
"Begini saja, aku akan mengantarmu kembali ke rumah mu. dan mencari kakak mu" Ucapnya kemudian.
"Tidak, kamu tidak usah membantuku" jawabku..
"Mengapa?" ucapnya.
"Aku merasa tidak enak, aku terus merepotkan mu" jawabku.
"Tidak Lea, justru aku akan sangat tidak nyaman. jika kamu pergi sendiri dan mencari kakak mu sendiri" ucapnya.
"Apa aku tidak merepotkan mu?" jawabku.
"Tentu saja tidak," ucapnya.
"Baik lah, setelah selesai makan. kita akan pergi mencari kakak mu. sebaiknya kita kembali ke tempat terakhir kalian. disana kita bisa mendapat informasi tentang kakak mu" ucap nya lagi.
"Baik lah" jawabku.
Setelah menyelesaikan makan kami, aku dan Danu memutuskan untuk pergi ke tempat di mana dulu aku tertabrak oleh Danu, menurut Danu. ini adalah salah satu lokasi yang memungkinkan aku lebih memudahkan mencari kak Sindi.
Mobil yang di kendarai Danu melaju membelah jalanan kota, sepanjang perjalanan tidak banyak obrolan di antara kami berdua. karna memang. aku merasa sedikit canggung pada Danu.
30 menit kemudian.
mobil kami telah terparkir di jalanan di mana dulu aku tertabrak oleh Danu.
"Di depan sana, dulu kamu terbaring setelah tidak sengaja aku tabrak Lea" ucap Danu sembari menunjuk sisi jalan.
"Ya, aku ingat. dan aku lari keluar hutan itu" jawabku.
"Baik, kalau begitu ayo kita pergi ke sana" ucap danu
"Baik" jawabku.
Aku dan Danu pun keluar dari dalam mobil.
kami berjalan memasuki area hutan. di mana dulu aku berlari menghindari kejaran orang orang itu, selain aku ingin mencari keberadaan kak Sindi. aku juga ingin tahu ledakan apa yang dulu sempat membuat ku begitu terkejut.
Aku sedikit kesulitan. untuk masuk kembali ke dalam hutan ini, pasalnya kaki ku sedikit sakit. hingga Danu menggandeng lengan ku. karna aku beberapa kali hampir terjatuh.
"Kalian sedang apa?" tanya seseorang kala Danu membantu ku mengikat tali sepatuku.
"Oh begini pak, perkenalkan saya Danu, dan ini Lea. kami sedang mencari korban kecelakaan dua bulan lalu. tepat nya di sekitar hutan kota ini" jawab Danu.
"Kecelakaan dua bulan lalu?" ucap bapak tersebut seraya tengah mengingat sesuatu.
"Iya pak, apa bapak tahu sesuatu. pasalnya korban adalah kerabat kami" jawab Danu.
"Iya, saya ingat. sekitar dua bulan yang lalu. memang ada kabar berita bahwa ada kecelakaan mobil. yang membuat mobil tersebut meledak." ucap bapak tersebut.
"Apa, meledak?" jawabku terkejut.
"Iya, kabarnya mobil tersebut meledak. dan hancur berkeping keping" ucap bapak tersebut.
"Apa bapak tahu, tentang kondisi korban. atau kabar tentang korban tersebut?" tanya Danu
"Saya kurang tahu pastinya. tapi, kalau tidak salah. polisi membawa seorang korban wanita. yang berada cukup jauh dari lokasi di mana mobil itu meledak. cuma saya tidak tahu itu korban yang kalian maksud atau bukan. karna polisi menemukan tubuhnya setelah tiga hari kejadian" jawab bapak tersebut.
"Lalu, di mana wanita itu pak? apa bapak tahu beliau di bawa kemana?" tanya Danu.
"Kalau tidak salah di bawa ke rumah sakit dekat sini mas, cuma saya tidak tahu kabar dan kondisi nya setelah itu" jawab bapak tersebut.
"Iya pak, terima kasih informasi nya. kami akan memastikan. apakah wanita tersebut kerabat kami atau bukan" ucap Danu.
"Baik, semoga kalian mendapat kabar baik ya" jawab bapak tersebut.
"Ayo Lea" ucap Danu. mengajak aku kembali ke mobil. Danu menggenggam lengan ku. sedangkan aku, tidak tahu harus berkata apa?
membayangkan tubuh kak Sindi yang terbaring di antara rerumputan hutan
dan terbaring selama tiga hari disini.
Ya Allah, semoga kau selamatkan kakak ku.
Kini, kami telah berada di dalam mobil kembali.
"Lea, apa kamu baik baik saja?" tanya Danu.
"Ya, aku baik" jawabku.
"Bagaimana? sekarang kita akan kemana?" tanya Danu.
"Baik lah" ucap Danu.
Danu pun melajukan mobilnya dengan kecepatan normal. sepanjang perjalanan aku selalu teringat akan perkataan bapak bapak pencari kayu bakar tadi. jika benar itu kak Sindi. entah bagaimana aku bisa meminta maaf padanya?
Aku meninggalkan tubuhnya yang sudah berlumuran darah, hingga membuat dia mengalami kejadian yang sangat mengenaskan.
"Lea, kamu yang sabar ya. kita berdoa semoga kakak mu baik baik saja" ucap Danu.
"Iya, terima kasih ya" jawabku.
"Apa, orang orang jahat itu tahu tempat tinggal kakak mu, atau tempat tinggal mu?" ucap Danu.
"Setahu ku tidak, karna selama kami bekerja. tidak sekalipun kami memberitahu di mana kami tinggal" jawabku.
"Syukurlah," ucap Danu.
Sekitar 20 menit, mobil yang kami tumpangi akhirnya tiba di perumahan kak Sindi.
aku terus mengarahkan Danu hingga kami tiba di depan sebuah rumah. di mana dulu aku pernah tinggal.
Ku harap, kak Sindi ada di Disini.
Lekas, aku segera keluar dari dalam mobil. ku pencet bel rumah. untuk beberapa kali. hingga Danu terlihat ikut turun dari dalam mobil. dan berdiri di sampingku.
"Apa di rumah ini tidak ada orang?" tanya Danu
"Entah lah" jawabku.
Hingga ku pencet kembali bel rumah tersebut. dan tak lama keluar seorang wanita. yang tidak ku tahu siapa orang tersebut.
"Maaf siapa ya, dan ada perlu apa?" tanya wanita tersebut.
"Eemm, maaf anda siapa ya? bukan kah ini rumah kak Sindi?" jawabku kebingungan.
"Bukan, ini rumah saya. sebelumnya memang ini rumah Sindi. tapi beliau telah menjual nya kepada saya" ucap wanita tersebut
"Apa? Lalu, apa anda tahu di mana kak Sindi tinggal?" jawabku.
"Maaf, saya kurang tahu? setelah menjual rumah ini. dia pergi dan kami tidak tahu kemana dia pergi" ucap wanita tersebut.
"Terima kasih Bu, dan maaf kami menggangu" jawab Danu.
Danu mengajak ku untuk kembali ke dalam mobil. aku pun hanya mengikuti apa yang di arah kan oleh Danu.
"Lea" ucap Danu.
"Ya," jawabku.
"Jika rumah ini telah di jual oleh kakak mu, kemungkinan besar. bahwa kakak mu telah selamat" ucap Danu. yang seketika membuat ku langsung tersadar.
Ya, Danu benar. jika kak Sindi telah menjual rumah ini. itu artinya dia selamat dalam insiden kecelakaan tersebut. hanya saja. sekarang di mana dia tinggal?
dan mengapa dia sampai menjual rumah tersebut? bukan kah. rumah tersebut memiliki banyak sekali kenangan?
"Iya, kamu benar. jika kak Sindi menjual rumah ini. itu artinya dia selamat' jawabku.
"Lalu, kita akan mencarinya kemana? apa kita minta bantuan polisi saja?" ucap Danu.
"Entah lah, jika kita meminta bantuan polisi aku takut. alasan kak Sindi sampai menjual rumah nya. karna Mommy" jawabku.
"Mommy, maksud mu mucikari tersebut?" ucap Danu.
"Ya, kak Sindi pernah mengatakan. dia tidak akan pernah menjual atau meninggalkan rumah itu. karna rumah itu terdapat banyak sekali kenangan dirinya dengan mbok Inah, dan terdapat banyak sekali benda benda yang dulu di ingin kan Ayah nya" jawabku.
"Jika begitu ceritanya, kemungkinan besar. orang orang jahat itu masih berkeliaran. dan masih mencari kamu dan juga kakak mu?" ucap Danu. yang sontak membuat dada ku tiba tiba berdebar.
"Ya Allah, lalu, bagaimana dengan nasib kakak ku?" jawabku yang sangat panik.
"Apa kamu tidak tahu, kerabat kakak mu? atau tempat yang tidak seorang pun tahu?" ucap Danu.
"Tidak, selama ini kami tinggal di rumah itu, apa? rumah ku juga terdeteksi?" jawabku
"Apa kita akan mencari tahu kesana Lea?" ucap Danu.
"Kalau tidak merepotkan, ku mohon antar aku kesana?" jawabku.
"Baik lah" ucap Danu