
di sepanjang perjalanan, tidak terlalu banyak obrolan antara aku dan Angga, tidak seperti biasanya. sebelum aku mengetahui perasaan nya terhadapku.
Dulu, aku merasa bahagia. karna telah memiliki teman sebaik dan selucu Angga. yang selalu saja bisa membuatku dan kak Sindi tertawa lepas.
Namun, kali ini. semua perasaan itu nampak lenyap. beriringan dengan ucapan Angga hari itu, Seandainya aku tidak menerima lamaran Angga. apa semua akan baik baik saja?
Apa Angga masih mau menjadi teman ku?
Ah, semua itu tidak mungkin.
"Ayo Lea, kita sudah sampai" ucap Angga.
Sekejap, lamunan ku pun ikut terbuyar kan, Oh, rupanya benar. kita telah tiba di Mall.
Aku pun turun dan mengikuti langkah Angga.
"Pertama, kita beli alat kosmetik dan skincare dulu ya" ucapnya
"Iya, aku ikut saja" jawabku malas.
"Baik, kamu memang wanita yang baik Lea. kamu tidak memberatkan lelaki untuk meminang mu" ucap nya.
"Iya" jawabku
Kami berjalan Naik eskalator. setelah sampai di lantai 3. dan memasuki gerai kosmetik terbesar di Mall ini.
"Lea, pilihlah kosmetik yang biasa kau pakai, dan beli juga skincare oke, pokonya beli lah semua kebutuhan yang kau mau" ucapnya seraya duduk di salah satu kursi seraya membuka ponsel nya.
Aku pun hanya mengangguk, dan pergi untuk membeli beberapa kosmetik dan skincare saja.
Sekitar 15 menit, acara pilih memilih pun telah selesai.
"Sudah?" ucap Angga yang menghampiri ku
"Iya sudah" jawabku
Angga pun pergi untuk membayarkan sejumlah belanjaan yang ku pilih tadi,
"Pacar nya mbak?" tanya seorang wanita. yang ku perkirakan berusia lebih tua dariku.
"Hhmm" jawabku
"Pacarnya mas?" tanya wanita ini, kepada Angga.
Memang dasar ya, Netizen sekarang. kalau tidak mendapat kan jawaban atau informasi dari yang punya masalah, pasti dia bertanya ke tempat lain,
Kepo sekali para Netizen sekarang..
"Bukan, dia itu calon istri" jawab Angga.
Sontak, aku langsung mendongak kan kepalaku, dan menatap lelaki yang kini tengah tersenyum kepada ku.
Tanpa membalas senyum nya. aku langsung menundukkan wajah ku kembali.
"Oh, calon istrinya. tapi, kok dia kaya tidak bahagia ya? muka nya kaya males gitu, apa kalian di jodohkan oleh orang tua kalian?"ucap wanita ini.
Sontak, aku kaget luar biasa dengan jawaban wanita ini, Ya, walau memang. aku tidak memiliki semangat untuk pergi bersama Angga. Namun, mengapa juga dia mengatakan di hadapan ku. kan dia bisa mengatakan nya di belakang ku saja.
"Kata siapa? saya tahu, dia sangat mencintai. hanya saja mungkin dia tengah lelah" jawab Angga.
"Oh, begitu ya?" ucap wanita itu. seraya pergi meninggalkan kami.
Aku hanya bergeleng kepala melihat tingkah wanita itu, dasar kepo! mau tahu saja urusan orang lain.
"Jangan di pikirkan ucapan dia Lea, orang orang jaman sekarang memang begitu, bisa menilai orang lain. tanpa menilai dirinya sendiri" ucap Angga kepada ku.
"Tidak kok, aku biasa saja" jawabku.
"Ya sudah, kalau begitu sekarang kita ke gerai sepatu ya," Ucap Angga.
"Ya" jawabku. seraya mengikuti langkah lelaki ini.
Sepanjang perjalanan ini pun, kami tidak saling bicara. walau beberapa kali, aku memergoki Angga tengah melihat ke arah ku, dan tersenyum padaku. kala pandangan kami saling beradu.
Angga tidak seperti lelaki lain nya. yang akan menggandeng tangan wanita yang dia cintai, dia berjalan sendiri, walau jarak kami tidak begitu jauh, Namun, sedetikpun kami tidak saling berdekatan.
"Lea, kita sudah sampai" ucapnya
"Ya" jawabku.
"Sama seperti yang tadi, pilihlah sepatu yang kamu mau" ucapnya seraya kembali duduk.
Aku pun hanya mengikuti apa yang dia perintahkan. Walau, sejujurnya aku ingin sekali cepat cepat kembali ke rumah. rasanya, berdua bersama dengan nya. membuatku tidak nyaman sama sekali, apa mungkin karna hati ku berada di tempat lain,
jadi, aku merasa kan hal sedemikian?
Singkat cerita, akhirnya semua kebutuhan yang Angga suruh, telah ku beli. dan kami telah membawanya dan kini, kami telah dalam perjalanan menuju rumah ku.
Karna dia harus segera kembali ke kantor.
Dalam perjalanan, kala aku tengah menatap jalanan di hadapan ku.
"Lea" ucapnya .
"Ya" jawabku.
"Menurutmu, Danu itu seperti apa?" ucapnya. yang sontak membuatku seperti memanas di area wajah, dan jantung ku berdetak. kala Angga menyebut nama nya.
"Baik, pintar dan Sholeh" jawabku.
"Berarti paket lengkap ya?" ucapnya.
"Iya" jawabku.
"Menurutmu, apa ada wanita yang mau menikah dengan Danu?" ucapnya kemudian.
"Pasti ada" jawabku.
"Apa Danu, termasuk lelaki idaman mu? maksud ku, semua wanita itu kan pasti memiliki lelaki idaman? apa Danu, termasuk lelaki seperti idaman mu?" ucapnya. yang sontak membuatku terkejut, apa Angga tengah mengujiku?
"Tidak, aku tidak pernah mematok atau memiliki lelaki idaman, aku hanya mau. jika dia tulus mencintaiku, dan menerima kekurangan ku" jawabku.
"Oh begitu ya, Danu itu sama sekali tidak pernah pacaran, atau memiliki pacar. Ya, semua karna sikap nya yang cuek, dari jaman sekolah, sampai kuliah. dan bahkan sekarang. dia itu tidak seperti lelaki yang lain. suka berganti pasangan, dia malah sibuk dengan pekerjaan nya itu" ucap Angga.
"Bagus itu, itu tandanya Danu lelaki yang pekerja keras, dari pada lelaki yang suka berganti pasangan kan?" jawabku.
"Memang benar, karna itu pula. aku ingin sekali menjodohkan dirinya dengan teman ku, " ucapnya yang sontak membuatku tak percaya.
Sepertinya memang benar, bahwa aku dan Danu bukan lah jodoh. buktinya, banyak sekali rintangan di antara kami.
"Oh ya, siapa?" jawabku.
"Ada, dia teman dekatku, dan teman baik ku juga" ucapnya.
"Menurutmu, bagaimana?" ucapnya lagi.
"Ya, kalau Danu mau, apa salahnya?" jawabku.
"Baiklah, oh iya. kita sudah sampai, untuk belanjaan yang tadi kita beli, aku harus membawanya terlebih dahulu" ucapnya
"Iya, tak apa" jawabku.
"Eemm, untuk pertama kalinya. kamu tidak menawariku untuk mampir?" ucapnya.
"Oh, kamu mau mampir?" jawabku kaku.
"Hehe, tidak usah Lea. nanti saja aku kesini lagi, aku hanya bercanda kok" ucapnya
"Iya" jawabku.
Angga pun berlalu mengendarai mobilnya. meninggalkan kediaman rumah ku, yang selalu menjadi tempat ternyaman, dan kebanggaan ku.
Aku pun memasuki rumah ku, kala aku memasuki rumah ku. kak Sindi tengah menaiki kursi rodanya menuju ruang tamu,
"Eh Lea, kamu sudah pulang?" tanya kak Sindi.
"Iya kak" jawabku.
"Kamu yang sabar ya, kakak yakin, kamu pasti bisa lalui ini semua dengan tabah" ucapnya. yang menghampiriku kala aku tengah duduk bersandar di sofa.
"Tapi kak, aku tidak tahu? apa aku akan sanggup melihat Danu menikah dengan wanita lain" jawabku yang sontak membuat kak Sindi sangat terkejut.
"Apa, maksud mu bagaimana Lea?" ucap kak Sindi
"Ya, Danu akan di jodohkan dengan wanita lain oleh Angga." jawabku.
"Apa kamu Yakin?" ucap kak Sindi.
"Ya, Angga sendiri yang mengatakan nya tadi. bahwa dia akan menjodohkan Danu dengan teman nya. mungkin aku bisa diam dan menahan, di saat mengubur perasaan ku. dan kemungkinan besar akan menikah dengan Angga, Namun, apa aku bisa menahan. kala melihat Danu bersanding dengan wanita lain kak? Aku rasa. aku tidak akan kuat, walau pun Angga juga lelaki yang baik, dan pekerja keras. Namun, entah bagaimana? hatiku berada di tempat lain kak" jawabku.
"Ya Allah Lea, Lalu, kamu mau bagaimana? jika kamu memang tidak bisa menikah dengan Angga, sebaiknya kamu katakan saja semua nya." ucap kak Sindi.
"Apa jika aku tidak menikah dengan Angga, aku bisa mendapatkan Danu? ku rasa tidak kak, karna Danu juga tidak mencintaiku. seperti yang kakak katakan tadi, dia sama sekali tidak peduli, dan menanyakan kabar ku.
aku juga Yakin, wanita yang akan di jodohkan oleh Angga. pastilah bukan wanita sembarangan" jawabku.
Kejujuran memang lah sulit untuk di ungkapkan, karna sebagian kejujuran akan berbayar kan kemahalan, bahkan nyawa.
Namun, alangkah terhormatnya kalian, yang mampu mengatakan kejujuran. walau kalian tahu, dunia tidak mudah menerima nya.....