
PERSI REHAN.....
perasaan ku pada Lea semakin hari semakin besar, aku bahkan merasa malas untuk berangkat lagi ke Luar ngeri. berbeda sebelum Lea ada di antara kami. aku paling malas pulang ke rumah apalagi harus bertemu mbak Siti. yang kelakuan nya benar benar membuatku sakit kepala.
Entah kenapa dengan pembantu Mommy yang satu itu? ku lihat dia begitu membenci Lea, padahal Lea banyak mengerjakan tugas nya. tapi bukan nya berterima kasih dia malah semena mena.
Bahkan mbak Siti sampai menampar Lea, karna Lea tidak bersedia melayani nya layak nya seorang majikan. aku berulang kali meminta Mommy memecat mbak Siti. namun Mommy masih saja mempertahan kan dia.
Perlakuan yang di lakukan oleh pembantu satu itu benar benar membuat ku sakit kepala. yang lebih membuatku marah adalah. kala Lea terkena diare hebat sampai membuat wajah nya berubah menjadi pucat pasi. tega Tega nya wanita itu memberi Lea obat pencahar.
Aku dan Mommy berusaha menegur wanita itu. namun mulut ular nya selalu bisa membuat dia terbebas dari semua tuduhan.
Aku sengaja membeli beberapa makanan setiap harinya. karna ku tahu, Lea tidak lagi makan masakan mbak Siti. mungkin dia takut keracunan lagi.
perlakuan mbak Siti pada Lea semakin hari semakin membuatku geram. bahkan dia sampai tega membuang makanan yang sengaja ku beli untuk Lea.
Aku benar benar muak akan pembantu yang satu itu! Namun aku juga tidak bisa memaksa Mommy memecat nya. karna Mommy begitu percaya dan menyayangi mbak Siti. karna mbak Siti sudah bekerja di rumah kami hampir 4 tahun. dan selama itu pula dia menemani Mommy. di kala aku tidak ada di rumah.
***********
Hari itu.........
Entah harus bagaimana? kepala ku rasanya sakit sekali. teman teman sewaktu SMA mengadakan acara Reuni. sebenarnya tidak banyak yang datang. karna ada yang tinggal di luar negri dan di luar pulau Jawa.
Aku sempat menolak datang, namun teman teman ku malah terus saja memaksa. bukan apa? jika acara Reuni hanya di hadiri oleh alumni kami saja tak akan jadi masalah.
tapi peraturan nya harus membawa pasangan. beberapa teman temanku memang telah ada yang menikah, bahkan sudah memiliki anak.
sedangkan aku, jangan kan menikah dan memiliki anak. kekasih saja aku tak ada, PuJa,
Ah, sebenarnya wanita itu sangat cantik. namun gaya hidup nya yang begitu mewah, membuatku mundur.
bukan apa, takut nya aku sedang krisis ekonomi. bisa bisa dia menendang ku dari hidupnya. dari pada aku hancur di kemudian hari. lebih baik aku mundur dari Medan perang. memang jika aku membawa Puja ke acar Reuni. aku akan mendapat banyak pujian. karna Puja tidak hanya Cantik dia juga sangat pintar.
Memikirkan acara Reuni membuatku sakit kepala, sampai beberapa kali mondar mandir kamar.
Melihat aku begitu gelisah membuat Mommy penasaran akan sikap ku.
"Kamu kenapa Nak?" tanya Mommy kala duduk di depan ku.
"Tidak Mom, hanya ada undangan Reuni SMA" jawabku.
"Cuma Reuni kok bikin kamu muram gitu? kamu tinggal datang Nak. memang nya kamu tidak kangen ketemu teman teman mu" ucap Mommy.
"Bukan nya Rehan tidak kangen kumpul dengan mereka, hanya ada satu masalah Mom" jawabku sambil tertunduk.
"Masalah? ada masalah apa Nak" ucap Mommy seraya mendekat ke arah ku.
"Acara Reuni kali ini harus membawa pasangan Mom, Sedangkan Rehan kan masih sendiri. yang ada Rehan akan di ejek di sana" jawabku.
"Oh karna itu, memang nya kamu tidak ada kenalan perempuan Nak?" ucapnya.
"Tidak ada Mom, Rehan mana ada waktu buat cari pacar. di Amerika Rehan disibukan dengan usaha yang Rehan jalani" jawabku.
"Bingung juga kalau begitu" ucap Mommy sambil memegang kepala nya.
Tidak ada obrolan di antar aku dan Mommy setelah ini, kami saling larut dalam pikiran masing masing.
hingga seketika lampu di otak ku menyala.
"Aku tahu" ucapku yang mengagetkan Mommy.
"Kamu itu buat Mommy terkejut saja, Apa?" jawabnya penasaran.
"Mom, bagaimana kalau Lea yang menemani Rehan ke acara Reuni" ucapku berharap Mommy memberi ijin padaku.
"apa Lea?" jawab Mommy sambil menautkan alis nya.
"Iya Mom, biar Rehan bawa Lea saja buat nemenin Rehan ke acara Reuni teman SMA Rehan bagaimana?" ucapku yakin.
"Nak kamu yakin? Lea itu hanya pembantu. apa dia tidak akan mempermalukan mu disana?" jawab Mommy.
"Habis bagaimana? Acaranya tinggal dua jam lagi Mom. kalau tidak Mommy saja yang menemani Rehan ya!" ucapku
"Ih nggak ah, kok malah Mommy sih" jawab nya risih.
"Ya habis bagaimana Mom," ucapku.
Beberapa saat Mommy terdiam. aku tak tahu apa yang di pikirkan Mommy saat ini?
"Ya sudah kalau begitu, kamu bisa bawa Lea. tapi kalau teman teman mu tahu kamu bawa pembantu bagaimana? mengingat penampilan Lea yang sangat jauh berbeda dengan yang lain"tiba tiba mommy memberi ijin.
"Terima kasih Mom, masalah penampilan tidak akan menjadi masalah" jawabku gembira.
Akhirnya aku bisa pergi berdua dengan Lea lagi. tak sabar rasanya bisa jalan berdua dengan gadis itu.
"Ya sudah kalau begitu, Mommy bilang dulu ke Lea" ucap Mommy.
"Tidak Mom, biar Rehan saja yang memberi tahu Lea" jawabku.
"Ya sudah, Mommy ke kamar dulu" ucap Mommy seraya berjalan kembali ke kamar nya.
Aku pun berjalan ke luar dan mencari Lea, beberapa saat berkeliling rumah, ku lihat Lea tengah membersihkan pot pot bunga, dan bahkan sampai mengangkat nya. dia sangat pekerja keras. berbeda dengan mbak Siti. ku lihat dia tadi tengah santai santai sambil bermain HP.
"Lea" ucapku
"Iya mas, ada yang bisa saya bantu?" jawabnya
Di wajah gadis ini penuh sekali tanah,
"Kamu bersihkan wajah dan tangan kamu, setelah itu ikut saya" ucapku.
"Ikut kemana mas?" jawabnya.
"Sudah ikut saja" ucapku sambil mendorong pelan tubuh gadis ini.
"Eh Eh, tapi mas saya sedang membersihkan tanaman, itu belum beres" jawabnya.
"Udah, masalah tanaman biar mbak Siti yang kerjakan" ucapku.
Lea langsung membersihkan tangan dan wajah nya. walau tanpa make up wajah nya tampak sangat cantik.
"Sudah" ucapku.
"Iya mas" jawabnya.
"Mbak Siti..." ucapku sedikit berteriak.
Tak lama muncul wanita yang ku panggil tadi.
"Iya mas, mas Rehan butuh apa? biar saya siapkan" jawabnya.
"Ikut saya" ucapku seraya berjalan.
"Mas Rehan mau ajak saya kemana? saya siap siap dulu ya" jawabnya sambil terus mengikuti ku.
"Saya mau keluar dulu, mbak Siti tolong bereskan semua Pot dan tanaman nya, karna Lea akan ikut bersama saya, jadi saya mau saat kami sudah pulang. semua ini sudah rapih" ucapku sambil menunjuk halaman depan.
"Apa, Lea mau ikut" jawabnya
"Iya kenapa?" ucapku.
"Kenapa harus Lea mas, kenapa bukan saya saja" jawabnya
"Suka Suka saya dong mbak, saya mau ajak siapa itu urusan saya" ucapku.
"Tapi..." jawabnya.
"Sudah, saya mau jalan sekarang. saya mau saat saya sudah pulang. ini semua sudah rapih dan bersih. mbak paham" ucapku.
" Ayo Lea" ucapku menyuruh Lea masuk mobil.
Mobil pun berjalan membelah jalanan yang sedikit macet. Lea beberapa kali bertanya hendak kemana? namun aku tidak memberi tahunya. biar kan saja.
Setelah menempuh waktu sekitar 30 menit, mobil ku pun tiba di salah satu salon langganan Mommy.
"Mas, kita mau kemana?" tanya nya
"Sudah kamu ikut saya masuk" jawabku
Lea menuruti apa yang ku perintahkan. dia ikut masuk bersama ku. tak lama menunggu. datang lah seorang wanita menghampiri kami.
"Tolong ubah dia, buat dia sangat cantik malam ini. dan pakaikan gaun yang bagus serta beberapa hiasan yang cocok dengan nya. masalah biaya akan saya bayar saat ini juga" ucapku memberi perintah pada wanita yang menghampiri kami
Lea pun di gandeng ikut mereka. beberapa kali Lea kebingungan sampai memanggilku.
...............