HIJRAH

HIJRAH
"KEMARAHAN DANU"


Lama kami saling terdiam, aku tak tahu? apa yang saat ini ada dalam pikiran lelaki di hadapan ku, lelaki yang berhasil mengubah jalan berpikir ku, dan lelaki yang berhasil membuatku Yakin, akan takdir tuhan itu nyata.


Danu diam seribu bahasa. aku tahu? dia pasti kaget dan sangat sangat terkejut akan seluk beluk kedua orang tuaku. walau bagaimana pun Danu adalah dokter muda yang sukses dengan karir nya. dia juga memiliki Nama baik di kalangan teman teman dokter dan juga teman nya Angga.


Tidak mungkin juga dia akan menikahi wanita yang berlatar belakang buruk seperti ku. bukan hanya aku yang mantan pelacur. keluargaku juga tidak ada yang memiliki latar belakang yang baik.


"Kita sudah selesai disini? bisa kita pergi sekarang" Ucap Danu datar.


Sudah ku duga. Danu pasti akan marah padaku. dia pasti akan membatalkan semua rencana pernikahan kita. Ya Allah, ku mohon kuat kan lah aku. ku mohon, tabahkan lah hatiku. untuk bisa menerima semua ini.


"Eemm iya, sudah selesai. kita bisa pulang sekarang" Jawabku kaku.


"Lea, Biar aku yang kemudikan mobilnya" Ucap Danu dengan nada yang masih sama datar nya.


"Baik" Jawabku.


Danu memasuki mobil dan duduk di belakang kemudi. sedangkan aku duduk di kursi samping kemudi. tidak ada obrolan antara kami berdua. sepanjang perjalanan hanya Hening,


Melihat sikap Danu yang berubah sangat dingin seperti ini, aku sangat Yakin. jika dia pasti akan membatalkan semua rencana kita.


Danu mengemudikan mobil dengan kecepatan cukup tinggi, tidak biasanya. biasanya dia mengemudikan mobil dengan pelan.


Kali ini, dia mengemudikan mobil seperti orang kesetanan.


Ya Allah, ku mohon tenangkan lah Danu, ku mohon jagalah kami berdua ya Allah.


Sepanjang perjalanan nafas ku terasa memburu. kian lama nafasku kian terasa sesak. jantung berdegup tak tentu arah.


"Danu, ini bukan jalan menuju rumahku atau pun rumah mu? kita akan pergi kemana?" Tanyaku. karna Danu mengemudikan mobil memasuki area Tol. di mana ini bukan arah menuju rumah kami .


Tidak ada jawaban dari Danu, dia hanya menatap lurus ke depan.


Jantung ku semakin berdebar tak tentu arah. sebenarnya Danu akan membawaku pergi kemana?


Aku hanya diam. sepanjang perjalanan, tak henti hentinya aku berdoa kepada Allah. agar Danu bisa tenang. dan kami bisa selamat.


Walau nafas ku terasa sesak karna rasa takut, aku tidak memiliki cukup keberanian untuk bertanya lagi pada Danu? pertanyaan ku tadi saja tidak di hiraukan oleh nya.


20 Menit Kemudian.............


"Danu, sebenarnya kita akan pergi kemana?" Tanyaku.


Danu masih diam seribu bahasa. dia masih tidak menghiraukan pertanyaan ku.


"Danu, ku mohon maafkan aku. aku tidak bermaksud menipumu. aku sendiri tidak tahu jika kedua orang tuaku akan bertindak sedemikian rupa" Ucapku lagi. Namun masih sama. tidak ada jawaban apapun dari Danu.


"Danu, aku tidak apa apa. jika kau akan membatalkan pernikahan kita. dan jika kau membenci serta menjauh dariku pun, aku tidak akan marah


aku berjanji, akan menerima semuanya dengan lapang hati. Danu, ku mohon maafkan lah aku. biarkan aku menebus semua waktu mu yang telah terbuang percuma. ku mohon jangan begini Danu, setidaknya pikirkan lah Angga dan orang orang yang menyayangimu" Ucapku lagi. tidak terasa air mataku menetes.


Danu masih tidak menjawab ucapan ku.


"Danu, apakah kamu semarah itu padaku? apakah kamu begitu kecewa, setelah mengetahui bahwa keluargaku tidak ada yang terhormat? aku juga tahu, siapa yang Sudi menikah dengan wanita sepertiku. bahkan bukan hanya masa lalu ku yang kelam. bahkan keluargaku juga memiliki riwayat hidup yang sangat buruk. ku mohon jangan begini Danu" Ucapku sembari menangis.


Aku hanya tidak ingin memulai sebuah hubungan dengan kebohongan. itu sebab nya aku mengatakan yang sebenarnya. ku kira, kejujuran ku tidak akan membuat Danu se murka ini padaku. rupanya aku salah.


Jikapun aku menyembunyikan kebenaran nya. aku sangat Yakin, suatu hari nanti. Danu akan mengetahui semuanya. entah dia akan tahu sendiri, atau dia akan tahu dari orang lain.


Bukan kah akan sangat menyakitkan, jika kita mengetahui sebuah kebenaran dari orang lain?


Bukan kah akan sangat sakit, jika pasangan jika menyembunyikan suatu Hal yang cukup serius.


Lantas? mengapa Danu semarah ini padaku?


Aku terus menangis. aku bukan menangisi kemarahan Danu. atau menangisi hubungan ku yang akan hancur beberapa saat lagi, aku hanya menangisi. betapa bersalah nya aku, sampai membuat lelaki yang ku kasihi semarah ini padaku?


Betapa bersalah nya aku, sampai aku membuat Danu, lelaki yang berhasil membawaku ke jalan yang benar, yang selalu membantuku. sampai mengorbankan keselamatan nya. saat ini di rundung rasa kecewa yang teramat sangat besar.


*******************


Aku tidak tahu, seberapa lama aku menangis.


hingga aku tidak sadar, bahwa mobil kami telah tiba di depan sebuah panti. panti asuhan yang terbilang berada jauh dari kota. ku tatap sekeliling. panti asuhan yang terlihat memiliki bangunan tua. Namun sangat terawat.


"Danu? mengapa kita kesini?" tanyaku pada Danu.


"Turun lah Lea" Jawab Danu masih datar.


Aku tidak lagi bertanya. segera ku usap sisa air mata yang masih membasahi pipi ku.


aku mengikuti langkah Danu.


kami terus berjalan memasuki area panti asuhan. banyak sekali anak anak yang bermain dengan riang gembira. tidak ada raut kesedihan di wajah mereka. mereka bermain, seperti tidak merasa kekurangan atau berbeda dengan anak lain nya.


Tidak terasa, bibirku tersenyum. kala melihat seorang gadis kecil yang tengah asik bermain boneka. dengan 2 anak yang berusia lebih besar darinya.


"Ini adalah tempat dimana aku di besarkan, dulu, aku sama seperti anak anak itu. bermain kesana kemari, tidak memiliki banyak pikiran. bahkan tidak tahu orang tua kandung ku. yang aku tahu? ibu panti adalah malaikat tak bersayap. dia membesarkan aku dan anak anak yang lain tanpa meminta balasan." Ucap Danu


"Jadi, ini panti asuhan yang dulu kamu ceritakan?" Jawabku.


"Ya, Ini rumah ku. rumah orang yang telah membesarkan ku. rumah di mana saudara saudara ku di besarkan dan tinggal. aku tidak tahu? dimana dan siapa orang tuaku. sama seperti anak anak yang lain. mereka juga tidak tahu? siapa orang tua mereka." Ucap Danu


"Eemm" Jawabku.


"Lea, siapa yang tahu? mungkin saja aku juga anak haram, dan perbuatan orang tuaku. lebih buruk dari perbuatan kedua orang tuamu. Tapi, bagaimana pun juga. perbuatan kedua orang tuamu. tidak lah bisa di benarkan. mereka tetap bersalah. karna telah membuang serta menjual anak mereka. walau mereka adalah orang tua mu, Namun, perbuatan mereka tetap lah salah" Ucap Danu.


"Ya, aku tahu itu. oleh sebab itu. aku ingin mengambil dan merawat adik adik ku. dan membawa mereka semua dari cengkraman kedua manusia yang bergelar orang tua." Jawabku


"Lea, kamu wanita yang baik. Kedua orang tua angkat mu pasti sangat bangga. mereka tidak Gagal membesarkan serta mendidik mu Lea. kamu memang wanita yang baik hati. sama seperti ucapan ustadz yang tadi. bahwa lelaki yang memiliki mu. adalah lelaki yang paling beruntung, kamu sama sekali tidak takut mengakui sebuah kebenaran. bahkan kamu begitu mudah mengatakan jati diri kamu. itu tidak mudah Lea. bahkan aku, aku belum bisa mengakui jati diriku kepada rekan rekan ku di rumah sakit. kamu luar biasa Lea." Ucap Danu.


"Maksud mu?" Jawabku bingung.


Danu diam, dia menatapku dengan tatapan yang tidak bisa ku artikan. entah apa yang ada di pikiran lelaki yang berdiri di hadapan ku?