HIJRAH

HIJRAH
11. Lamaran


didalam kamarnya, Dina terpaku duduk didepan layar laptopnya.memandangi laptopnya entah apa yang ia fikirkan.ia memang menyukai Jiran,tapi,keinginannya untuk melanjutkan kuliahnya juga sangat besar.


" aku harus bicara sama ayah..."ucapnya sendiri.


selepas menunaikan shalat Maghrib berjamaah bersama kedua orang tuanya,Dina pun memberanikan diri untuk mulai bicara dengan ayahnya.dulu sebelum kecelakaan,Dina tak pernah mau bicara bahkan untuk menyapa saja ia sangat jarang karena ia sibuk dengan dunianya sendiri.


ayahnya sudah berada di ruang baca sekaligus ruang kerjanya,dina pun mengetuk pintu meminta ijin untuk masuk. ia pun masuk kedalam ruangan itu.


" ayah...bagaimana kabar ayah...akhir akhir ini aku lihat ayah sedang sibuk??"tanya Dina.


" ayah agak sedikit capek nak.mungkin ayah terlalu banyak bekerja, kenapa...apa kamu khawatir?"ayahnya tau ada yang ingin dibicarakan Dina, ibunya sudah memberitahukan tadi.


" begini yah...apa ayah tidak keberatan kalau aku melanjutkan S2 ku di luar negri?" tanyanya pada ayahnya dan kini duduk dihadapannya..l


" Dina,apa kamu sudah tau kalau Jiran besok akan kesini..."ujar ayahnya.


" aku belum tau yah, memang apa hubungannya dengan ku?"tanyanya penasaran .


" Dina ayah sangat menyayangimu, Jiran anak yang baik dan Sholeh.ayah yakin jika kamu bersamanya,dia akan selalu menjagamu nak.."ujar ayahnya.


" besok Jiran dan keluarganya akan datang kesini untuk melamar kamu...apa kamu mau nak??


Dina masih diam dengan penjelasan ayahnya yang tiba tiba itu,ia memang tau kalau Jiran akan melamarnya.tapi Dina fikir waktu itu Jiran hanya bercanda, tapi ternyata ia serius.


" Dina,jika kamu menikah dengannya..ayah akan sedikit tenang karena kamu sudah ada yang menjaga...meskipun kamu mau kuliah diluar negri,ayah yakin Jiran pasti mengijinkannya..." ucap ayahnya lagi.


Dina hanya diam dan mengangguk pelan.


Dina pun keluar dari ruang baca..dan langsung masuk ke kamarnya.


* * * * *


seperti yang sudah direncanakan...keluarga Jiran datang kerumah keluarga FERDIANDY..


melihat kedatangan keluarga Jiran,, mereka pun langsung disambut ramah oleh si empunya rumah .


" assalamualaikum..."salam dari tuan Johan..papa Jiran .


" wa'alaikumsalam.." tuan Jordan ayah Dina menjawab salam lalu keduanya bersalaman dan berpelukan.


" bagaimana perjalanan nya...?apa lancar semua?" tanya tuan Jordan.


" Alhamdulillah,lancar kawan..." jawab tuan Johan .


Dina yang berdiri dibelakang orang tuanya,,melihat Jiran yang baru turun dari mobil membawa sebuket bunga mawar putih...Dina tersenyum malu malu...ia hanya terus menunduk.


Jiran yang melihat Dina mengenakan hijab Maroon dengan gamis warna senada. entah kenapa gamis yang kebesaran itu terlihat sangat cocok ditubuh gadis itu.dandanan gadis itu pun sangat natural seperti tidak memakai make up, ia memang sudah cantik.


mereka pun masuk kedalam, duduk diruang keluarga. berbincang tentang rencana pernikahan Dina dan Jiran,


" Dina,, kamu cantik sekali hari ini nak..."ujar mama jiran


" terima kasih Tante..."ucap Dina masih menunduk malu. aneh fikirnya.


"kenapa aku bisa Secanggung ini didepan papa mamanya Jiran..." dalam hati Dina. ia pun berdebar tak karuan. sambil mengucap istighfar dalam hatinya.


" jadi bagaimana, apa kamu setuju dengan rencana kami??" tanya papa Jiran pada Dina.


Jiran menatap Dina yang duduk dihadapannya.


" eh, Dina.." Jiran gugup.


" apa kamu mau menikah denganku??tanyanya pada Dina menatap lekat wajah cantik Dina dengan perasaan yang sama berdebar ya dengan gadis itu.


" saya setuju, tapi dengan satu syarat.


apakah kamu mau berjanji mengabulkan permintaan ku ini ..?" ujar dina.kini raut mukanya serius.


" Baiklah apa syaratnya..?" tanya Jiran.


" aku ingin melanjutkan kuliahku, jika kamu berkenan aku kuliah diluar negri..." jawab Dina mantap.


" oke.aku terima"ucap Jiran


tanpa diduga Jiran langsung menyetujui syarat dari Dina.


" baiklah untuk tanda pengikat mama akan memberikan ini untukmu.."mamanya Jiran membuka kotak perhiasan yang memang dibawany..."kalung ini adalah peninggalan neneknya Jiran. dan dia ingin memberikannya pada istri Jiran nantinya .."ucap mamanya Jiran sambil memakaikan kalung di leher Dina.


" terima kasih Tante..."Dina sangat terharu dangan ucapan calon mertuanya.


" Dina,,mulai sekarang jangan panggil om atau Tante lagi ya ..panggil kami papa dan mama..."ujar papa Jiran tersenyum bahagia.


" baik ma..pa..." Dina merasakan kebahagiaan dicintai oleh Jiran dan keluarganya.


kedua orang tua mereka berbincang bincang diruangan itu...sedangkan Dina dan Jiran memilih berjalan jalan ditanam...mereka pun duduk di bangku panjang taman,tak seperti pasangan kekasih lain yang duduk berdekatan mereka duduk sangat berjauhan...Dina diujung kiri bangku,,dan Jiran diujung kanan bangku.


" Jiran...aku pikir kemarin kamu hanya bercanda.."ucap Dina dengan sedikit tergelak.


" aku serius Din...kamu mau tau gak..sejak kapan aku mulai menyukaimu.."Jiran menatap lekat Dina.


"kapan?"tanya Dina.


" sejak kecil, tapi kamu tak pernah tau. bahkan sampai hari ini. sepertinya kamu belum yakin dengan ku..."ucap Jiran.


" beranjak dewasa, aku mulai mengetahui kamu berubah..kamu menjadi sangat nakal dan membangkang orang tuamu...tapi tetap saja aku tidak bisa melupakanmu Dina.."


" waktu papa bilang kalau kamu kecelakaan, aku sangat takut kehilanganmu Dina..tapi aku juga takut kamu tidak mau menerimaku. Dina, aku sangat mencintaimu, aku ingin menjadi kekasih Halal untukmu..."


" Jiran.. apa kamu benar benar mencintai aku..?bukan karena kasihan padaku..?" tanya Dina yang masih duduk jauh dari Jiran.


"ya.."jiran menghela nafas.


Dina pun hanya tersenyum dengan menatap lekat laki laki yang ada diujung bangku mereka. Jiran ataupun Dina tidak berani mendekatkan tubuh mereka. tapi hati mereka seperti sudah sangat dekat.


*


*


*


*


*


*