HIJRAH

HIJRAH
"BERTEMU USTADZAH"


Tidak ada jawaban dari nya. dia masih duduk dengan anteng nya menatap lurus ke dapan. hingga aku memutuskan untuk menghampiri nya.


"Permisi?"


Masih belum ada jawaban dari wanita di depan mataku. dia masih terus menatap ke depan. padahal di depan sana hanya ada Padang rumput.


"Assalamualaikum" ucapku lagi.


"Wa'alaikumsallam warahmaTullahi wabarakatuh" jawabnya.


Entah kenapa? saat wanita itu berucap. seluruh tubuh ku terasa bergetar. suara nya seolah telah menciptakan tanah yang saat ini ku pijak bergetar. kala dia berucap.


Aku benar benar terkejut di buat wanita di hadapan ku ini? Hingga ku beranikan diri untuk lebih dekat dengan nya.


"Saya Lea, dan siapa kamu? lalu, sedang apa kamu disini?" tanyaku


"Saya hamba Allah" jawabnya singkat.


Hamba Allah? Ya, aku tahu. kita semua yang beragama Islam pastinya hamba Allah, cuma bagaimana cara Allah melihat dan menilai kita, mungkin dari perbuatan dan amal ibadah kita padanya.


"Ya aku tahu, tapi, siapa namamu?" ucapku lagi.


"Untuk apa arti sebuah nama?" jawabnya yang masih menatap ke depan.


"Eemm, untuk apa ya?" ucapku bingung.


Entah kenapa? berada di dekat wanita ini. rasanya begitu dingin. apa mungkin sikap nya yang begitu pendiam ya?


"Kamu sedang melihat apa? perasaan di sana tidak ada apa apa?" tanya ku lagi.


"Ciptaan Allah" jawabnya


Ya ampun, semua orang juga tahu kalau bumi yang kita pijak. atau alam semesta itu ciptaan Allah.


"Ini di mana ya?" ucapku lagi.


Tidak ada jawaban dari wanita itu, kemudian dia berbalik melihat ku. tatapan matanya membuat seluruh bulu ku berdiri hebat.


matanya sangat indah, bahkan keindahan dunia pun ku rasa tidak ada yang bisa menandingi ke indahan mata nya. Namun, entah kenapa? aku sangat sungkan melihat mata nya. dan sangat takut di lihat oleh nya.


Hingga aku tertunduk ke bawah. karna tak kuasa melihat wajah atau mata nya terlalu lama.


"Pulang lah" ucapnya yang membuat tubuh ku kembali bergetar.


"Pulang kemana?" jawabku canggung.


"Kembalilah ke jalan Allah, Allah maha pengasih lagi maha penyayang. dia tidak akan pernah menolak taubat hamba nya yang bersungguh sungguh" ucapnya yang kini membuat tubuhku terasa menggigil.


Hingga ketika wanita itu bangkit dari duduk nya. aku dapat melihat begitu indah nya dirinya. entah siapa wanita ini?


Dia pun bangkit dan berjalan entah kemana?


hingga kala ku melihat, dia sudah tidak ada di hadapan ku. ku cari ke mana wanita itu? sama sekali tidak ku dapati keberadaan nya.


Hingga, ranting pohon yang tadi menaungi kami berdua. dan membuat sejuk udara di sekitar mendadak berubah. ranting dan daun nya berpindah ke sisi yang bersebelahan dengan tempat yang ku pijak.


Hingga, kini aku benar benar merasa kepanasan. berbeda saat tadi aku bersama wanita Misterius tadi? udara begitu sejuk. dan tidak ada celah matahari yang mampu menembus ranting dan dedaunan di pohon ini. Namun ketika aku berjalan untuk mencari jalan keluar, tiba tiba aku tersandung dan terjatuh. dan saat aku bangkit. aku sudah berada di dalam kamar ku?


Mataku benar benar terbuka secara sempurna? ini benar benar aneh, aneh sekali? dan sangat tidak masuk di akal?


Tadi aku sedang tertidur? lalu di bangun kan Ayah dan Ibu. kemudian aku berjalan dan tersandung. lalu, kenapa tiba tiba aku ada di dalam kamar ku?


**********************


Semua yang terjadi pada ku benar benar membuatku serasa hilang akal. bagaimana tidak? mimpi yang terasa nyata selalu terulang. kejadian aneh selalu datang silih berganti?


Namun kali ini, bukan hanya menjadi pusat perhatian di alam mimpi. melainkan aku juga menjadi pusat perhatian di dunia nyata.


Aku menjadi pusat perhatian karna wajah ku yang sangat pucat. bahkan ada yang secara terang terangan mengatakan bahwa wajahku seperti mayat hidup.


Padahal aku selalu bercermin


namun tetap saja.aku tidak melihat perubahan itu. Bertanya pada kak Sindi pun percuma. karna dia tidak bisa melihat perubahan di wajah ku. menurut nya wajah ku baik baik saja. tidak ada hal yang aneh di wajah ku.


bahkan dukun yang selalu dia katakan sakti. dan mengatakan bahwa aku terkena santet pun tidak bisa menyembuhkan ku.


Selama 30 menit, aku menunggu pengajian para ibu itu selesai. hingga terdengar suara salam. dan terlihat beberapa ibu ibu keluar dari dalam majelis ta'lim.


Hingga aku pun keluar dari dalam mobilku. dan memasuki halaman majlis ta'lim tersebut.


Suara wanita tadi benar benar terasa membuatku terhipnotis. hingga tanpa kusadari kini aku telah berdiri di dalam sebuah majlis ta'lim


yang berisikan banyak sekali nama nama sang pencipta.


Seorang wanita yang mengenakan gamis berwarna hitam dan memakai jilbab serta cadar berwarna Millo tengah duduk memperhatikan ku dari kejauhan.


dan di dekat wanita bercadar itu. ada 3 orang ibu yang juga ikut memperhatikan ku.


Aku menunduk menahan malu, namun terus berjalan mendekati mereka.


"Assalamualaikum" ucapku kala jarak kami hanya terhalang satu lembar sajadah.


"Wa'alaikumsallam" jawab mereka serentak.


"Saya ingin bertemu dengan wanita yang tadi bersholawat?" ucapku


Serentak mereka semua melihat aneh ke arah ku, mungkin bukan karna wajah ku yang menakutkan di mata mereka? melainkan tujuan ku yang ingin menemui seseorang yang bersuara emas itu.


"Bu, pengajian kita telah selesai. kita bisa bertemu di Minggu depan." ucap wanita bercadar itu pada tiga ibu ibu di samping nya.


"Baik ustadzah. kalau begitu kami semua permisi" jawab salah satu ibu ibu itu.


Hingga para ibu itu pun keluar dan meninggalkan ku bersama wanita bercadar. yang baru ku tahu. bahwa dia adalah ustadzah disini.


"Ada apa saudariku?" ucapnya mendekat ke arah ku. kini jarak kami benar benar telah dekat


"Saudari?" jawabku bingung.


"Iya, kita semua adalah saudara dan saudari. jadi kamu jangan canggung untuk berbicara" ucapnya seraya menyentuh lengan ku.


"Apa kamu ustadzah disini?" jawabku


"Iya, menurut orang lain begitu" ucapnya.


"Aku ingin bertanya? apa kamu memiliki jawaban dari pertanyaan ku?" jawabku.


"Silahkan"ucapnya.


"Apa kamu bisa membantuku?" jawabku memastikan.


"In Sha Allah, jika Allah mengijinkan aku pasti bisa membantumu" ucapnya.


"Namaku Lea, Lea Patmawati. aku terlahir dari keluarga miskin. hingga perlakuan dari warga sekitar benar benar membuatku menyimpan sebuah dendam. terlebih di saat kematian kedua orang tuaku yang terbilang mengenaskan. itu menambah dendam dalam diriku membesar. aku terombang ambing tak tentu arah. hingga seorang wanita menolongku untuk merubah hidupmu. tapi, fitnahan yang di buat rekan kerja ku. membuatku harus kembali di sakiti dari pisik dan mental. dendam dalam diriku semakin membara. hingga aku bertemu dengan seorang wanita. dia adalah wanita baik. namun, seorang kupu kupu malam.


karna kedekatan ku dengan nya, dan kabar bahwa wanita yang pernah menolongku mati karna teman kerjaku dulu. itu membuatku hilang akal. terlebih kala aku melihat kondisi keluarga dari teman ku. yang sangat memprihatinkan itu. itu akhirnya menjerumuskan ku ikut masuk ke dalam dunia malam.


Aku mengambil keputusan untuk bekerja sebagai wanita penghibur. dan, dari uang itu. aku berhasil merubah hidup ku. dan hidup keluarga teman ku. bahkan aku juga membalas kan dendam ku pada mantan teman kerjaku itu.


Dan tidak hanya itu, aku juga membalas kan dendam pada lelaki yang membunuh Ayah ku. dan lelaki yang memperkosaku di malam kematian Ibuku.


"Maaf, maksudmu kamu membalas dendam pada mereka? itu seperti apa?" tanya nya.


"Aku membunuh mereka, tiga lelaki yang sangat amat ku benci. satu di antara ketiganya adalah pembunuh Ayah ku. dia membunuh Ayah ku dengan keji.


dan aku juga membalas kan dendam ku pada warga kampung ku dulu. hingga kini mereka masih membayar hutang hutang yang mereka pinjam dariku.


Selama bertahun tahun aku bekerja menjadi wanita penghibur. sebagai pelacur. dan itu tidak hanya merubah gaya hidup Ku. Namun, aku juga bisa menyekolahkan kedua anak teman ku yang telah meninggal. aku membantu perekonomian keluarga nya. dan berhasil membuat usaha baru.


hingga seorang wanita tua yang bekerja di rumah teman ku. yang juga bekerja sebagai wanita penghibur. yang bernama kak Sindi. sakit dan meminta hal yang cukup sulit dariku.


"Apa itu?" jawabnya.


"Dia memintaku untuk berhenti dari pekerjaan ku. sebagai wanita penghibur. Hingga di malam itu, saat dia hendak menghembuskan nafas terakhir nya, dia memintaku untuk berhenti. dan aku tidak tahu apa aku mengiyakan nya atau tidak.


"Apa pada saat itu, kamu mengangguk atau berkata iya?" tanya nya.


"Sepertinya aku mengangguk, namun pada saat itu aku sangat panik. hingga tidak tahu apa yang aku lakukan dan katakan.


Ku lihat wanita bercadar itu hanya mengangguk beberapa kali. sebelum dia kembali mencermati apa yang aku katakan.