HIJRAH

HIJRAH
"UNDANGAN IBU REHAN"


[ Uang memang bisa membeli hati manusia, buktinya waktu aku miskin selalu di hina. Bahkan sama keluarga dia? Tapi setelah kaya. Lihat lah mereka langsung merestui nya]


Sengaja aku memposting foto rumah mewah dan mobil keluaran terbaru ku yang sudah lama terparkir di garasi mobilku. Aku yakin, mas Rehan pasti melihat nya.


Bukan hanya memposting rumah dan mobil ku, aku juga memposting video pendek yang memperlihat kan koleksi tas mahal ku, serta beberapa koleksi perhiasan serta barang barang mahal ku.


1 jam kemudian.....


[Lea, aku tahu postingan mu untuk siapa?]


Sebuah pesan masuk dari mas Rehan. Lekas ku buka dan membalasnya.


[Bagus lah kalau kamu sekarang sudah pandai] jawabku.


[Lea, aku sedang dalam masalah bisakah kamu menemaniku di rumah sakit. Mommy terkena serangan jantung] balasnya.


[ Aku tidak punya waktu, lagian itu kan ibumu. Mengapa aku harus repot repot pergi kesana] jawabku.


[Lea, aku mohon. Aku butuh teman bicara. Saat ini pikiran ku tengah kacau.] Balasnya.


[Kenapa harus aku?] Jawabku.


[ Kumohon Lea] balasnya.


............


Aku tidak membalas pesan dari mas Rehan, malas banget jika aku harus menemui lelaki itu, tapi tunggu!


Bukan kah ini bagus, dengan begitu aku bisa melihat secara langsung penderitaan mereka semua?


Aku pun bergegas mengenakan pakaian terbagus dan termahal ku. Aku pun menaiki mobil keluaran terbaru ku. Yang baru ku pakai beberapa kali saja. Dan lekas ku lajukan menuju rumah sakit. Di mana mantan majikan ku di rawat.


[Lea, kamu dimana?] Sebuah pesan masuk dari Kak Sindi.


[ Aku sedang dalam perjalanan ke rumah sakit kak] balasku.


[Rumah sakit? Siapa yang sakit. Kamu kenapa Lea?] Ucapnya.


[Bukan aku, tapi ibu nya mas Rehan] balasku.


[Apa, ibunya Rehan?] Ucapnya.


[Iya kak, aku tidak mungkin menyianyiakan kesempatan ini] balasku.


[Ya ampun, kakak kira kamu sudah memaafkan mereka. Dan akan kembali pada Rehan] ucapnya.


[Itu tidak mungkin terjadi kak,] balasku.


[Ya sudah, hati hati] ucapnya


Aku terus melajukan mobil ku hingga sampai di area rumah sakit, setelah memarkirkan mobil mewah ku. Lekas aku berjalan masuk dan melihat mas Rehan tengah duduk di kursi rumah sakit, di depan nya sebuah ruang ICU terpampang jelas.


Aku berjalan mendekat ke arah lelaki itu. Aku begitu menyukai wajah kacau mas Rehan.


Lelaki yang biasa nya terlihat gagah, kini hanya tertunduk meratapi nasib nya.


"Lea? Akhirnya kamu datang juga" ucapnya seraya berdiri dan hendak memeluk ku. Namun dengan cepat aku menghindar.


"Jangan pernah berpikir untuk menyentuhku," jawabku. Yang sontak membuat lelaki ini terkejut.


"Eemm, baik lah. Aku senang akhirnya kamu datang" ucapnya.


"Tentu saja, aku ingin melihat apa yang terjadi?" Jawabku.


"Mommy terkena serangan jantung. Sekarang dia sedang koma. Dokter mengatakan beruntung Mommy di bawa di waktu yang tepat. Jika telat sedikit saja maka hal buruk pasti terjadi" ucapnya


"Serangan jantung, berarti ibumu terkejut karna satu hal? Tidak mungkin seseorang terkena serangan jantung tiba tiba" jawabku yang langsung membuat lelaki ini mengangkat kepala nya.


"Itu, Mommy terkena serangan jantung karna kelelahan saja. Aku yakin dia tidak akan kenapa kenapa" ucapnya.


Pandai sekali kamu berbohong mas, kamu menyembunyikan aib keluarga mu. Mungkin kamu malu dengan apa yang terjadi pada Ayah mu. Yang selalu kalian banggakan?


Namun kamu lupa satu hal, dulu kalian mempermalukan ku sebegitu kejam nya. Hingga membuat ku di pandang sebagai manusia terhina di muka bumi.


"Rehan, bagaimana kondisi Mommy mu?" Ucapnya begitu tergesa.


"Mau apa kamu kesini?" Jawab nya


"Rehan, Daddy bisa menjelaskan semua nya." Ucapnya.


"Sudah tidak ada lagi yang harus anda jelaskan, semua nya sudah sangat jelas. Sekarang saya minta anda pergi dari sini" jawabnya.


Lelaki itu nampak melihat ke arahku. Aku tak tahu? Dia masih mengenaliku atau tidak. Itu tidak penting bagiku. Karna akan jauh lebih bagus jika lelaki itu masih mengenaliku. Wanita yang dia hina, yang dia tampar berulang kali. Karna berpacaran dengan anak nya. Yang dia Jambak rambut nya sampai tubuhnya terseret beberapa meter,


"Dia, siapa dia? Sepertinya Daddy pernah melihat nya?" Ucapnya seraya terus melihat ke arah ku.


"Dia..." Jawab mas Rehan.


"Saya Lea, pembantu yang dulu anda hina dan siksa, masih ingat tuan?!" Jawabku seraya berdiri dan menghadap ke arah nya.


"Apa, mengapa kamu ada di sini? Dan mengapa kamu berubah?" Ucapnya


"Cukup, mau Lea ada disini atau tidak. Itu bukan urusan Anda. Saya minta anda yang pergi dari sini. Atau saya akan panggil ke aman untuk mengusir anda!" Jawab mas Rehan.


"Baik lah, jika kamu tidak ingin Daddy ada disini. Daddy akan pergi. Tapi kabari Daddy tentang kondisi Mommy mu" ucapnya.


Lelaki itu pun akhirnya pergi dengan kepala tertunduk ke bawah, rasakan!


Ini semua baru formula'an. Akan ada banyak sekali kejutan menanti kalian semua. Termasuk kamu mas Rehan.


******************************


Satu Minggu Kemudian.....


Kondisi ibu mas rehan sudah mulai pulih. Dan hari ini dia di perbolehkan untuk kembali ke rumah, anak buah ku juga sudah mengabarkan bahwa kejutan baru telah siap. Dan menunggu hasilnya.


Aku tidak sabar untuk melihat hasilnya itu. Hingga satu hari, aku di minta mas Rehan untuk mengunjungi ibunya. Katanya ibu nya selalu menanyakan diriku?


Entah itu hanya sebuah alasan, atau memang benar. Aku tidak perduli.


Setelah mobilku sampai di depan rumah. Yang masih jelas menggambarkan penyiksaan terhadapku. Ku tatap halaman di mana tubuhku di lempar dari ambang pintu besar itu,


"Lea, akhirnya kamu mau datang juga ke rumah ku" ucap mas Rehan dengan wajah berserinya itu.


"Aku tidak banyak waktu, mau apa ibumu ingin bertemu dengan ku?" Jawabku.


"Mommy selalu menanyakan mu Lea, ayo masuk dulu" ucapnya seraya mempersilahkan ku masuk.


Hingga aku pun sampai di dalam rumah, bayangan penyiksaan ku semakin jelas terlihat, disini, di tempat yang kini ku duduki. Dulu aku di adili.


.


"Lea, terima kasih sudah mau datang" ucap wanita yang masih duduk di atas kursi roda.


Aku sengaja tidak menjawab ucapan nya.


"Lea, kamu sangat cantik. Rehan mengatakan bahwa kamu sudah sukses sekarang. Saya ikut senang mendengarnya. Kamu memang tidak cocok jadi pembantu. Apa kamu sudah menikah?" Ucapnya


"Belum" jawabku


"Syukurlah, saya mau meminta maaf atas perbuatan saya yang dulu. Saya khilaf. Dan saya mau meminta apa kamu bersedia menikah dengan Rehan? Karna Rehan sangat mencintai kamu," ucapnya begitu yakin.


"Jadi anda meminta saya datang kesini hanya untuk itu?" Jawabku.


"Ya, saya sangat ingin menjadikan kamu menantu saya Lea, kamu gadis baik dan sangat cantik. Kamu bersedia kan menikah dengan putra saya?" Ucapnya.


"Sayang nya saya sudah tertarik pada anak anda lagi!" Jawabku yang sontak meruntuhkan keyakinan dua manusia di hadapan ku.


Apa mereka berpikir, aku akan menerima tawaran mereka? Apa mereka kira aku wanita yang bodoh, setelah mereka buang. Dan setelah aku sukses mereka hendak mengambilku lagi.


"Maksud mu Nak?" Ucapnya.


..........