
Setelah kejadian yang ku alami, aku menelpon mbak Nurma. dan memintanya menemui ku di lapangan komplek di sini.
dan tak lama mbak Nurma datang dengan tergesa gesa.
"Lea, ada apa sebenarnya?" ucap mbak Nurma...
"Mbak, maafkan Lea. saya tidak bisa mempertahankan pekerjaan yang mbak berikan" jawabku dengan tertunduk. sejujurnya aku merasa sangat bersalah pada mbak Nurma
"Ada apa sebenarnya?" ucapnya. dengan wajah yang penuh penasaran.
"Saya di fitnah mbak, saya di fitnah memberikan pelet pada anak majikan saya, dan saya di fitnah mencuri perhiasan dan uang" jawabku. berterus terang.
"Ya ampun" ucap mbak Nurma seraya menutup mulutnya
"Siapa yang melakukan ini, apa Siti?" ucap mbak nurma lagi.
"Saya rasa begitu mbak, secara dia tidak suka mas Rehan dekat dengan saya" jawabku.
"Dekat? maksud nya dekat" ucap nya
"Jadi mas Rehan menyukai saya mbak, dan tanpa di sengaja saya juga menyukainya. karna mas Rehan sering berbuat baik pada saya. hingga timbul lah rasa itu" jawabku jujur
"Jadi kamu pacaran dengan anak majikan mu?" ucapnya.
"Iya mbak, maafkan saya" jawabku.
Beberapa saat, tidak ada obrolan di antara kami.
"Lalu, kamu mau kemana sekarang?" ucapnya lagi.
"Entah lah mbak, saya akan mencari kontrakan dan mencari pekerjaan baru" jawabku.
"Baiklah, gunakan uang gaji mu untuk mencari kontrakan. dan mbak akan mencari informasi untuk pekerjaan baru untuk mu" ucapnya
"Iya mbak, terima kasih" jawabku.
"Ya sudah, mbak balik lagi ke rumah, nanti kita bicara lagi di telpon. tadi mbak pamit keluar sebentar" ucapnya.
"Iya mbak," jawabku.
Aku pun melangkahkan kaki ku kembali, berjalan ke gubuk yang dulu ku tempati. berharap masih berdiri. agar aku bisa menempatinya lagi. namun ketika aku sampai gubuk tersebut sudah tidak ada. hanya ada sebuah bangunan yang sedang di bangun.
Akhirnya aku memutuskan untuk mencari kontrakan. dan setelah berjalan beberapa jam, aku menemukan sebuah kontrakan petakan dengan harga sewa 500 ribu tiap bulan nya.
aku pun memutuskan untuk menyewa kontrakan tersebut. Namun alangkah terkejutnya aku, kala tidak mendapati semua uang ku di dalam tas ku, dompet ku tidak ada di dalam sini. sedangkan aku menyimpan nya di dalam saku tas? dan aku tidak pernah mengeluarkan nya,
Lalu, kemana semua gaji yang selama ini ku simpan?
Apa jangan jangan, mbak Siti yang mengambilnya? .
Sial, kenapa aku sampai tidak mengecek dulu sebelum aku berjalan pergi. kalau begini? aku harus tinggal dimana? sedangkan aku sama sekali tidak memiliki uang yang tersisa.
meminta bantuan mbak Nurma pun rasanya tidak mungkin, dia sudah sangat banyak membantuku. apalagi aku keluar dari pekerjaan ini. karna separuh nya adalah salahku . yang tidak mengukur diri. sampai berpacaran dengan anak majikan ku.
Mbak nurma juga pasti saat ini tengah tertekan. aku yakin saat ini dia pasti tengah di interogasi oleh majikan nya. karna masalah ku?
Maafkan aku mbak Nurma.....
Aku pun memutuskan untuk berjalan kembali, dan mencari tempat yang bisa ku tempati untuk beristirahat. kaki ku terus melangkah. hingga aku tak tahu sejauh mana aku pergi.
perut ku sudah meminta jatah makan, sedangkan aku memang belum makan dari tadi siang,
aku harus bagaimana? aku sudah tidak ada uang, yang ku miliki hanya tinggal ponsel ku? jika ku jual. aku bisa membeli makan. tapi bagaimana jika mbak Nurma menghubungi ku?
.
aku pun menahan perutku yang semakin keroncongan. .
Hingga aku tiba di satu ruko yang tertutup rapih. aku duduk sebentar untuk mengistirahatkan kaki ku yang berjalan jauh.
ku lihat jam di ponsel. menunjukan pukul 23,00 malam.
Aku di rampok oleh beberapa orang, hingga ponsel yang ku miliki satu satunya lenyap dari tangan ku.
aku berusaha meminta bantuan, namun disini tidak ada orang sama sekali. mengejar mereka pun aku sudah tidak kuat, rasa nya aku begitu lelah.
aku pun menangisi nasib ku yang begitu Miris. baru saja hidupku mulai membaik, aku malah terjebak cinta yang tidak seharusnya timbul. dan membuatku kembali menderita.
aku menangis mengingat beberapa kenangan ku dengan mas Rehan, tawa kami bersama. canda kami. semua nya hilang sudah. dan bahkan mas Rehan meragukan dan mempercayai ucapan mbak Siti. yang memfitnah ku telah melakukan pelet padanya?
Sakit atas ucapan orang tuanya tidak seberapa? tapi sakit karna ragukan. itu yang membuatku akhirnya menangis
hingga ada sebuah tangan menyentuh pundak ku .....
Ku angkat wajah ku agar bisa melihat tangan siapa kah itu?
Rupanya berdiri seorang wanita yang berusia lebih tua dari Mbak Siti, dia mengenakan pakaian modis, dengan beberapa hiasan yang bagus. dan wajah yang begitu terawat.
"Kenapa kamu menangis malam malam? dan di mana rumah mu" tanya nya padaku.
"Aku baru saja di rampok, dan tidak tahu harus kemana?" jawabku.
"Memangnya kamu sebelumnya tinggal di mana?" ucapnya
"Saya bekerja, lalu di pecat dan barusan saya di rampok. jadi saya tak tahu harus pergi kemana?" jawabku.
"Kamu ada kerabat dekat gak di sekitar sini? Biar saya antarkan kamu ke sana" ucapnya.
"Tidak, saya tidak memiliki kerabat disini, saya hanya seorang diri" jawabku.
"Eemm, begini saja. kamu mau ikut saya. kamu bisa istirahat di rumah saya. dari pada kamu sendiri di sini, takut ada preman jahat menyakiti kamu?" ucapnya.
"Apa boleh?" jawabku.
"Iya, kamu bisa istirahat di rumah saya untuk sementara" jawabnya.
Karna sudah kehabisan akal. aku pun ikut dengan wanita tersebut, aku masuk ke dalam mobilnya yang bagus. dia banyak bertanya dengan ku. dia seperti seorang biduan, penampilan nya sangat modis.
Hingga mobil yang dia kendarai berhenti di depan sebuah rumah,
Rumah yang menurutku cukup bagus. mobil yang kami tumpangi berhasil terparkir di garasi.
wanita itu keluar, dan mengajak ku masuk ke rumah nya. dia begitu ramah.
aku di persilahkan duduk di kursi tamu yang begitu empuk. rumah semewah ini kenapa begitu sepi, apa karna waktu sudah malam. jadi penghuni rumah disini sudah pada tidur?
Saat sedang mengobrol tiba tiba perut ku kenali berbunyi.
"Kamu lapar?" ucapnya.
"Iya Bu, saya belum makan dari siang" jawabku dengan sedikit malu.
"Sebentar" ucapnya lagi.
Aku tak tahu dia tengah menghubungi siapa dengan ponsel bagus nya itu? .namun selang beberapa lama. Bel rumah pun berbunyi. dan wanita itu sudah kembali dengan sebuah plastik besar di tangan nya.
Wanita itu mengeluarkan semua isi dalam plastik tersebut. dan alangkah terkejutnya aku. kala isi dari plastik tersebut adalah makanan.
"Ayo di makan" ucapnya
"Tapi Bu?" jawabku canggung.
"Kebetulan saya juga belum makan. ayo kita makan selagi masih hangat, di rumah ini hanya ada saya, pembantu saya akan pulang jam 5 sore dan datang jam 7 pagi. hanya untuk membersihkan rumah saya" ucapnya menjelaskan.
"Jadi, ibu hanya tinggal sendiri?" jawabku.
"Iya, jadi ayo sekarang di makan" ucapnya lagi.
Aku pun memakan makanan mewah di hadapan ku, ada begitu banyak makanan disini. dan rasanya sangat lezat.
........