
"Assalamualaikum..." terdengar seseorang mengucapkan salam diluar pintu, dengan segera Bi Ijah membukakan pintu kamar Dina..dibukanya lebar lebar pintu kamar itu.
"wa'alaikumsalam," terdengar jawaban dari dalam. Dina tersenyum manis sudah duduk di kursi rodanya,
"bibi permisi dulu ya non,,"Bi Ijah hendak pamit kebelakang karena takut mengganggu mereka.
"Bi,,bibi mau kemana?"tanya Jiran.
" bibi mau kedapur dulu den.."jawab Bi Ijah.
" disini saja dulu Bi,,saya cuma sebentar kok..."ujar Jiran.."ini kan di kamar Bi..saya Gk boleh berdua Duaan dengannya disini..kami kan belum muhrim Bi..."ujarnya lagi.
"iya Bi,..bibi disini aja temenin kita ngobrol..."Dina pun setuju dengan kata kata Jiran.
" baiklah non.."Bi Ijah mengangguk.
" Dina,, gimana kondisi kamu sekarang,apa kamu sudah merasa lebih baik??Jiran duduk di sofa kamar agak jauh dari Dina yang berada disampung tempat tidurnya.
" Alhamdulillah,seperti yang kamu lihat..kini aku sudah sehat..hanya saja kakiku masih lemas dan belum bisa berjalan lagi..."
" apa kamu mau terapi di luar negri na??aku bisa bantu Carikan rumah sakit terbaik disana.."jiran.
"aku tidak apa apa Jiran..disini juga bagus rumah sakitnya...sebentar lagi aku juga pasti sudah bisa berjalan lagi, kamu tidak usah khawatir" ujar Dina bersemangat.
mereka pun berbincang. Bi Ijah,Dina dan Jiran tidak ada kecanggungan diantara mereka. seperti mengalir saja...meskipun Bi Ijah hanyalah seorang asisten rumah tangga ,tapi Jiran tidak risih atau malu.
tanpa terasa sudah hampir Lewat jam dua belas siang...mereka pun turun kebawah untuk makan siang bersama ibu Sinta.
" Tante...", jiran menyapa Tante Sinta dengan ramah...
" Jiran,,papa mamamu tidak ikut kesini nak?" tanya ibu Sinta..
" maaf Tante papa sama Mama sedang ada meeting di resort..jadi kemungkinan tidak bisa kemari Tante.."
" papa dan mamamu memang sangat sibuk,,mereka pekerja keras...tak heran kamu pun seperti mereka pekerja keras..."puji ibu sinta...
" Dina, Jiran ini anak yang sangat rajin beribadah..dia pekerja keras dan mapan..."ibu Sinta terlihat tersenyum bahagia ...
" iya Bu,,Jiran memang terlihat seperti itu.."ucap Dina sedikit malu...ia tidak biasa melontarkan pujian kepada orang lain terlebih laki laki...Dina pun tidak pernah memuji mantan kekasihnya dulu...
" sudah Tante,,jangan puji saya terus..nanti saya bisa terbang lho...." ujarnya terkekeh...
" Jiran, Tante minta kamu panggil Tante ibu ya...karena kelak kamu kan akan menjadi anak ibu..."
" Bu..." Dina
" Apa Tante yakin ingin saya jadi anak Tante?" tanya Jiran.
" Tante sangat yakin,kamu bisa menjaga Dina anak Tante..."ujar ibu Sinta.
Dina yang tak mengerti maksud dari kata kata ibunya itu memilih diam saja sambil menikmati makan siang mereka...sedangkan Jiran yang sudah mengetahui semuanya lewat orang tuanya hanya bisa tersenyum dan meng-iya kan permintaan ibu Sinta.
Dina sangat menyukai taman..karena ia senang melihat bunga bunga bermekaran dan pohon yang basah terkena embun atau hujan.
Jiran,ibu Siska dan Dina berbincang di bangku taman.ditemani teh hangat dan camilan manis kesukaan Dina. Dina sangat menyukai camilan manis, terlebih coklat. baginya coklat bukan hanya memberikan rasa manis tapi juga pahit,seperti kehidupan.
tak terasa hari sudah semakin sore..Jiran pun pamit karena malam ini ia sudah harus kembali keluar negri.
" Dina apa aku boleh sering menghubungimu??"tanya Jiran ketika sudah berada di depan rumah.
" boleh, aku justru senang ada teman ngobrol lagi..."ucapnya agak sedih.
" apa kamu sedih aku pergi na??"Jiran semakin penasaran dengan perasaan Dina .
" aku sebenarnya sedih,, aku baru merasa punya teman lagi...tapi sudahlah,,,aku tidak apa apa..."ucapnya.
" jika aku kembali nanti aku pasti tidak akan pernah pergi lagi dari sini na,," Jiran tidak berani menatap wajah cantik Dina..ia tau belum pantas ia menatap Dina sekarang.
"aku janji..."
" jangan pernah kamu membuat janji jika kamu tidak yakin bisa menepatinya.."ujar Dina lirih..." aku tidak berharap kamu berjanji seperti itu,
" tapi aku sungguh sungguh na,tunggulah aku,apa kamu mau menungguku...??"tanya Jiran sungguh sungguh..ia masih tidak menatap Dina.
" jangan kamu meminta seorang wanita untuk menunggu,,..karena itu hanya akan membuat kesempatan lain padanya tanpa kepastian.." "sudahlah...aku masuk dulu ya,aku lelah"
*
*
*
*
*
*
HAI READERS....MAAF YA AKU BELUM BISA UP SERING SERING...KARENA TUGAS NEGARA...TAPI PASTI CERITA INI AKU LANJUTIN KOK,,ASALKAN KALIAN BANTU AKU LIKE DAN KOMEN YA...MAKASIH BANYAK SEMUA...SALAM SEMANGAT SELALU...