
Satu Bulan Kemudian.......
Danu sibuk dengan rencana pernikahan nya. Sedangkan Lea. Setelah bertemu dengan Indah, dia harus merencanakan acara penjemputan kedua adiknya dari cengkraman kedua orang tuanya.
Tentulah, berhasil menemui Indah bukan lah Hal yang mudah, Lea melewati beberapa rintangan bahkan harus mengeluarkan sejumlah uang untuk membungkam mulut juragan mata duitan tersebut.
Lea tahu, bahwa lelaki yang berusia jauh lebih tua dari Indah itu bukan benar benar mencintai adik nya . Hingga menikahi Indah. Dia hanya menginginkan Indah karna nafsu serta tak mau rugi, karna orang tua Indah mempunyai hutang yang cukup besar dan cukup lama.
Sedangkan nasib Putri. Dia sengaja di jual dan di jadikan wanita penghibur. Demi menopang kebutuhan kedua orang tuanya.
Mendengar pernyataan dari kedua adik perempuan nya. Membuat Lea sakit hati. Dia bersumpah akan memasukan kedua orang tuanya ke dalam penjara. Dan memberi hukuman yang setimpal dengan perbuatan yang mereka lakukan.
************************
Satu Minggu lagi adalah hari besar dan bersejarah dalam diri Lea. Ya, satu Minggu lagi dia dan Danu akan melangsungkan pernikahan. Undangan telah tersebar ke seluruh anggota keluarga Danu, dan orang orang yang Lea kenal. Tidak hanya para pegawai di resto, Lea juga mengundang para bodyguard yang selalu membantunya.
Baginya, mereka juga harus ikut berbahagia di hari besarnya.
Mencintai lelaki sebaik dan sesukses Danu adalah anugrah terbesar dalam diri Lea. Apalagi sampai mereka bisa menikah. Tentulah kebahagiaan tiada terkira dalam diri Lea.
Hari itu.......
Saat Lea berhasil memiliki kesempatan untuk menjemput kedua adiknya. Dimana mereka tidak tahu siapa Lea. Mereka hanya tahu, jika Lea adalah wanita baik, yang akan menolong mereka.
Indah sudah menjadi hak Lea. Karna Lea sudah menebus semua hutang hutang ke dua orang tuanya. Hingga Indah berhasil bebas dari cengkraman lelaki hidung belang itu.
Berbeda dengan Putri.........
"Siapa kamu, mau di bawa kemana indah juga putri?" Tanya wanita paruh baya. Yang seharusnya menjadi ibunya itu.
"Indah dan Putri akan ikut saya ke kota" Jawab Lea lantang.
"Ke kota? Mau apa mereka di bawa ke kota? Mereka anak saya, kamu tidak memiliki Hak untuk membawa mereka dari sini!" Ucap Siti.
"Hak, anda juga tidak memiliki Hak di sebut sebagai Ibu mereka, karna apa? Karna seorang ibu, tidak akan tega menjual dan menjadikan anak nya sebagai jaminan penebus hutang!" Jawab Lea.
"Tahu dari mana kamu, siapa kamu sebenarnya? Jangan jangan kamu mata mata!" Ucap Siti.
"Siapa saya itu tidak penting, yang terpenting sekarang saya akan membawa Indah serta Putri dari ibu seperti kamu! Mereka akan hidup selayaknya manusia bersama saya. Dan saya akan menjamin kesejahteraan mereka di sana" Jawab Lea.
"Apa, tidak. Kamu tidak bisa membawa mereka berdua dari sini" Ucap Siti.
"Baik, jika begitu. Tanyakan saja pada mereka. Mereka mau ikut dengan saya, atau tetap tinggal bersama kamu disini?" Jawab Lea.
"Indah mau ikut kakak ini saja. Tidak apa jika Indah di kota menjadi pembantu, asal tidak harus melayani lelaki hidung belang Bu" Ucap indah.
"Iya, Putri juga mau ikut dengan kak Indah. Putri cape Bu, Putri cape harus bekerja jadi wanita malam. Ibu tidak pernah tahu dan mau tahu, penderitaan apa saja yang Putri lalui. Rasa sakit apa yang harus Putri rasakan. Karna setiap malam harus melayani nafsu lelaki hidung belang. Bahkan harus di tiduri oleh ayah sendiri!" Ucap Putri yang membuat Lea. melebarkan bola mata.
Ya, putri memang tidak menceritakan bahwa dia juga harus melayani nafsu ayah nya sendiri. Lelaki yang seharusnya menjadi pahlawan baginya. Lelaki yang seharusnya menjadi cinta pertama baginya. Lelaki itu pula yang merusak hidupnya.
Lea melihat wajah adik keduanya. Yang terus menangis sambil menutup wajah.
"Pokoknya kalian tidak boleh pergi dari sini" Ucap Siti seraya menarik lengan Putri.
"Lepaskan!" Jawab Lea. Yang langsung memegang tangan Siti dengan begitu kencang nya..
Mata Lea kini berubah menjadi merah seutuhnya. Dia tidak bisa menahan amarah yang bergejolak di dadanya. Menerima sebuah kenyataan. Jika takdir buruk juga di rasakan oleh adik adiknya. Cukup membuatnya sakit hati, Namun, kenyataan yang baru saja di katakan Putri. Benar benar melukai sekujur tubuhnya.
"Siapa kamu, lepaskan tangan anak saya!" Ucap Siti.
"Lepaskan!" Jawab Lea seraya terus menatap mata Siti.
"Hey, berani kamu ya!" Ucap Siti saat hendak menampar Lea.
Namun dengan tangan secepat kilat. Lea berhasil menangkap tangan Siti yang hendak mendarat di pipinya.
PLAK ....
Sebuah tamparan berhasil mendarat di pipi Siti, wanita yang memiliki surga bagi ya. Namun, Lea sudah tidak peduli akan surga pada telapak kaki ibunya. Karna tidak akan ada surga di kaki wanita seperti Siti.
"Apa," Ucap Siti yang tidak percaya bahwa dia sudah di tampar oleh Lea.
"Berani sekali kau menamparku hah?!" Ucap Siti.
"Kenapa, aku bahkan bisa berbuat lebih. Jika kau terus menghalangi jalan ku!" Jawab Lea.
"Kau akan menyesali semua ini, ku pastikan kau akan mati!" Ucap Siti seraya berjalan menjauh dan meninggalkan mereka bertiga dengan tatapan. Yang cukup mengerikan.
Lea segera memasuki mobilnya. tidak lupa Indah serta Putri ikut serta memasuki mobil milik Lea. Mereka bertiga melajukan mobil hingga berhasil meninggalkan perkampungan itu.
"Terima kasih kak Lea," Ucap Indah pada Lea.
"Iya, terima kasih kak Lea." Ucap Putri.
"Putri, mengapa kau tidak menceritakan kejadian itu padaku?" Jawab Lea
"Eemm, I-Itu. A-aku malu kak," Ucap Putri.
"Sudah berapa lama?" Jawab Lea.
"3 kali, itupun saat Ayah mabuk parah" Ucap Putri.
"Apa ibumu tahu?" Jawab Lea.
"Iya," Ucap Putri seraya tertunduk.
"Apa ibumu tidak bertindak, atau menghalangi perbuatan menjijikan Ayah mu?" Jawab Lea
"Aku pernah marah, Namun, ibu bilang. Apa bedanya? Toh selama ini aku juga tidur dan melayani banyak lelaki. Yang bahkan para lelaki itu juga pasti banyak yang sudah memiliki istri" Ucap Putri. Yang membuat Lea semakin tidak percaya.
"Perbuatan Ayah serta Ibu Kalian, benar benar biadab, mereka harus mendapat hukuman yang pantas mereka dapatkan" jawab Lea.
Beberapa saat hening, tidak ada obrolan di antara mereka bertiga. Sindi serta Danu tidak tahu jika Lea akan menjemput adik adiknya. Atau akan membawa adik adiknya.
Sindi pernah melarang Lea bepergian jauh, karna menurut Sindi, pamali jika calon pengantin melakukan perjalanan panjang men jelang hari Pernikahan.
Namun, Lea juga tidak bisa menunda hari untuk menjemput kedua adiknya. Dia juga tidak tahu? Kapan hari baik seperti ini akan terjadi?
Dia percaya, jika Allah akan melindungi setiap perjalanan nya. Apalagi, dia akan menyelamatkan adik adiknya. Walau terbilang sangat Nekat, karna dia hanya melakukan perjalanan sendiri. Tanpa bodyguard.
"Kak, sebenarnya kak Lea ini siapa? Mengapa kakak mau menolong kami?" Tanya Indah
"Aku bukan siapa siapa, aku hanya tidak suka kalian di perlakukan seperti itu," jawab Lea. Yang masih menutupi jati dirinya.
"Lalu, setelah ini. Kami akan tinggal dimana?" Tanya Putri.
"Kalian akan tinggal di rumah ku," jawab Lea.
"Alhamdulillah, akhirnya kami bisa memiliki pekerjaan yang Halal" Ucap Indah seraya bersyukur
"Kerja? Maksud kalian apa?" Jawab Lea
"Bukan nya kami akan menjadi pembantu di rumah kakak?" Ucap Indah
"Tidak, di rumah saya sudah ada pembantu. Kalian akan tinggal bersama saya. Sebagai keluarga saya, apa kalian mau?" Jawab Lea.
"Apa, keluarga?" Ucap Indah penuh kebingungan.
"Memangnya kakak tidak punya keluarga? Dan apa keluarga kakak tidak keberatan dengan keputusan kakak?" Tanya Putri
"Saya sebatang kara, saya ada kakak angkat. Dan orang orang yang bekerja di rumah saya. Mereka juga saya anggap sebagai keluarga. Jadi, yang tinggal bersama saya. Adalah keluarga saya" Jawab Lea.
Indah Serta Putri terdiam, mereka merasa begitu kebingungan dengan apa yang mereka dengar, walau sebelumnya mereka percaya. Jika di dunia ini pasti masih ada manusia baik, Namun, mereka tidak pernah menduga? Jika mereka akan bertemu dengan wanita bak malaikat seperti Lea.
Yang membahayakan dirinya sendiri demi menyelamatkan mereka. Dan rela merogoh uang yang sangat besar, demi menebus Indah dari cengkraman juragan Karso.
Mereka masih bingung? Siapa Lea sebenarnya? Apa tujuan nya. Mengapa dia begitu mudah menganggap mereka sebagai keluarga? Yang bahkan mereka sangat lah hina dan kotor.
Mereka hanya berharap, jika setelah kepergian mereka dari kampung itu. Mereka akan menjalani kehidupan selayaknya manusia pada umumnya. Mereka tidak akan mendapat masalah. Dan tidak juga menimbulkan masalah bagi Lea. Wanita yang sudah menolong mereka tanpa pamrih.
..............