemicunya tidak lain adalah tentang perselingkuhan Ayah mas Rehan dengan wanita lain, dan menjual rumah tanpa sepengetahuan Ibu dan Mas Rehan.
Satu hari, aku menemukan wanita yang tidak lain adalah istri muda dari lelaki tersebut. Tengah duduk sendiri di sebuah Cafe.
wanita dengan usia yang terbilang sangat jauh dari lelaki tua itu. melihat wanita itu aku memiliki sebuah ide. dan mencari tahu masa lalu nya itu. hingga satu hari ..
Aku memerintahkan seorang lelaki muda yang tidak lain adalah mantan kekasih dari wanita tersebut, banyak sekali informasi yang ku dapatkan dari lelaki berbadan kurus ini. dan sungguh mencengangkan. Rupanya janin wanita tersebut adalah anak mantan nya.
Aku membayar lelaki tersebut untuk merusak rumah tangga mereka. Bagiku sebelum Ayah mas Rehan ikut menderita maka dendam ku belum tuntas!
Aku membayar sejumlah uang pada lelaki tersebut, hingga dia mau melakukan apa yang aku perintahkan. Dari wajah nya terlihat sangat jelas bahwa lelaki ini bukan orang baik baik.
Tato yang memenuhi sekujur tubuh nya. Bahkan di bagian kening sebelah kiri terdapat tato berukuran kecil. Aku sudah menyikapi jika suatu saat orang ini bermain curang padaku. Atau memeras ku maka dia akan tahu tengah berhadapan dengan siapa?
Ku perlihatkan 4 bodyguard yang tidak lain adalah orang bayaran ku. Yang tengah memperhatikan kami dari kejauhan.
"Mereka anak buah ku, dan mereka tidak akan segan melukai orang yang berani bermain dengan ku!" Ucapku kala lelaki itu memperhatikan 4 lelaki berbadan kekar dan berwajah garang tersebut.
"Apa sebenarnya mau mu, mengapa kamu mau aku menghancurkan rumah tangga Sinta?" Jawabnya.
"Bukan kah kamu pernah mengatakan bahwa janin wanita itu adalah anak mu?" Ucapku.
"Ya, tapi aku belum siap untuk bertanggung jawab. Itu sebab nya aku lari dari tanggung jawab" jawabnya.
"Kamu tidak perlu bertanggung jawab, jika kamu tidak mau. aku hanya minta kamu masuk ke dalam kehidupan mereka dan hancurkan perasaan mereka. Dan jika lelaki yang kini berstatus suami dari mantan pacar mu itu, menceraikan istrinya atau menderita. Itu adalah bonus. Dan aku akan membayar untuk bonus tersebut" ucapku yang langsung membuat lelaki bertubuh kurus ini terbelalak.
"Tapi bagaimana caranya aku masuk ke dalam kehidupan mereka?" Jawabnya.
"Itu bukan urusan ku, karna urusan ku adalah melihat kehancuran lelaki yang menikahi mantan pacar mu itu!" Ucapku.
"Eemm, apa kamu mantan pacar lelaki tua itu? Mengapa kamu sangat ingin dia menderita?" Jawabnya penuh selidik.
"Dengar, itu bukan urusan mu? Berani kamu mencampuri urusan ku atau mencari tahu tentang kehidupan ku. Apalagi berani bermain curang dengan ku. Maka nyawa mu taruhan nya! Kamu paham?" Ucapku yang sontak membuat lelaki ini nampak terkejut.
"Baik, maaf aku tidak akan bertanya hal itu." Jawabnya dengan wajah tertunduk.
"Bagus, lakukan pekerjaan mu dengan bagus dan rapi. Aku tidak mau mendengar kata gagal. Dan jangan sampai ada yang tahu aku yang telah menyuruhmu. Kamu paham?!" Ucapku
"Baik, aku paham" jawabnya.
"Bagus, kamu akan mendapat bayaran yang sesuai dengan pekerjaan mu. jika pekerjaan mu berhasil, tidak hanya upah. namun aku juga akan memberimu bonus" ucapku.
Aku pun bangkit dari duduk ku dan berjalan pergi meninggalkan lelaki itu sendiri.
"Apa ibu percaya dengan orang itu, kelihatan nya dia bukan orang baik baik?" Ucap seorang bodyguard ku.
"Saya tidak percaya padanya, itu sebab nya saya minta kalian mengikuti dan cari tahu apa saja yang dia lakukan, jika dia menyimpang dari perintah saya. Kalian tahu apa yang harus kalian lakukan bukan?" Jawabku yang langsung di balas anggukan dari mereka.
Aku pergi menaiki mobil mewah ku, semenjak berurusan dan memerintah lelaki itu. Aku memerintah seorang supir dan dua bodyguard selalu menemani kegiatan ku.
*****************
Satu bulan kemudian......
Lelaki tersebut berhasil dengan tugas yang ku berikan. Akhirnya Sinta masuk ke dalam jebakan. Dia kembali masuk ke dalam perasaan nya dulu. Dan akhirnya mulai menjalani hubungan dengan lelaki tersebut.
Namun, di luar dugaan. lelaki yang ku perintahkan juga ikut larut dalam perasaan nya. hingga dia memberi tahuku bahwa dia juga ingin kembali pada Sinta kekasihnya.
sebenarnya itu tidak penting bagiku. karna tujuan ku hanya menghancurkan lelaki tua atau Ayah mas Rehan.
Hingga aku mendapat sebuah kabar gembira. Bahwa lelaki yang tidak lain adalah Ayah mas Rehan tersebut terkena tipu. Dari rekan kerja nya hingga ratusan juta.
Dan Bonus nya, dia menyaksikan dan mendapat kabar pahit. Bahwa Sinta lebih memilih kembali pada kekasihnya dan meninggalkan lelaki tua itu.
Bagus, balas dendam ku akhirnya telah usai.
Mas Rehan dan ibunya ku tahu mereka telah berpindah ke Makasar, tempat dimana ibunya dulu di lahiran. Aku mendapat kabar, bahwa mas Rehan menjual semua aset nya di Amerika. Untuk menjadikan modal di Makasar nanti.
Dan untuk Ayah nya, setelah mengetahui bahwa istrinya berpaling serta mendapat kenyataan bahwa janin dalam istri mudanya bukan milik nya. Tentulah dia sangat terpukul.
Terlebih lagi dia sudah tertipu ratusan juta dalam bisnis nya. Aku mengetahui bahwa dia bekerja di salah satu perusahan di kota besar di Indonesia.
Dan sudah genap 2 bulan ini, rumah yang ku beli untuk ku jadikan panti asuhan serta panti jompo telah diisi oleh beberapa anak serta lansia.
Aku menjamin biaya mereka bukan dari hasil uang haram, atau menjual tubuh.
Aku memenuhi semua kebutuhan mereka dari penghasilan ku berwirausaha atau resto ku.
Aku tidak mungkin memberi mereka makan dari uang haram.
Begitupun dengan keluarga mbak Nurma. Semenjak aku mendapat penghasilan dari usaha ku, aku memberi keluarga mbak Nurma serta membayar semua karyawan ku. Baik yang bekerja di rumah atau di resto. Aku membayar mereka dari penghasilan ku itu.
Bukan apa, aku tidak mau mereka ikut menanggung dosa yang aku perbuat, biar lah dosa ku aku sendiri yang menanggungnya.
Tidak perlu ada campur tangan orang lain.
Dendam ku sudah terbalas kan sudah, semua orang yang menyakiti ku telah mendapat balasan dari perbuatan mereka.
Hingga satu hari.........
Mbok Inah jatuh sakit. Aku dan kak Sindi membawanya ke rumah sakit. Ya, mbok Inah memang sudah sangat tua. Mungkin dia sakit karna memang usianya itu. Menurut banyak orang. Lansia akan banyak sakit karna usianya.
5 hari mbok Inah di rawat di sebuah rumah sakit ternama di kota kami. Aku tidak mau perawatan dan pengobatan untuk mbok Inah main main. Aku sampai meminta pihak dokter lebih memperhatikan mbok Inah. Karna beliau sudah ku anggap seperti nenek ku sendiri.
Hingga satu hari......
Aku yang tengah menjaga serta menunggu mbok Inah yang tengah beristirahat di kamar rumah sakit. karna kebetulan kak Sindi juga tengah berziarah ke makam kedua orang tuanya.
"Lea" panggil mbok Inah dengan suara yang sangat kecil.
"Mbok, mbok Inah butuh apa? Biar aku Carikan atau aku ambilkan" jawabku seraya menggenggam tangan mbok Inah yang sudah sangat keriput.
"Tidak Ndok, mbok tidak mau apa apa" ucapnya seraya berusaha tersenyum padaku.
"Mbok, apa mbok sudah merasa lebih baik? Atau masih ada yang sakit," jawabku
"Mbok sudah tua, pasti banyak Sakit Ndok." Ucapnya.
"Oh iya ya mbok, aku lupa kalau mbok Inah sudah tua. Aku kira mbok masih berusia 17 tahun. Habis nya masih sangat cantik" jawabku berusaha bergurau.
"Dasar nakal, terima kasih Ndok. Kamu sudah banyak berbuat baik pada simbok" ucapnya.seraya mengelus pucuk kepala ku.
"Terima kasih buat apa mbok, aku yang seharusnya berterima kasih. Karna mbok sudah mengurusku, berbaik hati padaku. Karna mbok aku jadi tahu rasanya punya nenek. Dari kecil aku tidak pernah merasakan memiliki seorang nenek" jawabku.
Mbok Inah mencium tangan ku. Yang sontak saja membuat ku terkejut sekali.
"Mbok, apa yang mbok lakukan?" Ucapku seraya menarik tanganku.
"Ndok, apa mbok bisa meminta sesuatu padamu?" Jawabnya seraya tersenyum.
"Apa, mbok mau apa? Biar aku belikan" ucapku.
"Tidak, mbok tidak mau kamu membelikan mbok apapun lagi. Mbok hanya minta sesuatu dari dirimu Nak" jawabnya.
Entah mengapa? Aku merasa begitu berdebar hebat dengan kata kata mbok Inah. Sebenarnya apa yang akan dia minta dariku? Apa aku bisa memberikan nya?
Entah kenapa? Aku begitu bingung dan penasaran atas keinginan mbok Inah padaku...
............