
Aku benar benar tidak bisa berpikir, sebenarnya apa mau Mas Rehan? mengapa dia selalu menggangguku?
Tidak cukupkah dia selalu mengirim kan pesan di laman Instagram milik ku?
sampai dia harus mengaku ngaku sebagai calon suamiku?
memang nya siapa yang mau menikah dengan dirinya?
Aku harus memberi penegasan terhadap lelaki itu, jika tidak. dia akan bersikap sesuka dirinya.
seenaknya saja dia membawa teman teman nya datang ke resto, tapi, tidak mau membayar.
[Lea, lusa kita akan mulai mencari kedua orang tua kandung mu ya]
sebuah notifikasi dari aplikasi berwarna hijau, membuatku tersadar dari lamunan ku.
[Baiklah, Tapi. kita mau cari kemana?] balasku.
[Aku juga kurang tahu, mungkin ke desa kamu dulu tinggal] jawabnya.
[Oke, nanti kabarin saja ya] balasku.
[Siap Bu] jawabnya.
[Bu, kok Bu?] balasku.
[Lalu, harus apa?] Jawabnya.
[Eemm, ya tidak dengan apa apa] balasku
[Baik sayang] jawabnya.
Seketika jantung ku terasa lepas dari tempatnya, kebahagiaan seketika menyeruak di dalam dadaku. bahkan aku seperti tidak bisa menguasai diriku. ingin sekali rasanya aku berteriak sekencang mungkin.
Aku menarik nafas panjang, untuk menetralkan semua rasa yang ku rasakan.
[Kok gak di balas?] pesan nya lagi.
[Harusnya aku balas apa?] jawabku.
[Ya tidak apa apa,] balasnya.
[Loh, kok ngulang ucapan ku tadi?] jawabku.
[hehe, aku boleh kan panggil kamu dengan sebutan Sayang?] balasnya.
Senyumku kini benar benar mengembang, aku benar benar bahagia. tak tahu? padahal Danu hanya mengirim sebuah pesan, dengan bertuliskan sayang. Namun, rasanya aku sangat bahagia. seperti dunia akan menjadi milik ku saja.
[Eemm, Ya tidak apa apa] jawabku.
[Lagi mikir ya? balas nya lama banget] balasnya.
[Sok tahu] jawabku.
[Tapi benar kan?] balasnya.
[Ih, kok kamu jadi kaya detektif?]jawabku.
[Hehe,] balasnya.
Aku tak tahu, bagaimana aku bisa menjelaskan semua yang aku rasakan, rasanya seperti bercampur menjadi satu, antara bahagia. senang, dan ingin menangis.
Baru kali ini, aku bahagia bisa merasakan mencintai serta di cintai.
Ya Allah, semoga Danu adalah lelaki yang terbaik, yang engkau kirimkan untuk ku.
Setelah selesai dengan angan angan, serta perasaan yang sangat bahagia. aku memutuskan untuk menemui Mas Rehan, aku ingin menjelaskan. bahwa aku benar benar sudah tidak memiliki perasaan terhadapnya. dan semoga dia bisa mengerti, dan tidak lagi menganggu ku.
Selama di perjalanan, pikiran ku selalu terganggu oleh pesan Danu, kata kata sayang, selalu melintas di pikiran ku.
Hingga di mana aku telah sampai, di sebuah Taman, di mana aku membuat janji dengan lelaki itu.
"Assalamualaikum" ucapku
"Wa'alaikumsallam" jawabnya.
"Mas, maaf sudah membuatmu menunggu lama" ucapku.
"Tidak Lea, aku bahkan rela menunggu mu walau sampai kiamat sekalipun," jawabnya.
"Begini mas, aku ingin bicara sesuatu padamu" ucapku.
"Bicara apa?" jawabnya.
"Mas, aku mohon kamu jangan berbuat seperti ini, hubungan kita telah lama berakhir, dan sekarang. aku telah memiliki sebuah hubungan yang baru, dengan lelaki yang aku sayang serta menyayangiku. ku mohon, berhentilah bersikap seperti anak kecil. kita sudah tidak bisa kembali seperti dulu mas," ucapku.
"Jadi, kamu memintaku datang kesini hanya untuk membicarakan itu? ku kira, kamu akan menerima ku lagi Lea" jawabnya.
"Mas, hubungan kita benar benar sudah tidak bisa di perbaiki." ucapku.
"Kenapa? karna ada lelaki cupu itu, iya?" jawabnya.
"Mas, dia memiliki Nama. ku mohon hargailah hubungan kami" ucapku.
"Menghargai? kamu minta aku menghargai hubungan kalian? Lea, lelaki itu sudah jelas jelas merebut mu dariku? dan aku harus menghargai dia?!" jawabnya yang membuatku tidak percaya.
"Merebut, mas. hubungan kita sudah lama berakhir. bahkan sebelum aku mengenal dia!" ucapku.
"dengar Lea, sampai kapanpun. aku tidak akan pernah melepaskan kamu! kamu hanya milik ku, dan sampai kapan pun. kamu akan tetap menjadi milik ku!" jawabnya.
"Aku tidak lagi mengenalmu Mas? mas Rehan yang ku kenal dulu, adalah lelaki yang ramah lembut, bukan arogan dan pemaksa seperti ini!" ucapku.
"Ini semua karna kamu Lea, kamu hilang dan pergi, di saat aku butuh sandaran dan dukungan. kau tahu? semua yang ku alami benar benar berat, Daddy berselingkuh, dan pernikahan Mommy serta Daddy hancur.
aku harus pindah, setelah Daddy menjual rumah kami kepada mu, dan kami harus pindah jauh ke Makasar, dan aku harus kehilangan usahaku. karna harus membiayai Mommy. lalu, kami terusir dari rumah Om ku. bahkan kau tahu? aku dan Mommy hanya tinggal di sebuah kontrakan kecil. yang bahkan lebar rumah tersebut, tidak ada seperempat dari rumah ku yang dulu, dan sekarang, aku harus melepaskan kamu. tidak Lea, aku tidak akan diam. aku akan mendapatkan kamu, jika tidak bisa. maka lelaki cupu itu juga tidak!" jawabnya panjang lebar.
Jadi, pembalasanku hari itu, benar benar menghancurkan mas Rehan dan keluarganya? sampai lelaki di hadapan ku. benar benar hancur. dan bangkrut.
aku sebenarnya tidak tahu? apa yang terjadi pada mas Rehan. setelah pindah ke Makasar, karna aku benar benar menutup semua akses nya.
terutama, dikala aku mendapat musibah hari itu, aku sudah tidak mencari kabar tentang mas Rehan dan keluarganya.
"Mas, aku ikut prihatin dengan apa yang menimpa kamu, Tapi, kamu tidak bisa mendesak ku. karna apa yang telah menimpamu mas?" ucapku.
"Terserah, sekarang aku hanya memiliki kamu, dan aku tidak akan pernah melepaskan kamu. sampai kapan pun!" jawabnya.
"Terserah mas, kamu mau berkata apa? yang berhak memutuskan kehidupan ku adalah aku, dan kamu sama sekali tidak berhak mengatur hidupku. dan aku harap, jangan pernah mengaku ngaku. bahwa kamu adalah calon suamiku. atau, aku menindak lanjuti semua itu ke jalur hukum" ucapku.
."Lea, aku benar benar tidak menyangka, bahwa kamu akan berbicara itu padaku?" jawabnya.
"Mas, perlu kau tahu? Lea yang kini berdiri di hadapan mu, bukan kah Lea yang dulu. ada banyak sekali perubahan dalam diri Lea. termasuk, kekejaman. yang tidak pernah kau lihat dari diri Lea yang dulu" ucapku.
Mas rehan nampak tercengang setelah mendengar perkataan ku.
"Ini untuk yang terakhir. aku minta berhentilah bersikap ke kanak Kanakan, dan aku akan berusaha untuk membantu kamu, bahkan masalah hal pekerjaan. jika kau mau berubah, jika kau sudah menyadari semua nya, kau tahu harus datang kemana" ucapku yang berlalu pergi,
Aku berjalan meninggalkan mas Rehan, yang masih berdiri terpaku melihat kepergian ku,
aku tahu? ucapan ku mungkin sangat kasar, dan terlalu menyakitkan untuk dirinya. Namun, bagaimana lagi? aku harus menjelaskan kepada dirinya.
aku juga tidak bisa membiarkan mas Rehan terus menerus mengganggu ku, bahkan jika aku membiarkan semua perbuatan nya.
Bisa saja, suatu saat nanti dia bertindak di luar naluri,
Aku hanya perlu menjaga perasaan Danu, dia juga pasti tidak nyaman, jika mas Rehan terus mengganggu ku. dan bahkan mengaku sebagai calon suamiku.
"Maafkan aku Mas Rehan, maaf karna aku telah menghancurkan kehidupan mu, sejujurnya, aku tidak sama sekali berniat membuat kamu sampai sengsara seperti ini? aku hanya ingin memberi kalian pelajaran, bahwa harta bukan lah segalanya.
Namun, rupanya. apa yang aku rencanakan. Allah lebih membalasnya dari yang ku rencanakan. Mungkin, Allah pun ingin memberi kamu dan Ibu mu sebuah pelajaran, agar kalian sadar. semua makhluk hidup, tidak ada yang sempurna. dan harta juga tidak bisa membedakan. karna sejatinya, semua adalah titipan..
Aku harap, kamu akan sadar, dan bisa berubah menjadi lebih baik lagi, In Sya Allah, aku akan siap. membantu perekonomian kamu, jika kamu telah menyadari semua nya.......