
Hal yang ku takutkan pun terjadi, majikan ku mengetahui hubungan ku dengan mas Rehan,
mbak Siti benar benar membuktikan ancaman nya padaku.
Hati itu.....
"Lea".....
Terdengar suara teriakan ibu majikan ku. kala aku tengah membersihkan halaman belakang.
Aku pun berlari menghampiri sumber suara tersebut. dan saat aku tiba, Ibu majikan ku. Bapak majikan ku.Mas Rehan serta mbak Siti sudah berkumpul di satu ruangan.
"Iya Bu" jawabku kala telah sampai dan berdiri menghadap mereka.
Tidak ada jawaban untuk beberapa saat, mereka semua hanya melihat ke arah ku. kecuali mas Rehan. dia hanya tertunduk
ada apa ini sebenarnya?.
"Sudah berapa lama kamu memperalat anak saya!" tiba tiba ibu majikan ku bersuara yang cukup menyayat hati.
"Apa maksud ibu?" jawabku.
"Jangan berlaga lugu kamu, kamu merayu anak saya agar tertarik dengan kamu kan!" tiba tiba ayah mas Rehan marah sembari menunjuk wajah ku.
"Dad, Rehan bisa jelasin" jawab mas Rehan.
"Diam kamu, Daddy sedang bicara!" ucap Ayah nya mas Rehan.
"Saya pikir kamu gadis yang baik baik, rupanya kamu malah menggoda anak saya!" ucap ibu mas Rehan.
"Bu, saya tidak mengerti? apa yang ibu bicarakan" jawabku.
Plak....
Tiba tiba sebuah tamparan yang di layangkan Ayah nya mas Rehan mendarat di pipi ku.
"Lea"......
Ucap mas Rehan yang berusaha menolongku. namun terhalang oleh ayah nya.
"Sihir apa yang kamu pakai, sampai anak saya begitu tergila gila dengan kamu!" ucap ayah mas Rehan dengan bola mata yang melebar sempurna.
"Saya tidak memakai sihir apapun," jawabku seraya memegang pipiku yang terasa perih.
"Dad, Rehan mencintai Lea tanpa apapun. Rehan mohon hentikan ini semua, biarkan kami bersama dan hidup bahagia" ucap mas Rehan memohon pada kedua orang tuanya.
"Rehan, dia itu pembantu. dan sama sekali tidak sepadan dengan kita, masih banyak gadis di luaran sana yang sederajat dengan kita!" jawab ibunya
"Mom, Rehan tidak memerlukan harta. Rehan hanya butuh kenyamanan. dan Rehan mendapatkan nya pada diri Lea Mom" ucap mas Rehan yang kini berjongkok sembari memeluk kaki ibunya.
"Dasar anak bodoh" jawab ayah nya sembari menampar mas rehan.
"Pak, saya mohon jangan sakiti mas Rehan," ucapku sembari menakup kan kedua tanganku memohon agar ayah mas Rehan tidak memukuli mas Rehan.
"Semua ini karna kamu gadis Murahan!" jawabnya sembari mendorong tubuhku hingga terjatuh.
"Lea".....
Mas Rehan menghampiri ku yang terjatuh. dan Ayah mas Rehan langsung menarik paksa mas Rehan agar menjauh dariku.
"Kamu dengar ini baik baik, saya tidak Sudi memiliki menantu seorang pembantu, lebih baik saya melihat anak saya mati, dari pada harus menikahkan nya dengan pembantu!" ucap ayah nya mas Rehan.
"Maaf pak, saya tidak sama sekali berniat merebut mas Rehan." jawabku sembari mulai meneteskan air mata.
"Lihat diri kamu, sungguh jauh berbeda dengan kami. bahkan pelacur pun jauh lebih terhormat di banding kan kamu!" ucap ayah mas Rehan.yang membuatku hilang akal sehat.
"Mengapa seorang pelacur lebih terhormat di banding saya pak? Sedangkan pekerjaan yang saya jalani Halal, dan saya tidak merugikan siapapun?" jawabku.
"Berani menjawab kamu Ya!" ucap ibu mas Rehan padaku.
"Maaf Bu, saya hanya sedang mencari kebenaran." jawabku.
"Jangan bicara kebenaran dengan saya!" ucap Ayah mas Rehan
"Maaf pak, saya hanya merasa bingung dengan cara berpikir disini?" jawabku.
"Memang nya apa yang kamu pikirkan? apa kamu pikir saya akan merestui hubungan kamu dengan anak saya?" ucap ibu mas Rehan.
"Lihat lah diri kamu, apa kamu tidak berkaca? atau kamu memang tidak memiliki cermin, lihat kalian sangat jauh berbeda? saya tidak akan mengijinkan anak saya menikahi keset kaki yang usang seperti kamu!" ucap Ayah mas Rehan.
"Se'Hina itukah saya di mata kalian?" jawabku.
"Iya, bahkan seorang pelacur pun jauh lebih baik dari pada kamu!" ucap ayah mas Rehan.
"Mengapa sedemikian? bukan kah pelacur bekerja menjual diri mereka? sedangkan saya menjual tenaga saya. yang sangat jauh berbeda" jawabku.
"Jadi, semua ini karna penampilan? tidak peduli apa pekerjaannya? yang penting penampilan yang di utamakan" jawabku
"Pergi kamu, dan jadilah seorang pelacur di luar sana. dengan begitu kamu akan tahu bagaimana mereka berdandan. tidak kumuh seperti kamu, melihat kamu saja saya ingin muntah, apalagi mengijinkan anak kami bersama dengan kamu!" ucap ayah mas Rehan.
"Daddy!" jawab mas Rehan.
"Saya mau kamu pergi sekarang juga, dan sebelum pergi kembalikan semua barang barang yang sudah kamu curi!" tiba tiba ibu mas Rehan berucap yang membuatku kaget.
Curi?....
"Apa maksud ibu? saya tidak mencuri apapun di rumah ini" jawabku dengan air mata yang masih mengenang.
"Siti, bawa semua barang barang nya kemari?" titah ibu nya mas Rehan.
Ku lihat mbak Siti tersenyum puas kala melihat ku tengah di hakimi. dia berjalan mengambil semua barang barang ku yang di perintahkan oleh majikan nya.
.
Bruk ....
Tiba tiba tas ku beserta isinya di lempar mbak Siti ke lantai.
"Siti, geledah tas gadis ini, dan cari barang barang kami!" titah ibu mas Rehan.
"Baik Bu" jawab mbak Siti.
Mbak Siti mengeluarkan semua isi dalam tas ku. dan alangkah terkejutnya aku kala mendapati Ada beberapa perhiasan dan sejumblah uang di dalam tas ku.
melihat apa yang di temukan di dalam tas ku. bukan hanya membuatku terkejut, tetapi juga membuat ibu dan ayah nya mas Rehan melihatku dengan tatapan penuh kebencian.
"Lihat ini, jadi kamu datang kesini hanya untuk mencuri!" ucap ibu mas Rehan.
"Tidak Bu, saya tidak melakukan ini semua. saya tidak mengambil ini semua?" jawabku.
Plak....
Satu tamparan mendarat di pipiku. yang di jatuhkan oleh ibu mas rehan.
"Rupanya kamu mendekati dan memperalat anak kami hanya demi uang? jadi itu tujuan kamu" ucap Ayah mas Rehan.
"Tidak, saya tidak melakukan ini semua, ini fitnah saya sama sekali tidak mencuri" jawabku.
"Lalu ini semua apa? udahlah Lea. kamu jangan berbohong lagi. bilang saja kamu mendekati mas Rehan agar kamu bisa mengambil semua harta di rumah ini kan?" ucap mbak Siti. yang semakin menyudutkan ku.
"Diam kamu Siti, jangan ikut campur. kamu lupa kamu itu hanya pembantu!" jawab mas Rehan dengan ringkas nya menunjuk wajah Mbak Siti.
"Cukup Rehan, kamu masih saja membela pembantu ini. yang sudah jelas jelas ingin mencuri di rumah kita!" ucap ibu mas rehan.
"Tapi Mom, Rehan tahu Lea tidak mungkin melakukan ini?" jawab mas Rehan.
"Kamu itu sudah di butakan oleh wanita ini, sampai kamu tidak melihat betapa jahat nya dia" ucap Ayah mas Rehan.
"Mas Rehan begini pasti karna di pelet sama Lea Bu, secara dia kan berasal dari kampung. pasti dia meminta bantuan dukun di sana untuk memperdaya mas Rehan. agar terus membela nya" ucap mbak Siti yang membuatku tak percaya.
"Apa yang mbak bilang? saya tidak melakukan itu mbak!" jawabku.
"Alah, kamu gak bisa bohongi saya. lalu ini apa?" ucapnya seraya menunjukan foto mas Rehan yang terletak di saku tas ku.
Mata ku membulat sempurna kala melihat ada foto mas Rehan di tas ku. yang membuat ku semakin tak percaya adalah. ada tulisan yang bernada memikat di sana?
Sebenarnya siapa yang tega melakukan ini padaku?
"Lea?" tiba tiba mas Rehan bertanya padaku.
"Saya tidak melakukan ini mas, percaya lah" jawabku.
"Lalu ini apa?" ucapnya.
"Saya tidak tahu mas? saya benar benar tidak tahu semua ini?" jawabku.
"Sudahlah Rehan, kamu lihat sendiri bukan. bahwa kamu itu di pelet oleh wanita ini!" jawab ayah mas Rehan.
"Kamu benar benar melakukan itu pada anak saya? berani nya kamu!" ucap ibu mas rehan seraya menjambak rambutku.
"Bu, saya tidak melakukan ini semua" jawabku.
" sudah, sudah. Mom, jangan kotori tangan kamu demi menyentuh wanita murahan ini, sebaiknya kamu pergi dari sini. atau saya akan melaporkan perbuatan kamu ke kantor polisi!" ucap Ayah mas Rehan.
Aku pun di usir dengan tidak hormat. tas ku sampai di lempar keluar. dan aku di dorong sampai terjatuh. mbak Siti melambaikan tangan nya Kala aku melihat ke arahnya. dia sampai tersenyum bahagia. melihatku tersiksa begini.
saat ini aku tahu, bahwa pasti dia yang telah memfitnahku.