HIJRAH

HIJRAH
"KENCAN PERTAMA KU"


"Aku menjual tubuhku demi uang, bukan menjual orang lain. apalagi dia" jawab kak Sindi.


"Baik lah baik lah, terserah kamu mau bicara apa, cuma saya sangat puas dengan barang bagus yang kamu bawa" ucapnya.


"Dengar cantik, kamu akan menjadi ladang berlian untuk ku. kamu akan mendapat banyak sekali uang" ucapnya sembari mengelus pipiku kembali.


"Ayo" ucapnya kembali dan keluar bersama ku dan juga kak Sindi.


Saat kami keluar dari ruangan tersebut. semua mata memperhatikan kami.


"Wah, siapa dia Mom? cantik sekali" ucap salah satu pria.


"Pasti barang baru ya Mom?" ucap yang lain.


"Mau dong nyobain" jawab yang lain.


Beberapa ucapan yang membuat telingaku panas, mengapa aku seperti barang dagangan? ku lihat ke arah kak Sindi. dia hanya tertunduk.


"Boleh, asal kalian punya uang 100 juta untuk sekali kencan" jawab wanita yang di panggil Mommy tersebut.


Gila, seratus juta? aku sampai tidak menyangka. wanita ini menjualku seharga itu?


"Mahal banget Mom"


"Aduh, aku gak ada uang segitu"


"Kok mahal sekali sih Mom?"


"Kalian tidak lihat? dia sangat cantik dan special. ada harga ada kualitas" jawab wanita ini.


"Sebagus apa sih service nya Mom?"


"Pasti bagus sekali ya? sampai harganya semahal itu"


Beberapa umpatan ku dengar, aku begitu jijik mendengar obrolan mereka. namun aku terlanjur masuk. jadi aku harus terus melangkah.


Beberapa jam kemudian.....


Kak Sindi menghampiriku.


"Dengar Lea, kamu jangan pernah percaya dengan semua orang yang ada disini. dan jangan biarkan mereka tahu di mana kamu tinggal." ucap kak Sindi sekecil mungkin.


"Baik kak" jawabku.


Aku tidak mau banyak bertanya? karna ku tahu kak Sindi pasti lebih paham alasan yang dia perintahkan padaku.


Hingga Ku lihat kak Sindi pergi dengan seorang lelaki yang dari tadi bersama nya?


mau kemana kak Sindi?


Tak lama kemudian. wanita yang tadi muncul kembali. dengan senyum lebar di bibir nya.


"Lea sayang, bersiap lah. karna sebentar lagi Om Roy akan datang untuk melihatmu" ucapnya sembari mengusap pundak ku.


"Baik" jawabku.


Tak lama kemudian lelaki yang di maksud wanita ini datang, ku kira yang datang lelaki tua, dengan uban yang sudah memenuhi kepalanya. mengingat harga yang wanita ini patokan sangat mahal. tapi ternyata lelaki ini tidak begitu tua.


Ku perkirakan usianya sekitar 40 tahunan.


Om Roy, akhirnya datang juga." sapa wanita ini.


"Ini barang nya?" jawabnya.


Aku hanya diam, kak sindi sebelumnya memberi tahuku. aku jangan banyak bertanya? dan jangan terlihat polos serta bodoh. intinya aku jangan mau di bodohi oleh wanita ini, karna dia sangat licik.


"Iya, bagaimana bagus bukan?" ucap nya.


"Wow, baru kali ini Mommy benar, ini benar benar bagus" jawab lelaki itu.


"Tentu saja saya benar, saya tidak mungkin mematok harga setinggi itu, jika barang nya tidak bagus." ucapnya.


"Seratus juta memang cocok untuk wanita secantik dia" jawab lelaki ini sembari memegang dagu ku.


Sebenarnya aku agak risih. namun aku terlanjur masuk ke kobangan lumpur. maka aku harus siap siap kotor.


Aku di bawa lelaki ini. entah akan di bawa kemana? Namun aku terus mengikuti beliau.


Maafkan aku tuhan, karna jalan pintas yang aku pilih. bukan tanpa alasan. namun engkau jauh lebih tahu? mengapa aku sampai memilih jalan ini.


Selain untuk membantu perekonomian keluarga mbak Nurma. aku juga sangat ingin menuntut balas pada mbak Siti.


Luka di hatiku sangat besar, jika aku harus kotor demi bisa mewujudkan keinginan itu. maka aku akan melakukan nya.


tak tanggung tanggung. mobil lelaki ini sangat bagus. dia mengemudikan mobilnya menembus jalanan kota yang tidak begitu ramai.


hingga aku di bawa masuk ke dalam sebuah kamar yang sangat luas. bahkan kamar ini sangat indah dan mewah.


Dada ku berdebar hebat, aku berusaha menguasai emosiku dan jiwa ku.


Hingga hal tersebut pun terjadi. aku berhasil menjual tubuhku pada lelaki hidung belang.


"Berapa nomor rekening mu sayang" ucapnya seraya mengecup pucuk kepalaku.


"Saya belum sempat membuat rekening" jawabku.


"Baik lah," ucapnya.


lelaki tersebut menelpon seseorang di ponsel mahal nya itu. dia meminta sejumblah uang untuk di antar ke kamar yang kami tempati.


"Siapa namamu cantik?" ucapnya.


"Lea tuan" jawabku.


Dia pun bangun dari posisi tidurnya. aku pun bangkit dan membersihkan diriku lalu mengenakan kembali pakaian ku.


"Kamu benar benar membuat saya puas," ucapnya seraya mengecup pucuk kepala ku.


"Itu sudah tugas saya tuan" jawabku.


"Jangan panggil tuan, panggil saja Om biar akrab" ucapnya.


"Baik Om" jawabku.


Setelah aku selesai mengenakan pakaian ku, tiba tiba pintu kamar terdengar di ketuk.


dan seorang lelaki dengan sebuah amplop coklat di tangan nya. dan memberikan nya pada Om roy, sebelum dia pergi keluar kamar.


"Ini bayaran untuk Mu, dan ini bonus untuk mu karna kamu benar benar membuat saya puas. tidak seperti yang lain" ucapnya seraya memberikan ku amplop coklat.


"Terima kasih" jawabku.


"Lain kali saya akan menyewa mu kembali. dan akan menjadi pelanggan tetap untuk mu" ucapnya.seraya memegang dagu ku.


"Baik Om" jawabku.


"Dan Iya, kamu pulang biar di antar sama supir saya" ucapnya.


"Iya terima kasih Om" jawabku.


Lelaki itupun keluar kamar, tinggal hanya aku sendiri di kamar ini. ku lihat kasur yang berantakan. tak terasa air mataku menetes. tak ku sangka sebelumnya aku akan melakukan ini?


Tapi, semua yang ku lakukan ini tidak akan ku sia siakan. aku akan menuntut balas pada orang orang yang pernah menyakiti hati ku.


Ku buka amplop coklat tersebut. mata ku sungguh tercengang. kala melihat segepokan uang berwarna merah, totalnya ada 70 juta.


aku pun tersenyum dengan uang yang ku pegang saat ini, dengan uang ini aku akan memasukan wanita jahat yang bernama Siti membusuk di penjara.


Aku pun memasukan uang ini ke dalam tas ku. dan bersiap untuk pulang. malam ini ku rasa sudah cukup.


"Mbak Lea?" tanya seorang lelaki yang ku tahu pasti supir lelaki tadi. kala aku keluar dari hotel.


"Iya" jawabku.


"Saya di suruh pak Roy untuk mengantar kan anda pulang" ucapnya seraya membukakan pintu mobil.


"Baik" jawabku.


Sepanjang perjalanan aku begitu senang, baru kali ini aku memegang uang besar dan banyak seperti ini. aku akan membungkam mulut mulut manusia terkutuk di kampung ku.


dan memberi mereka pelajaran.


Hingga ku hentikan laju mobil di depan sebuah minimarket yang sudah tutup.


"Mengapa berhenti disini Bu?" tanya supir tersebut.


Sengaja aku berhenti di tengah jalan. aku tak mau ada siapapun yang tahu di mana aku tinggal. seperti yang di perintahkan kak Sindi. aku tidak boleh percaya siapa pun yang ada di sana.


"Rumah saya di depan sana. jadi saya berhenti di sini saja" jawabku sembari menunjuk sebuah rumah.


"Oh, baik Bu" ucapnya


Lelaki itupun turun dan membukakan pintu mobilnya.


aku pun turun. dan setelah mobil itu pergi jauh. aku pun memesan sebuah taxi.dan memintanya untuk mengantarku ke rumah kak Sindi.


Setibanya aku di rumah......