HIJRAH

HIJRAH
ENDING KISAH KU


Tiga Bulan Kemudian..........


Kehidupan Lea dan Danu benar benar di lapisi oleh kebahagiaan. di usia ke tiga bulan pernikahan nya. Lea begitu telaten mengurus Suami dan bahkan mampu mengurus adik kecilnya.


Yuda benar benar mendapat kasih sayang seutuhnya dari Lea. Walau Yuda belum mengerti apa yang telah menimpa dirinya dan Saudara Saudara nya yang lain, Namun Lea mampu membuat Yuda tidak kekurangan kasih sayang. Selain menjadi Seorang istri, yang selalu berusaha menyediakan dan melayani keperluan Danu suami nya. Lea juga seorang wanita karir yang terbilang Sukses di usia muda nya.


Bisnis yang di jalani Lea semakin berkembang. Resto Resto nya berdiri di beberapa kota kota besar di Indonesia. bahkan kini Lea telah membuat sebuah rumah makan gratis. yang di peruntukan untuk semua kalangan yang tidak mampu.


Tidak semua orang bisa merasakan Nikmat nya sebuah makanan. Itu yang pernah ia rasakan dulu, harus menahan lapar dan kesedihan karna melihat orang tua nya harus menahan rasa lapar karna ekonomi yang sulit.


Lea bertekad membangun rumah makan gratis itu, semata mata untuk mengenang dan menghormati kedua orang tua angkat nya. bahkan rumah makan tersebut dia beri nama dengan Nama kedua orang tua angkat nya.


Lea sangat bersyukur, karna telah bertemu dengan kedua orang tua angkat nya. Karna mereka Lea bisa tahu. makna dan arti kehidupan. Dan karna jasa kedua nya. yang telah membesarkan dirinya dulu. hingga membuat Lea tahu, bahwa hidup itu tidak mudah. akan ada banyak rintangan yang akan kita hadapi di kemudian hari. dan akan ada banyak manusia berhati Malaikat. Yang akan Allah utus untuk menemani kita. Selama kita mampu bersabar, dalam menghadapi segala cobaan Yang Allah beri.


Karna Sejatinya, Allah akan bersama dengan orang orang yang bersabar......


***************************


Delapan Bulan Kemudian..........


"Alhamdulillah Ya Allah" Ucap ku. kala melihat sebuah Testpack, yang menandakan bahwa aku tengah mengandung.


Walau aku dan Danu tidak mempercepat kehamilan. karna kami lebih mempercayakan kepada Allah, kapan waktunya tiba. maka kami akan senang menerima nya. Kami lebih mempercayakan kepada sang Kholiq. yang lebih tahu perjalanan hidup dan Nasib kita semua.


terlebih Yuda juga masih kecil, aku dan Danu sangat senang bisa merawat Yuda.


Kami merawat Yuda bagai anak kami sendiri. Walau Yuda belum memahami? apa yang telah terjadi padanya. dan kedua orang tua nya. Namun, kami selalu berusaha untuk memberikan kasih sayang seutuhnya untuk Yuda.


Bukan Hanya Yuda, kami juga memberikan kasih sayang yang berlimpah untuk Indah, Putri Zian dan Zani.


Bagi Danu, mereka bukan hanya adik adik ku, Namun, mereka adalah harta yang tidak ternilai dalam kehidupan kami berdua.


Kami memberi kebebasan untuk mereka semua. kami memberi mereka semua untuk memutuskan tentang kehidupan mereka kedepannya.


kami tidak ingin ikut campur dalam urusan pribadi mereka. kami benar benar mempercayakan semua kepada mereka.


Indah memilih untuk melanjutkan kembali pendidikan nya. dia hanya tamatan kelas 5 Sekolah Dasar(SD)


Indah ingin kembali bersekolah dan menjadi wanita karir.


Putri memilih untuk masuk ke Pesantren. dia mengatakan, Jika dosa dosa yang telah ia perbuat sudah sangat banyak. dia hanya ingin bisa bertaubat. dan mengikuti langkah ku yang berhijrah. Kami memasukan Putri ke salah satu pesantren terbesar di Kota Tasik.


Putri sangat senang dan bahagia. kala kami telah mendaftarkan dirinya untuk menjadi salah satu Santri Wati di Pesantren tersebut.


Zani, kini dia tengah menempuh pendidikan sebagai juru perawat, Kami juga telah menyiapkan biaya Zani untuk masuk ke Universitas yang dia kehendaki Nanti.


Sedangkan Zian, dia telah lulus ujian untuk masuk Polri, Zian telah di Lantik dan mendapat gelar sebagai anggota Polri. seperti apa yang di Cita Cita kan dirinya dulu.


Tidak ingin melepas tanggung jawab, uang yang telah ku siapkan dulu. takut takut Zian ingin masuk Universitas. Uang itu telah kami siapkan untuk nya.


Sedangkan untuk Yuda. kami akan menyekolahkan Yuda setinggi tinggi nya. kami tidak akan membiarkan, apa yang menimpa diriku, dan kedua kakak perempuan nya. terulang kepada Yuda.


Hari ini, aku telah selesai memasak menu makan Malam. seperti hari hari biasanya. Danu akan bertanya? apa aku bisa masak untuk dia makan? Danu tidak pernah memaksa ku untuk melakukan apapun. dia hanya bertanya? apa aku mampu melakukan nya. Jika tidak, dia tidak akan marah dan kecewa.


"Sayang.." Ucap Danu yang baru saja pulang.


Seperti biasa nya. aku akan mencium tangan suamiku. sebagai Baktiku kepadanya. dan dia akan mencium kening ku dengan lembut nya.


"Wah, kamu masak apa hari ini?" Tanya Danu.


"Aku masak Ayam goreng lengkuas, sambal goreng dan tumis buncis, apa kamu suka?" Jawab ku.


"Apapun yang kamu masak, aku pasti menyukai nya. bahkan Jika kamu memberi ku racun sekalipun. aku pasti akan meminumnya" Ucap Danu seraya memegang pipi ku.


"Ah kamu, selalu saja begitu" Jawabku.


Setelah menunggu Danu bersiap untuk bergabung dengan kami di meja makan. Kami pun makan dengan lahap nya. Di jam segini, kami semua akan berkumpul di meja makan. karna di Jam segini, Zani, Zian Indah dan kak Sindi akan ada di rumah


"Eemm, aku ingin bicara sesuatu kepada kalian" Ucapku, setelah kami selesai makan.


"Apa itu Lea?" Jawab kak Sindi.


"Sesuatu yang penting" Ucapku.


"Penting, ada apa sayang? apa semua nya baik baik saja" Jawab Danu dengan wajah nampak cemas.


"Sebenarnya, beberapa hari belakangan ini. aku merasa badan ku tidak enak. kepala ku terkadang suka pusing sekali. bahkan aku juga sering merasa begitu lemas dan susah tidur." Ucapku.


"Apa, kamu sakit sayang? kenapa kamu tidak bilang. aku bisa memeriksa mu ayo" Jawab Danu seraya hendak menggandeng ku.


"Tidak, Tidak usah. tadi kebetulan sebelum pulang dari resto. aku mampir ke sebuah klinik. dan ini hasilnya" Jawab ku seraya mengeluarkan sebuah amplop di saku gamis ku.


Semua mata tertuju pada amplop putih bertulis kan salah satu nama Klinik kesehatan.


"Lea, apa itu? Apa kamu sakit" Tanya kak Sindi.


"Sini, biar aku lihat apa hasilnya sayang" Pinta Danu seraya meminta amplop di tangan ku.


Aku pun lekas memberikan amplop itu kepada Danu


"Ada apa Danu? apa hasil dari pemeriksaan Lea? dia sakit apa?" Tanya kak Sindi. yang cemas melihat ekspresi wajah Danu.


"Sayang?" Ucap Danu seraya melihat ke arah ku.


"Danu, cepat katakan apa hasil nya" Ucap kak Sindi yang terlihat semakin panik.


Beberapa saat hening di antara aku dan Danu, Danu menatap ku, seolah ingin tahu jawaban dari ku. hingga aku menganggukkan kepala ku.


."Alhamdulilah Ya Allah, terima kasih banyak" Ucap Danu seraya bersujud di tanah.


Sontak saja, apa yang di lakukan Danu membuat semua yang ada di meja makan berdiri dan keheranan.


Danu berdiri dan memeluk tubuh ku erat. berulang kali dia mencium pucuk kepala ku. dalam pelukan nya. ku rasakan jika dia menangis.


Semua menghampiri kami, dan ketika Zian membaca Surat pemeriksaan ku. Zian memberi tahu semua bahwa aku tengah Hamil. Sontak saja semua yang ada di ruangan itu berucap Syukur.


kak Sindi memeluk tubuhku. mencium ku dan kembali memeluk ku. .


Sebuah kebahagiaan yang hadir di antara kami. sebuah kesempatan Yang Allah berikan dan percayakan kepada kami berdua.


Seorang Anak.......


*********************************


Singkat Cerita, semenjak mengetahui kehamilan ku, Danu berubah drastis. dia sama sekali tidak membiarkan ku bergerak. bahkan aku sudah tidak di ijinkan untuk pergi ke resto, walau hanya sekedar memantau keadaan di resto.


Semua permasalahan Resto, aku memasrahkan nya kepada kak Sindi. bahkan, pola makan ku benar benar di jaga oleh Danu, dia memerintahkan Mbak Asih untuk benar benar memperhatikan makan ku. ketika dia atau kak Sindi tidak ada di rumah.


Saat ini, usia kandungan ku telah menginjak usia 8 bulan.


Selain telah mempersiapkan semua keperluan Bayi kami. aku juga tengah mempersiapkan hari besar ku. Hari di mana. akan sempurna nya seorang wanita. ketika dia melahirkan seorang Bayi dari rahim nya. dan akan terampuni segala dosa dosa nya. ketika dia melahirkan anak nya.


Sungguh, Allah benar benar memuliakan serta menyayangi seorang wanita. bahkan di saat dirinya melahirkan anak nya. Maka Allah akan menghapus semua dosa dosa wanita tersebut. Bahkan Allah juga telah menjanjikan Surga kepada para Wanita. yang mau meminta keridhoan suami nya. meminta maaf, di saat ada perselisihan. terlebih siapa yang bersalah dalam hal tersebut. Seorang istri yang meminta Maaf terlebih dahulu, akan di jamin masuk Surga oleh Allah.


Sebenarnya, apa yang hendak kita dustakan?


Allah telah memberi kita banyak sekali kenikmatan. terlebih sebagai seorang Wanita.


Allah memuliakan kita. dengan menjadikan telapak kaki kita sebagai Surga bagi anak anak kita. Allah meminta kita menutup semua aurat kita. agar hanya Suami kita lah yang berhak melihat nya. Allah memerintahkan kita menutup aurat kita. agar kita tidak di pandang hina oleh lawan jenis kita.


Bahkan, Allah menjadikan batu Hajar Aswad berwarna hitam. seperti warna yang Allah sukai untuk di kenakan kaum Hawa.


Entah, dengan cara apa lagi kita harus melupakan kenikmatan itu? sedangkan Allah telah memberikan nya dengan suka rela. dengan penuh kasih dan sayang.


" Sayang, perut ku sakit!" Ucapku yang terbangun di tengah malam. karna merasakan perut ku yang mulai sakit.


Danu sigap bangun dari tidur nya. dan setelah melihat air ketuban ku pecah di atas kasur. dia lekas membawa ku memasuki mobil. dan membawaku ke rumah sakit.


.45 Menit Kemudian...........


Bayi yang ku kandung selama 9 bulan. tepat nya hari ini adalah hari ke sembilan bulan untuk bayi ku. dia telah lahir ke dunia. dengan berjenis kelamin laki laki.


Wajah nya sangat mirip dengan Danu ayah nya. hidung yang mancung. dan kulit yang putih.........


Kebahagiaan kian terasa ketika aku membawa bayiku kembali ke rumah.


Beberapa sambutan selamat datang, di berikan dari beberapa rekan rekan Danu, pegawai ku di resto. dan tentunya keluarga yang teramat ku kasihi. Bahkan Putri menyempatkan diri untuk datang di acara penyambutan bayi ku.


Padahal aku tahu? pasti tidak mudah untuk bisa pulang dan meminta ijin.


*********************


Kehidupan ku telah berubah beribu ribu drastis. dari seorang anak miskin, kemudian menjadi wanita penghibur. dan kini aku telah menjadi seorang ibu. dan istri dari seorang lelaki yang sangat baik.


Zani telah menempuh pendidikan sebagai seorang dokter di salah satu Universitas besar di kota kami, Indah juga tengah belajar di salah satu Universitas. walau dia mengambil paket A, B dan C. Namun, dia dengan mudah di terima di salah satu Universitas di kota kami. selain menempuh pendidikan Hukum Indah juga tengah belajar Bisnis dan mengurus Resto ku.


Sedangkan Putri, Kebanggan yang luar biasa dari kami, karna dia telah mampu menghapal 30 juz Al Qur'an.


Jangan bertanya di mana bayi ku?


karna kini usianya telah menginjak 2 tahun,


Yuda menganggap Daniel sebagai adik nya. karna kami sejak dulu memperkenalkan bahwa kami adalah orang tua bagi Yuda.


Sebuah perjalanan hidup yang terkadang tidak lah mudah, sebuah kenyataan pahit, yang terkadang membuat kita harus mengerti alasan di balik semua itu?


Kejujuran memang lah tidak mudah untuk di lakukan. terkadang sebagian Manusia, akan lebih memilih untuk menyembunyikan sebuah kejujuran. demi mempertahan kan satu alasan.


Namun, Alangkah bodoh pemikiran seperti itu? karna kejujuran itu sangat mahal. maka balasan yang Allah janjikan juga tidak kah main main. .


Tetap Yakin dan percaya akan jalan yang telah Allah tuliskan untuk kita. tetap bersabar dan teruslah berjalan di jalan Allah. karna kita sebagai seorang Manusia dan Hamba. tidak tahu? kapan daun yang bertuliskan Nama kita. akan gugur dan jatuh dari pohon Sidratul Muntaha...


Kematian itu Hal yang Pasti, Maka sebelum kematian tersebut datang menghampiri kita. hendak nya kita terus bertawakal dan memperbaiki diri.


Tetap lah menjadi Manusia yang bersabar, karna Allah akan mengganti kesabaran kita. dengan beribu ribu kebaikan dan keIndahan yang tiada Tara..............