HIJRAH

HIJRAH
KESADARAN LEA


Aku terdiam saat mendengar suara pintu terbuka, terlebih di kala suara lelaki memasuki kamar ku. Di saat semua aurat ku terbuka. Aku tidak tahu harus menutupi aurat aurat ku dengan apa. Hingga aku hanya terdiam mematung.


Namun, bukan nya pergi ku dengar langkah kaki yang semakin mendekat. Kini ku rasa bahwa orang tersebut berada tepat di belakang ku.


Lagi lagi dia bertanya, Namun di saat aku mencermati suara itu, aku tidak asing dengan suara itu. Hingga aku memutuskan membalikan badan ku. Untuk memastikan benarkah suara yang dari tadi berada di belakang ku. Adalah suara dia?


Dan, saat aku membalikan badan. Terlihat seorang lelaki yang sangat tampan, lelaki dengan perawakan Bak aktris Korean tersebut. Lelaki dengan kulit putih dan mata yang sedikit sipit.


Lelaki yang sangat ku kenal, lelaki yang selalu bisa membuatku merasa tenang dan damai kala berada di dekat nya. Lelaki yang sudah merubah seluruh hidupku. Lelaki yang Sudi dan mau menerima ku apa adanya. tanpa memperdulikan masa lalu ku yang begitu kelam.


Lelaki yang baru saja kemarin mempersunting ku. Dan menjadi kan aku wanita yang paling beruntung.


Bagaimana tidak? Aku telah di nikahi seorang dokter muda. Yang sangat tampan dan sangat Sholeh tersebut.


Aku tersenyum di kala melihat bahwa Danu yang ternyata berdiri di belakang ku. Namun, berbeda dengan Danu. Dia terlihat sangat terkejut. Raut wajahnya memperlihatkan apa yang tidak ku mengerti?


"Danu?" Ucapku mencoba membuat nya menghilangkan wajah terkejut nya.


Danu masih diam mematung di hadapan ku, dengan mata yang melebar sempurna. Dan nafas yang terlihat memburu.


"Danu, ada apa?" Ucapku lagi. Yang masih tidak mengerti dengan sikap Danu.


Danu masih saja diam. Bahkan aku melihat matanya mulai berkaca hingga benar benar meneteskan air mata di setiap sudut matanya.


Aku yang melihat kejadian yang tepat berada di hadapan ku. Tentu saja merasa mulai panik? Sebenarnya ada apa?


Danu terlihat berjalan mendekat. Walau dengan tatapan yang sama sekali tidak lepas dari ku. Dia mendekat dan beberapa kali menutup mulut. Untuk menetralkan suara tangisan nya.


Aku sendiri tidak tahu apa yang terjadi dengan Danu? Mengapa dia terkejut seperti itu?


"Le-Lea, apa benar ini kamu sayang?" Ucap Danu yang memegang kedua pipiku dengan begitu lembut.


Aku hanya mengangguk pelan. Pertanda bahwa memang ini aku?


Danu kembali menangis dan menutup mulut nya. Dia menangis. Bahkan kali ini tangisan nya sudah tidak bisa terbendung lagi, bahkan dia sampai terlihat tidak mampu mengendalikan kakinya. Hingga kini dia duduk di atas lantai.


Aku yang melihat tangisan Danu yang begitu memilukan. Membuatku ikut duduk di hadapan nya. Ku usap air mata yang begitu deras mengalir melewati pipinya.


Danu melihat ku kembali, hingga dia menangis kembali. Sejujurnya aku tidak tahu apa yang terjadi, sampai membuat lelaki yang teramat sangat ku cintai ini. Begitu tersedu dalam tangisnya.


Bahkan tangisan nya mampu membuatku ikut menangis.


Danu memegang pipiku. Dia menghapus air matanya dengan kemeja putihnya. Dia menatapku dan mencium pipiku berulang kali. Hingga dia memeluk tubuhku begitu erat nya.


Danu kembali menangis di pelukan ku. Entah apa yang membuat dirinya sesedih ini?


Apa aku telah membuat kesalahan kepadanya? Atau justru dia yang telah membuat kesalahan kepadaku?


Tapi, apa yang sebenarnya telah Danu lakukan? Sampai dia terlihat begitu bersedih?


Aku hanya diam dengan sejuta pertanyaan yang ada di kepala ku. Hingga aku memberi Danu waktu untuk menumpahkan semua tangisan nya. Danu masih menangis di pelukan ku. Dengan pelukan yang begitu keras. Seakan dia tidak memberi ku celah untuk melepaskan genggaman nya.


Untuk beberapa menit. Danu akhirnya melepaskan pelukan nya. Dan kembali menatap wajah ku dengan mata yang merah akibat tangis yang cukup lama.


"Ya, ada apa Danu? Mengapa kamu menangis?" Jawab ku ketika Danu telah melepaskan pelukan nya.


"Lea, aku sangat bahagia sayang, aku sangat bahagia. Akhirnya kamu kembali" Ucapnya yang membuatku begitu kebingungan.


Kembali? Memang nya aku pergi kemana? Bukan kah selama ini aku berada di disini bersama dengan nya. Bukan kah setelah peristiwa penembakan itu. Aku di bawa ke sini dan di rawat. Dan bukan kah aku hanya di rawat selama sehari?


Bahkan selama itu juga Danu, kak Sindi dan kedua adik ku berada disini menemaniku? Bahkan Danu menyuapi ku makan dengan makanan yang begitu banyak. Sampai membuatku kenyang.


Bahkan, bukan kah kami juga melakukan sholat berjamaah yang di imami oleh Danu?


Bukan kah dari kemarin aku tidak pergi kemana mana?


Lalu, mengapa Danu mengatakan hal tersebut, bahkan sampai menangisi kedatangan ku?


"Apa maksud mu kembali?" Jawabku yang tidak mengerti dengan ucapan Danu.


"Sudah Sidah, sekarang kamu kembali ke kasur mu, istirahat yang cukup. Nanti, aku akan menceritakan semua nya. Intinya aku sangat bahagia. Aku sangat bahagia sayang," Ucao Danu yang menggendong tubuhku. Dan membaringkan ku di atas kasur pasien ini.


Danu mengecup keningku. Dan duduk di sebelahku. Bahkan dia menggenggam dan mencium tangan ku untuk beberapa kali.


Melihat tingkah Danu, benar benar membuatku sangat kebingungan.


Apa yang sebenarnya terjadi?


Danu memeriksa kondisiku.


"Kamu mau makan? Kamu mau makan apa sayang? Biar aku Carikan" ucap Danu seraya mengecup tangan ku.


"Makan? Ah tidak aku masih sangat kenyang" Jawabku yang masih sangat kenyang


"Kamu harus banyak makan sayang, biar cepat pulih dan kita bisa cepat pulang. Aku sangat Yakin, kak Sindi dan kedua adikmu sudah sangat merindukan mu. Dan aku juga punya kabar bahagia buat kamu" Ucap Danu.


"Kabar bahagia apa?" Jawabku.


"Yuda, adik lelaki mu yang dulu di jual kedua orang tuanya. Dia telah di temukan. Dan Yuda berada di rumah mu bersama Kak Sindi. Bahkan Zian serta Zani juga berada di rumah mu" Ucap Danu.


Apa, Yuda sudah di temukan? Rupanya kerja Radit dan teman teman nya sangat bagus. Baru juga sehari? Namun, mereka sudah menemukan keberadaan Yuda. Dan sudah membawanya ke rumah ku. Bahkan Zani serta Zian juga sudah berada di rumah ku.


Sudah lama sekali aku tidak bertemu dengan kedua adik angkat ku itu.


Aku sudah sangat merindukan mereka.


hanya sayang sekali, Zani dan Zian kemarin tidak ada di acara pernikahan ku. pesta pernikahan yang terbilang cukup megah.


Walau, berakhir dengan tragis karna penembakan itu, sebenarnya siapa orang yang kemarin menembak ku ya?


apa dia kenal dengan ku. atau menyimpan dendam padaku? sampai tega berbuat hal sedemikian rupa kepadaku?


Aku akan menanyakan kepada Danu, mungkin dia tahu siapa pelaku yang sudah menembak dan mengacaukan pernikahan kami?


"Danu, apa aku boleh meminta sesuatu?" Ucapku.......