HIJRAH

HIJRAH
3. Pertemuan


Dina bersyukur bahwa tadi hanyalah mimpi yang sangat panjang dan tentu saja sangat berpengaruh dengan kondisinya saat ini..Dina ingat dengan janji yang ia ucapkan dalam mimpinya itu,


tapi Dina sudah tidak sanggup untuk memikirkan apapun saat ini karena kepalanya terasa berat,dan tubuhnya terasa sakit dan ngilu..Dina pun kembali memejamkan matanya dan tertidur,


sudah satu minggu sejak dina sadar,kini kondisi kesehatannya berangsur-angsur sudah mulai membaik.


ia pun sudah dipindahkan keruang rawat inap, tentu saja kelas VVIP.. kamar yang paling besar dirumah sakit itu, tentu saja karena keluarganya adalah keluarga konglomerat jadi tentu saja dia harus mendapatkan perawatan yang terbaik.


selama dirumah sakit banyak sekali yang datang untuk menengok Dina,mulai dari rekan bisnis ayahnya maupun dari tetangganya termasuk Vina dan Dea.


Tapi tidak satupun sahabatnya yang datang untuk melihatnya..mengingat itu Dina merasa sangat sedih,"mereka benar benar sudah tidak peduli padaku.."ucapnya lirih.


Dina masih sangat berharap sahabatnya datang,karena Dina sedikit merindukan mereka...tapi Dina pun sadar bahwa saat ini yang terpenting adalah bisa segera pulih dan berkumpul kembali dengan keluarganya.


saat ini hanya ibu dan ayah Dina yang peduli padanya, mereka bergantian menjaga Dina dirumah sakit.pagi ibunya Dina yang menjaga karena ayah Dina harus bekerja mengurus bisnisnya yang memang tidak bisa ditinggal,sedangkan kalau malam hari gantian ayah Dina yang ikut menjaga Dina dirumah sakit,


rumah sakit sudah seperti rumah kedua bagi mereka.


Namun malam ini ibu dan ayah Dina tidak bisa menjaga Dina,dan hanya bisa menitipkan Dina pada Bi Ijah asisten rumah tangga mereka yang memang sudah sejak Dina kecil membantu mengurus Dina.


ibu dan ayah dina,nyonya Sinta dan tuan Jordan sedang ada pertemuan dengan rekan bisnis tuan Jordan,pertemuan yang sangat penting yang mengharuskan mereka meninggalkan putrinya yg masih lemah dirumah sakit dengan Bu Ijah.


Nyonya Sinta dan tuan Jordan datang kepertemuan itu direstoran sebuah hotel ternama dikotanya,,yaitu hotel FERDIANDY milik Jordan FERDIANDY ayah Dina.


mereka mengundang tamu penting dari negara tetangga yang baru tiba di Indonesia 3jam yang lalu, mereka pun bergegas kelantai paling atas hotel itu yaitu restoran yang sangat mewah bergaya klasik.


"selamat datang tuan dan nyonya Jordan,maaf kami terlambat..karena ada masalah dirumah sakit tadi" ujar tuan Jordan sambil menjabat sahabat lamanya itu.


"tak apa lah,,kamu ini sama sahabat lama juga.." ujar tuan Johan sambil tersenyum


"aku yang terlalu cepat datang kesini karena sudah tidak sabar ingin jumpa dengan mu Jordan, gimana kabarmu?" tanya tuan Johan sambil memeluk tuan Jordan dan menepuk nepuk bahu sahabatnya itu.


"saat ini aku baik,cuma saja sekarang anakku..ucapnya terpotong tuan johan.."maaf Jordan aku belum sempat menengok anakmu,


"aku mengerti kamu sibuk,tak apa yang penting sekarang keadaannya sudah lebih baik..ujarn tuan Jordan lagi.


"Kamu sendiri bagaimana Melisa,kamu kelihatan bahagia ya tinggal lama di sana..??tanya nyonya Sinta,


"aku sehat,seperti yang kamu lihat aku memang bahagia..lihat nih badanku tambah besar, " ujarnya sambil tertawa kecil.."tapi aku merindukanmu Sinta.." ujarnya lagi,


*


*


*


*