HIJRAH

HIJRAH
"KEJUTAN"


Ku lihat wajah mereka berdua nampak sangat kebingungan dengan jawaban ku.


"Apa anda lupa, dulu anda menghina saya. Dan mengatakan dengan begitu lantang. Bahwa anda lebih baik mati. Dari pada merestui hubungan saya dengan anak anda? Lalu, mengapa sekarang anda berubah pikiran" jawabku yang membuat wajah kedua nya nampak pucat.


"Itu, itu kan dulu Nak, sebelum saya sadar bahwa kamu adalah wanita yang terbaik untuk anak saya" ucapnya


"Lebih tepat nya sebelum Anda tahu bahwa sekarang saya sudah sukses bukan? Setelah saya sukses anda baru merestui nya?" Jawabku.


"Itu juga benar nak, kamu tahu sendiri kan. Bahwa keluarga saya itu keluarga yang terpandang. Kami sangat di hargai banyak orang. Tidak mungkin saya mengijinkan anak saya menikah dengan sembarang orang bukan. Itu bisa mencontreng citra dari keluarga kami nak, kamu mengerti kan?" Ucapnya.


"Ya Ya, tapi anda lupa bahwa saya pernah menjadi pembantu bukan? Jawabku.


"Itu kan masa lalu Nak, sekarang kamu sudah sukses. Sudah jadi pengusaha kuliner yang kaya. Orang lain tidak akan ada yang tahu masa lalu mu. jika kita bisa menutupinya" Ucapnya.


"Sayang nya, saya tidak bisa mengubur masa lalu saya? Lalu bagaimana?" Jawabku.


"Maksud nya?" Ucapnya.


"Ya, saya tidak bisa mengubur atau melupakan masa lalu saya, di mana saya bekerja disini. Di mana saya selalu di salahkan dalam segala hal, di mana saya di siksa di hakimi dan di permalukan di hadapan banyak manusia, apa anda ingat semua kejadian hari itu? Atau perlu saya ingatkan kembali? Di mana Anda menampar wajah saya berulang kali, hanya karna saya berpacaran dengan anak anda! Di mana Anda dan suami anda menyeret tubuh saya dengan cara menjambak rambut saya. Dan anda berteriak begitu lantang nya. Mengatakan bahwa saya seorang pencuri di hadapan banyak orang. Hingga saya di pandang Hina oleh banyak orang, apa anda ingat nyonya!?" Jawabku.yang seketika membuat mereka berdua sangat terkejut.


"Nak, saya mohon maaf. Dan mohon lupakan kejadian hari itu. Alangkah lebih bagus lagi jika kamu melupakan semua nya" Ucapnya.


"Bukan kah tadi saya sudah menegaskan, bahwa saya tidak bisa melupakan semua masa lalu saya" jawabku.


"Lea," ucap mas Rehan.


"Apa, kalian pikir aku akan menerima lamaran kalian? Kalian pikir, aku sangat mencintai kamu mas Rehan? Sampai aku bisa melupakan semua kejadian hari itu, dan menerima lamaran kalian? Dengar baik baik. Anda, menerima dan meminta saya menjadi menantu karna saya sudah kaya bukan? Jika saya masih jadi pembantu, apa itu akan terjadi? Tidak bukan, anda adalah wanita yang sangat egois, anda mengatakan kehormatan tentang keluarga anda. Tapi sikap anda sudah sangat mencerminkan. Tiada nya etika dalam diri anda! Dan kalian pikir, aku akan sangat senang menerima kalian. Itu hanya mimpi, karna kalian tidak sebanding dengan ku!" Jawabku.


"Maksud mu, kamu menolak lamaran kami?"Ucapnya.


"Ya, bahkan jika di dunia ini hanya tersisa anak anda sebagai lelaki satu satunya. Saya memilih hidup sendiri dari pada bersuamikan beliau, karna apa? Saya tidak mungkin mencoret kehormatan saya sebagai pemilik resto ternama di kota ini, dengan menikah dengan anak dari lelaki yang sudah berzina dan beristri lain, itu sangat memalukan!" Jawabku.


"Apa, apa yang kamu katakan Lea?" Ucap mas Rehan.


"Sebuah kebenaran, semua orang sudah tahu berita perselingkuhan ayah mu dengan wanita muda. Dan hubungan panas yang Dilakukan ayah mu di hotel" jawabku.


"Apa, itu tidak mungkin" ucap ibunya.


"Ya, jika anda tidak percaya anda bisa melihatnya di koran terbaru, dan beritanya sudah Viral di media sosial. Apa anda pikir saya akan menikah dengan anak dari keluarga seperti kalian?" Jawabku.


"Itu tidak mungkin" Ucapnya.


"Perlu kalian ingat, kalian sangat tidak sebanding dengan ku. Jadi jangan pernah berkhayal untuk menjadikan aku menantu di rumah ini!, dan satu lagi. aku minta kemasi barang barang kalian. karna rumah ini sudah Sah menjadi milik saya!" Jawabku yang semakin membuat kedua terkejut.


"Apa, apa maksud mu Lea? kamu jangan bercanda" ucap mas rehan


"Baiklah, jika kalian tidak percaya. tunggu sebentar" jawabku seraya berjalan ke luar


Ya, rumah ini memang telah di jual oleh AYah mas Rehan. pada salah satu Manager resto besar ku. aku mengetahui itu kala Manager ku dan ayah mas Rehan tengah berbincang. saat itu ku tanyakan tujuan Ayah mas Rehan datang ke resto ku. rupanya Ayah mas Rehan adalah teman Manager ku. yang tidak lain juga adalah kakak dari istri keduanya itu.


Sungguh kejutan yang sangat membuatku bahagia luar biasa. hingga akhirnya ku beli kembali rumah ini dengan harga lebih tinggi dari yang di beli Manager ku. aku sangat Yakin, kejutan ku akan membuat mereka sangat terkejut.


"ini, ini adalah sertifikat asli rumah ini" ucapku seraya memberikan sertifikat di tangan ku


mas Rehan menerima nya dengan wajah penuh kebingungan.


"Ini, ini tidak mungkin. kami tidak pernah menjual rumah ini?" jawab mas Rehan.


"apa, kamu yakin Ayah ku yang menjualnya?" jawabnya dengan alis terpaut.


"Ya, Ayah mu sendiri yang menjual nya pada Manager ku. dan Managerku meminta ku untuk membeli rumah ini. karna beliau tidak memiliki uang sebanyak yang di minta Ayah mu" ucapku.


"Tapi, kami tidak pernah menjual rumah ini Lea" jawab nya.


"Itu bukan urusan ku, rumah ini adalah milik ku. aku sudah berbaik hati selama satu bulan ini mengijinkan kalian tinggal disini. namun sekarang tidak lagi, kemasi semua barang barang kalian" ucapku.


"Tapi Lea" jawab nya.


"Cukup, saya tidak punya banyak waktu. saya mau hari ini juga rumah ini sudah di kosongkan kalian paham?!" ucapku yang pergi meninggalkan mereka.


Aku sangat Yakin, penuturan ku cukup membuat mereka berdua terkejut. Aku yakin mereka sangat terkejut akan Viral nya aib dari keluarga mereka. dan kejutan bahwa rumah ini sudah bukan milik mereka.


Keluarga yang mereka anggap sangat terpandang, sangat terhormat. Dan lain sebagainya?


Rupanya hanya sebuah ilusi, mereka hanya keluarga yang tidak tahu norma dari sebuah etika. Buat apa sekolah tinggi. Jika tidak tahu cara menghargai dan menghormati sesama manusia. Mereka hanya memandang harta Lah yang terpenting.


Jika itu menurut mereka, maka aku sudah membuktikan nya. Aku memiliki banyak harta. Dan bagiku penolakanku pada mereka cukup membuat mereka sadar. Bahwa harta bukan lah segalanya.


Aku terus berjalan keluar,


"Lea tunggu" cekal mas Rehan menarik tangan ku.


"Apa lagi?" Jawabku.


"Kamu yakin bahwa rumah ini sudah di jual?" ucapnya.


"Sangat yakin, jika kamu tidak percaya tanyakan saja pada Ayah mu" jawabku.


"Lea, Apa kamu tidak mau memberiku satu kali kesempatan Lagi?" Ucapnya.


"Dengar, aku tidak mau nama baik dan jabatan serta kehormatan ku sebagai orang terpandang. Lenyap seketika karna menikah dengan mu," jawabku.


"Lea, tapi aku tidak seperti Daddy" ucapnya.


"Ya, kamu memang tidak seperti Ayah mu, namun sikap mu yang tidak bisa berpikir dengan cepat dan masih berlindung di bawah tangan orang tuamu. Membuat ku muak" jawabku.


"Aku akan merubahnya Lea, tapi ku mohon beri aku kesempatan" ucapnya.


"Cukup, sudah tidak ada lagi kesempatan untuk mu, kamu tahu. Aku tidak bisa menikah dengan mu karna aku selalu terbayang akan perbuatan kedua orang tuamu padaku dulu, itu hanya akan menambah luka di hati ku. Kamu paham" jawabku.


"Maaf kan aku Lea" ucapnya.


"Semua maaf sudah tiada guna, bagi ku masalah kita sudah selesai. Dan aku harap jangan pernah menganggu ku lagi. Kita sudah impas, dan ku mohon pergilah dari rumah ini. karna rumah ini akan ku jadikan panti asuhan dan panti jompo" jawabku yang berjalan masuk ke dalam mobil mewah ku.


"Tpi Lea, kemana kami akan pergi?' ucapnya.


"Itu bukan urusan ku, bukan kah kalian keluarga kaya dan terpandang? masa kalian tidak memiliki banyak rumah untuk di tempati? " jawabku.


Aku pun mengemudikan mobil ku membelah jalanan, ada rasa puas kala melihat ekspresi wajah mereka berdua.


Entah kenapa? Aku tidak lagi merasa berat akan pembalasan dendam ku pada mas Rehan, apa mungkin karna rasa dan perasaan ku padanya telah hilang sudah?


Tinggal satu lagi sasaran ku, Yaitu Ayah mas Rehan. dia juga harus membayar mahal atas perbuatan nya padaku.