HIJRAH

HIJRAH
"MENYATAKAN CINTA"


Beberapa saat tidak ada obrolan di antara kami. mobil pun ku belok kan ke sebuah taman yang menyajikan pemandangan air mancur yang di penuhi lampu hias.


"Loh mas, kok berhenti. kita kan belum sampai ke rumah?" tanya Lea.


"Kamu belum pernah kan Dateng kesini? tempatnya bagus." jawabku membuka pintu mobil Lea.


Lea pun ikut turun. dan matanya begitu bercahaya kala terkena lampu dari taman disini.


"Wah., bagus sekali tempat nya mas" ucapnya kala terus memandang taman.


"Bagus kan, apa ku bilang" jawabku kala mengikuti langkah Lea.


Dia terus memutar pandangan nya. ternyata dia begitu terpana akan keindahan di taman sini.


"Mau ku foto kan?" ucapku pada Lea.


"Gimana mas?" jawabnya nampak bingung.


"Kamu mau ambil foto kamu gak disini, ya sekedar buat kenang kenangan?" ucapku.


"Wah, boleh deh mas. nanti saya mau tunjukan ke mbak Nurma" jawabnya antusias


Lea pun mengeluarkan ponsel nya.


"Yah, gambar nya gak jelas" ucapnya seraya muram.


"Kenapa?" jawabku.


"Gak apa apa mas, kamera di ponsel saya gak bagus. jadi gambar nya gak jelas" ucapnya seraya tersenyum.


"Sini saya foto kan pake HP saya, nanti saya kirim ke kamu" jawabku .


"Boleh mas?" ucapnya tak percaya.


"Iya, ayo berdiri di sana" jawabku mengarahkan Lea.


Ku ambil beberapa foto Lea,


Ya Tuhan, ciptaan mu yang satu ini memang benar benar indah. tidak akan ada yang menebak bahwa Lea hanya seorang pembantu.


Setelah mengambil beberapa foto Lea. aku pun berjalan dan duduk di hadapan sebuah kolam berbentuk bulat, di mana di tengah nya tengah ada hiburan lampu lampu hias. yang membuatnya nampak sangat indah.


Lea pun ikut duduk di samping ku.


berada di dekat nya. selalu membuat jantungku berdegup kencang. Entah aku bisa melupakan dan membuang perasaan ku padanya?


ku lirik wanita yang duduk di samping ku. dia terus memandang ke depan. ke indahan yang dimiliki nya, benar benar mengalahkan indah nya panorama di hadapan ku.


"Lea" ucapku seraya menghadap ke arahnya.


"Iya mas" jawabnya seraya melihat ke arah ku.


Ku lihat wajah nya dalam beberapa saat,


"Apa aku boleh mencintai kamu?" ucapku. memberanikan diri.


"Apa mas?" jawabnya nampak terkejut.


Entah setelah ini Lea akan marah padaku atau tidak? atau yang lebih buruk nya lagi Lea akan keluar dari pekerjaan nya. dan sudah jelas. aku tidak akan bisa bertemu dengan nya lagi.


Namun, rasa yang ada di hatiku benar benar mengangguk. selama ini aku berusaha membuang nya. namun semakin aku berusaha. semakin aku sakit.


"Lea, saya tak tahu kapan rasa ini hadir? saya berusaha membuang nya. namun semakin saya berusaha. saya merasa semakin sakit. saya merasa begitu nyaman dan bahagia kala bersama kamu. Saya ingin kamu menjadi bagian dari saya," ucapku menatap ke depan.


"Apa maksud mas Rehan?" jawab Lea masih terus menatap ku lekat.


"Saya mencintai kamu Lea, saya sangat mencintai kamu. itu sebab nya saya selalu marah saat mbak Siti berbuat jahat ke kamu. entah bagaimana saya juga merasa sakit" ucapku memegang tangan gadis di depan ku.


"Mas Rehan sadar dengan yang mas Rehan katakan?" jawabnya


"Saya sadar Lea, saya sangat sadar" ucapku.


"Mas, kita berbeda jauh. saya pembantu yang mas bayar. dan bekerja di rumah orang tuanya mas, apa mas sadar dengan semua nya?" jawab Lea


"Saya tahu Lea, saya berusaha membuang perasaan saya. namun rasanya semakin sakit" ucapku.


"Jika ibu sampai tahu, saya bisa di pecat mas" jawabnya seraya memalingkan wajah nya.


"Ini semua sulit mas, perbedaan di antara kita sangat jauh. ibarat langit dan bumi. sampai kapan pun aku tidak akan pernah bisa menggapai mas Rehan" jawabnya.


"Lea, kamu cukup menjawab. apa kamu juga memiliki perasaan yang sama dengan ku?" ucapku yang kini berjongkok di hadapan gadis ini.


Lea tidak menjawab dalam beberapa waktu. dia terus menatap lurus. tanpa ku tahu apa yang sebenarnya dia pikirkan.


"Mas, saya takut" jawabnya.


"Kenapa?" ucapku.


"Saya takut perasaan saya justru akan menjadi bumerang bagi kita berdua" jawabnya meneteskan air mata.


Segera ku usap air mata yang mengenang di pipi mulus nya, tidak kuat rasanya aku melihat dia menangis. dan mengeluarkan air mata.


"Apa itu berarti? kamu juga memiliki perasaan yang sama dengan ku?" ucapku.


Lea hanya menganggukkan kepala nya,


Ya Tuhan, terima kasih. aku sangat bahagia. bahwa bukan hanya aku yang memiliki perasaan padanya. namun dia pun juga memiliki rasa yang sama.


"Dengar, hanya kita yang tahu akan hubungan kita ini. Mommy atau siapapun tidak boleh ada yang tahu. sampai itu aku akan memikirkan cara untuk membuatmu diterima menjadi menantu Mommy. karna setelah Mommy memberi ijin nya. aku akan langsung menikahi mu" ucapku pada Lea.


"Mas yakin?" jawabnya.


"Iya, aku yakin. namun aku minta kamu bersabar." ucapku.


Kami pun saling berpelukan. ada rasa bahagia sekaligus nyaman. kala aku benar benar dekat dengan Lea.


Kami pun memutuskan untuk pulang. Bahagia rasanya aku bisa menjadikan Lea sebagai kekasih ku.


sesampainya di rumah.


"Lea?" ucap Mommy yang keheranan melihat penampilan Lea


"Bu," jawab Lea sambil tertunduk.


"Kamu beda sekali, saya hampir tidak mengenali mu?" ucap Mommy.


"Apa kata Rehan, Rehan bisa kan membuat Lea berubah. sampai Mommy saja tidak bisa mengenali Lea" ucapku pada Mommy.


"Iya, bagaimana acaranya?" tanya Mommy.


"Ayo, biar Rehan ceritakan di kamar" jawabku mengajak Mommy ke kamar


"Bu, Mas. saya pamit ke belakang. mau ganti baju" ucap Lea. berpamitan padaku dan Mommy.


Aku pun membawa Mommy ke kamar.


"Bagaimana? kamu belum menjawab pertanyaan mommy" tanya Mommy.


"Semua nya lancar Mom, tidak ada yang menebak bahwa Lea adalah pembantu di rumah ini" jawabku.


"Apa dia tidak membuatmu malu nak?" ucap Mommy.


"Tidak, Lea sebenarnya gadis yang pintar. dia langsung bisa mengerti arahan yang Rehan kasih tahu. jadi selama di sana dia tidak sama sekali membuat Rehan susah" jawabku


"Baguslah, Mommy senang kamu tidak lagi muram kaya tadi sore" ucap nya


"Iya Mom, Rehan sekarang bahagia. sangat bahagia. Rehan bisa bertemu dengan teman teman yang sudah lama tidak Rehan temui" jawabku.


"Ya sudah, kalau begitu.mommy mau masuk ke kamar mau istirahat. kamu jangan kupa ganti baju dan tidur. ini sudah malam" ucap Mommy. seraya berjalan ke luar.


Setelah mommy pergi. ku ambil ponsel ku. ku lihat foto Lea yang tersimpan di galery ku.


ku pandang terus gambar yang tidak bergerak ini. Lea sangat cantik.


aku benar benar jatuh hati pada gadis ini.


Semoga tidak ada halangan untuk hubungan ku dengan Lea, semoga Tuhan memudahkan rencana ku untuk menikahi Lea.


aku tidak ingin hubungan kami terlalu lama berjalan. aku ingin langsung meminangnya.


Tuhan, engkau sudah mempertemukan ku dengan gadis idaman ku. yang mampu membuat dadaku bergetar hebat kala bertemu dengan nya. dan engkau pun berbaik hati. membuat nya juga jatuh hati padaku. aku minta satu lagi, tolong satukan kami. jangan beri kami cobaan ya tuhan".....