HIJRAH

HIJRAH
MENJENGUK REHAN


Satu Minggu Kemudian..........


Setelah Ziarah di makam kedua orang tua kandung nya, Lea meminta Danu mengantar nya untuk berziarah ke makam orang tua angkat nya.


Lea menatap sekeliling, Makam kedua orang tua angkat nya sangat bersih. Sepertinya semua warga disini telah menepati Janji nya. bahwa mereka akan menebus kesalahan mereka kepada kedua orang tua angkat nya. dan akan mengurus makam mereka.


Setelah selesai berziarah dan bercengkrama dengan warga kampung, Lea dan Danu berpamitan.


"Sayang, apa aku boleh meminta sesuatu?" Tanya Lea kepada suaminya.


"Silahkan, aku akan mewujudkan nya jika aku mampu" Jawab Danu seraya tersenyum pada istrinya.


"Bolehkan kita pergi ke kantor polisi? aku ingin menjenguk Mas Rehan" Ucap Lea.


Beberapa waktu Danu terdiam, tidak ada jawaban apapun dari mulut Danu. Hingga....


"Baik lah, kita akan pergi kesana" Ucap Danu


"Apa tidak apa apa? apa kau baik baik saja?" Tanya Lea.


"Sayang, percayalah aku tidak apa apa? aku percaya. tujuan mu pergi kesana pasti untuk kebaikan. dan aku sangat percaya. bahwa Cinta dan Kasih mu hanya untuk ku" Jawab Danu.


20 Menit berlalu....


Mobil yang mereka kendarai akhirnya tiba di halaman kantor polisi.


Setelah meminta ijin untuk menjenguk tahanan. mereka menunggu beberapa menit. hingga akhirnya di persilahkan memasuki sebuah ruangan.


Lea dan Danu memasuki ruangan dan duduk di sebuah kursi yang memang telah di sediakan.


Tak lama setelah itu, Seorang lelaki dengan tubuh tinggi tegap. dengan wajah yang penuh penekanan serta nampak begitu prustasi.


Rehan di gandeng seorang polisi, Rehan terlihat mengenakan baju berwarna Oranye dan tertunduk lemah.


Saat Rehan mengangkat kepala nya. alangkah terkejutnya dia kala melihat Danu yang duduk dan menunggu nya.


Rehan lekas berlari menghampiri Danu yang duduk melihat ke arah nya. Rehan memegang lengan Danu dan berjongkok di hadapan Danu.


"Danu, bagaimana kabar Lea? apa dia baik baik saja? Danu, percayalah aku sama sekali tidak berniat melukai apa lagi hendak membunuh Lea. itu semua karna hasutan dari Lukman dan Siti. yang tidak lain adalah kedua orang tua Lea. Maaf kan aku Danu, aku begitu kecewa kala kau berhasil mempersunting Lea. sejujurnya aku sangat mencintai dia. aku sangat menyayangi dia. Tapi, aku begitu bodoh, hingga mudah di hasut oleh mereka berdua. Danu, bisakah kau bicara kepada Lea. tolong sampaikan permintaan maaf ku padanya. ku mohon Danu" Ucap Rehan seraya menakupkan kedua tangan nya.


Ya, ini memang kali pertama Danu menjenguk atau berjumpa dengan Rehan. selama ini yang menjenguk dan menemuinya adalah Angga. Namun, Angga selalu memberikan ucapan dan bogem mentah kepada Rehan.


Yang membuat lelaki blasteran ini semakin di rundung kesalahan.


Bahkan Angga selalu mengatakan, jika Lea masih belum sadar dari koma. yang di akibatkan oleh dirinya.


"Rehan, kau bisa bicara sendiri dengan Lea. wanita yang ada di hadapan mu adalah Lea" Jawab Danu.


Seketika Rehan menatap Lea. yang sedari tadi menunduk menjaga pandangan nya.


Rehan sontak berdiri. dan hendak menyentuh Lea. Namun, seketika di cegah oleh Danu.


"Rehan, tolong jaga sikap mu. tolong hormati Lea. dia telah di Cadar. Jadi, tolong jangan menyentuh dia" Ucap Danu


"Terima kasih Danu, terima kasih karna kau telah mengingatkan ku. jika tidak, aku pasti telah menambah beban dalam diri Lea." Jawab Rehan


"Rehan, Lea telah Hijrah dan memilih berjalan dan menteladani Sayidah Fatimah Az- Zahra. tolong lah untuk menghargai dirinya. dan menghargai keputusan nya." Ucap Danu.


Rehan melihat ke arah Danu, hingga kemudian tersenyum.


"Danu, kamu memang lelaki yang sangat baik. kamu memang pantas menjadi suami Lea. kamu bisa membuat Lea menjadi seperti sekarang. kamu bisa melakukan apa yang belum tentu bisa ku lakukan." Jawab Rehan.


Rehan beralih melihat Lea. wanita dengan balutan gamis dan hijab panjang. serta Cadar yang menutup sebagian wajah nya. wanita yang sedari tadi hanya tertunduk.


"Lea, jika bisa. ku mohon maafkan aku, maafkan kesalahan ku. maafkan kebodohan yang telah ku perbuat. Maaf kan pula kesalahan kedua orang tuaku. Lea, Jika di hatimu masih tersisa sedikit kata maaf. tolong sisakan untuk ku. Tolong berikan itu untuk ku. walau mungkin sangat mustahil ku dapatkan. Mengingat kesalahan yang telah ku perbuat. penderitaan yang telah ku ciptakan. Hingga membuat mu masuk dalam masalah yang cukup besar, Tidak hanya itu. aku bahkan hampir merenggut nyawamu. aku menghancurkan hari kebahagiaan mu. aku telah merenggut semua nya Lea. Maaf kan aku," Ucap Rehan


Lea hanya diam, dia tidak berucap sepatah kata pun.


"Lea, percayalah aku sama sekali tidak berniat melakukan itu. Semua yang terjadi begitu saja. aku terlalu bodoh, hingga terhasut oleh mereka berdua. dan memberimu timah panas. Lea, maaf kan aku. ku mohon maafkan aku. sepanjang malam aku tidak bisa tidur. mengingat akan kondisi mu yang belum juga sembuh. Aku tidak menghiraukan pukulan atau siksaan yang ku terima. karna itu memang pantas ku dapatkan. Bahkan, Jika pun kematian yang harus ku terima. itu memang pantas ku dapatkan. aku hanya tidak bisa tenang. terlebih telah melukai mu Lea" Ucap Rehan lagi.


Danu dan Lea tetap diam, mereka menunduk mendengarkan pernyataan Rehan.


"Lea, aku bahagia. sungguh, aku sangat bahagia. aku bahagia setelah melihat mu telah sadar. dan aku sangat bahagia. setelah mengetahui. bahwa kau telah mendapatkan lelaki baik seperti Danu. lelaki yang bisa membimbing mu ke jalan Allah. yang mengajarkan akhirat kepadamu. kamu memang pantas bersanding dengan Danu. Lea, aku telah mengiklaskan dirimu Lea. aku bahagia atas kebahagiaan mu." Imbuh Rehan.


Beberapa menit hening, tidak ada obrolan di antara mereka.


"Aku memaafkan semua kesalahan mu mas" Tiba Tiba Lea berucap. yang membuat Rehan serta Danu melihat ke arah nya.


Danu tersenyum bangga kepada istrinya. Danu tahu? tidak semua orang mudah memaafkan. terlebih kepada orang yang hampir membunuhnya. itu lah yang membuat Danu percaya dan sangat mencintai Lea. dia memiliki apa yang tidak di miliki banyak orang, yaitu kata Maaf.


"Apa, apa kau bersungguh sungguh?" Jawab Rehan memastikan pendengaran nya.


"Aku tidak memiliki Hak untuk tidak memaafkan mu Mas. Jika Allah saja lautan pemaaf. maka apa Hak ku untuk menghukum Manusia lain nya?" Ucap Lea.


"Danu? Ya Allah Lea. terima kasih banyak. terima kasih karna kau telah memberi maaf terhadap ku, Terima kasih Danu." Jawab Rehan. seraya berterima kasih kepada Lea. dan mencium lengan Danu.


"Rehan, jangan lah berbuat seperti ini. jangan mencium lengan ku. aku bukan orang hebat Rehan. kita semua sama. kita sama sama pendosa. hanya cara kita berbuat dosa berbeda. jadi, jangan melakukan itu lagi" Ucap Danu. seraya menarik lengan nya.


"Aku bahagia, sangat bahagia bisa bertemu dengan orang orang seperti kalian" Jawab Rehan seraya menangis.


"Bertaubat lah mas, aku Yakin Allah akan memaafkan semua kesalahan mu. berubah lah menjadi manusia yang baik. tetap lah berjalan di Jalan Allah. walau itu berat bagimu. Namun, percayalah janji Allah itu nyata. dia tidak akan pernah menguji hambanya. di luar kemampuan hambanya. Di balik kesulitan. pasti akan ada kenikmatan. tetap percaya akan ketentuan Allah Mas" Ucap Lea.


"Iya, Iya aku akan bertaubat. aku akan kembali ke jalan yang benar. Terima kasih Lea. terima kasih karna kau masih Sudi bertemu dengan ku. dan terima kasih, karna kau telah menyadarkan ku. Danu, terima kasih banyak." Jawab Rehan.


"Sama sama Rehan" Ucap Danu.


Rehan pun di perintahkan untuk kembali memasuki Sel nya. karna jam jenguk nya telah usai. Lea dan Danu berjalan keluar. mereka memasuki kembali mobilnya.


"Aku bahagia, sangat bahagia karna Allah telah menjadikan kamu istriku sayang" Ucap Danu seraya menggenggam lengan Lea.


"Mengapa?" Jawab Lea.


"Karna Hatimu, kau memiliki hati yang tulus, dan lautan kata maaf. kau bisa memaafkan kedua orang tua kandung mu, dan bahkan bisa memaafkan Rehan. itu tidak mudah Sayang, tidak semua orang bisa melakukan apa yang kau lakukan. aku sangat bahagia. aku bahagia telah memiliki mu dalam hidup ku" Ucap Danu.


..................................