
kursi panjang putih,bunga-bunga di taman rumah sakit..Dina merasakan kesejukan di sana,..ditempat ia menikmati pemandangan tamnlan yang sejuk,segar setelah habis hujan yang mengguyur semalaman...ia menikmatinya.
"oh,..sungguh pemandangan yang sangat menenangkan hatiku, gumamnya.."aku bersyukur masih bisa melihatnya.
"Dina,..ternyata kamu disini " ucap ibu Dina yang sudah berada di belakang Dina...
"oh iya Bu,,..aku sedang menikmati pemandangan disini,sangat indah..dan juga sangat sejuk...untuk kesekian kalinya.
Dina sudah berangsur-angsur pulih,dia pun sudah bisa menggerakkan tubuhnya,berkat terapi yang ia lakukan selama kurang lebih satu bulan di rumah sakit, hanya kakinya yang masih lemah untuk menopang tubuhnya sendiri.
"Iya,..tapi kita sudah harus siap-siap..karena kita akan pulang sayang"...ujar ibu Siska,
"Baiklah Bu ..,aku senang sekali akhirnya aku bisa kembali pulang kerumah"..ucap Dina bersemangat...
"baiklah nak,,.sekarang kita langsung saja ke mobil ya".."karena tadi barang barang kamu juga sudah ada di mobil"...ayah juga sudah menunggu kita...ayo,
* * * * *
mereka pun tiba dirumah, rumah yang sangat dirindukan Dina, berharap dia bisa menebus waktu yang hilang bersama ke dua orang tuanya...hatinya bahagia.
"sayang, kamu langsung istirahat saja ya...ibu mau menyiapkan makan siang untuk kita," ujar ibu Sinta sembari menyuruh Bi Ijah mengantar Dina kekamar.
"nanti kalo ada apa-apa kamu langsung panggil ibu atau Bi ijah ya sayang," ujarnya lagi pada Dina.
"iya Bu..aku istirahat dulu ya..." Dina pun kekamar ya dengan diantar Bi Ijah.
Dina merebahkan diri di tempat tidurnya dengan dibantu oleh Bi Ijah,kamar yang dirindukannya...ya meskipun Dina memang sudah menempati kamar nya sejak dulu namun sudah lama sekali ia jarang tidur dikamarnya itu.
Dina lebih sibuk diluar rumah,,bahkan terkadang ia juga menginap dirumah temannya atau di apartemen miliknya.
drettt drettt drettt....
bunyi ponsel Dina,pesan masuk
dilihatnya dari seseorang yg ia kenal
[. sayang,maaf aku tidak bisa bersamamu lagi..aku harus mengikuti keinginan papa untuk belajar keluar negri.jadi lebih baik kita putus saja ]
huhh....
pesan itu membuat Dina ingin membanting ponselnya. "bisa -bisanya dia bicara seperti ini,,setelah semua yang aku lakukan padanya..."setelah aku menjadi seperti ini...Rein, Dina menggenggam erat ponselnya...dengan perasaan yang sangat tidak menentu.
drettt. .drett..drettt..
pesan masuk lagi.
[ ya,ini aku..ini siapa? maaf nomer Anda tidak aku kenal ]Dina.
[ ini aku Jiran,,bagaimana kabarmu?? ]
"ternyata Jiran..."
[ Alhamdulillah, aku skrg sudah lebih baik...aku juga sudah pulang hari ini.. ]Dina.
[ baiklah,, karena sekarang aku juga masih dikota ini..boleh kan aku menjengukku dirumah?? ] Jiran
[ baiklah,,datanglah...]Dina.
entah kenapa dina sangat senang jika Jiran ingin datang menjenguknya...laki laki yang baik,Dina ingat dulu Jiran sangat suka mengajaknya bermain di taman dekat rumahnya.
Jiran dulu adalah anak laki laki yang terkesan cupu karena selalu memakai kemeja dengan kancing sampai kerah..namun sekarang Jiran laki laki yang sangat gagah. namun tetap terlihat manis.
dilihatnya baru pukul 10:35..masih lama untuk makan siang,akhirnya Dina terlelap dangan cepat,karena ia juga masih merasa lelah dan tubuhnya yang masih sedikit lemah.
tok. tok. tok.
"non,..non Dina.."Bi Ijah mengetuk pintu kamar Dina sambil membukanya,,
Dina pun bangun karena mendengar samar-samar suara Bi Ijah."ya bi,ada apa..." tanya Dina sambil mengerjakan matanya.
" ada temen non,katanya mau ketemu sama non Dina..."ujar bi Ijah.
"khmm..siapa ya bi..."tanya Dina.
" itu loh non..kayaknya yang waktu itu nengokin non dirumah sakit ..." itu non orangnya ada didepan kamar non Dina...ujar bi Ijah.
*
*
*
*
*
TERIMA KASIH YANG SUDAH MAMPIR DI CERITA KU INI..SEMOGA KALIAN SUKA YA...JANGAN LUPA LIKE DAN KOMENNYA YA...KOMEN DAN LIKE KALIAN SANGAT MEMBUAT AKU BERSEMANGAT UNTUK TETAP MENULIS CERITA INI...KRITIK DAN SARANNYA JUGA BOLEH KOK...SALAM SEMANGAT SELALU!!!