HIJRAH

HIJRAH
"KEMARAHAN LEA"


Tatapan Lea benar benar membuatku takut, aku tidak pernah melihat Lea se marah ini. Wajah cantik nya nampak sangat menyeramkan kala marah


"Dengar ini baik baik, sebaiknya kamu pulang ke rumah. Cuci kaki dan tangan mu lalu minum susu dan tidur. Anak Mommy sepertimu jangan pernah memiliki sebuah hubungan. Karna kamu tidak pantas untuk sebuah rasa yang tulus, atau pantas di cintai. Lelaki sepertimu hanya membuat derita bagi wanita lain" ucap nya yang membuatku tak percaya dengan ucapan nya itu.


"Lea, aku tidak tahu kamu se marah itu padaku? Aku tahu aku bersalah. Tapi aku sudah menyadari nya" jawabku


"Menyadari nya? Apa selama ini kamu mencari tahu kebenaran nya? Apa yang sebenarnya terjadi? Tidak bukan, kamu menyadari kala mbak Siti terbukti bersalah dan tertangkap polisi bukan? Selama itu. Apa kamu mencari mana yang benar dan tidak? Malah, kamu dan orang tua mu melindungi seorang pembunuh!" Ucapnya dengan senyum di sudut bibir nya.


"Itu, aku tidak tahu kalau mbak Siti yang telah membunuh mbak nurma Lea. Mommy yang memberi uang jaminan karna mbak Siti membohongi kami. Dan aku juga tidak menyangka bahwa dia juga yang merencanakan pengusiran mu?" Jawabku menjelaskan.


"Baik, tapi selama itu kamu kemana? Apa kamu mencari ku, atau mencari tahu yang sudah terjadi? Bukan nya tidak. Jika aku tidak mencari bukti bahwa mbak Siti yang telah membunuh mbak Nurma. Aku sangat yakin, detik ini juga wanita jahat itu masih bebas berkeliaran. Dan kamu masih meragukan ku bukan?" Ucapnya yang membuatku semakin lemas.


"Lea, aku mohon maafkan aku. Beri aku sedikit kesempatan untuk merubah semua nya. Dan apa kamu tidak mau memperbaiki hubungan kita?" Jawabku


"Tidak ada lagi kesempatan bagimu, dan satu lagi. Camkan ucapan ku baik baik, hubungan kita sudah lama berakhir. Dan aku mengutuk hubungan itu, karna hubungan itu mbak Nurma meninggal! Jika kamu mau aku maafkan, maka kembalikan mbak Nurma padaku, maka aku akan memaafkan semua kesalahan mu dan kedua orang tuamu!" Ucapnya


"Apa, itu tidak mungkin Lea. Mana mungkin aku bisa menghidupkan seseorang yang telah meninggal?" Jawabku


.


"Tidak bisa bukan? Maka hal yang sama pun aku katakan." Ucapnya.


"Lea, apa hubungan kita benar benar telah berakhir? Apa tidak bisa kita memperbaiki nya?" Jawabku.


"Tidak, hubungan itu hanya sebuah kutukan, apa kamu tidak bisa melihat dan menyadari kala kedua orang tuamu menghinaku karna uang? Dengar Rehan, sampai mati pun aku tidak akan pernah mau kembali padamu!" Ucapnya.


"Lea, tapi aku yakin saat ini mereka pasti akan merestui kita?" Jawabku.


"Oh ya, karna apa? Karna penampilan ku yang sudah jauh berbeda? Atau uang yang kumiliki? Serendah itu pemikiran kedua orang tuamu, Dengar ya, bagiku kamu bukan lagi tipe lelaki idaman ku. Kamu hanya musuh yang akan aku hancurkan!" Ucapnya.


"Aku tidak menyangka kamu akan mengatakan itu? Apa kamu akan membalas perbuatan ku dan orang tuaku?" Jawabku


"Mungkin saja, tunggu saja tanggal main nya" ucapnya seraya berdiri dan berjalan meninggalkan ku sendiri.


Aku tidak menyangka, bahwa Lea akan sangat marah padaku. Ku kira. Tadi dia akan sangat senang menyambut ku? Dan aku juga sangat yakin, bahwa kedua orang tuaku akan merestui hubungan kami.


Aku pun melihat ke arah Mommy, Mommy nampak sibuk memainkan ponsel milik nya. Aku pun memutuskan untuk menghampiri Mommy.


Namun, seketika aku teringat satu hal. Lea belum .membayar makanan miliknya. Tadi dia pergi dengan penuh amarah dan langsung keluar. Dan ku lihat dia belum sempat membayar makanan milik nya.


Aku pun berjalan ke arah kasir.


"Mas" ucapku yang berusaha mengembalikan mood ku.


"Ya pak, ada yang bisa saya bantu?" Jawabnya ramah.


"Pesanan di meja nomor 8 berapa ya? Saya mau bayar" ucapku


"Meja nomor 8? Apa bapak nya makan di meja nomor 8?" Jawabnya nampak bingung.


" Oh tidak, tadi yang makan di meja itu teman saya. Dan dia sudah pulang" ucapku


"Apa yang tadi duduk Bu Lea?" Tanya nya.


Mengapa lelaki ini mengenal Lea? Apa karna Lea sering makan disini. Jadi dia kenal dengan Lea?


"Iya benar, namannya Lea" jawabku


"Oh,kalau Bu Lea tidak usah bayar pak. Dia kan pemilik resto ini, jadi bapak tidak usah membayar makanan yang tadi dia makan"ucapnya seraya sedikit tertawa.


Apa, jadi Lea pemilik resto ini? Jadi benar? Lea sudah kaya sekarang. Dan bukan hanya berpenampilan glamor. Namun dia juga sangat kaya.


Aku pun meninggalkan kasir tersebut dengan wajah yang menahan malu, bodohnya aku. Jika Lea pemilik resto ini. Kenapa juga dia harus membayar makanan yang dia makan?


Aku pun melangkah menghampiri Mommy.


"Bagaimana? Apa wanita tadi benar Lea?" Tanya Mommy kala aku duduk di hadapan nya.


"Ya mom, dia benar Lea" jawabku.


"Apa, jadi benar dia Lea? Tapi bagaimana penampilan nya bisa berubah?" Ucap Mommy dengan wajah bingung.


"Bagaimana tidak berubah Mom, orang resto ini saja miliknya" jawabku yang membuat Mommy semain terkejut.


"Apa, jadi Lea sekarang sudah kaya? Tapi bagaimana caranya?" Ucap Mommy.


"Mungkin itu sudah rejeki nya Mom, tidak ada yang tidak mungkin bukan" jawabku.


"Lalu, apa dia mau kembali padamu?" Ucap nya.


"Tidak, hubungan kami sudah berakhir. Kenapa Mommy bertanya begitu, bukan kah beberapa hari yang lalu Mommy tidak mau memberi restu pada kami" jawabku yang bingung dengan pertanyaan Mommy.


"Itu kan dulu, kalau sekarang beda lagi. Lihat lea sudah kaya. Mana mungkin Mommy menolak hubungan kalian. Kalau dulu mau di taruh di mana muka Mommy kalau punya mantu pembantu, tapi kan sekarang dia sudah kaya. Sampai jadi pemilik resto ini. Mana bisa mommy menolaknya" ucapnya panjang lebar.


"Mommy tidak mau menolaknya, tapi Lea yang menolak kita. Perbuatan kita hari itu benar benar melukai hati dan jiwa nya Mom. Dia bahkan sampai enggan mendengarkan Rehan" jawabku.


"Apa dia sudah menikah dengan lelaki kaya ya? Secara jika dia menjadi kaya seperti sekarang bisa saja dia menikahi lelaki kaya?" Ucapnya


Seketika hati ku rasanya hancur berkeping keping, jika sampai lea terbukti telah menikah. Rasanya aku tidak bisa menerima itu.


Sejujurnya walau dalam hatiku sempat ada keraguan serta kecewa yang teramat sangat besar pada Lea dulu, namun sekarang semua nya sudah jauh berubah. Lea terbukti tidak bersalah. Dan lihat lah sekarang. Penampilan nya bak artis papan atas.


Sampai dia memiliki resto ini, itu artinya dia bukan lagi lea yang dulu. Lea yang tadi ku temui. Berbicara begitu menusuk. Walau nada bicara nya masih normal. Namun kata yang keluar benar benar menusuk sanubari ku.


Ya, walau apa yang dia katakan semua nya kebenaran. Namun tatapan matanya sangat jauh berbeda. Aku melihat adanya kebencian yang teramat sangat di mata indah nya itu.


Pantas saja jika dia membenciku. Aku memang bersalah, jika dia tidak mencari bukti atas perbuatan Mbak Siti, aku juga yakin bahwa sampai saat ini mbak Siti masih bebas berkeliaran. Dan aku masih meragukan Lea.


Kamu benar Lea, aku lelaki bodoh. Sangat bodoh. Harusnya aku mencari tahu kebenaran nya. Bukan nya ikut menghakimi mu.