HIJRAH

HIJRAH
"KABAR BAPAK SAKIT"


Kini dia telah duduk dengan tangan dan kaki terikat. aku bahagia melihat apa yang ada di depan mataku.


"Sadarkan dia" titah ku pada orang bayaran ku.


Tanpa menunggu lama. orang bayaran ku menyadarkan lelaki ini dengan cara yang tidak biasa. hingga lelaki ini langsung membuka. kedua bola matanya itu.


"Ada apa ini, di mana aku?" ucapnya seraya berusaha menyadarkan ingatannya.


"Siapa kalian, mengapa aku di ikat. mau apa kalian?" ucapnya yang kaget dengan kehadiran empat lelaki berbadan kekar di hadapan nya.


"Bagaimana, apa kamu bermimpi indah dalam tidur mu?" jawabku yang masih duduk di atas kursi.


"Kamu, siapa kamu. dan siapa mereka?" ucapnya.


"Itu tidak penting, apa kamu suka tempat ini?" jawabku.


"Siapa kamu sebenarnya? dan mau apa kamu" Ucapnya.


"Hanya mau bermain sedikit," jawabku seraya berjalan menghampirinya.


"Lepaskan aku, siapa kamu?" ucapnya.


"Aku hanya ingin sedikit bertanya? apa kamu masih ingat dua tahun kebelakang. kamu dan satu teman mu memperkosa seorang gadis belia. yang tengah meminta bantuan untuk menyelamatkan nyawa ibunya. namun kalian malah memperkosanya di kebun warga, apa kau ingat?" jawabku.


Sejenak dia seperti tengah mengingat ingat sesuatu. hingga akhirnya wajah nya memperlihatkan keterkejutan yang luar biasa.


"Apa kau?...." ucapnya terbata bata.


"Ya, kau benar. aku lah gadis itu" jawabku seraya tersenyum padanya.


"Maaf kan aku, aku tidak sengaja. aku hanya ikut dengan yang di lakukan Jodi" ucapnya.


"Jodi, jadi teman mu bernama Jodi?" jawabku.


"Ya, maaf kan aku. Jodi memaksaku untuk ikut memperkosamu di malam itu" ucapnya.


"Dan kamu menurutinya?" jawabku.


"Aku tidak ada pilihan, maafkan aku" ucapnya.


"Kau tahu, karna perbuatan kalian berdua. ibuku tidak terselamatkan. ibuku mati. dan yang lebih mengenaskan. aku tidak tahu kapan ibuku mati" jawabku.


"Maafkan aku, aku mohon lepaskan aku." ucapnya.


"Apa kau mau bebas?" jawabku.


"Ya, aku mau bebas. aku mohon ampuni aku. aku tidak sengaja" ucapnya begitu antusias.


"Kalau begitu, katakan di mana Jodi teman mu itu, jika kamu bisa memberi tahu identitas Jodi. maka aku akan melepaskan mu" jawabku.


"Kamu mau apa?" ucapnya.


"Bukan nya kau bilang, Jodi teman mu lah yang menyuruhmu ikut memperkosa ku? jadi aku akan memberi perhitungan padanya. dan melepaskan mu. tapi, jika kau tidak bisa memberi tahuku. maka kau yang aku anggap dan menerima pembalasan ku" jawabku.


"Tidak tidak, baik aku akan memberi tahu mu. dimana Jodi sekarang tinggal" ucapnya.


"Bagus, katakan di mana dia. dan mana fotonya?" jawabku.


"Fotonya ada di ponsel ku. tapi ponsel ku ada di dalam celana jeans ku. tolong lepaskan aku akan mengambilnya di hotel itu. lalu kembali kesini" ucapnya.


"Haha, kamu tidak perlu repot repot pergi dari sini." jawabku.


"Hey, ambil celananya" titah ku pada seorang lelaki suruhan ku.


Lelaki itu berjalan ke arah mobil. dan kembali beserta celana lelaki ini.


"Kau kira aku bodoh? membiarkan mu pergi dari sini? itu tidak akan terjadi. ini celana mu." jawabku seraya memegang celana jeans lelaki di depan Ku. yang sontak membuatmya terkejut.


Ku buka ponsel nya. dan mencari kontak bernama Jodi. aku menyuruh anak buah ku untuk menyimpan nomor tersebut. dan ku buka galery ponsel lelaki di depan ku. ku perhatikan beberapa foto yang terdapat di galery nya.


ku scroll terus ke bawah. hingga ku temukan dia tengah Selfi berdua dengan lelaki yang dulu ikut memperkosaku. di bagian dadanya terdapat nama Jodi. walau dengan berukuran kecil. namun aku jelas bisa melihatnya.


Namun, kala aku terus men scroll ke bawah, aku terkejut kala.melihat video ku yang dulu mereka jajahi. nafas ku memburu kala melihat video. dimana mereka menyerang ku dengan begitu ganas.


Teriakan ku yang meminta untuk di lepaskan pun tak mereka hiraukan. malah mereka merekam ku. atas perbuatan keji mereka.


"Apa kau begitu menikmati tubuh ku, sampai kau merekamnya?" tanya ku pada lelaki di hadapan ku. sembari ku tunjukan video di tangan ku.


"Hah, itu eemm tidak. itu bukan aku" jawabnya gugup.


"Itu, aku di suruh Jodi" jawabnya.


"Sepertinya kau sangat suka mengabadikan sebuah momen? kali ini aku akan mengabadikan momen di ponsel mu. namun bukan momen pornografi melainkan momen di mana kau meregang nyawa!" ucapku.


"Tidak, bukan kah kau sudah berjanji akan melepaskan Ku setelah ku katakan siapa yang memperkosaku?" jawabnya.


"Ya, tapi bukan kah kau juga ikut mencicipi tubuhku bukan?" ucapku.


"Aku hanya di paksa, aku mohon lepaskan aku" jawabnya.


"Dipaksa? kau kira aku bodoh? di mana ada orang memperkosa dengan paksaan?" ucapku.


"Tapi aku tidak berniat melakukan itu padamu, aku hanya ikut" jawabnya.


"Ikut, tapi bukan kah kau yang merekamnya sembari tertawa melihat teman mu menjajah tubuhku!" ucapku.


"Itu, aku mohon maafkan aku" jawabnya.


"Kau ingin aku lepaskan? baik. katakan sesuatu untuk aku melepaskan mu?" ucapku


"Tolong..." jawabnya.


"Sayangnya, aku tidak berniat melepaskan mu. aku malah akan mengirim mu ke neraka. dan ya, aku tidak sengaja melakukan ini padamu. aku hanya terpaksa!" ucapku mengulang kata katanya.


"Tolong.......


"Haha, berteriak lah sesuka hatimu. kau kira disini akan ada orang yang mendengar teriakan mu itu?" ucapku sembari tertawa.


"Ku mohon lepaskan aku. biarkan aku pergi. tolong....." jawabnya.


"Tolong...Tolong...Tolong....


"Kalian, lakukan tugas kalian. dan jangan sampai jasadnya di temukan. lakukan sepeti apa yang kalian lakukan pada Jalu" titah ku pada empat orang suruhan ku.


"Baik Bu," jawabnya


Aku pun berjalan keluar gudang ini. aku mendengar teriakan lelaki itu beberapa kali dia berteriak meminta tolong.


ku kendarai mobilku. hingga di tengah perjalanan. ku dapati sebuah pesan masuk di ponsel Ku. orang bayaran ku mengabari bahwa mereka telah selesai dengan pekerjaan mereka. dan mereka mengirimkan video kala lelaki itu meregang nyawanya.


senyum ku kembali mengembang. tidak ku sangka, aku bisa membalaskan dendam Ku.


hingga mobil yang ku kendarai terus memasuki jalanan kota. dan aku putuskan untuk menginap di rumah ku. Ya, selama ini aku baru tiga kali tidur di rumah ku.


Sesampai nya aku di rumah Ku. aku segera membersihkan diriku. dan berganti pakaian.


"Bu, mau saya masakin makanan?" tanya pembantuku.


"Tidak usah, nanti saya pesan saja" jawabku.


Beberapa saat berguling di kasur ku yang empuk. aku mendapatkan sebuah pesan. dimana mbak Sri mengabarkan bahwa Bapak mba Nurma kritis. dan akan di bawa ke rumah sakit.


Mendengar itu, membuatku sangat terkejut.


"Hallo mbak Sri" ucapku kala sambungan telpon telah tersambung.


"Hallo Lea," jawabnya.


"Apa yang terjadi? dan bagaimana sekarang kondisi bapak?" ucapku.


"Sudah seminggu pakde sakit. dan semalam dia tidak bangun sampai sekarang. kami kira dia tidur pulas. karna sebelumnya susah tidur. namun kala bidan memeriksanya. dia dikatakan koma. Lalu kami dapat rujukan untuk membawanya ke rumah sakit besar di kota" jawabnya.


"Apa sudah di bawa mbak?" ucapku.


"Sudah Lea, sekarang kami semua ada di rumah sakit. dan menunggu dokter yang menangani pakde keluar" jawabnya.


"Mbak, aku akan mengirim uang untuk biaya rumah sakit bapak" ucapku.


"Iya Lea, terima kasih sebelumnya" jawabnya.


"Mbak, aku sudah mengirim uang untuk biaya bapak di sana, tolong kabari aku jika ada kabar baik dari dokter" ucapku sambil mengirim sebuah pesan ke mbak Sri.


"Baik Lea, mohon doakan pakde ya. dan terima kasih atas bantuan nya. semoga Allah membalas semua kebaikan mu pada kami" jawabnya.


"Iya mbak, sama sama" ucapku.