
"Maaf sebelumnya ya bu jika saya lancang, apa bisa jika tunangan ibu bertamu di waktu siang saja? bukan apa apa? kita hidup itu kan di sini saling bertetangga. dan penghuni disini semua nya muslim Bu" Ucap pak RT
Sontak aku sangat terkejut dengan ucapan pak RT.
"Apa yang bapak maksud? mengapa anda mengatakan jika lelaki tersebut adalah tunangan saya? apa yang membuat anda yakin?" jawabku bingung.
"Begini Bu, karna 3 malam yang lalu. salah satu keamanan bertemu dengan nya. saat di tanya? apa maksud dan tujuan beliau. dia mengatakan jika dirinya adalah tunangan Bu Lea" Ucap pak RT.
Apa aku tidak salah dengar? apa selama ini Danu mengawasi ku dari malam hari? untuk apa dia melakukan nya?
"Bu, kami mohon jangan mencemari daerah sini, kami percaya Bu Lea dan Bu Sindi bukan wanita yang tidak baik. apa Bu Lea bisa mengatakan pada tunangan Bu Lea. agar tidak bertamu di waktu malam. bukan apa apa? sebenarnya tidak sedikit warga yang curiga Bu. apalagi Bu Lea dan lelaki itu akan menikah. kami hanya takut jika Bu Lea sampai....." ucap pak RT menjeda ucapan nya.
"Sampai apa pak RT, mengapa anda tidak melanjutkan ucapan anda? apa anda maksud jika saya sampai berzina dengan tunangan saya?" jawabku
"Maaf Bu, bukan itu maksud ucapan saya. saya minta maaf" ucap pak RT.
"Tidak pak, seharusnya saya yang minta maaf
sejujur nya saya tidak tahu, jika tunangan saya sering datang di waktu malam. karna saya dan kak Sindi sendiri tidak tahu hal itu. dan jika bapak tidak percaya, bapak bisa tanyakan pada pekerja saya." jawab ku.
""Begini Bu, sebenarnya saya pernah mendatangi rumah Bu Lea. dan Tante Bu Lea mengatakan jika lelaki yang sering datang di waktu malam itu memang tunangan Bu Lea. bahkan dia juga mengatakan, jika beliau berulang kali memberi tahu Bu Lea. Namun, karna mungkin Bu Lea sedang di mabuk cinta. jadi Bu Lea tidak mudah mempercayai ucapan orang lain. saya mengerti Bu, karna saya juga pernah muda" ucap pak RT.
"Tante?" jawab ku.
"Ya, wanita paruh baya yang kini tinggal di rumah Bu Lea. dia Tante nya Bu Lea bukan?" ucap pak RT.
" Sudah ku duga!" Ucap kak Sindi
Apa saat ini, yang tengah di pikirkan kak Sindi sama dengan ku?
"Maaf ya pak RT, sebenarnya wanita yang tinggal bersama kami bukan saudara kami. dia sama sekali bukan Tante kami. dia hanya wanita tua yang tidak tahu malu. datang ke rumah kami dan memaksa untuk tinggal. bahkan dia bersikap bahwa rumah tersebut adalah rumah nya" Ucap kak Sindi.
"Maaf, ini maksud nya bagaimana?" Ucap pak RT.
"Lea, jelaskan semua nya kepada pak RT. agar semua nya jelas" Ucap kak Sindi.
"Jadi begini pak, sebenarnya dia bukan siapa siapa kami. dia orang luar. dan sebenarnya dia dulu pernah menjadi majikan saya. Dan bersikap kasar pada saya karna saya dulu berpacaran dengan anak nya. dia menentang hubungan kami, bahkan saya mendapat banyak sekali siksaan. bukan hanya secara fisik, melainkan juga mental. saya di permalukan di hadapan banyak manusia. dan di fitnah sebagai seorang pencuri. beberapa tahun, saya berusaha dari Nol. dari mengumpulkan modal untuk membuka warung nasi kecil kecilan. hingga saya bisa seberhasil sekarang, dia dan anak nya selalu memaksa saya untuk kembali. dan dia datang ke rumah saya. dengan memohon agar saya mengijinkan dia tinggal di sana. awalnya saya kira. dia akan berubah, Namun, sikap aslinya mulai terlihat. sering kali dia bersikap kasar terhadap pekerja saya. dan sering sekali menghina para penghuni rumah. saya pernah berniat ingin mengusir beliau, Namun, saya takut jika dia menebar fitnah di luar rumah" jawabku menjelaskan.
"Ternyata cukup rumit ya Bu," ucap pak RT.
"Memang pak, sebenarnya ini salah saya. jika hari itu saya tidak memberi ijin terhadap nya. mungkin hari ini tidak akan terjadi" jawabku.
"Begini saja, apa Bu Lea ingin mengusir wanita itu?" Ucap pak RT.
"Ya, hanya saya tidak tahu harus dengan cara apa?" jawabku.
"Saya bisa membantu, asal Bu Lea berjanji dan bersedia bertanda tangan di atas materai?" ucap pak RT
"Berjanji, agar Bu Lea bisa membuat tunangan Bu Lea berhenti datang dan bertamu di waktu malam? jika Bu Lea bersedia, maka saya siap membantu Bu Lea menyelesaikan masalah Bu Lea" ucap pak RT.
Aku sangat Yakin, jika Danu tidak mungkin melakukan itu, dan seperti apapun aku menjelaskan ketidak Tahuan ku akan lelaki yang selalu datang ke rumah. tetap saja, tidak mudah bagi mereka percaya. apalagi lelaki tersebut mengatakan jika dia adalah tunangan ku.
Aku harus mengiyakan saja semua. biar Nanti ku pikirkan
bagaimana cara membuat lelaki misterius tersebut berhenti datang ke rumah ku.
"Baik pak, saya bersedia" jawabku yang di tatap dengan tatapan heran kak Sindi.
Setelah selesai bertanda tangan di sebuah kertas. yang memang bertuliskan jika aku telah bersedia untuk memberhentikan lelaki yang mengaku sebagai tunangan Ku. untuk tidak lagi datang di waktu malam.
"Baik Bu, terima kasih atas pengertian nya. sekarang Bu Lea bisa pulang, biar saya memanggil petugas keamanan untuk datang ke rumah Bu Lea. nanti kita bertemu di rumah Bu Lea" ucap pak RT.
."Baik pak, kalau begitu saya permisi" jawabku seraya berdiri.
Aku dan kak Sindi memasuki mobil kami, sedangkan pak RT menaiki sepeda motor Vespa milik nya. kami berpisah di persimpangan jalan.
"Lea, apa Danu sering datang di tengah malam?" tanya kak Sindi.
"Entah lah kak, aku sendiri tidak tahu perihal itu. aku hanya mendengar jika ada lelaki yang selalu datang tengah malam" jawabku.
"Sebaiknya kamu tanyakan saja pada Danu?" Ucap kak Sindi.
"Aku tidak bisa kak, aku takut jika bukan Danu pelakunya. aku takut jika dia akan curiga padaku. dan bisa saja dia berpikiran yang bukan bukan" jawabku.
"Lalu, bagaimana cara kamu menepati janji yang sudah kamu tanda tangani?" Ucap kak sindi.
"Aku akan memperkerjakan security untuk berjaga di rumah kak, aku yakin dengan aku memperkerjakan security. lelaki itu tidak akan datang lagi" jawabku.
"Ya, kamu benar" ucap kak Sindi
Mobil yang kami tumpangi akhirnya tiba. Namun, ada beberapa mobil terparkir di garasi rumah ku. Ya, garasi rumah ku memang terbilang luas. bahkan garasi rumah ku bisa menampung 4 mobil.
Bukan hanya di dalam garasi, di depan pagar rumah juga terparkir sebuah mobil.
"Lea, di rumah sedang ada apa? mengapa banyak mobil terparkir di rumah mu?" tanya kak Sindi yang juga heran dengan apa yang kami lihat.
"Entah lah kak, aku sendiri tidak tahu" jawabku
"Ayo kita lihat Lea" Ucap kak Sindi yang bergegas turun dari mobil.
Aku mengikuti langkah kak Sindi. aku segera turun dan berjalan menuju gerbang rumah ku.