
Aku sangat terkejut, kala Angga mengucapkan kata lamaran, apakah yang di pikirkan kak Sindi itu benar adanya?
Apakah Angga benar benar akan melamar ku?
Lalu, Apa yang harus ku lakukan? Apa aku harus menerima lamaran itu?
Sedangkan, aku sama sekali tidak memiliki perasaan terhadap Angga.
[Lea, apa kamu ada di rumah?]
Sebuah pesan masuk membuyarkan lamunan ku.
saat ku buka pesan masuk tersebut, rupanya dari Angga. panjang juga umur nya. saat aku tengah memikirkan nya. dia tiba tiba mengirim kan sebuah pesan.
[Ya, hari ini aku sedang berada di rumah] balasku
[Bisa ikut dengan ku?] pesannya
[Kemana?] balasku.
[Ke Mall, kita beli perlengkapan untuk seserahan] pesan nya.
Seketika jantung ku berasa berhenti berdetak, Ya Allah, apa Angga benar benar akan melamar ku?
Apa aku bisa menolaknya? Jika aku menolaknya, apa aku tidak lah egois, karna bagaimana pun. dia juga telah menyelamatkan ku.
Mengingat, di mana dia dan beberapa rekan nya. beradu tembak dengan orang orang yang jahat itu.
semata mata, untuk menyelamatkan ku. dan secara tidak langsung. aku telah berhutang Budi, serta nyawa kepadanya.
Apa ini takdir mu Tuhan?
apa Angga, lelaki yang sengaja kau kirimkan padaku?
jika memang dia jodoh yang sudah kau janjikan, ku mohon. berikan aku keteguhan untuk menerima nya. dan hilangkan rasa Cintaku terhadap Makhluk ciptaan mu. yang bernama Danu.
[ Seserahan?] balasku.
[Ya, seserahan untuk lamaran mu. jika kau sendiri yang memilihnya. aku tidak akan cemas lagi] pesan nya.
[Baiklah] balasku.
Setelah berbalas pesan dengan Angga. aku pun segera masuk ke dalam rumah ku. ku hampiri kak Sindi, dan memutuskan untuk meminta saran dari nya.
"Ada apa Lea? kenapa kau tampak murung?" tanya kak Sindi kala aku telah duduk di dekat nya.
"Angga, dia akan mengajak ku ke Mall" jawabku malas.
"Baguslah, sepertinya dia mau mengajak mu shoping" ucap kak Sindi.
"Ya, dia mengatakan akan mengajak ku membeli seserahan untuk tunangan" jawabku.
"Tunangan? jadi benar dia akan melamar mu?" ucap kak Sindi.
"Ya, sepertinya dia memang akan melamar ku. mengingat perkataan nya tadi. ku rasa dia memang akan melamar ku kak" jawabku.
"Alhamdulilah" ucap kak Sindi.
"Tapi, sejujur nya. aku tidak memiliki perasaan terhadap Angga kak. aku hanya menganggap nya sebagai teman, dan tidak lebih" jawabku.
"Apa, jadi kamu tidak menyukai Angga?" ucap kak Sindi.
"Ya, selama ini aku hanya menganggap nya sebagai teman. aku justru menyimpan perasaan terhadap Danu. teman nya itu" jawabku.
"Danu, maksud mu dokter Danu?" Ucap kak Sindi.
"Mengapa kamu tidak mengatakan itu kepada kakak?" ucap kak Sindi.
"Aku malu kak," jawabku.
"Lalu, bagaimana? bukan kah Angga akan melamar mu?" ucap kak Sindi.
"Aku juga tidak tahu kak, jika aku menolak lamaran nya. aku merasa tidak enak hati, terlebih di kala mengingat. saat dia baku tembak dengan para penjahat. kala aku menjemput kakak. dan selama di perjalanan pun. pengawalan terhadap ku begitu ketat. itu yang membuat ku tidak enak hati jika menolaknya" jawabku.
"Kakak tahu itu, Jika kamu mengatakan yang sebenarnya kepada Angga bagaimana?" ucap kak Sindi
"Mungkin bisa, Namun, aku sangat Yakin, jika dia akan kecewa kak" jawabku.
"Begini saja Lea, mungkin Angga adalah lelaki yang di kirim Allah untuk mu. mungkin saja dia jodoh yang tepat untuk kamu. masalah cinta, lambat laun mungkin akan timbul. karna menurut kakak, alangkah jauh lebih baik. kamu menerima Angga. karna dia tulus mencintai kamu, kamu ingat, bagaimana dulu kamu mencintai Rehan, Namun nyatanya. dia tidak setulus itu bukan" ucap kak Sindi.
"Jadi, menurut kakak. aku harus menerima lamaran Angga, begitu?" jawabku.
"Ya, sekarang begini? kamu mencintai Danu, Namun, bagaimana dengan Danu? apa dia juga mencintai kamu. jika Danu juga mencintai kamu. kamu bisa menolak Angga. karna kamu bisa bahagia bersama Danu, yang juga mencintai kamu. Tapi, bukan kah Danu seperti tidak memiliki perasaan terhadap mu?
lihat lah, dia bahkan jarang datang dan bertanya kabar mu bukan?" ucap kak Sindi.
"Ya, kakak benar. Mungkin aku hanya mengalami cinta bertepuk sebelah tangan. Danu sepertinya memang tidak memiliki perasaan terhadap ku" jawabku.
"Ya, kakak hanya ingin kamu bahagia. apapun keputusan mu. kakak pasti akan mendukung kamu. Namun, sebelum kamu memutuskan, hendak nya kamu pikirkan terlebih dahulu, jangan karna cinta kamu terhadap Danu, malah membuat penyesalan di kemudian hari" ucap kak Sindi.
"Baik kak" jawabku.
Sekian lama berbicara dengan kak Sindi, tak lama setelah itu, Angga datang.
"Assalamualaikum " ucapnya kala memasuki rumah ku.
"Wa'alaikumsallam " jawabku dan kak Sindi.
"Kak Sindi, aku meminta ijin untuk membawa Lea berbelanja, untuk kebutuhan seserahan" ucap Angga.
Entah kenapa? setelah mendengar kata seserahan. membuat dadaku terasa sesak dan sakit. Ku lihat ke arah kak Sindi. dia tersenyum padaku.
"Iya, tolong jaga Lea baik baik ya. dan jangan sakiti dia" jawab kak Sindi.
"Tidak akan kak, oh iya. kak Sindi mau menitip apa?" ucap Angga
"Tidak, kakak hanya minta. cepatlah kembali" jawab kak Sindi. dia seolah tahu, jika aku tidak ingin pergi bersama dengan Angga. terlebih untuk berbelanja kebutuhan seserahan nanti.
Ya Allah, mohon kuatkan lah aku. jika memang benar, Angga adalah jodoh dan lelaki terbaik yang engkau kirimkan untuk ku. ku mohon, buka kan lah hatiku. untuk menerima serta menyayangi dirinya. dan, hilangkan pula rasa Cinta ku terhadap lelaki lain, yang tidak lain adalah sahabat nya.
Aku tidak ingin, menjadi manusia yang menyakiti orang lain, terlebih lelaki yang memiliki hubungan yang sangat baik ini,
ku mohon, teguhkan lah hatiku. untuk menerima Angga,
"Ayo Lea, keburu sore" ajak Angga.
"Iya, ayo" jawabku.
"Kak, kami pergi dulu ya. kakak baik baik di rumah" ucapku pada kak Sindi.
Kak Sindi tidak menjawab ucapan ku. dia hanya mengangguk. menandakan paham dengan apa yang ku katakan.
Walau kaki ku terasa berat dan malas sekali untuk melangkah, aku terus memaksakan kaki ku, ku tatap punggung lelaki di hadapan ku, punggung yang sangat tegap dan tegak ini,
mungkin, di luar sana. banyak sekali wanita berkelas dan terpelajar. menantikan dan mengharapakan cinta lelaki di hadapan ku,
Bagaimana tidak, selain berwajah tampan, Angga juga memiliki pekerjaan yang sangat bagus.
Namun, aku memang belum memiliki rasa terhadap nya. semoga saja, di suatu hari nanti. aku bisa menerima lelaki di hadapan ku, dan mencintai nya. seperti dia mencintai ku. menerimanya, seperti dia menerima ku.