
Kak Sindi mengatakan penampilan ku sekarang sangat jauh berbeda. walau sebelumnya aku memang telah memiliki kulit yang putih. tapi sekarang dari ujung rambut hingga ujung kaki. aku merawatnya dan bonusnya adalah. penampilan ku sangat sangat jauh berbeda.
sesampainya di Cafe yang biasa aku datangi. tiba tiba ponsel ku berdering. ku ambil di dalam tas ku dan melihat siapa yang tengah menghubungiku. rupanya nomor mbak Sri terpampang di layar ponsel ku.
"Hallo mbak" ucapku.
"Hallo Lea, Lea sepertinya kamu salah kirim uang deh, coba kamu cek kembali" jawabnya yang terdengar panik.
"Ah masa sih mbak?" ucapku yang juga ikut panik. apa aku salah mengetik nomor rekening mbak Sri?
Ku cek ulang riwayat transaksi ku. dan tidak ada yang salah.
"Mbak, tidak ada yang salah kok mbak. memang nya kenapa?" ucapku kemudian.
.
"Kamu yakin, itu kamu kirim uang 15 juta Lea. kayak nya kamu kelebihan menaruh angka Nol nya" jawabnya.
"Tidak kok mbak, aku memang mengirim uang 15 juta untuk ibu" ucapku menjelaskan.
"Apa" jawabnya.
Beberapa saat terdengar mbak Sri berbicara dengan bahasa daerahnya. aku tak tahu dia sedang berbicara dengan siapa di sana?
"Lea, ini budhe ingin bicara katanya" ucap mbak Sri kemudian.
"Haloo Nak" ucap Ibu.
"Hallo Bu" jawabku.
"Kamu sehat di sana Nak?" ucapnya.
"Lea sehat Bu, bagaimana dengan ibu dan yang lain. apa semua nya sehat?" jawabku.
"Semua nya sehat Nak, Nak. Sri mengatakan kamu mengirim uang 15 juta ke rekeningnya? apa benar itu" ucapnya.
"Iya Bu, " jawabku.
"Nak, kenapa kamu mengirim uang sebanyak itu? apa kamu ada uang disana?" ucapnya.
"Ada Bu, uang itu silahkan ibu pergunakan untuk semua kebutuhan ibu. saya minta ibu jangan bekerja lagi. karna saya akan mengirim uang untuk kebutuhan ibu dan yang lain. tolong bawa bapak berobat. agar cepat sembuh. dan beri juga makanan yang sehat untuk bapak dan yang lain. dan saya titip Zani dan Zian Bu. saya harap mereka bisa mewujudkan cita citanya" jawabku panjang lebar.
"Nak, kamu baik sekali. memang nya kamu kerja apa Nak? sampai mengirim uang sebanyak ini" ucapnya.
Seketika aku bingung harus menjawab apa? Jika aku mengatakan bahwa aku menjadi wanita penghibur sudah pasti ibu tidak akan menerima uang ku. dan aku juga tidak bisa membantu mereka.
"Saya bekerja jadi model Bu, ada orang yang kaya sekali. yang menjadikan saya model. hingga saya mendapatkan gaji yang lumayan besar Bu" jawabku berbohong.
"Syukurlah nak, ibu ikut bahagia mendengarnya. kamu jaga diri baik baik ya disana. dan jaga kesehatan. sering sering lah memberi kabar. dan mampir juga kesini kalau ada waktu luang ya Nak" ucapnya.
"Baik Bu, kalau saya ada waktu senggang. saya akan berkunjung lagi kesana" jawabku.
"Baik nak, ibu tunggu ya" ucapnya
Hingga sambungan telpon pun berakhir. aku dan kak Sindi kembali melanjutkan acara makan makan.
"Bagaimana kabar mereka semua Lea?" tanya kak Sindi yang sedang memotong daging steak di hadapan nya.
"Semua nya baik kak" jawabku
"Syukurlah, kamu sudah kirim uang ke mereka?" ucapnya.
"Sudah kak, tadi aku sudah kirim uang" jawabku.
"Lalu, kapan kita melancarkan aksi kita memasukan Siti ke penjara?" ucapnya sembari mengunyah daging nya.
"Besok kak" jawabku
"Serius? apa rencana nya kok kamu belum kasih tahu kakak" ucapnya protes.
"Besok kakak akan tahu" jawabku tersenyum.
**********
Hari ini adalah hari yang sudah ku tunggu beberapa waktu. aku mengajak kak Sindi datang lagi ke perumahan tempat wanita jahat itu tinggal dan bekerja.
"Jagan harap kamu akan tenang, dan merasa bebas di bawah lindungan majikan mu itu Siti. karna aku yang akan menjadi bumerang kehancuran mu" ucapku dalam hati.
aku meminta kak Sindi memberhentikan mobilnya agak jauh dari rumah mantan majikan ku itu.
Dan rupanya keberuntungan sedang berpihak padaku. wanita jahat itu tengah membersihkan tempat sampah yang terletak di depan rumah.
"Kak, aku akan turun kesana sendiri. kak Sindi tolong buat video dari jarak jauh. takut nya terjadi sesuatu padaku disana. kita akan memiliki bukti untuk menjebloskan wanita itu" ucapku pada kak Sindi.
"Oke Lea," jawab kak Sindi paham.
Aku dan kak Sindi pun turun dari mobil. kak Sindi bersembunyi di balik pohon yang berada di depan rumah warga yang lain. dan aku berjalan menghampiri wanita itu.
aku paham betul, di jam segini mantan majikan ku akan berada di dalam kamar nya. dan mas Rehan, aku yakin lelaki itu sudah berangkat ke luar negri lagi. dengan begini. aku akan leluasa menemui wanita ini.
Ku langkahkan kaki ku, hingga sampai di samping wanita jahat ini.
dia menoleh setelah menyadari ada orang yang tengah memperhatikan dirinya.
"Lea?" ucapnya terkejut.
"Ya, " jawabku dengan angkuh.
"Bagaimana bisa kamu ada disini, dan penampilan mu?" ucapnya seraya memperhatikan penampilan ku.
Ya, walau aku hanya mengenakan celana jeans dan baju crop. tapi ku yakin. penampilanku sukses membuat wanita ini terkejut, bagaimana tidak? setiap Minggu aku melakukan perawatan tubuh. sampai kulit ku putih mulus.
"Kenapa, ada masalah?" jawabku.
"Kenapa kamu kesini? mau apa kamu" ucapnya..
"Aku datang kesini mau lihat ke adaan kamu yang sangat mengenaskan setelah aku tinggalkan,"jawabku
"Apa maksud kamu,"ucapnya.dengan nada suara yang sedikit meninggi.
"Hush, jangan berisik. nanti kamu di anggap tidak waras karna teriak teriak" jawabku
"Berani kamu ya sekarang" ucapnya seraya hendak menamparku. namun segera ku tepis dan membuang tangan nya ke segala arah. dan membuat tubuh kecil wanita ini sedikit terjerembab.
"Ets, jangan berani pegang aku ya, kita itu tidak level. babu seperti kamu tidak pantas menyentuh tubuhku yang bagus dan mulus ini" jawabku.
"Berani kamu bicara begitu?" ucapnya dengan mata melotot.
"Memang benar kan, body ku dan body mu sangat jauh berbeda. itu sebab nya mas Rehan menyukaiku, dan mengabaikan mu!" jawabku.
Ku lihat nafas nya semakin memburu, itu tandanya aku berhasil memancing amarah wanita ini
"Lihat aku sekarang, setelah keluar dari rumah derita ini, aku berhasil sukses di luaran sana. hingga aku memiliki penampilan yang sangat jauh berbeda dengan kamu. kamu pikir. setelah kamu merampok uang ku. aku akan jadi gelandangan begitu" ucapku lagi.
"Cari mati kamu datang kesini!" jawabnya dengan wajah yang sangat memerah.
"Kenapa? apa kamu akan membunuhku seperti kamu membunuh mbak Nurma?" ucapku
"jadi kamu sudah tahu tentang kematian mbak mu itu, bagus lah dengan begitu aku tidak perlu repot repot memberi tahu mu" jawabnya dengan senyum licik nya
"Jadi benar, kamu yang sudah membunuh mbak Nurma?" ucapku.
"Iya, aku yang sudah membunuh wanita itu. kenapa? kamu heran karna aku masih bebas" jawabnya yang begitu puas.
"Aku akan melaporkan mu ke polisi. atas perbuatan mu" ucapku.
"Silahkan, aku tidak takut. polisi itu semua nya bodoh. mereka membebaskan ku karna uang yang menyumpal mulut mereka." jawabnya seraya tertawa.
"Jahat kamu" ucapku.
"iya, aku memang jahat. lalu kenapa? dengar Lea. aku akan melakukan hal yang sama jika kamu berani mencampuri urusan ku!" jawabnya.
Segera ku matikan rekaman di ponsel ku. ku rasa pengakuan wanita ini sudah cukup untuk membuatnya membusuk di penjara.
"Haha, memang nya kamu bisa melakukan apa?" ucapku.
tanpa di duga dia hendak memukulku dengan sebuah batu yang tergeletak di bawah. namun aku segera menepisnya. dan membuang batu itu segelas arah.
lekas ku dorong tubuh wanita itu yang kecil. hingga dia masuk ke dalam tempat sampah.
"Dengar, lihat aku dan kamu sangat jauh berbeda? bukan hanya dari pisik. tapi juga dari kehidupan. kamu lihat sekarang kamu berada di mana? tempat sampah bukan. itu adalah tempat yang sesuai dengan orang sejahat kamu, dan kamu dengar, aku akan menyeretmu ke dalam penjara. itu janjiku!" ucapku seraya meninggalkan wanita itu di dalam tempat sampah.
.......