HIJRAH

HIJRAH
"TAHUNYA MBAK SITI"


Hari ini aku di ajak keluar oleh mas Rehan, entah akan pergi kemana? berulang kali aku bertanya? kita akan pergi kemana. namun mas Rehan hanya menjawab "Nanti juga tahu"


Sebenarnya ada rasa yang aneh setiap kali aku dekat dengan anak majikan ku ini, aku mulai merasa nyaman berada dekat dengan nya. mungkin karna banyak nya kebaikan yang di berikan oleh mas Rehan. membuatku mulai menyukainya.


Aku sadar diri, siapa aku dan siapa juga dia. lelaki sepintar dan sekaya mas Rehan, tidak mungkin menyukai wanita sepertiku.


Sekitar 30 menit berlalu, mobil mas Rehan berhenti di sebuah salon ternama. aku bertanya mau apa kita kesini, namun mas Rehan malah menyuruhku untuk ikut masuk dengan nya.


Dan, alangkah terkejutnya aku. kala setelah memasuki salon bagus ini. mas Rehan meminta beberapa pegawai disini untuk mendandani ku.


"Mbak ini apa?" tanyaku kala rambutku di basahi.


"Mbak, kenapa saya di Bedali?"


"Mbak saya gak biasa pake beginian"


beberapa ucapan yang ku lontarkan, namun mereka hanya menjawab, Diam.


Aku di suruh memakai Dress bagus sekali. bahkan dari bahan nya saja aku sudah tahu pasti sangat mahal. rambut ku begitu wangi.


dengan di ikat satu di bagian atas. aku juga di pakaikan perhiasan satu set. perhiasan yang tidak pernah ku pakai sebelumnya.


Aku di suruh menenteng sebuah tas, yang senada dengan Dress yang ku kenakan. walau tas tersebut tidak ada isinya. hanya ponsel butut ku saja.


Dan hal yang tak terduga. kala aku di suruh mengenakan sendal yang begitu tinggi.


Saat aku keluar, mas Rehan menatapku tanpa berkedip. membuatku berdebar tak karuan.


selama di acara Reuni, mas Rehan tidak pernah meninggalkan ku. dia selalu memegang tanganku dengan lembutnya. bahkan dia sampai menyuapi ku. yang membuat tidak sedikit teman teman nya. mengejek kami berdua.


Seandainya, mas Rehan bukan lah anak majikan ku. aku akan berusaha sekuat tenaga untuk mengejar nya. Namun semua itu hanya angan yang terlampau tinggi.


Sepulang nya dari acara. mas Rehan memarkirkan mobil nya di satu taman yang sangat indah. aku sampai terpana akan keindahan taman tersebut.


Wajah mas Rehan mulai berubah kala kami berhenti di taman ini, terlihat dia seperti menyimpan beban yang begitu besar, aku tak berani bertanya. takut membuat kesalahan.


Namun hal yang sangat membuat ku hendak menjatuhkan jantung, kala mas Rehan menyatakan cinta padaku?


aku yang tak kuasa menahan diri. berulang kali bertanya? namun dia malah menjelaskan perasaan nya padaku?


Mengapa harus terjadi, mengapa di antara kami harus timbul sebuah rasa yang sangat tidak benar.


Mas Rehan sampai berjongkok di hadapan ku, aku yang sebenarnya juga sangat mencintai lelaki itu. hanya bisa mengangguk saat dia berulang kali bertanya perasaan ku padanya.


Walau sejujurnya. aku merasa akan ada sebuah belati yang siap menghujam ku.


Namun, senyum tulus dari wajah mas Rehan. rasanya benar benar meluluhkan semua ketakutan ku.


Sepanjang perjalanan pulang, mas Rehan selalu membuai pucuk kepala Ku. sentuhan lembut dari lelaki ini benar benar membuat ku bahagia. Ya, mas Rehan adalah Cinta pertama bagiku.


Sesampainya kami di rumah, rupanya Ibu majikan ku sudah menunggu kami di ruang tamu. dia begitu terkejut melihat penampilanku. aku yang merasa malu. karna berpakaian bagus dan mahal. hanya bisa tertunduk. Namun mas Rehan selalu bisa mencairkan suasana.


Dia membawa ibu majikan ke kamar nya. dan aku bisa leluasa kembali ke kamar ku.


"Enak ya, pergi dari sore pulang pulang malam begini!" celetuk mbak Siti


Aku tak menghiraukan ucapan nya. aku berjalan masuk ke kamar dan hendak berganti pakaian.


"Dapat dari mana kamu baju sebagus ini?" tanya nya sembari memegang pakaian yang masih ku kenakan.


"Pinjam mbak" jawabku


"Ini juga, Tas sama perhiasan, Atau jangan jangan kamu?" ucapnya sembari menutup mulutnya.


"Apa?" jawabku.


"Jangan jangan kamu jual diri ya!" ucapnya


"Mbak kalau tak tahu sebaiknya diam" jawabku.


"Tahu, sangat tahu. mbak pembantu kan di rumah ini? sama sepertiku" jawabku yang mulai malas dengan nya.


"Dengar ya, aku akan buat perhitungan dengan kamu." ucapnya sembari menunjuk wajah ku.


Aku tak menghiraukan ucapan nya. setelah berganti pakaian. aku langsung penyimpan semuanya. dan hendak mengembalikan kembali ke mas Rehan. aku pun tidur di lantai yang biasa ku tiduri.


**********


Tiga Bulan Kemudian.....


Hubungan ku dengan mas Rehan selalu berjalan baik, hingga rupanya membuat mbak Siti penasaran karna mas Rehan sering menemui ku.


"Ada hubungan apa kalian berdua?" tanya mbak Siti kala aku dan Rehan tengah bercengkrama.


"Mbak Siti" jawabku terkejut.


"Mengapa kalian sering duduk berdua? dan sering jalan berdua" ucap mbak Siti.


"Tidak kok mbak, mungkin itu perasaan mbak Siti saja" jawabku.


"Apa yang sebenarnya kalian tutupi?" ucap mbak Siti.


"Gak ada kok mbak" jawabku


"Saya dan Lea berpacaran, kenapa kamu bertanya begitu? memang nya kenapa kalau saya sering duduk berdua dengan Lea. dan sering keluar berdua?" tiba tiba mas Rehan terpancing oleh mbak siti. dan membongkar semua nya.


"Apa, Kalian pacaran?" ucap mbak Siti.


"Iya, kenapa? apa itu menjadi masalah untuk kamu" jawab mas Rehan.


"Lea, kamu" ucap mbak Siti.


"Tidak mbak, semua nya tidak benar. mas Rehan hanya asal bicara" jawabku.


"Tidak, semua nya benar. saya dan lea memang berpacaran. aoa masalah mu? kamu disini hanya pembantu jadi harus tahu batasan mu. jangan asal nyelonong kalau majikan sedang mengobrol" ucap mas Rehan.


Mbak Siti pun pergi meninggalkan kami berdua


"Mas, apa yang mas Rehan lakukan? apa mas Rehan sadar" ucapku.


"Biarkan dia tahu, dengan begitu dia tidak akan menyakiti kamu lagi Lea" jawabnya.


"Mas, saya tahu mbak Siti itu seperti apa? bisa saja dia akan memberi tahukan semua pada Ibu dan bukan nya Bapak nya mas Rehan akan pulang besok, kalau tahu semua bagaimana?" ucapku. mulai ketakutan.


"Tidak Lea, mbak Siti tidak akan memiliki keberanian mengadukan semua nya. dan aku akan memberi tahu Mommy tentang hubungan kita. Mommy juga sangat menyukai kamu" jawab mas Rehan sembari mengusap pucuk kepala ku.


"Mas, ibu menyukai kinerja saya. bukan diri saya. jika ibu sampai tahu hubungan kita. saya tidak tahu apa yang akan terjadi" ucapku.


"Lea, kamu terlalu takut dengan apa yang belum terjadi? sudah ya. kamu jangan memikirkan itu semua" jawabnya nampak santai.


Aku pun melanjutkan pekerjaan ku. dan mas Rehan masih duduk sembari memperhatikan ku, kala aku memasuki kamar mandi. tiba tiba mbak Siti menghampiriku


"Lea, berani berani nya kamu pacaran dengan mas Rehan!" ucap mbak Siti sembari menjambak rambutku.


"Tidak mbak, mas Rehan hanya bercanda" jawabku


"Alah, kamu pikir aku buta, tidak bisa melihat semua nya" ucap mbak Siti


"Mbak lepasin, sakit mbak" jawabku berusaha melepaskan pegangan mbak Siti pada rambutku.


"Dengar baik baik, aku akan membuat kamu di tendang dari rumah ini, lihat saja. aku akan membuat kejutan yang menyakitkan untuk ku" ucaonya sembari meninggalkan ku.


Aku sempat berbicara dengan mas Rehan akan rencana mbak Siti. namun mas Rehan tidak mempercayainya. dia menganggap bahwa itu hanya sebuah guyonan mbak Siti.


menurut mas Rehan, mbak Siti tidak akan memiliki sebuah keberanian sebesar itu..