
[cari tahu tentang orang ini, apa saja yang dia lakukan? Lalu, kabari saya] sebuah pesan ku kirim kan pada salah satu orang yang biasa ku bayar.
[Baik Bu, secepatnya kami akan memberi kabar] jawabnya.
Bagus, aku yakin dengan bantuan orang orang yang ku bayar. Aku akan cepat mendapat kegiatan apa saja yang di lakukan oleh ayah mas Rehan,
Jika aku sudah tahu apa yang biasa dia lakukan. Maka aku akan dengan mudah membalas perbuatan mereka padaku.
Aku terus men scroll layar ponsel ku.
Hingga
Ting.....
Sebuah notifikasi dari laman Instagram milik ku. Ku lihat rupanya dari mas Rehan.
[Lea,]
Sengaja tidak ku balas pesan masuk darinya. Aku ingin tahu mau apa lelaki ini sebenarnya?
[Lea?]
Lagi lagi dia mengirim pesan. Hingga menjadi belasan pesan masuk di ponsel ku.
[Mau apa kamu!] Balasku.
[Lea, apa aku mengganggumu] jawabnya
[Ya, kamu sangat mengganggu] balasku.
[Lea, aku mau memberi tahu, bahwa Mommy sudah merestui hubungan kita] jawabnya.
[Lalu,] balasku.
[Apa kita tidak bisa membicarakan dan memperbaiki hubungan kita? Sekarang sudah tidak ada lagi penghalang. Kita bisa langsung menikah] jawabnya.
[Mimpi kamu, kamu pikir aku mau kembali pada lelaki sepertimu? Apa lagi menikah!] Balasku.
[Lea, bukan kah dulu kita berjanji akan menikah. Dan hidup bersama] jawabnya.
[Lalu, siapa yang mengingkarinya? Kamu pikir setelah apa yang di lakukan kedua orang tuamu, dan kamu padaku. Kemudian aku bisa dengan mudah melupakan nya begitu? Ya, aku tahu alasan Mommy Mu memberi restu karna apa! Karna aku sudah kaya bukan?] Balasku.
[Lea, apa tidak bisa kamu melupakan masalah yang sudah lalu? Kita bisa memulai semua nya dari awal. Aku sangat mencintai kamu Lea. Aku ingin kita menikah] jawabnya.
[ Tidak, sampai mati pun aku tidak akan melupakan perbuatan kalian padaku! Dan satu lagi. Jangan bicara tentang cinta padaku, karna aku sangat membenci kamu sampai kapanpun] balasku.
[Lea,mengapa kamu jadi begini? Kenapa kamu berubah?] Jawabnya.
[Nikmati perubahan diriku. Itu semua karna perbuatan kalian padaku.] Balasku.
[Aku tidak lagi mengenal kamu Lea, kamu benar benar telah berubah] jawabnya.
[Bagus, karna aku tidak ingin di kenal lagi sama orang seperti kamu!] Balasku.
[ Kamu yang sekarang sangat egois,] jawabnya.
[Terserah,] balasku.
[ Kamu yakin bahwa hubungan kita telah berakhir? Apa kamu tidak ingin memperbaiki nya] jawabnya.
[Tidak] balasku.
...............
Tidak ada lagi balasan dari mas Rehan, baguslah. Dengan begitu dia tidak akan lagi mengganggu ku.
Tak berapa lama. Sebuah notifikasi terpancar di layar ponsel ku.
[Sebenarnya kita masih bisa memperbaiki semua nya, terlebih orang tuaku sudah berbaik hati merestui kita. Namun kamu terlalu egois]
****************
Satu Minggu Kemudian........
[Bu, kami sudah mendapat informasi dari orang yang ibu kirim kan pada kami]
Sebuah pesan masuk di ponsel mahal ku. Membuyarkan kegiatan ku yang tengah asik menyantap iga bakar di resto baruku.
[Bagus, ada kabar apa?] Balasku.
[Lelaki ini ternyata memiliki istri lain Bu, dan keluarga nya tidak ada yang tahu] jawabnya.
[Kamu yakin?] Balasku
[Ya Bu, kami berulang kali mengikuti lelaki ini, dia mengatakan berpamitan untuk pergi bekerja di luar kota. Namun rupanya dia menemui istri barunya] jawabnya.
[Istri baru? Kamu tahu sudah berapa lama mereka menikah?] Balasku.
[Satu tahun yang lalu Bu, dan wanita ini tengah hamil] jawabnya.
[Bagus, saya suka dengan kerja kalian. Atur waktunya. Kita akan buat kejutan untuk istri istri lelaki ini] balasku.
[Baik Bu] jawabnya.
Seketika senyum ku mengembang, ku tatap foto lelaki yang teramat sangat di hormati oleh keluarga mas Rehan ini, lelaki yang berwawasan tinggi. Berpendidikan tinggi. Rupanya dia menikah di belakang istri nya.
Lelaki yang dulu menamparku dengan kerasnya, lelaki yang dulu menghinaku. Dan lelaki yang dulu menyeret tubuhku dengan menarik rambutku. Sampai kepala ku berasa mau lepas dari tempatnya. Lelaki dan keluarga nya yang dulu mempermalukan ku di hadapan banyak manusia. Lihat lah, aku akan membalas perbuatan kalian!.
Aku sangat suka dengan kabar bagus ini. Lihat lah mas Rehan, sebentar lagi aku akan memberi kamu sebuah kejutan yang sangat besar, bahkan kamu sendiri tidak pernah memikirkan nya?
........................
100 juta telah ku kirim ke rekening orang bayaran ku, mereka telah mengabari ku, bahwa mereka telah menyusun rencana kejutan untuk keluarga mas Rehan dan istri barunya.
Aku hanya akan melihat dari kejauhan. Untuk menyaksikan serial drama yang real story' ini di depan mata ku,
Sekitar 20 menit, mas Rehan dan ibu nya ku lihat telah tiba di hotel di mana anak buah ku merencanakan aksinya.
Dan di belakang mobil mereka, ku lihat seorang wanita dengan usia ku perkirakan seusia mas Rehan turun dari mobil dan tengah hamil besar.
Setelah melihat mereka semua masuk ke dalam perangkap. Lekas ku nyalakan layar di dalam mobilku. Yang merekam jelas pergerakan serta perbincangan mereka.
Beberapa menit telah berlalu, hingga mereka tiba di salah satu kamar. Mas Rehan dan Mommy nya sampai terlebih dahulu. Dan mas Rehan langsung membuka pintu kamar tersebut.
Senyum ku mengembang kala melihat wajah terkejut dari mas Rehan dan Mommy nya, yang tengah menyaksikan pergulatan panas dari seorang lelaki yang sangat mereka kenal dengan seorang wanita yang sudah ku bayar.
Dan tak lama setelah itu, wanita yang hamil besar pun telah tiba dan ikut menyaksikan suami nya tengah bertelanjang tanpa sehelai benang pun bersama wanita lain.
Ku lihat ada perdebatan disini, aku sangat menyukai semua nya. Seorang istri menemukan suami nya tengah berhubungan badan dengan wanita lain, dan seorang istri bertemu dengan istri suaminya.
Sungguh tontonan yang sangat menyenangkan.
Hingga di menit ke 45, ku lihat Mommy nya mas Rehan jatuh pingsan. Setelah mengetahui bahwa suaminya bukan hanya berhubungan badan dengan wanita yang sedari tadi duduk di atas ranjang, melainkan juga sudah menikah kembali dengan wanita yang kini hamil besar.
Ku lihat mas Rehan membopong ibunya. Aku tahu, pasti mereka akan pergi ke rumah sakit. Keributan yang mereka buat. Berhasil memancing beberapa stap hotel dan beberapa pengunjung. Aku yakin, lelaki itu pasti sangat malu.
Ku matikan layar di mobilku. Tontonan ini sudah cukup. Aku tidak mau tahu perdebatan lelaki itu dengan wanita hamil. Karna bukan itu rencana ku.
[Bagus, saya suka kerja kalian] ku kirim sebuah pesan pada anak buah ku itu.
[Terima kasih Bu] balasnya.
Ya, mereka sangat pintar, mereka dengan mudah nya bisa menyadap ponsel lelaki itu dengan mudah. Dan mengirim pesan pada istri pertama dan istri mudanya. Hebat, aku mengacungkan dua jempol untuk kerja mereka.
Setelah merasa puas, aku pun melajukan mobilku ke rumah milik ku.
.........