HIJRAH

HIJRAH
"PERJALANAN MENJEMPUT SINDI"


Hari ini, setelah melaksanakan sholat duha. aku membulatkan Niat dan tekad ku untuk benar benar merubah hidupku.


Mengingat perkataan Danu beberapa hari yang Lalu, bahwa sebagai seorang wanita. aku akan terlihat jauh lebih terhormat dan memang menjadi kewajiban bagi para wanita untuk menutup Aurat nya.


Sebenarnya awalnya aku merasa sangat ragu, bukan apa? Aku takut, menjadi bulan bulanan karna penampilan ku. Namun, Danu selalu mengatakan kewajiban sebagai seorang wanita. yang mesti ku lakukan. Ya, salah satunya adalah menutup Aurat ku.


Hal itu yang mendorongku untuk membulatkan tekad serta Niatku. hingga di mana. kala Danu sudah berangkat bekerja. dan Bibi akan pergi ke pasar. aku meminta Bibi membelikan ku beberapa pakaian gamis dan hijab.


Tanpa adanya penolakan. bibi seperti sangat mendukung ku. hingga sungguh ajaib. Bibi sampai tahu ukuran pakaian ku.


Setelah aku melaksanakan sholat Ashar. pintu kamar ku di ketuk. dan rupanya Danu yang mengetuk pintu kamar ini.


Namun, Kala aku membuka pintu kamar ini, Danu melihatku untuk beberapa saat, bahkan mulutnya sampai menganga.


Itu membuatku sedikit malu dan canggung, entah apa yang ada di pikiran lelaki di hadapan ku ini?


Namun, Bukan karna pandangan nya terhadapku yang membuatku bahagia. melainkan penuturannya di mana kita akan menjemput kak Sindi. dan melaporkan perbuatan Mommy serta anak buah nya.


Aku tak tahu, bagaiman Danu bisa mendapatkan lokasi di mana kak Sindi bersembunyi. selama ini, dia hanya memintaku untuk tidak keluar rumah bahkan sekedar duduk di teras dan halaman belakang rumah. Ku tahu, apa yang dia katakan semua demi kebaikan ku. mengingat aku bagai buronan. yang tengah di cari banyak orang.


Semua kebutuhan serta apa yang ku ingin kan. selalu dia sediakan.


Entah bagaimana aku membalas semua kebaikan Danu, Rasanya. uang yang ku punya sekalipun. tidak bisa membayar semua nya.


***********************


Hari ini, setelah bersiap dan mengisi perut. kami memutuskan untuk pergi ke tempat di mana kak Sindi berada. Tak lupa, Danu memimpin doa untuk meminta kelancaran kepada Allah,


Doa doa yang Danu baca. benar benar membuatku selalu bergetar, suara nya yang sangat merdu. benar benar membuat hati terasa tentram.


Tak lama, dua mobil terparkir di depan rumah Danu, dan Danu mengajak ku untuk segera bergegas keluar dan memasuki mobil tersebut.


Tanpa banyak bertanya? aku pun hanya mengikuti instruksi yang diberikan oleh Danu padaku. Hingga, aku dan Danu telah duduk di dalam sebuah mobil. yang sudah berisikan 4 orang di dalam nya.


"Sudah siap semua?" tanya seorang lelaki yang duduk di bagian depan. di samping kursi kemudi. lelaki dengan mengenakan kaos hitam dan jeans ketat. sepintas melihat ke arah kami duduk.


aku bahkan tidak tahu, siapa mereka semua? bahkan, di kursi bagian belakang pun, terdapat 2 orang lelaki yang mengenakan jaket kulit dan jaket bomber.


"Siap semua nya" jawab Danu.


Mobil pun melaju, di ikuti oleh mobil di belakang, aku tidak tahu? siapa mereka semua?


"Pantas saja Danu ku sampai tergila gila. rupanya bidadari yang sudah menggoyahkan keimanan nya" ucap lelaki di depan.


Ku lihat Danu, dia hanya terdiam sambil wajah yang sedikit memerah, sejujurnya aku tidak tahu apa yang mereka maksud, bahkan siapa mereka?


Dalam pikiran ku, berkelana ke segala arah? Bahkan, aku juga sempat mencurigai Danu. apakah dia bagian dari Mommy?


Dan apa orang orang ini juga anak buah yang di kirim Mommy?


Namun, aku segera menepis semua perkiraan buruk ku, Danu tidak mungkin mengkhianati ku. dia lah yang sudah menyelamatkan nyawaku dari kejaran anak buah Mommy, dan dia juga yang merawat ku selama dua bulan dalam masa Koma.


Aku tidak boleh beranggapan buruk pada lelaki yang tengah duduk di samping ku ini,


"Perkenalkan, saya Angga. saya sahabat serta saudara nya Danu" ucap lelaki di depan tadi. seraya menyodorkan lengan nya.


"Lea" jawabku


"Kapan Danu membawa mu bertemu dengan bunda?" ucapnya seraya melirik ke arah Danu.


"Maksud nya?" jawabku bingung.


"Jangan dengarkan dia Lea, dia memang suka bercanda" ucap Danu.


"Angga, sudah lah. kita sedang pokus untuk menjemput Sindi" jawab Danu.


"Haha, masih malu malu. Lea, teman ku Danu memang orang nya pemalu, tapi, lama lama malah bikin malu" ucap Angga. yang membuatku semakin tidak mengerti apa yang di bicarakan mereka semua.


Hingga, aku pun hanya membalas nya dengan sebuah senyuman.


"Jangan dengarkan dia Lea" jawab Danu.


"Kami semua adalah anggota kepolisian, termasuk mobil yang ada di belakang juga polisi. jadi, kamu jangan parno ya" ucap Angga. Seraya menunjukan kartu keanggotaan kepolisian nya. seperti paham apa yang tengah ku pikirkan.


"Iya," jawabku.


Rupanya mereka Adalah polisi, Ku lihat Danu sekilas. dia hanya tersenyum padaku, sembari tangan nya yang terus berdzikir. Ku tahu, dia tengah berdoa.


Danu, sebenarnya manusia seperti apa kamu? Mengapa kamu begitu baik padaku? padahal kamu tahu, siapa aku sebenarnya.


Maaf kan aku Danu, aku sempat mencurigai mu, ku tundukan kepala ku ke bawah, memikirkan ketidak sabaran ku yang sebentar lagi akan bertemu dengan kak Sindi.


"Berdoalah Lea, minta pada Allah. agar di berikan kemudahan untuk kita semua. terutama mintalah keselamatan" ucap Danu.


Aku pun hanya mengangguk, dan mengikuti apa yang di katakan oleh Danu, aku berdoa agar kami semua yang berada dalam perjalanan ini. di berikan kemudahan. serta keselamatan.


Mobil terus melaju membelah jalanan kota, hingga di mana aku rasa waktu sudah menunjukan pukul satu sore. mobil memasuki area perkampungan. yang bahkan jalanan tersebut, di kelilingi pepohonan.


Aku tidak tahu, saat ini tengah berada di mana? aku tidak ingin banyak bertanya, aku sudah banyak sekali merepotkan Danu. dia bahkan sampai meminta bantuan anggota kepolisian untuk masalahku ini. aku tidak mau bertanya hal yang tidak penting seperti ini. .


Hingga, ku lihat beberapa rumah rumah warga yang terbilang masih sangat asri. tidak ada sama sekali disini. yang rumah nya mengenakan tembok.


Namun, mobil kami masih terus melaju. dan melewati rumah rumah yang tadi kami lewati.


Ku perkirakan, mobil terus memasuki area hutan. karna kini, sepanjang perjalanan. hanya ada pepohonan besar di tiap sisinya.


Bahkan jalanan pun sudah tidak lagi beraspal, di sepanjang perjalanan. hanya ada pohon pohon yang tinggi menjulang, suara hewan hewan khas pegunungan pun terdengar. Entah suara hewan apa itu? yang suara nya sangat keras dan mampu menembus kaca mobil kami ini.


Tidak ada obrolan di antara kami, ku lihat beberapa polisi yang duduk di bangku belakang dan juga Angga. seperti menyiapkan pistol mereka,


Entah akan ada apa di depan sana?


Jantung ku mulai berdebar, keringat terasa mengucur dengan deras nya.


"Teruslah berdoa" ucap Danu sembari tersenyum padaku.


Aku kembali berdoa, memohon kepada Allah, sang pencipta alam semesta dan seluruh makhluk ciptaan nya. agar kami semua bisa kembali dengan selamat.


Hingga, kami tiba di sebuah perkampungan. yang benar benar bernuansakan perkampungan. bagaimana tidak? rumah nya benar benar terbuat dari kayu kayu. dan hanya ada lima rumah di daerah sini.


Beberapa warga nampak memperhatikan ke arah mobil kami.


Angga memerintahkan beberapa anggotanya yang berada di mobil belakang untuk keluar, dan stanby di senjata mereka.


Hingga, kami di persilahkan turun oleh Angga.


Danu turun terlebih dahulu. kemudian di susul oleh ku. aku mendapatkan pengawalan yang cukup ketat. di setiap sisi ku. terdapat polisi yang terus menjaga nyawa ku.


Apa akan ada bahaya disini? mengapa mereka seperti sangat berjaga jaga atas hidup ku?


Kami terus berjalan. walau aku agak risih karna di perhatikan oleh beberapa orang disini. hingga aku di giring ke sebuah rumah. yang sangat kecil. lebih tepat nya sebuah gubuk.


pintu yang terbuat dari papan tersebut di tutup rapat. Ku lihat ke arah Danu, dia menghampiri ku. dan kini berdiri tepat di samping ku.


"Bismillah" ucap Danu seraya membuang nafas panjang.......