HIJRAH

HIJRAH
12. Kelulusan


Dina terbangun dari tidurnya, dilihatnya masih pukul satu dini hari, belakangan ini ia memang sudah rutin bangun tengah malam.


melaksanakan rutinitas barunya,shalat tahajud.


bersiap untuk membersihkan diri, dan berwudhu. meminta petunjuk dan hidayah agar selalu Istiqomah.meminta agar diberi kelancaran segala sesuatunya.


seusai shalat, ia teringat percakapan tadi sore dengan calon imamnya.


" Din, apa kamu serius mau lanjut S2..?"tanya Jiran lewat sambungan telefon.


" iya ran, aku ingin menggapai mimpiku untuk menjadi psikolog. setidaknya mungkin ilmu itu bisa berguna untukku nanti kelak jika kita menikah dan sudah mempunyai anak.."jawab Dina.


" iya aku mengerti...tapi apa kamu mau melanjutkan pendidikanmu dinegaraku nanti...?" Jiran khawatir jika Dina benar benar ingin menempuh pendidikan di Maroko.


" jika kamu sudah menjadi suamiku...maka segala keputusanmu dimana aku kuliah nanti aku menyetujuinya..."ucap Dina.


" aku senang Din,, karena nanti aku nggak mau jauh dari kamu..." aku juga tidak akan memaksa kamu untuk cepat hamil nanti,aku akan menunggu sampai kamu siap..."ucap Jiran.


mengingat semua yang dikatakan Jiran sore tadi Dina tersenyum bahagia. mungkin ini adalah jalan yang diberikan Tuhan untuknya ia merasa sangat bersyukur dipertemukan kembali Dengan Jiran. mengingat semua yang sudah terjadi padanya, rencana Allah lebih indah bukan?


Dina yang kini sudah bisa namun belum lancar membaca Al Qur'an pun melatih kampuannya membaca Al Qur'an,dengan suara pelan dan perlahan.


setelah menyelesaikan bacaannya ia kembali tidur..dan menyetel alarm pengingat waktu subuh.


* * * * *


Dina bangun mandi lalu sholat subuh. ia pun merapihkan kamarnya sendiri.kini ia sudah terbiasa melakukan pekerjaannya sendiri,tidak ingin merepotkan bi Ijah.


hari yang dinanti yaitu wisuda Dina. ia sudah mulai berdandan natural untuk pesta kelulusannya itu. cantik mengenakan kebaya longgar bewarna pink dan rok panjang hitam pas dengan hijabnya yang berwarna putih meskipun ditutup dengan Toga.


ayah dan ibunya pun sudah sangat menantikan momen ini, orang tua mana yang tidak bangga dengan prestasi anaknya.


" ibu..ayah...gimana udah siap belum? acaranya jam sembilan.." ujar Dina sambil mengetuk pintu kamar orang tuanya.


" iya nak, tunggu sebentar...sebentar lagi ibu keluar nih,kamu tunggu di bawah aja ya.." ujar ibunya Dina.


" ya Bu, aku tunggu dibawah ya, jangan lama lama takut macet soalnya.."ucap Dina.


Dina pun turun kebawah menunggu orang tuanya. tak lama ibu dan ayah Dina datang.mereka pun langsung naik mobil dan menuju kampus. ya acara kelulusan memang di selenggarakan di kampus Dina.karena kampus ini sudah memiliki gedung aula yang cukup besar.dan dibelakang gedung itu ada taman yang cukup luas.


mereka sampai di kampus Dina setengah jam sebelum acara dimulai Dina dan orang tuanya pun masuk ke gedung itu.


acara akhirnya sudah dimulai, dengan doa pembuka dan kata sambutan dari pemilik universitas sampai staff dosen pembimbing.


kini tiba saatnya membangikan ijasah ke semua mahasiswa secara satu persatu...kini tiba giliran dina.


" Dinanra FERDIANDY dari fakultas psikologi lulus dengan nilai IPK 2,85 silahkan naik ke podium.." haru orang tua Dina menatap anak nya naik ke podium untuk menerima tanda kelulusannya.


setelah acara pembagian tanda kelulusan acara pun masih berlanjut dengan adanya festival band kampus. dan juga pertunjukan drama dari para adik kelasnya.


Dina melihat teman temannya, namun mereka duduk cukup jauh dari Dina dan tidak memperhatikan Dina. mereka sibuk dengan urusan mereka, sedangkan Dina dan orang tuanya tidak menunggu selesai acara mereka bergegas pulang. karena Dina sudah ingin membagi kebahagiaannya dengan orang yang sebentar lagi menjadi imamnya.


saat keluar gedung melewati taman belakang kampus, karena supir keluarganya memarkirkan mobil dekat taman kampus.dari kejauhan Dina sudah melihat Jiran disana duduk di kursi taman kampus.


" Bu, ada Jiran disitu..." Dina menunjuk tempat Jiran berada. Jiran yang sudah melihat Dina langsung berjalan mendekat dengan membawa sebuket bunga untuk Dina.


" ini .." memberikan bunga pada Dina.. "selamat ya...aku seneng kamu lulus dengan nilai yang memuaskan .." ucap Jiran .


Jiran lalu mencium punggung tangan ibu lalu ayah Dina.." maaf Jiran terlambat Tante..."


" ga apa apa...oh iya sudah siang, gimana kalau kita makan diluar??ya ..sekalian merayakan kelulusan Dina.." ujar ayah Dina


" baik Tante.." ucap Jiran


mereka pun pergi meninggalkan kampus Dina..menuju restoran keluarga Dina.


di dalam mobil ayah Dina


" yah.. Johan kenapa gak ikut kesini sekalian ya??" tanya ibu Dina


" khm, tadi dia telfon katanya ada pertemuan dengan kliennya..ada kontrak penting..mungkin lusa dia baru balik kesini.


" semua persiapan sudah selesai tinggal pelaksanaannya saja...ibu senang sekali yah, Jiran anak yang baik dia pasti bisa menjaga dan membahagiakan Dina kan yah??" ibu Dina mulai berkaca kaca..mengingat sebentar lagi putrinya akan dipinang orang.


" apa Dina akan pindah ketempat Jiran yah??" tanya ibu Dina lagi.


" tentu saja, istri kan harus mengikut kemana suaminya pergi..." jawab ayah Dina.


" ibu jangan khawatir..kita juga akan sering nengok Dina nanti, kan ayah dan papanya Jiran sudah buka resort disana" sorot mata ayah Dina tidak bisa berbohong. ia merasa sedih tapi juga senang.


seorang anak perempuan akan tetap menjadi anak perempuan bagi ayahnya. meskipun sudah menikah dan memiliki anak, seorang ayah adalah cinta pertama bagi anak perempuannya. meski berat melepaskan anak perempuannya untuk dipinang oleh orang lain. tapi ayah Dina bahagia melihat putrinya bahagia.


*


*


*


*


*


*