
Beberapa saat berjalan dengan belanjaan yang banyak sekali di tangan kami berdua. kami pun memutuskan untuk makan makanan dari Korea, Negara yang memiliki julukan sebagai Negara Gingseng tersebut. kami pun masuk dan duduk di salah satu meja.
Banyak sekali pengunjung yang datang disini.
"Kamu pernah makan makanan Korea Lea?" tanya kak Sindi padaku yang tengah sibuk menurunkan belanjaan ku.
"Belum kak, ini kali pertama ku" jawabku
"Setelah ini, kamu harus membiasakan diri dengan makanan orang orang kaya Oke" ucapnya.
"Siap" jawabku.
Tak lama pelayan pun datang dengan membawa buku menu. kak sindi yang memilih menu makanan yang akan kami makan. karna aku tidak paham dengan nama dan rasa dari makanan tempat ku duduk.
Beberapa lama menunggu. makanan kami pun tiba. ada banyak sekali makanan yang berderet di meja kami. bahkan ku lihat ada kompor segala?
apa maksud nya aku di suruh masak sendiri ya? kok enak banget koki nya. gak perlu repot repot masak. karna pengunjung yang memasak sendiri.
setelah pelayan tersebut pergi. barulah aku mulai bertanya.
"Kak" ucapku
"Apa, kamu mau tanya fungsi kompor ini kan? mengapa ada disini. dan makanan mentah yang ada di depan mu?" jawabnya yang tahu apa yang ada dalam pikiran ku.
"Ini Bulgogi, atau daging Barbeque yang kita masak sendiri.
,Ini Kimchi, ini Japchae, atau bihun pedas ala Korea. ini Kimbap, atau nasi gulung Korea. Ini bibimbap, atau nasi campur khas Korea. Ini Mozarella buldak, Ini Jjamppong, atau sup mie pedas." Terang nya yang membuatku kewalahan dengan nama makanan di depan ku.
"Ya ampun, Namanya membingungkan sekali kak?" jawabku
"Haha, memang awal nya kakak juga gitu. dulu kakak makan ke resto Korea sendiri. tak tahu nama dan bentuk makanan nya. itu bikin malu, kakak kira Bulgogi itu daging anjing, tahu nya daging sapi barbeque. itu kakak malu luar biasa" ucapya seraya tertawa.
"Jika aku kesini sendiri, rasanya aku bakal melakukan hal yang lebih memalukan dari kak Sindi" jawabku.
Kami pun makan masakan Korea. kak Sindi mengajariku cara untuk memakan nya. memang menurutku sedikit ribet ya. kala kita harus makan Bulgogi. karna kita harus memasaknya terlebih dahulu. dan aku juga sedikit aneh dengan keju yang bisa melar seperti karet. kak Sindi sampai mentertawakan ku. karna aku sempat menanyakan apa ini karet?
Beberapa waktu. makanan di depan kami pun telah habis tak bersisa. walau cara makan nya yang terbilang ribet, tapi aku mengacungkan dua jempol ku untuk makanan ini, karna rasanya menurut ku cocok di lidah ku. tidak seperti makanan Jepang yang pernah ku makan sebelumnya. tapi rasanya jika aku sering memakan itu. mungkin lambat laun aku bisa terbiasa dan merasakan kenikmatan di dalam nya.
Setelah selesai dengan semua rutinitas kami, aku dan kak Sindi pun memutuskan untuk kembali ke rumah.
mobil kak Sindi melaju dengan membelah jalanan kota. kami tadi pergi pagi, namun pulang sudah sore begini. benar kata orang, wanita akan banyak memakan waktu untuk berbelanja. sekarang aku merasakan nya. .
Sesampai nya di rumah, aku langsung membuka setiap belanjaan yang tadi ku beli. kak Sindi juga membuka belanjaan miliknya. aku tak pernah menyangka bisa membeli banyak sekali baju bagus seperti ini. tidak pernah sebelumnya terlintas di pikiran ku.
Kak Sindi memasukan kartu perdana di ponsel baruku, dia menyuruhku untuk mencaharger nya. sebelum di pakai.
dan dia menjelaskan padaku cara guna rekening ku. ..setelah setengah jam. ponsel ku pun kembali di ambil. kak Sindi mendownload beberapa aplikasi di dalam sana. termasuk M banking. dia menjelaskan cara transfer bagaimana, cara menerima uang bagaimana. dan cara mengecek saldo uang ku.
Aku pun memahami setiap apa yang di ajarkan kak Sindi padaku. dan aku juga mempelajari ponsel baruku. yang memiliki harga yang sangat fantastis.
Setelah selesai mempelajari cara guna ponsel dan rekening ku. aku pun masuk ke kamar, begitupun dengan kak Sindi.
aku memasukan semua pakaian ku ke dalam lemari pakaian. dan menyimpan beberapa alat kosmetik dan parpum ku di meja hias.
Senang sekali rasanya. aku bisa merasakan hidup senang seperti ini, walau dengan pekerjaan yang terbilang tidak baik. tapi, tak apa lah. yang terpenting aku tidak lagi di pandang buruk oleh beberapa orang.
Malam pun tiba, kini aku memiliki rutinitas sebagai sang kupu kupu malam. di mana aku harus siap melayani nafsu lelaki hidung belang, karna harga yang di patok wanita Licik yang biasa di panggil mommy itu sangat lah tinggi, aku harus siap melayani kakek kakek.
karna tidak mungkin anak muda bisa membayar jasa ku. walau dalam sekali kencan.
Satu bulan rutinitas ku sebagai wanita penghibur berjalan lancar, Aku membeli ponsel dan nomor baru. aku juga membuat rekening baru. di mana itu hanya ku gunakan untuk berkomunikasi dengan pelanggan dan Mommy, dan rekening baruku ku gunakan untuk menerima bayaran atas jasaku.
Mengapa aku melakukan itu?
kak Sindi mengatakan aku tidak boleh percaya dengan siapa pun yang ada disini. aku juga tidak mau percaya dengan Mucikari berbadan bulat itu. sengaja aku melakukan ini karna apa? aku tidak mau dia bisa melacak diriku, atau kegiatan ku. ataupun transaksi yang ku lakukan.
Apalagi tahu tentang kekuarga mbak Nurma di kampung. mereka tidak boleh tahu tentang itu.
Penghasilan yang ku dapat terbilang besar sekali, uang di tabungan ku pun tidak lah sedikit. walau dalam satu Minggu aku hanya bisa kencan 3 sampai 4 kali saja. namun bayaran yang aku terima pun cukup fantastis.
Apalagi untuk kalangan Om Om. yang memiliki jabatan serta uang yang sangat banyak. tak jarang mereka memberi ku bonus yang lumayan besar, seperti Om Roy.
Sudah dua kali dia memanggil Ku. untuk memenuhi nafsu nya itu. dan dia juga sering memberi bonus yang besar, kadang 10 sampai 20 juta.
Hari ini aku akan mengirim uang untuk keluarga mbak Nurma. ku tekan nomor mbak Sri yang sebelumnya di minta oleh kak Sindi.
"Hallo" ucap mbak Sri dari sebrang telpon.
"Hallo mbak Sri, ini Lea. mbak masih ingat?" jawabku.
"Oh Lea, iya saya masih ingat. ada apa Lea?" ucapnya.
"Mbak, bagaimana kabar ibu dan bapak. serta Zani dan Zian? apa mereka semua baik dan sehat?" jawabku.
"Semuanya sehat Lea, kamu sendiri bagaimana?" ucapnya.
"Aku juga sehat mbak, Oh iya mbak. tujuan ku menelpon mau meminta bantuan" jawabku.
"Bantuan apa Lea?" ucapnya.
"Mbak, disitu ada yang punya nomor rekening tidak? aku mau ikut mengirim uang untuk kebutuhan ibu disana" jawabku.
"Ada rekening ku Lea, kebetulan Nurma juga dulu sering transfer ke aku" ucapnya.
"Kalau begitu, tolong kirim kan nomor nya ke aku ya mbak" jawabku.
"Baik Lea" ucapnya.
Sambungan telpon pun berakhir. tak berapa lama Mbak Sri telah mengirim nomor rekening nya padaku.
aku pun segera masuk ke M banking dan mengirim uang ke rekening mbak Sri.
Transaksi pun berhasil. aku segera mengabari telah mengirim uang untuk ibu.
Hari ini, aku dan kak Sindi akan pergi perawatan di salah satu salon di kota ini, ya, dengan pekerjaan ku yang terbilang sebagai kupu kupu malam. aku harus terlihat cantik dan modis. itu sebab nya setiap Minggu aku akan melakukan perawatan sekujur tubuhku.
..........