
Tiga Bulan Kemudian......
Danu begitu telaten dan setia merawat sang istri yang terbaring kurang lebih 4 bulan lamanya.
Walau pun terbaring Koma selama 4 bulan, Namun, Lea masih sangat terlihat cantik, wajah pucat yang dulu tersirat di wajah nya. Kini sudah hilang, wajah nya Nampak berseri. Seperti seorang wanita yang tengah tertidur dengan pulas nya.
"Assalamualaikum" ucap seseorang dari balik pintu rumah sakit.
"Waalaikumusallam" jawab Danu seraya membalikan wajah.
Terlihat seorang remaja lelaki tampan berdiri di balik pintu, Danu tersenyum lebar ketika yang datang adalah Zian.
"Zian, masuk sini" Titah Danu.
"Om, bagaimana ke adaan Tante? " tanya Zian seraya mencium tangan Danu.
"Ya seperti inilah, Tante mu masih senang berada di alam mimpinya. Sepertinya dia belum mau bangun dari dunia indah nya" Jawab Danu seraya tersenyum. Semua tahu jika Danu menyembunyikan kesedihan nya.
"Om yang sabar ya, Zian yakin kalau Tante Lea pasti akan segera sadar, dan akan segera kembali dan bergabung dengan kita" Ucap Zian.
"Aamiin, terima kasih ya Zian, Om minta tolong kamu doakan Tante mu. Agar segera bangun dari Koma nya ya" Jawab Danu.
"Tentu saja Om, Zian akan selalu mendoakan yang terbaik serta kebahagiaan yang tiada akhirnya untuk Tante Lea, bagaimana pun. Tante Lea banyak sekali berjasa dalam kehidupan Zian dan Zani. Jika tidak ada Tante Lea. Zian serta Zani tidak akan bisa melanjutkan sekolah dan menjadi seperti sekarang" Ucap Zian .
"Terima kasih banyak ya Zian" jawab Danu seraya mengusap pundak remaja itu. ..
Ya, Zian dan Zani kini sudah remaja. Bahkan mereka telah lulus Sekolah Menengah Atas(SMA)
Zani memilih melanjutkan pendidikan nya menjadi seorang juru perawat, sedangkan Zian tengah menempuh pendidikan sebagai anggota polisi
Itu adalah Cita cita keduanya. Selama ini memang Lea tidak pernah berhenti mengirim uang untuk pendidikan mereka berdua. Ataupun berhenti mengirim uang untuk uang saku mereka berdua.
Zian dan Zani juga sebenarnya memiliki uang tabungan. Uang saku yang selama ini di berikan Lea. Tidak mereka habiskan seutuhnya. Mereka menyisipkan nya untuk biaya masa depan kedua. Nya.
Mereka juga tidak mau terus menerus membebani Lea. Yang notabene nya bukan siapa siapa bagi mereka.
Sudah hampir satu bulan Zani dan Zian pindah ke kota. Mereka menempuh pendidikan di kota di mana Lea tinggal.
*******************
Malam itu.........
Hujan turun begitu derasnya. Danu menutupi seluruh tubuh istrinya dengan selimut, karna udara dingin benar benar terasa di ruangan tersebut.
Danu sudah mengecilkan Volume pendingin udara yang berada di kamar istrinya. Namun, mungkin karna di luar tengah ada hujan badai. Jadi, udara dingin nya mampu menembus ruangan di mana istrinya tertidur.
"Dingin ya sayang, aku tutupi tubuhmu ya?" Ucap Danu kepada Lea.
Danu mendengarkan suara hujan yang seolah berada di depan mata nya.
"Kok suara hujan nya deras sekali ya? Apa di luar tengah ada badai?" Ucap Danu pada dirinya sendiri?
Danu yang merasa kedinginan. Akhirnya pergi ke sofa dan membaringkan tubuhnya. Serta menutupi tubuhnya dengan selimut.
Beberapa menit di liputi dengan udara yang dingin, membuat mata Danu mulai terasa berat. Terlebih seharian ini dia menjaga istrinya tanpa meninggalkan Lea. Walau sesekali dia harus menangani pasien yang lain.
Danu pun akhirnya di kalahkan oleh rasa kantuk nya. Matanya terpejam sempurna. Danu pun terlelap dengan di iringi suara rintik hujan yang seperti tengah mendendangkan lagu untuknya.
Secercah cahaya menembus langit langit rumah sakit. Tubuh Lea yang terbaring koma selama 4 bulan lamanya. Disinari oleh cahaya yang entah datang dari mana?
Cahaya tersebut nampak bergerak dari tubuh hingga berakhir di wajah Lea. Kini wajah Lea nampak memancarkan cahaya yang begitu indah.
Wajah putihnya Nampak begitu bersinar terkena cahaya.
Hingga...................
Jari jemari Lea yang begitu lentik dan putih bergerak. Mereka bergerak secara bergantian. Dan tidak lama setelah itu, mata Lea mulai terbuka secara perlahan.
Dia menyadarkan dirinya. Menatap sekeliling dengan tatapan heran, entah ada di mana dirinya saat ini?
Suara mesin terus berdenyut, hingga Lea tersadar bahwa dirinya tengah berada di rumah sakit. Lea memegangi kepala nya yang sedikit pusing. Hingga dia juga tersadar, bahwa ada selang infus yang menempel di punggung tangan nya.
Lea menyadari bahwa dirinya tengah berada di rumah sakit. Dia menatap sekeliling. Dan mendapati Danu tengah terlelap di sofa rumah sakit.
Lea menatap wajah Danu yang begitu pulas. Lea terjaga dan memaksakan tubuhnya untuk duduk.
Dia tidak tahu bahwa dirinya telah koma selama 4 bulan lamanya.
Lea tersenyum melihat Danu yang begitu tampan kala tertidur.
**************
Pukul 04,00 dini hari, suara adzan yang menandakan sudah waktunya sholat subuh telah tiba. Danu mendengar suara adzan tersebut. namun, karna matanya masih terasa begitu berat. Dia tidak bisa memaksakan matanya untuk berjaga. Danu pun di kuasai oleh rasa kantuk nya.
Hingga 15 menit kemudian.....
Danu memaksakan matanya untuk terjaga. Karna dia belum melaksanakan kewajibannya. Bagaimana pun dia tidak boleh melewati sholat subuh. Karna doa yang paling mustajab adalah di waktu subuh. Karna seluruh malaikat akan mengaminkan doa tersebut.
Danu akan selalu memohon doa agar Lea segera tersadar.
Danu mengucek kedua matanya. Sekelebat terlihat seolah ada yang tengah terduduk membelakangi dirinya. Sesosok putih Tengah duduk membelakangi dirinya.
Danu mulai menyadarkan seluruh penglihatan nya yang sedikit buram. Berulang kali dia mengucek bola matanya. Akhirnya penglihatannya telah terkuasai.
Seseorang tengah duduk mengenakan mukena putih Tengah duduk di atas sajadah. Danu merasa heran? Siapa yang tengah sholat di kamar istrinya?
Apa Sindi menjenguk Lea? Mungkin dia tidak tahu karna terlelap tidur. Akhirnya Danu berdiri dan memutuskan untuk sholat di Mushola rumah sakit. Danu berjalan ke luar kamar tanpa melihat tempat tidur istrinya terlebih dahulu.
Setelah sholat, berdzikir dan membaca Al Qur'an. Danu melihat arloji di tangan nya. Jam menunjukan pukul 05,30 pagi.
Danu segera bergegas menuju kamar istrinya. Mungkin Sindi masih berada di kamar istrinya.
Saat Danu membuka handle pintu kamar rumah sakit. Seorang wanita dengan rambut tergerai tanpa di ikat tengah membereskan tempat tidur. Danu merasa heran? Karna posisi wanita itu yang membelakangi dirinya. Juga menghalangi pandangan dirinya kepada istrinya yang tengah tertidur.
Danu mendekat, Namun makin dekat dia berjalan. Makin jelas terlihat jika kasur istrinya kosong. Rasa cemas yang menerpa dirinya. Mengingat dia meninggalkan kamar istrinya cukup lama. Mulai di hantui oleh pikiran negatif.
"Mbak, di mana istri saya? Apa dokter sudah memindahkan istri saya?" Tanya Danu pada wanita yang menghentikan gerakan nya.
"Mbak, apa anda tahu kemana dokter memindahkan istri saya?" Tanya Danu tanpa membiarkan wanita itu menjawab pertanyaan nya.
Wanita itu menghentikan gerakan nya. Setelah memastikan suara lelaki yang bertanya padanya. Wanita itupun membalikan badan dengan rasa takut yang teramat sangat. Dia membalikan badan untuk melihat lelaki yang ada di belakang nya.
Dan...............