HIJRAH

HIJRAH
"MASA LALU KAK SINDI"


Setelah menunggu waktu, akhirnya malam pun tiba. aku mengenakan pakaian rapih yang ku miliki. memakai celana jeans ketat dan kaos berwarna hitam.


Aku begitu bersemangat kala mengetahui akan segera mendapat pekerjaan. semoga kali ini benar, bahwa aku akan mendapat pekerjaan dengan gaji yang besar, dengan begitu aku bisa memberi pelajaran pada mbak Siti. dan keluarga mas Rehan.


Mobil pun membelah jalanan yang tidak terlalu ramai. 30 menit dalam perjalanan. mobil yang di kendarai kak Sindi akhirnya tiba di salah satu gedung. yang entah apa itu. namun sangat ramai terdengar dari luar.


kak Sindi turun dan menggandeng tanganku. kami pun masuk ke dalam. suara musik yang begitu kencang benar benar membuat gendang telingaku bergetar,


Banyak sekali manusia di dalam sini. ada yang berjoget, ada yang duduk sambil berbincang. dan ada yang minum sambil mengemil.


kak Sindi terus menarik tangan ku.


"Lea, ini tempat kerja saya. kamu juga bisa bekerja disini jika kamu mau, saya tidak akan memaksakan itu padamu? namun penghasilan disini sangat lah besar, kamu bisa mengumpulkan banyak uang dalam waktu yang singkat. dan dengan itu kamu bisa membalas dendam akan rekan kerjaku itu" ucapnya kala kami duduk disalah satu kursi.


"Apa maksud kak Sindi? memang nya kak Sindi bekerja sebagai apa disini? dan sebenarnya ini tempat apa" jawabku yang tak tahu tempat apa yang tidak ku kenali ini.


"Saya bekerja sebagai wanita penghibur" ucapnya


"Apa?" jawabku


Seketika aku kaget bukan main, jadi kak sindi bekerja menjadi wanita penghibur?


"Iya, kamu bisa memilih, mau ikut bekerja disini, atau tidak pun tidak apa? saya tahu pekerjaan ini sangat Hina, namun kamu bisa dengan cepat membalaskan dendam kamu jika mendapat banyak uang dalam waktu yang singkat" ucapnya.


"Kak, saya tidak tahu. saya harus .memikirkan nya terlebih dahulu" jawabku


"Baik,ayo" ucapnya membawa ku kembali keluar.


aku pun mengikuti langkah nya.


"Kamu diam di dalam sini. dan jangan buka gorden mobil ini, AC nya saya buat menyala. agar kamu tidak kepanasan. setelah selesai dengan pekerjaan saya. kita akan pulang" ucapnya seraya menyuruhku diam dalam mobil mewahnya.


"Baik kak" jawabku..


Aku pun menunggu kak Sindi dalam waktu yang begitu lama, entah apa yang dia lakukan di dalam sana, yang jelas aku tidak boleh membuka jendela mobil nya. hingga rasa kantuk ku pun datang, dan tak sadar aku pun terlelap dalam mobil kak Sindi.


Hingga aku di kejutkan oleh sebuah benturan. saat ku buka mata ku. ku lihat mobil ini tengah melaju, dan kak Sindi tengah mengendarai mobil ini.


"Kak" ucapku sembari membenarkan posisi duduk ku.


"Kamu ngantuk ya, sampai lelap sekali tidurnya" jawabnya sembari terus melihat ke depan.


"Eemm, kak kenapa Kakak melarang ku membuka gorden jendela?" ucapku karna aku penasaran sekali.


"Itu untuk kebaikan kamu Lea, jika kamu membuka gorden jendela mobil. takutnya ada yang melihat kamu ada di dalam mobil. dan lebih buruk nya lagi. saya takut mereka berbuat jahat padamu" jawabnya.


"Memangnya mereka jahat kak?" ucapku.


"Tidak ada manusia yang bisa kamu percaya di sana Lea, saya disana hanya bekerja dan tidak berniat mempercayai atau berteman dengan salah satu dari mereka" jawabnya.


"jika memang demikian, mengapa kak Sindi mau bekerja disana?" ucapku.


"Semua karna keadaan Lea, tidak semua orang beruntung dalam hidupnya, salah satunya adalah saya" jawabnya


Tak sadar mobil pun tiba di rumah kak Sindi.


"Dengar Lea, saya bekerja di sana karna kerasnya hidup, yang akhirnya memaksa saya bekerja disana" ucapnya


"Kenapa kak?" jawabku.


"Saya terlahir dari keluarga yang serba kekurangan, kemiskinan keluarga saya membuat saya harus menikah dengan lelaki yang memaksa saya untuk menikahinya, demi membayar hutang hutang orang tua saya, saya pun bersedia menikahi lelaki tersebut, saya kira hidup saya akan berubah. namun saya salah. lelaki tersebut telah memiliki tiga istri. dan saya adalah istri ke empatnya. saya mendapat perlakuan yang kasar dari para istrinya. hingga saya mengandung, saya harus kehilangan bayi saya karna perbuatan mereka." ucapnya panjang lebar.


"Lalu?" jawabku semakin penasaran.


"Saya meminta keadilan pada suami saya, namun bukan nya mendapat keadilan. suami saya malah memukuli saya. sampai saya babak belur. " ucapnya sambil mata menatap lurus kedepan.


"Apa kak Sindi tidak pulang dan memberi tahu keluarga kak Sindi atas apa yang kak Sindi dapatkan?" jawabku.


"Setelah itu saya mencoba pergi, namun saya di kurung di gudang, selama itu saya hanya di beri makanan sisa, yang bisa di katakan hampir basi. saya menangisi nasib saya. selama satu Minggu saya di kurung. dan akhirnya saya berhasil Kabur melalui jendela. dan berhasil pulang ke rumah, namun...." ucapnya.


"Namun apa kak?" jawabku


"Saat saya kembali, orang tua saya dalam keadaan sakit. dan para tetangga mencibir kami. karna aku menikah dengan lelaki beristri, kehidupan di desa tidak lah mudah. terlebih jika kita menjadi warga yang miskin harta." ucapnya.


"Lalu?" jawabku.


Kehidupan ku semakin menderita, cibiran dan hinaan setiap hari aku dan keluargaku dapatkan dari warga sekitar. hingga aku mengemis meminta cerai pada suamiku itu, itu tidak mudah. karna dia yang memiliki banyak uang, membuat sebagian petugas desa berpihak padanya. hingga aku di jauhi oleh para warga desa. sampai ibuku meninggal" ucapnya.


"Lalu?" jawabku


"Aku tak ada pilihan, saat Ayah ku sakit parah, hingga memutuskan untuk bekerja dan membawa ayah ku ikut serta. pendidikan yang rendah membuatku sulit mendapat pekerjaan. setelah beberapa bulan. baru ku tahu, bahwa suamiku dalang dari susah nya aku mencari pekerjaan. dia sengaja membuatku sulit mencari pekerjaan agar aku dan ayah ku mati dalam ke adaan mengenaskan" ucapnya.


"Lalu?" jawabku.


"Aku memberanikan diri menemui mantan suamiku itu. dan berhasil bertemu dengan nya. kamu tahu apa yang dia dan para istrinya katakan?" ucapnya.


"Apa?" jawabku.


"Saya hanya sebuah benda yang sengaja di ambil untuk melunasi hutang orang tua saya, dan jika saya sudah tidak di butuhkan maka mereka bebas mau membuang saya," ucapnya.


"Lantas apa yang kak Sindi lakukan setelah nya?" jawabku.


"Mereka mengatakan saya tidak akan bisa hidup jika tidak bersama dan tinggal dengan mereka. bahkan jika saya mau kembali dengan menjadi kacung dan bersedia melayani beberapa rekan kerja mantan suamiku itu. mereka akan sangat senang dan membantu pengobatan ayah ku. hingga aku pergi dan menyimpan dendam untuk mereka semua. melihat ayah ku yang hanya tidur di atas kasur yang sangat tipis. membuatku membulatkan tekat ku. aku akan bekerja menjadi apapun asal bisa membiayai pengobatan ayahku. hingga aku menjadi seorang wanita penghibur. dan bisa mengobati ayahku, dan tidak hanya itu, selang satu tahun. aku berhasil membalas dendam oada mereka semua. dan mengambil alis tanah yang mereka rampas" ucapnya


"Lalu, dimana ayah ka Sindi sekarang?" jawabku.


"Ayah ku baru meninggal 6 bulan yang lalu, setelah ayah ku meninggal. aku bisa membeli rumah ini, dan bisa mempekerjakan BI Inah, wanita tua yang sulit mencari pekerjaan" ucapnya.


"Apa tidak ada pekerjaan yang lain kak, sampai kakak memilih jalan ini?" jawabku.


"Dengar Lea, saya hanya lulusan SD, jikapun bisa bekerja paling hanya menjadi pembantu. yang memiliki gajih yang tidak sebanding dengan pekerjaannya. bahkan jika kita tidak beruntung. bisa mengalami seperti apa yang kamu alami kemarin." ucapnya.


"Memang nya berapa gaji yang kak Sindi dapatkan dari hasil bekerja menjadi wanita penghibur?" jawabku.


"Ini" ucapnya seraya mengeluarkan sejumblah uang berwarna merah dari dalam tas nya.


Aku bahkan tidak tahu jumlah uang tersebut ada berapa? Namun yang jelas sangat banyak.