HIJRAH

HIJRAH
1. BENDERA KUNING


Gadis ini melihat ada bendera kuning didepan gang rumahnya,nampak rumah yang sangat besar dan mewah bergaya eropa ber cat putih itu.terlihat masih baru dicat beberapa hari yang lalu seingatnya..


dia pun setengah berlari agar dapat cepat sampai lebih cepat,karena ia penasaran siapakah yang meninggal...pikirannya pun seketika kalut tak karuan,mulai berfikir yang aneh-aneh..


"apa jangan- jangan...ia pun tak meneruskan kata-katanya,sambil berhenti sejenak .."tidak,tidak mungkin!!ujarnya setengah berteriak.


ia mempercepat langkah kakinya menjadi benar-benar berlari hingga sampai depan pagar rumahnya yang terbuka,..benar pikirnya,ia pun masuk tak menggubris orang-orang yang berada di sekitar halaman rumahnya..ia pun terkejut melihat ayah dan ibunya yang duduk agak jauh dari mayat yg kini terlihat dihadapannya itu..


ayah dan ibunya terlihat sesekali menyeka air matanya yang tak henti menetes...ia pun terdiam sesaat sambil bertanya dalam hati..


"kalau ibu dan ayah disini,lalu siapa yang meninggal??..ia pun langsung menghampiri mayat yang ada didepannya,karena memang wajah mayat itu tidak ditutup sepenuhnya,hanya ditutup oleh kain putih yg menerawang..


dan ia sangat terkejut melihat ada dirinya di sana..mulutnya pun terbuka menganga seakan tak percaya,kaget tentu saja karena yang dilihatnya ialah dirinya sendiri yang terbujur kaku sudah dikafankan..


"Tidak!!!tidak mungkin aku...!teriaknya...


ia pun dikagetkan dengan suara yang sepertinya ia kenal..


"om,Tante..saya ikut berduka cita..ujar alah satu orang yang menjabat tangan ibunya yang sedari tadi menangis tanpa suarapun langsung memeluk gadis itu, tangisnya pun pecah disusul oleh seorang temannya..


"Tante,kenapa Dina bisa seperti ini..Tante"?tanyanya sambil menangis tersedu..


"maafkan Dina ya Vin,ujar ibunya Dina kepada Vina..gadis yang sedari tadi berdiri dibelakang temannya yaitu Dea..


*


*


*


*


*


Dina yang melihat kejadian dihadapannya pun langsung menangis tersedu,,bagaimana bisa saat ini ia sudah meninggal..ia pun tidak ingat kenapa bisa menjadi seperti ini..yang ia tahu saat itu ia ingin keluar rumah,namun dilarang oleh ibunya..dan saat itu mereka bertengkar hebat..,Dina sadar sudah seringkali ibunya melarangnya pulang larut setiap malam..namun nasihat ibunya seperti menjadi angin lalu saja,yang tak pernah dapat tempat dihatinya..ia selalu marah terhadap orang tuanya yang masih menganggapnya gadis kecil mereka..


ia merasa sudah besar,,harusnya bisa bebas kesana kemari sesuai keinginannya..."ibu GK usah ikut campur urusanku..aku sudah dewasa Bu,,bukan anak SMA lagi...!!!kata katanya yang diucap pada ibunya kembali terngiang..


ia pun tersadar bahwa tidak ada satupun sahabatnya yang terlihat..yang ia ingat saat ini orang yang datang dan memeluk ibunya bukanlah orang orang yang selama ini dipedulikan dan dekat dengannya..melihat mereka menangis tersedu sedu sambil memeluk ibunya,,Dina merasa hatinya teriris pisau...


Vina dan Dea yang saat ini berada dirumahnya,Dina sangat ingat betul pernah memperlakukan mereka dengan tidak baik.kasar dan bersikap acuh pada mereka .meskipun mereka adalah teman satu kampus dina,dan sudah lama menjadi tetangga Dina sejak Dina pindah ke kota ini..yaitu sejak Dina duduk di bangku sekolah dasar..entah kenapa sampai kemarin dina sangat tidak menyukai mereka,,


Dina yang karena statusnya anak orang kaya raya menjadi semakin sombong sejak masuk ke universitas ternama dikotanya,,juga karena dirinya merasa cantik dan pintar..bagaimana tidak kulit putih bersih,wajah yang sangat menarik membuat ia menjadi semakin angkuh saja ...