
Sesampainya aku di rumah, aku sudah di kejutkan dengan kehadiran Danu dan Angga yang berada di rumah ku.
"Lea, bagaimana? apa kamu sudah bertemu dengan kedua orang tuamu?" Tanya Danu padaku.
"Wish, sabar dong bro. Lea itu baru saja sampai. biarkan dia duduk dulu" Ucap Angga.
"Oh iya, maaf kan aku Lea. aku hanya tidak sabar mendengar kabar baik. agar kita bisa secepatnya melangsungkan pernikahan" Ucap Danu.
Aku pun segera duduk. ku tatap wajah mereka bertiga. mereka nampak menantikan kabar baik dariku.
entah apakah aku sanggup mengatakan semua itu pada mereka? atau ku tutupi saja semua nya. agar aku bisa melanjutkan hubungan baik dengan ketiganya.
Entah seperti apa perasaan ku saat ini? aku sudah tidak bisa lagi mengharapkan jika Danu akan Sudi melanjutkan hubungan kami. jika dia tahu seluk beluk kedua orang tuaku.
Mungkin bukan hanya Danu, Angga dan bahkan kak Sindi pun. ku rasa akan menjauh dariku.
"Lea, apa semuanya baik baik saja?" Tanya kak Sindi.
"Iya, mengapa dari tadi kamu diam Lea? sebenarnya apa yang terjadi di sana?" Tanya Danu.
"Lea, apa semua nya oke?" Tanya Angga.
Aku tidak bisa menjawab setiap pertanyaan mereka. walau sebenarnya pertanyaan itu sangat mudah ku jawab. Namun rasanya lidah ku terasa begitu kelu. berat sekali aku untuk berucap.
"Lea?" Tanya Danu
"Lea, ada apa?" tanya kak Sindi.
"Danu, bisakah kamu ikut dengan ku?" Jawab ku pada Danu.
"Eemm, iya" ucap Danu.
Aku mengajak Danu keluar rumah, kak Sindi serta Angga Nampak begitu bingung dengan tingkah ku.
"Kita mau kemana Lea?" tanya Danu saat aku memasuki mobil ku.
"Ikut saja" Jawabku
Danu pun masuk dan duduk di sebelah kursi kemudi. aku yang mengemudikan mobil ini.
Selama dalam perjalanan, Danu selalu menanyakan ada apa? dan apa yang terjadi. Namun, lidah ku benar benar tidak bisa menjawab nya.
Hingga di Menit ke 25....
Mobil yang ku kendarai memasuki sebuah Mesjid. di dalam sana terdengar suara seorang Ustadz yang sedang melantunkan ayat suci Al Qur'an.
"Masjid?" Ucap Danu bingung.
"Kamu ingin tahu jawaban dari semua pertanyaan mu bukan? semua nya ada di dalam" Jawabku pada Danu.
Danu nampak menautkan kedua alis nya. itu menandakan dia begitu bingung dengan ucapan ku. Namun, dia juga tidak menolak saat aku mengajak nya memasuki area mesjid ini.
"Assalamualaikum " Ucapku.
"Waalaikumusallam " jawab ustadz yang baru saja menutup Al Qur'an.
Aku meminta Danu untuk duduk dengan ku dan juga ustadz. walau dalam wajah Danu masih penuh dengan kebingungan. Namun, rasanya aku tidak bisa mengatakan semua nya sendiri.
"Ustadz, perkenalkan saya Lea. dan ini tunangan saya Danu" Ucapku pada ustadz tersebut.
"Saya Ustadz Maulana, senang bisa berkenalan dengan kalian" jawab nya
"Ustadz, maaf mengganggu waktunya sebentar. Saya ingin bertanya sesuatu?" Ucapku.
"Lea, sebenarnya ada apa?" Tanya Danu.
"Eemm, silahkan di tanyakan. mungkin saya bisa membantu?" Jawab ustadz Maulana.
Beberapa saat hening tidak ada suara. baik dari Danu, ataupun dari ustadz Maulana. mereka mungkin tidak menyangka. jika aku akan mengatakan Hal yang mungkin tidak pantas di bicarakan, ataupun Hal yang sangat pribadi seperti ini.
Namun, mau bagaimana lagi? sejujurnya setelah mengetahui bahwa sipat kedua orang tuaku yang sangat memalukan. membuatku sangat enggan jika Ayah ku menjadi wali nikah ku.
"Baik, Saya akan bantu jawab sesuai dengan apa yang saya paham ya" Jawab ustadz Maulana
"Iya pak ustadz" Ucapku.
"Mengenai wali nikah untuk anak dari hasil hubungan Gelap, atau anak dari hasil hamil di luar Nikah. Jika usia kandungan anak itu 6 bulan, kemudian kedua orang tuanya menikah. maka Ayah anak itu berhak menikahkan anak nya. Namun, Jika Anak itu terlahir sebelum menikah kedua orang tuanya. maka sang Ayah tidak memiliki Hak untuk menikahkan anak tersebut" Jawab Ustadz Maulana.
"Lalu, Nasab saya jatuh pada siapa pak Ustadz?" Ucapku.
"Nasabmu jatuh pada ibu kandung mu. Namun, Ibumu tidak bisa menjadi wali nikah untuk mu. jadi, ibumu bisa meminta Wali Hakim untuk menikahkan mu. atau penghulu untuk menikahkan mu" Jawab ustadz Maulana. .
"Terima kasih banyak Ustad, atas penjelasan nya. semuanya benar benar membantu saya. dan membuat saya paham akan makna pernikahan untuk saya. kalau begitu saya mohon pamit" Ucapku
"Sama sama, saya senang bisa membantu kalian, semoga Allah selalu memberi jalan yang terbaik dan keberkahan dunia dan akhirat untuk mu. kamu anak yang baik, Tidak mudah mengakui jati diri sendiri. kamu bisa mengatakan nya dengan begitu mudah. kamu memang wanita yang baik Nak, Alangkah beruntung dia, lelaki yang akan meminang mu" Jawab ustadz Maulana.
"Terima kasih banyak ustadz. mohon doanya" Ucapku.
"Iya" Jawab ustad maulana.
"Assalamualaikum " Ucapku serta di susul dengan Danu.
"Waalaikumusallam " jawab ustadz Maulana.
Aku keluar masjid, dan di susul oleh Danu.
"Lea," Ucap Danu
"Iya" jawabku.
"Aku mengerti sekarang, maaf karna aku tidak mencari tahu terlebih dahulu sebelum meminta kamu mencari kedua orang tuamu. maaf kan aku, karna menunda pernikahan kita hanya demi seorang wali yang tidak bisa menjadi wali untuk mu, Kita akan secepatnya melangsungkan pernikahan. dan aku akan segera mengurus semua keperluan pernikahan kita" Ucap danu.
"Apa kamu Yakin? ada Hal yang belum kamu ketahui Danu" Jawabku.
"Apa itu?" Ucap Danu dengan alis bertaut.
"Fakta tentang kedua orang tuaku" Jawabku.
"Fakta? Maksud mu bagaimana?" Ucap Danu.
"Kedua orang tuaku, mereka bukan orang yang baik. aku sudah mengetahui keseharian mereka. aku sengaja di buang di saat bayi, dan sengaja di tumbalkan pada warga desa yang tidak bisa menerima hubungan gelap antara keduanya, mereka berharap jika aku menjadi santapan hewan buas" Jawabku sembari tertunduk.
"Apa, bagaimana mungkin?" Ucap Danu.
Aku pun merogoh tas ku, dan mengambil secarik kertas yang sudah sangat usang. aku memberikan kertas tersebut kepada Danu. Danu terlihat kebingungan, hingga kemudian dia membuka dan membaca isi dalam kertas tersebut. beberapa kali Danu melihat ke arah ku. dan melanjutkan membaca kertas itu.
"Lea?" Ucap Danu.
"Ya, kedua orang tuaku tega membunuh suami dari ibuku. hanya karna mereka takut atas ancaman dari suami ibuku. dan masih banyak Fakta Fakta yang belum kamu ketahui" Jawabku.
"Apa itu?" Ucap Danu.
"Kedua orang tuaku masih hidup, Namun, aku sangat tidak ingin mengakui dan bertemu dengan mereka. Mereka sudah di karuniai 5 orang anak. Anak yang pertama berusia 18 tahun. Namanya Indah, dia di nikahkan dengan lelaki tua. karna harta. anak yang kedua bernama Putri, dia di jadikan PSK demi memenuhi kebutuhan kedua orang tuanya. anak yang ketiga bernama Rangga, dia meninggal satu tahun yang lalu, karna di paksa mencuri oleh orang tuanya. hingga tertangkap basah dan di hakimi warga hingga tewas. anak yang 4, aku tidak tahu di mana lokasi dan identitasnya. karna dia sudah di jual, dan di bawa keluar negri oleh yang membelinya. dan anak yang ke 4 berusia 6 bulan. baru satu bulan yang lalu, dia di jual oleh kedua orang tuanya. .Dan tidak hanya itu, mereka juga mendzolimi anak anak Yatim. mereka memperkerjakan anak Yatim di jalanan. untuk memberi uang setoran kepada mereka berdua" Jawabku
"Ya Allah, apakah itu semua benar Lea? kamu tahu dari mana? apa tadi kamu berhasil menemukan lokasi kedua orang tuamu?" Ucap Danu
"Ya, mengapa aku tidak bisa menjawab pertanyaan mu, karna aku sendiri bingung hendak menjawab apa? sedangkan aku tidak ingin mereka menjadi wali nikah ku Danu" Jawabku.
Aku sudah tidak peduli, jikapun setelah ini Danu membenciku dan memutuskan hubungan kami, bahkan sampai membatalkan rencana pernikahan kami, aku lebih tidak tenang. jika sampai berbohong terus kepada Danu. apa yang sebenarnya terjadi?
Biarlah semua nya ku pasrahkan kepada sang maha kuasa. jika Danu memang jodohku, pastilah Allah akan mempermudah segala rencana kami, Jikapun tidak, aku akan berlapang dada menerima semua keputusan yang akan di ambil oleh Danu,
Aku hanya tidak bisa, jika harus memulai sebuah hubungan, dengan kebohongan.