
Aku dan Om Roy pun berjalan mengitari mall bersama. Hingga kami pun tiba di sebuah stand ayam crispy yang di pesan oleh kak Sindi.
"Lea, apa alasan mu bekerja menjadi wanita penghibur? Eemm, maksud saya. Kamu kan memiliki wajah yang cantik. Dan juga tubuh yang bagus. Saya yakin. Kamu bisa mendapatkan pekerjaan yang bagus dengan mudah? Mengapa kamu memilih jalan pintas itu" tiba tiba om Roy bertanya hal yang cukup pribadi.
Ya, memang om Roy adalah pelanggan yang sering sekali menyewa diriku. Bahkan dia tak canggung bercerita tentang kehidupan rumah tangga nya itu.
Betapa dia terluka dan kecewa pada istri dan teman nya itu. Yang bisa bisa nya berbuat curang di belakang nya.
"Jika om memilih bertahan dengan pernikahan om yang di khianati oleh istri Om, saya memilih bekerja menjadi sampah masyarakat. Karna memiliki alasan yang kuat om" jawab ku sambil menatap manik lelaki di hadapan ku.
"Apa?" Ucapnya.
"Om tidak perlu tahu itu, hanya setiap perbuatan buruk yang aku terima. Aku bersumpah akan membalasnya" jawabku
"Wah, rupanya kamu wanita yang tangguh dan jahat juga ya" ucapnya seraya tertawa.
"Kejahatan itu pilihan om, jika orang baik selalu mendapat perlakuan yang buruk dari sekitar. Saya rasa pasti akan berbuat jahat" jawabku.
"Baik baik, saya mengerti sekarang" ucapnya.
"Semua orang ingin menjadi baik, hanya bagaimana cara dan upaya itu pilihan masing masing om. Om memilih bertahan dengan pernikahan om. Dan saya mengambil jalam pintas demi satu tujuan" jawabku.
Kami pun akhirnya makan bersama. Dan bercanda bergurau bersama. Ada banyak sekali obrolan di antara kami berdua. Bahkan aku bertanya tentang usaha yang di geluti oleh om Roy, dia adalah pengusaha tambang batu bara yang sukses.
"Apa kamu tidak ada niat untuk berhenti bekerja dengan wanita bulat itu? Ya, kamu bisa membuka jasa tanpa dirinya. Dengan begitu kamu akan mendapat uang seutuhnya" ucapnya seraya menyantap burger di tangan nya.
"Mommy memiliki banyak bodyguard. Dia tidak akan mudah melepas kan saya. Apalagi saya adalah aset kekayaan baginya" jawabku.
"Iya juga sih, kalau sekarang kamu mau menemani saya?" Ucapnya.
"Rupanya om kangen dengan ku ya?" Jawabku
"Iya, jujur saya tidak bisa melupakan kehangatan yang kamu berikan. Saya selalu saja ingin bersama dengan mu"ucapnya.
"Tapi om harus bayar mahal, karna ini adalah jam libur ku" jawabku menggodanya.
"Apa 200 juta cukup? " Ucapnya yang membuatku kaget luar biasa.
Bagaimana tidak kaget, 200 juta adalah upahku untuk 4 kali kencan. Dan belum tentu dalam satu Minggu aku bisa 4 kali kencan. Walau dalam sekali kencan aku mendapat upah 50 juta dan bonus yang kadang 10 sampai 20 juta. Tapi ini, jumlah nya sangat fantastis.
"Cukup om, om mau kapan? Dan di mana" jawabku.
"Kita selesaikan makan dulu," ucapnya.
Kami pun menghabiskan makanan yang ada di hadapan kami berdua. Hingga setelah kami selesai makan. Om Roy memintaku menemaninya membeli perhiasan. Aku pun hanya mengikuti dan menemani nya.
Om Roy nampak memilih dan melihat beberapa perhiasan. Hingga dia melabuhkan pilihan nya pada sebuah kalung bermata bulat dan berwarna hitam.
"Bagus tidak?" Ucapnya seraya menunjukan kalung tersebut padaku.
"Bagus om, istri Om pasti suka" jawabku yang mengira bahwa kalung tersebut pasti untuk istrinya.
"Baik" ucapnya.
Dia pun membayar kalung yang dia beli, aku sangat tahu, harga kalung itu pasti sangat fantastis. Om Roy sampai mengeluarkan kartu debit hitam nya untuk membayar kalung itu.
Andai istrinya menyadari betapa beruntung nya dirinya. Pasti dia tidak akan berkhianat. Namun itulah sifat manusia. Terkadang lupa bersyukur dengan apa yang kita punya. Hingga memasukan diri sendiri ke dasar jurang.
"Sudah belanja nya om?" Ucapku kala kita berjalan keluar dari dalam butik.
"Sudah" jawabnya.
Kami pun sama sama melajukan mobil kami. Aku memilih mengemudikan mobilku dan mengikuti om Roy, karna dia yang memilih tempat untuk kencan kita. Hingga mobil pun tiba di sebuah hotel ternama.
Ya, memang selama ini om Roy selalu membawaku ke hotel ternama. Namun kali ini. Kami memasuki hotel yang menurutku berbintang.
30 menit kemudian......
"Terima kasih Lea, kamu selalu bisa memuaskan ku." Ucap om Roy sambil memeluk tubuhku yang masih tanpa busana.
"Itu pekerjaan ku om, memang nya om tidak melakukan nya dengan istri Om? Aku merasa om sangat ambisius" jawabku
"Semenjak dia berselingkuh dan berhubungan badan dengan lelaki lain. Aku jijik untuk menyentuhnya" ucapnya sambil melepaskan pelukan nya. Dan mengenakan pakaian nya.
"Tapi, kenapa om tidak jijik dengan ku? Bukan kah aku sering berhubungan dengan banyak lelaki?" Jawabku.
"Kamu itu beda Lea, kamu berhubungan karna memang itu pekerjaan mu." Ucapnya.
"Saya sudah transfer uang yang saya janjikan tadi." Ucapnya seraya berjalan ke arah kamar mandi.
Segera ku cek ponsel ku. Dan melihat m-Banking. Benar, sudah masuk ke dalam rekening ku uang sejumlah 200 juta. Aku langsung tersenyum dan mengambil pakaian ku yang berserakan di lantai.
"Sudah kamu cek uang nya Lea?" Ucap om Roy kala keluar dari kamar mandi.
"Sudah om, terima kasih ya" jawabku seraya berdiri di hadapan nya.
"Dan ini... Bonus untuk mu" ucapnya seraya memberikan kalung yang tadi dia beli.
"Hah, apa om tidak salah? Ini bonus untuk ku? Tapi kalung ini harganya" jawabku tak percaya.
.
"Kamu akan terlihat cantik dengan barang barang yang mahal," ucapnya
"Tapi om" jawabku yang masih tak percaya.
"Sudah, saya mau pulang. Kamu juga langsung pulang ya." Ucapnya seraya mengecup pucuk kepala ku.
Setelah om Roy keluar kamar. Aku langsung mengenakan semua pakaian ku. Sungguh tidak terduga. Aku mendapat rejeki nomplok malam ini.
Bukan hanya mendapat uang sebesar 200 juta dalam sekali kencan. Aku juga mendapat bonus berupa kalung yang ku tahu harganya mencapai 100 juta itu.
Saat aku telah berkemas. Dan merapihkan diriku. Saat hendak keluar kamar. Ku lihat sebuah paper bag. Milik om Roy tertinggal satu buah.
[Lea, itu pakaian dari saya kamu pakai ya]
Mataku semakin melebar kala membaca pesan dari om Roy, benar benar, malam ini adalah malam keberuntungan ku. Aku pun menenteng semua belanjaan ku tadi. Dan hendak pulang ke rumah.
................